tari (g)

Kala itu,awal mulai berkembangnya tv-tv swasta,bahkan di kotaku mulai ada tv local. Dan dalam beberapa tayangan selalu ada penari2 yang mengiringi seorang penyanyi. Hal itu yang awalnya menjadikan sebuah ketertarikan bagi kakakku untuk ikut kursus tari. Waktu itu usianya sekitar 6 tahun atas saran saudara2 ibu,akhirnya kakaku di ikutkan dalam kursus balet. Sejak itu sesekali ibu mengajak aku untuk melihat kakak perempuanku berlatih tari.

Kami memang hany dua bersaudara,aku keturunan cina,usiaku 2 tahun lebih muda dari kakaku.ibu dan ayahku bekerja.   Karena keseringan mengantar kakak,dan ibu lihat lumyan banyak juga anak lelaki yang ikut latihan,akhirnya saat usiaku hampir 6 tahun,ibu mengikut sertakan aku juga latihan.  Sebenarnya aku sama sekali tak antusias,beda dengan kakakku yang akhirnya sering kali dia diikutkan dalam beberapa pertunjukan. Tapi mungkin untuk memudahkan ibu,yng memang mempunyai usaha sendiri,dalam merawat kami,akhirnya aku terus diikutsertakan dalam kursus balet itu,agar selalu bersama kakaku,hingga memudahkan beliau ketika menjemput kami,karena mempuntai aktivitas yang sama. Aku memang selalu disekolahkan di sekolah yang sama dengan kakakku. Hinnga mudah bagi ibu untuk memantau kami. biasanya ibu hanya mengantar kami sekolah pagi. Setelah sekolah,kami diantar tukang becak langganan ke tempat kursus,setelah itu baru ibu menjemput kami di tempat kursus.

Meski malas,tapi aku terpaksa ikut berlatih,hingga tak terasa,sudah hampir 3 tahun,aku mengikutinya,hingga aku benar2 merasa jenuh. Tapi kemudian,aku tertarik pada anak2 yang berlatih tari salasa dan tango. Karena menurutku gerakanya lebih cepat. Akhirnya ibu menyetujui aku mengikuti kelas tari lain,karena tempatnya memang berdekatan,hanya waktunya sedikit berbeda.tapi aku tak betul2 meninggalkan balet,karena kadang aku selalu melihat dan menunggu kakaku selesai berlatih,bahkan tak jarang aku dijadikan patner latihan di rumah oleh kakaku.

Sampai kemudian,kira-kira 1,5 tahun aku mengikuti latihan salsa dan tango,ditelivisi makin banyak orang yang menari tarian kontemporer,semacam hip hop dan lainya. Bahakn di kotaku selalu saja ada kompetisi menari. Dan memang tarian kotemporer itu lebih menarik minatku,karena banyak gerakan yang lebih menantang,apalagi tarian seperti break dance. Aku akhinya kembali meminta kepada ibu untuk berhenti dari kursus yang aku ikuti. Ibu tak keberatan. Akhirnya akupun mulai bergabung dengan sebuat group tari yang lumayan terkenal dikotaku.

Dasarku yang kuat dalam tari,memudahkan aku beradaptasi dengan jenis tarian baru ini. Bagi sebagian teman kursusku,mungkin sedikit sulit melakukan salto,atau gerakan akrobatik lainyya,tapi bagiku tidak,karena memang saat berlatih balet,aku tak jarang melakukanya.  Kelenturan tubuhkupun bagus,hingga aku mudah menyerap semua pelajaran yang di berikan. Akhirnya,hanya berselang satu tahun,aku selalu diikutkan dalam pentas2 yang diadakan oleh group Tariku. Dan tak jarang aku selalu ditempatkan didepan,dan memperlihatkan sedikit aksi2 akrobatiku.

Usiaku saat itu,belum 12,aku memang bukan yang termuda diantara anak-anak kecil lainya. Memang pada dasaranya,saat itu kursus tari yang aku ikuti dibadi dalam 2 kelompok,anak-anak dan dewasa. Biasanya anak2 dibawah 14 tahun,diikutkan dalam katagori ini. Dan diatas itu.dikatagorikan sebagai golongan dewasa. Dan dibanding katagori anak2,golongan dewasa memang jauh lebih banyak pesertanya. bahkan kadang tak jarang ada yang berlatih berkelompok,hanya untuk mengikuti ajang2 yang biasanya ada di kota kamu,atau juga hanya sekedar undangan2 dari panitia tertentu.

Dan saat itu,ada satu group yang sangat menarik perhatian anak2,dan seolah semua ingin bergabung dengan group itu. Group itu didirikan oleh adik pemilik tempat kursus itu. Sebut saja bang pram,pria berusia sekitar 20 tahun itu,awalnya membantu kakaknya dalam melatih anak anak menari. Tapi disamping itu,dia mendirikan group sendiri,dengan mengambil anak-anak didikan tempat itu yang dianggap berbakat.  Kadang group ini mengikuti ajang2 kompetisi local,dan sesekali suka mendapat juara,hingga semakin mengenalkan eksistensi group ini. Tapi semua anggota group ini mayoritas beusia diatas 15 tahun,hingga akhirnya aku harus mengubur dalam-dalam keinginanku untuk bergabung.

Tapi rupaya kesempatan itu terbuka lebar. Saat aku baru saja menginjakn kakiku di awal masa smp ku,saat itu usiaku sekitar 13 tahun kurang. Group itu mengadakan audisi. Awalnya audisi ini diadakan untuk memback up penari inti saja,atau bila mungkin untuk tampil di undangan2 yang diterima,jika kebetulan group intinya juga ada pekerjaan.Atas saran guru Tariku,walaupun kami dari golongan anak2,yang dirasa mempunyai teknik dan tubuh yang menunjang disarankan ikut.. Ada sekitar lebih dari 20 anak dari golonganku yang ikut. Belum termasuk yang digolongan dewasa yang jauh lebih banyak. Tapi rupaya,mas pram yang kadang memang sering melihatku berlatih,dia langsung mengistimewakan aku. Ada sekitar 5 anak yang tak perlu ikut audisi awal. Audisi awal memang hanya mengetes benerapa teknik tari,dan teknik2 tersulit yang bisa diperagakan.

Akhirnya selain 5 anak itu,tak ada lagi yang bang pram ambil untuk tes selanjutnya. beberapa anak dari golongan dewasa pun akhirnya lolos ke audisi ke dua. Kemudian,dihari lain,kami melanjutkan tes ke 2. Saat itu kami dites mengenai pengetahuan kami tentang tari. Selain itu,kami di tes mengenai dasar-dasra dari berbagai tari yang kami ketahui. Terus terang,saat itu,aku lumayan menonjol dibanding anak lain,bahkan orang dewasa sekalipun. Banyak yang kagum,ketika aku memperlihatkan teknik Tariku,terutama ballet,yang mereka anggap sulit,dengan mudah aku pergakan.

Diakhir audisi,diumukan hanya 4 yang lulus ke audisi berikutnya dari,sedang anak2 dewasa,ada sekitar 10 orang. Dan audisi terakhir adalah,kami harus memperlihatkan tari kreasi kami sendiri. Kami diberi waktu 2 minggu sebelum pertunjukan itu untuk menciptkan kreasi kami.

Sungguh,saat itu aku benar2 bahagia,bahkan nama kami ber 4 mendadak terkenal dikalangan anak,saat aku latihan tari regular,selalu ada anak yang tersenyum dan menyapaku. Tertutama anak2 wanita. Memang diantara anak-anak yang lulus,aku mungkin yang memiliki fisik yang bagus dan tampangkupun mungkin paling tampan,bahkan diantar semua yang lolos audisi terakhir. Diantara golongan dewasa.ada 3 perempuan yang lolos. Hal ini memang kudengar saran dari kakak bang pram, untuk memberikan variasi. Karena selama ini,group tari pimpinan bang pram hanya terdiri dari para lelaki saja. Tapi bang pram berpendapat lain,dia lebih memilih menempatkan ank kecil yang punya kemapuan hebat untuk menari,disamping beberapa penari dewasa. Akhirnya kedua hal itu di ambil bersama.

Tak sulit bagiku menciptakan satu kreasi tari,karean koleksi vcd tari kakaku lumayan banyak,aku Cuma mencopot sana-sini. Aku terus berlatih,keluargaku tak jarang menjadi penontonya. Seminngu berlattih dirumah menciptkan tari,kakaku berkata. “ih,kayaknya bosen,gitu2 aja,coba kamu kombinasikan,dengan tari lain,yang kontradiktif,jadi penonton kaget’katnya. atas saran kakaku pula,akhirnya diawal tari,aku mempertontonkan tarian balet,dengan music yang lambat,baru kemudian tari kontemporer denag music yang berisik sekali. Sunnguh,ide kakaku dianggap bagus oleh semua, akhirnya kakaku melatih beberapa tari balet sebagai awal. Saat itu semua keluargaku yakin,aku pasti lolos.

Akhirnya akhir audisi tiba. bang pram bahkan menyiapkan panggung kecil. Bahkan sengaja menyebar beberapa undangan kepada orang tua siswa kursus tersebut. Sungguh,diluar dugaan,banyak orang tua siswa yang hadir,selain siswa sendiri,ada juga siswa latihan tari tradisional dari tempat kursus sebelah yang ikut menyaksikan. Ruang lebar yang biasanya digunakan untuk kami berlatih,serasa sedikit sumpek.

Giliran pertama 5 orang,dari kelompok dewasa,mempertontonkan kemahiranya. Sesekali penonton bertepuk tangan,saat masing memperlihatkan kemapuanya,terutama saat berakrobatik,tepuk tangan pasti terdengar. Setelah lima orang pertama, giliran 4 orang yang awalnya diambil dari kelompok anak2.

Aku kebagian ke 4, jantungku terasa biasa saja.hanya kostumku yang memang sedikit aneh dimata mereka. Kalau semuanya rata2 memakai celana gombrang,ada yang selutut juga,dengan jacket dan baju lonngar.,tak ketingglan,topi,atau bandana,bahkan kalung,dan asesories lain. Aku malah berpakaian seperti pemain kartun. Aku mengenakan celana jeans juga,tapi pendek. Didalamnya,aku mengenakan baju dan celana senam ketat warna hijau,dan berdandan ala peter pan dengan topi bulunya. Penampilan bajuku saja sudah membuat teman2 yang melihat tersenyum.

Aku sama sekali tak gugup,saat namaku mulai di panggil,hanya sebagian penonton terdiam,karena music awal yang kuperdengarkan jauh berbeda dengan music2 yang tadi mereka dengar. Belum lagi aku membawa gantungan baju,yang kuletakan di samping kiri agak belakang panggung,disana tergantung topi biasa dan jacket . perlahan aku mulai mengerakan tubuhku,mempergakan beberapa teknik baletku, lama-lama penonton yang diam,mulai bertepuk tangan. Setelah beberapa saat,aku mulai melempar topi dan sebagian barng yang tergantung didaaku,perlahan kudekati jacket dan topi,sambil tetap mempergakan gerkan balet,music berhenti,kukenakan jacket dan topiku. Music kembali mengalun,awalnya pelan,lama-lam temponya makin cepat dan cepat,bahkan terdengar orang yang bernyanyi rap, mulailah aku mempergakan tari hip hop dan breakdance,tarian ank muda yang sedang booming. Aku melakukan akrobatik,bahkan aku memutarkan badan dengan hanya bertumpu pada kepalaku saja. Tepuk tangan terus bergenuruh,bahkan hingga aku selesai menari. Yang membawa acara menghampiriku,menyakan hal-hal yang juga ditanyakan kepada konstentan sebelumnya,seperti nama,umur dan sebagainya. “ tari kamu ada ceritanya gak?tanya pembawa acara. “ya,hanya bercerita tentang anak muda yang jenuh dengan kemapanan saja”kataku. Saat itu tepuk tangan kembali terdengar.

Sungguh,akhirnya penampilanku seperti menenggelamkan penampilan2 yang lain,bahkan sisa penampil berikutnya,seakan biasa saja. Itu pendapat semua keluargaku yang melihat. Aku terus memeluk kakaku saat itu.

Pengumuman peserta yang lulus,direncankan 2 minggu berikutnya,aku kira semua selesai,tapi kudengar satu persatu peserta ada yang dipanggil juga. Kata temanku,itu hany audisi tambahan dan wejangan saja,khusus dari bang pram,katanya. Aku sempat deg-degan,karena kudengar hampir semuanya sudah dipanggil,tapi aku belum.

Sampai kemudian,suatu siang,saat aku menunggu latihan regular,bang pram menghampiriku. “kamu selesai latihan langsung pulang?dijemput ga?tanyanya. memang kadang biasanya aku ada yang menjemput. “gak bang,aku nanti ke tempat kakaku latihan dan nunggu disana”kataku. “ya sudah,selesai latihan kamu ke ruang abang”katnya. aku mengangguk.

Akhirnya selesai latihan,saat teman-temanku satu persatu pulang,sebagian ada yang mandi dulu.aku naik ke lantai dua,disana ada 2 ruang yang digunakan untuk kantor bang pram dan satunya kakakny. Dihadapanya ada ruang ukuranya hampir setengah ruang latihan bawah dan kadang di gunakan untuk latihan juga. Bang pram dan kelompoknya yang sering latihan di situ. Disampingnya memang ada kaca yang berukuran lumayan besar,hingga menari sambil bisa melihat gerakan kita. Selain itu ada dapur kecil dan kamar mandi.

“oh masuk,kamu gak buru2 pulang kan?tanyanya. “gak bang”jawabku. “ seberapa besar sih kamu ingin gabung dengan group abang”tanyanya. ‘waduh’aku diam sebentar.”ingin sekali aja bang,supaya bisa nari di mana2”jawabku bingung. “disini bukan hany group tari,tapi kami berusaha jadi saudara,susah senang ditanggung bersama”katnya kemudian dia berceloteh dengan beberapa wejangan. “jangan-jangan,kamu nanti menceritakan kelemahan2 anggota group kamu ke pada orang lain”katnya. “saya janji bang gak akan gitu,terus saya juga akan patuh apapun yang disuruh para senior,dan tidak memberitahu apapun kepada siapaun” kataku setelah mendengar beberpa kisah yang dilakukan anggotnya yang kufikir hal biasa saja,seperti mandi bersama dan lain2. “bener nih kalau disuruh apapun mau dan berani melakukan tantangan”tanyanya.”iya bang siap’kataku.”dan tetap jaga rahasia’tnyanya. Aku mengangguk mantap. “ya sudah,cba sekarang abng tes,kalau nari dipanggung besar kan biasa,coba kamu nari di pojok sana,bisa gak menunjukan gerakan di tempat yang gak begitu luas”katanya. Aku mengangguk. Aku meletakan tas dan sepatu yang aku tenteng dalam kantong plastic,di dekat pintu. Kemudian aku berjalan ke pojok tak jauh dari meja bang pram. ‘et,tunngu,tantanganya,coba kamu buka baju dan celana kamu”katnya. aku sempat kaget,tapi kemudian kuturuti,saat itu bang pram mengunci pintu. Aku letakan baju dan celanaku tak jauh dariku,aku kembali berdiri tegak hanya mengenakan celana dalam putih. “pergakan beberpa gerakan baletnya,yang kayak kemarin,yang kaki memutar diatas”katnya. aku kemudian berdiri diatas dua tanganku,lalu kakiku perlahan aku putar,dan kemudian aku renggangkan. Dan kemudian beberapa gerkan lain. Lalu saat aku meregangkan badan kebelakang,seperti mau salto,dan menahan badanku dengan tangan,membentuk huruf u,bang pram berkata “stop”katnya. bisa kaki dan tangan lebih berapat’tanya,aku perlahan bergerak,tapi saat itu kursakan sentuhan tangan bang pram diperutku,bahkan mengusapnya hingga kemaluankupun dia usap.”nah,begini bagus,kamu bisa berapa lama”katnya. “lumyan bang,”kataku terbata-bata. “ya sudah”kata bang pram dan membantuku berdiri dengan meraih punggungku. Aku berdiri tak jauh darinya. Tiba-tiba tangan bang pram meraih ujung celan dalamku dan menariknya. “udah ada bulunya”katnya. “dikit bang”kataku. “iya,baru 5 lembar,he3,ih,kok kamu sunat?katnya. aku mengangguk,mungkin dia heran,karena aku keturunan cina. ‘ya dah,dibaju sana”katnya. akupun berpakaian. “bener kamu mau merahsiakan semuanya,kalua samapi bocor,abang gak akan masukin kamu ke group abang’katnya. “sumpah bang,janji”kataku. Akupun keluar dari ruang bang pram.

Saat itu,aku mulai bertanya,apa semua temanku mendapat hal yang sama,fikiran2 itu lantas terlupakan setelah 2 hari kemudian,saat aku akan berlatih,anak2 bergerombol di depan papan pengumuman. Ternyat mereka melihat hasil audisi tari,dan ada 2 anak yang masuk dari kelompok anak, 2 wanita dan 4 pria dari kelompok dewasa.

Bang pram meminta aku dan adi,membawa orang tua kami menemui bang pram. Akhirnya minggu berikutnya ibuku datang. Orang tua adi sudah terlebih dahulu menemui bang pram. “gini ci,ken kan masuk kelompok kami,tapi kami kadang melakukan latihan tambahan,bahkan sampai malam,biasanya jam 7 sudah selesai.kecuali kalau ada lomba,pernah kami latihan samapi jam 9,tapi jarang. Gimana,apa ci kebertan?tapi tenang pulangnya pasti kami antar kalau gak ada yang jemput”kata bang pram. “ci,terserah anaknya aja”jawab ibuku,aku langsung mengangguk. “ken kan masuk tim inti,jadi mungkin biasanya sampai jam 5 kami melatih tim tambahan,baru tim inti jika diperlukan,eh,ken jangan bilang ada 2 tim ya?solnya adi masuk tim tambahan,buat jaga-jaga ken gak bisa tampil’katnya aku mengangguk,kulihat ibu tersenyum bahagia mendengar itu. “terus ken mau pindah jadwal,atau mau latihan berturut-turut 4 kali,kami kan latihanya kamis jumat”tanya. “udah mending sekalian aja,tapi ada istirahatnya kan,kasian”tanya ibuku. “tenang ci,ada,malah dia jadi untung,yang duanya kan jadi gak banyar,lagian yang sorenya dia jadi masuk katagori dewasa”kata bang pram. “ya sudah,ken mau gitu?katnya.aku mengangguk. “tapi ken harus kerja keras ya?soalnya abang ingin ken mempertontonkan keahlian baletnya juga’”kata bang pram,aku mengangguk.

akupun berpindah jadwal,jam 2 aku mulai berlatih bersama anak2 sebaya,biasanya pemanasa dan gerakan-geraka dasar,baru masuk ke gerakan lanjutan.  Biasanya latihan berakhir jam 4,tapi seringkali aku dan adi  sebelum itu sudah diminta bergabung dengan bang pram,  kami naik kelantai atas naik kelantai atas,disana biasanya kami istirahat dulu sambil mendengar beberapa pengarahan,yang biasanya diberikan oleh beberapa tim inti senior bergantian. Mereka memang dilatih juga agar suatu saat bisa melatih dan mengarahkan,jadi bukan sekedar tari. Ada 8 orang anggota tim inti,termasuk bang pram, bang pram memang sudah agak jarang membri pengarahn,hanya saat2 penting saja,begitu juga dengan tarian,biasanya hanya kepada tim inti saja,baru anggota tim inti memberikanya kepada kami. disana aku mengenak kak robi,kakak paling tampan,dan memang semua mengenalnya,usianya sekitar 16 tahun,dia bukan yang termuda,masih ada satu anak usianya 15 tahun,kak robi masih duduk di kelas 1 sma,semua anak mengagguminya. Rata2 usia mereka 18 tahun,masih sekolah,dan awal2 kuliah,dan mayoritas memang teman bang pram juga.

Awal-awal latihan,aku agak sedih juga,karena kulihat adi lebih sering dipasangkan dengan mayoritas group inti. Biasanya aku dan adi berada di depan,baru dibelakang adi anak-anak tim inti,sedang aku biasanya dibelakangku anak-anak yang baru audisi lalu,paling ditambah satu atau dua orang tim inti di belakang kami.

Tapi kesedihanku sedikit terobati,karena setelah beberapa kali latihan,sore itu,kak rangga,salah satu senior kepercayaan bang pram menghampiriku. “ken,besok pulangnya jam 6 man lebih,kasih tahu ibu kamu mau di jemput,atau kami antar pulang’kata kak rangga. Aku menganguk,”tapi kamu jang bilang siapa-siapa,terutama anak tim tambahan”bisiknya,aku mengangguk.

Besoknya,saat mereka pulang aku pura-pura menungu di jemput ketika anak-anak lain bertanya.Sesaat setelah istirhat,anak-anak tim inti menuyuhku mempergakan beberapa tarian balet. “wah,keren,ajarain kakak dong”katanya,sebagian memang ada yang serius mengikuti arahanku. Tak lama bang pram datang. Suasana tempat latihan sudah sepi.karena sudah semuanya pulang. “mau disini atau diatas’kata bang pram. “diisini aja,diatas panas’kata anak-anak. Akhirnya bang pram memberi pengarahan sambil memberi beberapa  gerakan baru. “mending dia balet dulu,baru kita,kayak2 kemarin audisi’kata satu anak tim inti. “iya,tapi mending itu disimpan buat kalau ada lomba,kalau untuk undangan,atau penampilan di mall,yang biasa aja langsung”kata kak robi. Akhirnya memang anak2 setuju. Aku hany diam. Tapi kak robi kemudian bertanya. “kamu ada ide apa ken”tanyanya, aku sempat kaget. “huu malah bengong”teriak anak2. “gak tahu,tapi kalu bosen depanya balet,aku bisa salsa sama tango,tapi biasanya harus ada cewek,supaya seru’kataku. “wah,yang bener coba gimana gerakanya”kata satu anak. Biar aku jadi ceweknya kata kak rangga. “hei2 maafnya akyu mu dansa dulu”kata kak rangga sambil berlenggok kaya perempuan. Anak2 tertawa. Aku sungguh merasa kagum dengan kekompakan mereka,dan merasa bahagia bisa bergabung.

Kami kemudian berlatih bersama,aku berada didepan. Sungguh,anak2 tidak merasa sirik,meski aku anak baru. Itulah awal kebahagianku bergabung dengan mereka. Tapi itu pula awal yang membuatku sedikit aneh,denagn cara mereka bergaul. Siapa yang mau anter ken,kata bang pram,biar aku aja,kata kak tedi. Kak tedi termasuk salah satu yang serius diajarkan teknik balet. “bang aku pulang duluan,ada perlu’kata kak robi. “iya,tapi jangan sering2,harus bareng anak2 lain’katnya,kak robi mengangguk. Bang pram pun pamit,tapi sebagian anak,6 orang,amsih mau mandi dulu. “hayo mandi’kata kak tedi. “gak ah kak,nanti aja”kataku. “eit,ingat,harus kompak’katnya,akupun mengangguk. Awalnya kami biasanya saja masuk,sambil bercengkrama.”sejak kapan latihan balet”kata kak tedi. “6 tahun”kataku.”kok brenti”tanyanya. “bosen,gak seru,tapi masih sering diajarin kakaku”jawabku.

Tapi kemudian,aku serasa gak enak berada diruang itu,satu persatu,anak-anak mulai membuka baju dan celana,bukan hanya itu,mereka akhirnya membuka celana dalam juga,sambil bercengkrama,mereka mandi di bawah guyuran shower bergantian. Memang hany ada 3 pancuran. Aku awalnya mengenakan celana dalam,tapi anak2 bilang gak kompak,mereka bahkan mengerubutiku dan menarik celanaku. Aku hanya meronta,tapi tak menolak dibuka celanaku. “kasian,bulunya paling dikit”kata kak rangga. “iyah,tapi pantatnya nonjol,seksi”kata amir,sambil mencubit pantatku. Aku bahkan disabuni dan dikeramasi oleh mereka.

Awalnya memang terasa risih,tapi  lama-lama aku merasa biasa saja dengan sikap mereka,mungkin begitulah cara mereka menjalin kebersamaan,tanpa ada malu sekalipun. Tapi itu memang baru awal,sebelum akhirnya aku mengalami hal-hal yang diluar nalarku sebagai seorang anak. Meski aku merasa menjadi terbiasa atas gurauan mereka,bahkan saat mereka mencolek-colek kontolku waktu mandi bersama,kadang ada yang memangkuku supaya kepalaku lebih dekat pancuran. Kuanggapa semua hal wajar. Samapi kemudian kurang dari 5 bulan berjalan,bang pram mengumkan sesuatu. “hei,ada undangan,dua lagi,dari mal,dan dari pergaan busana,mal biasa launcing produk”katnya. anak bersorak.”duit,duit,duit”katanya. “sekitar sebulan setengah dan 2 bulan lagi” katnya. “mau aksi yang mana,ken diajak gak’kata tedi. “latih aja yang 2 versi,tar kita liat’kata bang pram.

Aku sungguh ingin mengikutinya,hal itu bisa membuat ku bangga di keluargaku. Selesai berlatih beberpa gerakan,kamipun mandi bersembilan,hal yang bukan pertama kalinya terjadi. Aku sudah tahu,ternyat kak robi mempunyai kontol paling besar diantara mereka,karena aku pernah melihatnya tegang waktu mandi. Dan hal itu menjadi hal tak aneh,jika kudpati salah satu anggota tim inti ereksi saat mandi bersama. Saat itu,aku kembali menjadi bulan-bulanan sebagian anak tim inti. Selesai mandi bang pram berkata. “biar ken abang antar”katnya. anak-anak akhirnya pulang,aku menunggu bang pram membereskan sesuatu. Sesaat kemudian bang pram menghampiriku yang duduk di depan mejanya. Dia lalu duduk di kursi belakang meja dihadapanku. “kamu mau ikut pentas?katnya. “mau sekali bang,gak apa2 aku gak dibayar juga”kataku. “gak gitu,semua pasti mendapat jatah seadil-adilnya”katnya. “abang liat,kamu bisa langsung berbaur dengan anak2,abang suka itu,dan kamu tetap tak menceritakan yang kamu alami kepada yang lain,abang banyak mata2nya loh”katnya,aku hanya senyum. ‘tapi abang gak yakin,kamu akan patuh gak dan terus menjaga rahasia-rahasia kelakuan anak”katnya. “aku janji bang terus patuh”kataku. “ya sudah,abang tes lagi ya?katnya.aku mengangguk. ‘sini,berdiri disini”katnya. akupun beranjak dan berdiri diantara abang dan meja. “kamu mau ikut pentas dua2nya atau satu saja”tanyanya. “dua2nya bang kalau bisa”kataku tersenyum lebar. “ya sudah,abang tanya,kamu sudah mimpi basah?tanya. aku heran,tapi aku menagguk. “boleh liat lagi kontol kamu”tanyanya,aku menagngguk lagi. “buka dong kalau boleh”katnya sesaat kemudian. Perlahan aku mulai membuka kancing celanaku lalu melebarkanya. Aku kemudian menurunkan celana dalamku,hingga kontolku keluar sebagian. Fikirku,ini hany tes keberanian saja. “turunin dong celanya,gak jelas”kata bang pram sambil terus duduk di kursinya dan memandingi kontolku. akupun menurunkanya hingga lutut,dan kontol merahkupun keluar,segar karena baru mandi. Abang menyuruhku duduk di pingir mejanya,dia kemudian lebih mendekatiku. “abang cium kontolnya ya?katanya,aku hanya diam.”boleh gak’tanya. “aku mengangguk. “ah kok gak jawab”katnya. “iya bang boleh”kataku. Sesaat abang makin mendekatkan mukanya ke bagian kontolku,tak lama dia mengecupku,tapi tak hanya itu,lantas dia mengulum kontolku dan menyedot-nyedotnya pelan. “bang geli’kataku.perlahan kontolku bereaksi dan mengeras.”gpp,sebentar saja”kata bang pram. Dai terus mengulumku dan mengerakan mulutnya naik turun di batang kontolku,akupun akhirnya tak kuasa menahan desakan yang akan keluar. “bang,bang”kataku sambil memegang kepala bang pram,akhirnya,ahh,ahh…kurasakn cairan memuncrat dari kontolku didalam mulut bang pram,bang pram menghetikan gerakan mulutnya,membiarkan kontolku berdenyut beberapa saat di dalam mulutnya. Perlahan abang mengeluarkan kontolku,dia spertinya menelan semua cairan dari kontolku. sungguh,ini baru pertamnya kalinya aku mersakan spermaku keluar tanpa mimpi,aku memang belum pernah onani,anak2 tim inti pernah menyakan itu,dan meledeku bohong ketika kujawab pertanyaan mereka. Tapi kali ini,sungguh diluar dugaanku rasa yang aku terima,ada rasa sakit dihati sekaligus rasa enak juga. Bang pram mengelap kontolku dengan handuknya,lalu merapikan celanaku. “kamu sudah resmi jadi tim abang,nanti kamu boleh ikut pentas yang peragaan busana”katnya. saat itu,fikiranku langsung tergantikan oleh rasa bahagia. “kalau yang di mall”kataku.”itu nati abang fikirkan”katanya.

Saat pulang,aku mengabarkan kabar bahagia itu,orang tuaku bahagia,begitu juga kakaku. “wah,nanti kamu dapet duit ya”kata kakakku,aku menagngguk. Memang bagi kakakku,bukan hal aneh mendapat uang,karena dia juga sering pentas,tapi pasti bahagianya sama seperti yang kurasakan kala menerima uang hasik keringat sendiri. Aku sedikit lupa dengan kejadian bersama bang pram,tapi saat aku hendak tidur,bayangan tadi terus melintas dikepalaku. Hingga akhirnya aku terlelap kelelahan.

Besoknya kami kembali berlatih hingga larut.abang memang memintaku untuk tak memberitahu anak2 dulu atas keputusanya itu. Sampai kemudian,saat mandi bersama abang berkata.”anak-anak,dia akan ikut pentas,dia resmi jadi tim kita”katanya. “anak-anak bersorak”wah sudah tes kesetiaan”kata kak tedi,abang mengangguk sambil memluku erat dari belakang dan meraba kontolku. “tinggal kesetiaan pada kami ya bang’kata kak rangga.”jadi aku bisa coli depan dia sekarang”lanjut kak rangga sambil mempergakan gerakan orang mengocok kontol. Semua tertawa,aku yang bingung dengan kata-kata mereka. Tapi setelah anak-anak mandi dan hendak berpakaian ,bang pram menariku,kamu nanti aja, sini,katanya. Anak-anak sempat melihat itu dan hany tersenyum,lalu mereka meninggalkan kami keruang ganti baju sebelah shower. Bng pram membawaku masuk ke toilet tak jauh dari shower,kulihat kontolnya sudah sedikit menegang akibat gosokan sabun saat mandi tadi. Tanpa malu setelah merapatkan pintu,dia berkata. “hisap abang,kayak kemarin abang lakukan”katnya. “tapi bang”kataku kaget. “ini tes buat pentas ke dua’katnya. perlahan akupun embuka mulut,tak lama kursakan benda keras itu masuk ke mulutku,akupun mulai menghisapnya seperti yang diperintahkan.lambat laun kurasakan dia mengerakan kontolnya naik turun dimulutku,ludahku sampai keuar menahan rasa aneh dimulutku,tapi sepertinya bang pram tak peduli,dia terus mengerakan kontolnya,sambil sesekali mengeliatkan tubuhnya sambil merapat ketembok. Sampai akhirnya kurasakan gerakanya makin cepat,aku sempat kewalahan untuk terus membuka mulut.sesaat kemudian,dia bahkan menekan kepalaku,hingga sepertinya seluruh kontol akan masuk tenggorakanku. Aku hendak muntah,apalagi saat kurasakan cairan kental asin menyemprot tenggorakanku,diiringi desahan panjang dari mulut bang pram. Aku menarik cepat mulutku dan berusaha memuntahkan cairan kental itu,walau ada sedikit yang masuk tenggorokanku juga. “aduh,sedap”katnya. lalu dia mengusap kepalaku. ‘kamu bole ikut pentas dua2nya”katanya. Entah perasaanku saat itu bagaimana,aku sendiri tak tahu,sepanjang perjalanan pulang,aku hanya diam.

Tapi kembali,latihan tari sedikit melupakanku akan kejadian yang aku alami,aku bisa langsung lupa segalanya ketika menari. Akupun akhirnya tak lagi peduli dengan kelakuan2 anak2 dikamar ganti,bahkan saat ada yang ngocok depan matapun aku hany senyum,kadang bahkan ada dua orang masuk kedalam toilet dan hany terdengar desahan dari dalam sana,aku tak peduli. Sampai akhirnya,aku tak peduli ketika bang pram memintaku melakukan hal di toilet itu lagi,aku dengan rela melakukanya,bahkan akhirnya kami saling bergantian menghisap kontol kami diruang kerjanya.dan seminggu sebelum pentas pertama dimulai,dia kembali melakukan itu,bahkan akhirnya dia dapat memasukan jari tanganya kepantatku,yang awalnya kursa sakit,tapi akhirnya rasa nikmat kurasakan juga saat jarinya mulai lancar maju mundur dipantaku,sambil terus dia mengulum kontolku,ada desakan luar biasa disana. Selesai melakukan hal itu,bang pram berkata. “semingu ini jangan bucat ya?nanti lemes di panggung”katanya. Hal yang tadi dia sudah pesankan pula depan anak2.

Sebulan belakangan,kami memang lebih agak rutin berlatih,terutama aku karena aku baru pertama kali pentas engan mereka. Tapi keraguan mereka akhirnya sirna setelah mendengar tepukan penonton saat kami tampil,sungguh,bahagianya aku saat itu. Keluargakupun banyak yang ikut melihat.  Kebahagian lain,oleh bang pram di wujudkan denag memeluk dan menciumi tubuhku di saat latihan usai,kembali kurasakan jari jemarinya di lubang pantatku. Dan kurasaka kembali rasa yang aneh dimulutku yang keluar dari kontolnya.

Kami belum menerima upah dari kerja pertama kami,tapi anak-anak sepertinya tak risau hal itu,karena semua upah tak pernah bang pram rahasiakan. Perhitungan pengluaran yang direncanakan,telah diberitahukan kepada ank2 jauh-jauh hari. Biasanya memakai uang bang pram dulu,atau sebagian uang yang diserahkan panitia pentas.

2 minggu setelah pentas pertama,pentas ke dua dilakukan,hal itu lebih membahagiakanku,karena penontonya jauh lebih banyak, bukan hany itu,teman-teman sekolahku ada yang aku undang untuk melihat,aku awalnya hanya memberitahukan teman sebangkuku,tapi diluar dugaan,hampir seisi kelas ikut menyaksikan acara yang memang mengundang banyak perhatian itu. Sungguh teriakan namaku oleh teman-temanku,membuat aku makin mantap memperlihatkan aksi dance ku. Sorak sorai terkadang bergemuruh.

Akhirnya pentas ke duapun berakhir sukses. Hari minggu itu,sungguh hal yang tak terlupakan bagi diriku. malamnya aku tak sabar ingin cepat hari kamis,karena,katanya bang pram akan mulai membagikan uang. Aku sudah minta ijin ibu akan pulang telat,karena akan dibawa makan-makan oleh group Tariku,ibuku mengijinkanya asal jangan terlalu larut. Tapi rupaya batal,baru hari jumat sore bang pram membisiku sesuatu. “nanti biar anak lain pulang,tim inti jangan”katnya.

Setelah berlatih bersama tim inti,yang dilakuakn hanya sebentar,bang pram menyruh kak rangga mengambil dus di mobil yang dibawa bang pram. Hari sudah hampir jam 6,tempat latihan sudah sepi dari tadi. Kak rangga membuka dus lumayan besar itu,mereka bersorak saat mengeluarkan makanan dan minuman kaleng. ‘bang katanya makan diluar”kata rangga. “iya,nanti”katnya. kamipun bersorak. Bang pram membagikan selembaran biaya dan hal lainya. Anak2 sepertinya tak begitu serius melihat,mereka langsung membuka amplop putih lantas tetawa sambil mengibar-ngibarkan uang keatas kepala. “kalian tak keberatan kan kalau abang kasih sedikit bonus sama ken,karena dia paling banyak gerak”katnya,anak2 setuju. Aku bahagia membuak dua amplop. :buka ken”kata kak robi. “gak ah,dirumah aja”kataku. Wuu,kata anak. “wah dah layak dapet jaket dong”katnya. memang ada jaket kebanggan group,tapi jarang digunakan.

Dan akhirnya,bang pram menyuruh kami mandi setelah memberekan bekas makanan kami. saat mandi itulah kak tedi berkata sesuatu,”bang boleh ceremoninya sekarang”katanya. “boleh”kata bang pram setelah semuanya saling menguyur dan menyabuni badan. “ken,ada satu trasisi group kami,sebelum kamu menerima jaket”kata kak rangga.”kami akan menciumu bergantian’katnya. kulihat tedi bahakn asyik memainkan kontolnya hingga merah,begitu juga 2 yang lainya. “huhui,asyik”kata kak tedi. Mereka akhirnya berjajar,bahkan saling berdempetan sekali. Aku diberitahu bahwa mereka berjajar berdasarkan kesenioran. Kulihat kak robi berdiri kedua terakhir. Bang pram hany berdiri di belakangku. kemudian satu persatu,dimulai kak rangga mencium biirku,baru yang lain,aku berjalan selangkah demi selangkah,saat kak tedi menciumku,dia sedikit lama,bahkan menghisap bibirku percis seperti yang dilakukan bang pram waktu itu. Begitu juga kak robi. Aku fikr selesai,tapi ternyata belum.  Aku disuruh kembali ke dekat kak rangga. “nah sekarang paling sacral,kamu harus mengulum kontol kami’katnya. sontak saat itu aku kaget. “Cuma sebentar aja kok,gpp”katnya. saat itu kulihat bang pram meninggalkan kami dan mengenakan handuk,lalu berlalu.perlahan,aku mulai membuka mulutku,satu persatu kontol itu singgah didalam mulutku,sesekali kurasakan asin. Aku sedikit kewalahan memasukan kontol kak robi,karena saat didalam mulutku,kontol itu makin membengkak. Setelah kontol terakhir kumasukan dalam mulutku,lalu beberapa saat kekuluarkan,semua anak bersorak. Sekarang resmi kamu jadi gank kami,nah ini bagian terakhir. Katnya,kulihat bang pram datang membawa plastic yang didalamnya jaket. Dia kemudian membukanya dan langsung memakaikan jacket warna coklat konbinasi bahan jeans dan kulit itu,yang merupakan kebanggan mereka. Kemudian aku diberdirikan di bawah shower. “jangan,nanti basah,sayang,dibuka dulu jaketnya ya”kataku. “gpp,nanti jemur aja”kata kak tedi. Akhirnya air shower di nyalakan,dan hanya mengenakan jaket,akupun basah kuyup.  Tapi kemudian kulihat kak rangga jongkok dihadapanku.”ini yang terakhir’katnya. perlahan kak rangga mendekatkan mulutnya,dan mengulum kontolku,aku hany diam,aku bergerak maju,supaya air shower tak membasahi terus badanku. Entah siapa yang ematikan shower,yang akhirnya berhenti,hanya sebentar mengulum,lalu satu persatu,bergantian ank2 mengulumku. Kembali kak tedi yang sedikit lama,bahkan dia mengulum bijiku hingga kegelian. Lalu akhinya anak terakhir mengulumku,setelah itu mereka mengerubutiku,bang pram yang terakhir jongkok dihadapnku. Ada yang menghisap putingku,meraba-raba ku,tapi saat itu,kak robilah yang terus mengulum bibirku,kursakan kontolkupun mulai dihisap-hisap bang pram. Hal itu makin membuatku kegelian,tapi aku tak bisa berontak,banyak tangan memegangku. Perlahan kursakan satu tanga masuk kedalam pantatku,aku makin mengeliat,akhinya. Ahh,ahh,akupun memuntahkan cairan kentalku,anak-anak bersorak sorai.

Penglaman tak lazim itu aku lalui dengan persaan tak menentu,ada rasa gembira menerima uang,ada rasa sedih juga. Sebelum bang pram mengantar pulang dia mengumukan sesuatu. “tadi ada 2 panitia menelpon abang,mudah2an dapet job lagi sekitar 2 bulan lagi.”katnya,anak2 bersorak. Sungguh mereka menganggap aku dewa keberuntungan. “bang ken gak diajak aja”kata kak robi,”gak,takut kemalaman,kapn2 aja”katnya. “ya’kulihat kesedihan ada dimata kak robi. “biar aku anter,nanti aku nyusul ke rumah rangga”katnya. akupun diantar kak robi. “kamu pasti kaget ya melihat kelakuan kami”katnya saat memboncengku. “iya kak”kataku. “kakak sih gak gitu kaget,karena memang awal2 kenal mereka dah pada gila,tapi mereka jago2 nari,jadi biasa aja akhirnya”katnya. “kamu tetap jaga rahasi kita kan?tanyanya. “iya kak’jawabku. “memang di rumah kak rangga ada apa kak’tanyaku. “ada deh,nanti juga mungkin kamu tahu,jangan bilang2 kaka yang kasih tahu ya,gak jauh kayak tadi lah”katnya,aku mengangguk.

Belum jam 8,aku sampai rumah,aku langsung membuka amplop depan mereka. “kirain ibu pulangnya malam sekali”katnya. aku langsung masuk kamar dan melamun semalaman.

Setelah itu,kami memang mendapat kerjaan lagi,bahkan akhirnya hampir tiap bulan ada saja undangan,kami tak lakukan semua,kadang anak tambahan yang disuruh beraksi,sesuai dengan kesepakata kak pram dengan panitia,dan biasanya menyangkut harga. Bang pram memang memfokuskan kami untuk ikut pertandingan yang akan di adakan di kota kami.  saat masuk kelas 2 smp,aku menjadi sedikit sibuk,pelajaranku agak saedikit ketinggalan,untunglah nilaiku masih masuk rata2. Orang tuaku sepertinya tak menghiraukan itu.  Tapi diawal kelas 2 itu pula aku menglami hal lain atas perlakuan bang pram.

Setelah latihan,kembali bang pram memanggilku ke kantornya,anak-anak sudah pulang,aku bahkan masih mengeringkan badanku,saat bang pram mengajaku masuk ke kantornya.”gpp,ganti bajunya di dalam saja”katnya.aku sudah tahu kemana tujuannya. Sesaat setelah aku berdiri dihadapanya,bang pram langsung mengulum kontolku,sesekali jarinya kursakan masuk ke lubang pantatku. Sesaat kemudian,dia duduk di bangku,dan seperti seorang ahli,aku mulai jongkok dihadapannya dan mulai mengulum kontolnya,tapi tak lama,kemudian bang pram beranjak mendekati matras yang tergeletak tak jauh dari kami,dia seperti sudah mempersiapkanya. Dia berbaring,lalu akupun beranjak diatasnya,kembali mengulum kontol,sementara itu bang pram menjilati biji dan lubang pantatku,sesekali jarinya dia masukan ke lubang pantatku sambil mengunakan pelicin. Sesekali aku mengeliat,tak lama dia menyuruhku berbaring disampingnya,aku menurutinya,kemudian dia mengulum bibirku,kurasakan jarinya terus menusuk-nusuk pantatku,yang asalnya satu,menjadi dua lalu tiga. Dan akhirnya dia beranjak keatasnya dan mulai mengarahkan kontolnya ke lubang pantatku. “bang mau apa?kataku. “gpp,sebentar,enak kok lebih enak dari jari”bisiknya. Aku berusaha menahan rasa sakit saat benda tumpul itu berusaha masuk secara perlahan kedalam lubang pantatku. Percuma aku melawan,fikirku,aku hanya mengaduh,saat sakit kurasakan,tapi seakan bang pram tak peduli,sampai akhirnya,pelan-pelan,kontol itu mulai naik turun di pantatku. Rasa diperutku tak karuan. Aku terus menekan badanku ke matras menahan rasa aneh. Bang pram malah asyik mendesah sambil menindihku,sesekali dia menciumi leher dan pipiku. Lama-lama sakit mulai berkurang,apalgi saat bang pram mulai mengocok kontolku pula,posisi kami perlahan menyamping,dan tak lama,ahh,ahh,aku mendesah dibarengi keluarnya air kenikmatan dari kontolku. bang pram mempercepat genjotanya,membuatku kewalahan,dan akhirnya,ahh,ahh..diapun mengejang sambil mendekapku erat. Cairan hangat kurasakan didalam pantatku. Bang pram terus menciumiku,sebelum akhirnya menyuruhku berpakaian.

Dan itu menjadi awal,bagi bang pram,dan akhirnya tak ragu mengulanginya lagi dilain kesempatan.aku sendiri tak tahu kenapa,hanya menerimanya saja. Sampai suatu saat,kak rangga membawaku ketempatnya.dan diapun melakukan itu terhadapku,setelah aku diajaknya menonton film dewasa. Dan akhirnya,akupun merasakan genjotan kontol kak robi,dikamarnya,yang memberiku kenikmatan luar biasa. Semua sepertinya ingin mencoba diriku. dan mungkin hanya kesempatan saja yang bisa mengwujudkanya.  

Uang yang kudapat memang boleh di bilang lumayan,tapi itu tak menjadi tujuanku,karena memang aku bukan orang yang kekurangan materi.  Sampai kemudian,perlombaan yang diadakan oleh suatu tv local diadakan. kamipun antusias mengikutinya. Dan sungguh,diluar dugaan kami,kami memengkan juara 2. Sungguh kami sangat bahagia waktu itu. Menjadikan kami lebih percaya diri untuk ikuta lomba tari di Jakarta.

Hadiah yang kami dapat diantara uang tunai. Kami sepakat untuk memakainya berlibur bersama. Awalnya rencana itu akan gagal,karena ternyata,aku tak diijinkan orang tuaku. tapi entah,setelah selesai bertemu bang pram,orang tua kami akhinya mengijinkan aku ikut. “wah,kalau ken gak ikut,kami semua batal,karena ini hadiah sama”kata kak robi waktu itu kepadaku. Akhirnyakami memyuskan berangkat ke toba. Sabtu pagi kami berangkat,setelah aku ijin dari sekolah. Samapi di toba, kami langsung main sepuasnya,sambil makan2. Malamnya kami menginap di salah satu hotel yang lumayan bagus.

Kami sebenarnya menyewa 4 kamar,tapi seringnya kami malah ngobrol di satu kamar. Kami terus bercanda,hingga kira2 jam 9,kak rangga memutarkan vcd dari portablenya. Adegan syurpun mulai di putar. Udara memang agak panas,sebagian anak akhinya membuka kaos.sambil menikmati minuman kaleng yang kami bawa,bahkan ada bir segala. Kami terus memperhatikan film yang diputar.lama-lama anak2pun terpengaruh,bahkan tak ragu saling meraba. Kamar yang lumayn lebar itu,jadi teras agak sempit. Kak robi langsung merangkulku,dan menciumku,begitu juga kak tedi.”bang kita angetin sekarang yah’katnya. bang pram hanya tersenyum. Satu persatu anak-anak saling membuka baju,dan akhirnya semuanya telanjang,akupun tak ketinggalan. Satu persatu,kak robi membantuku membuka baju. mereka berpasang pasangan,saling menjilat kontol,sedang aku,di gerayangi kak tedi dan kak robi,”jangan dulu kontolnya,nanti bucat gak seru’kata kak tedi,saat melihat mas robi menjilati bijiku. Lantas kak robi menjilati lubang pantatku,lalu menusiknya dengan jari. Yang lain asyik dengan hingga lancar. Sudah pada keras belum “kata bang pram.’sudah bang”kata anak-anak menjawa hampir bersamaan. Bang pram lalu menghampiriku,mereka semua melihat kearahku,lalu pantatku dia ganjal dengan bantal,dan kemudian kak robi dan kak tedi memegang pangkal kakiku hingga terbuka lebar.perlahan bang pran mengarahkan kontolnya,dan saat kupejamkam mataku,kursakan kontol ban pram masuk perlahan kedalam pantatku. “sebentar saja bang,kasian takut dia gak kuat”kata kak robi. “iya’jawab bang pram bang pram tak lama menggenjotku.kemudian kulihat rangga mulai menggantikan posisi bang pram,lalu satu persatu,bergantian mereka memasukan kontolnya ke pantatku.saat itu,akupun melihat bang pram akhirnya menusuk pantat kak rangga. Lalu anak lainpun mulai berpasangan lagi setelah beberapa saat mereka menngenjotku. Akhirnya anak terakhir menngenjotku. Tapi kemudian,diapun melepaskanku,dan kak robi balik menghamtamkan kontolnya untuk yang ke dua kali. Sunnguh perasaanku tak karuan,aku tak menyangka akan merasakan 8 kontol sekaligus malam itu,sebelum akhirnya,kak robi lah yang mengenjotku kemudian,dia melakukan itu lumyan lama,kulihat bang pram sudah terkulai,kemudian anak yang diatas tubuh kak tedipun sudah mengejang.

Entah,saat itu,aku hanya terus menahan agar sepermaku tak keluar,aku ingin terus merasakan genjotan yang makin lama kuraskan makin nikmat,akhirnya kak robi mengejang diatas punggungku,cairan hangat kursakan saat itu,”amsih kuat,kakak masukin ya?kata kak rangga,aku menagnguk,dan kak rangga mulai menggenjotku,tapi hany beberapa saat,karena saat itu kak tedi mulai mengenjot pantar rangga,hingga akhirnya kak rangga mengejang. Setelah kak rangga,kak tedi menusuk,amir melakukan hal yang sama,dengan menusuk pantat kak tedi. Akhirnya kak tedipun terkulai lemas,lalu amir mengantikanya,”wuih,kamu hebat,kuat juga”kata bang pram melihatku terus melayani mereka,akhirnya anak kelima menusuku,saat itu kak robi mulai mengulum kontolku,aku terus mengelinjang. “udah cabut dulu,gentian “katnya kak robi,akupun menusuk pantatnya,tapi hanya beberapa genjotan,akupun mulai mengejang kuat-kuat,karena aku tak kuasa menahan tusukan jari kak robi dipantatku. Aku terkulai lemas,tapi anak terakhir itu,akhirnya menyodoku lagi dan memuntahkan spermanya di pantatku. Setelah berpakaian dan makan,Aku terus tertidur lelap kecapaian,hingga besok menjelang.

Saat bangun,ada kak robi yang masih tertidur memeluku. Aku akhirnya bergegas mandi. Tapi tak lama,diapun bangun dan ikut mandi,bahkan menggosok badanku. “kamu cape gak?katnya. aku mengangguk. “nanti mungkin kamu akan sering menerima perlakuan mereka begitu”katnya. “gpp,siap kok”kataku.

Ya memang,akhirnya sesekali,selalu ada yang meminta layananku ketika jam latihan selesai. Bahkan tak segan,kami beradegan doi hadapan yang lain. Tapi mereka tak memaksa,jika salah satu dari kami tak mau. Satu persatu,akupun mulai mersakan lubang pantat mereka.

Tapi sungguh,dua bulan sebelum keberangkatan kami ke Jakarta,kak robi mengundurkan diri,dengan alasan ingin focus belajar,karena memang nilai-nilainya turun,saat itu,dia sudah akan masuku ke kelas 3 sma. Berhentinya kak robi,tak membuat tim kami kewalahan,karena akhirnya bang pram yang ikut turun. Saat itu,adi juga diikutkan.

Kami hanya mendapat harapan satu,tapi kami puas, wakil kota kami yang awalnya juara satu,bahkan tak masuk final sama sekali. Sejak itu,tempat latihan kami makin ramai dengan anak2 yang mendaftar.

Disela-sela ramainya latihan,dan saat satu persatu mulai meninggalkan gedung,disanalah biasanya dimulai adegan lain yang lebih mengiarahkan birahi. Aku akhirnya terbiasa mengumbar syahwat dengan mereka. Sampai kemudian,saat diakhir kelas 3,kurasakan aku makin berat mengikuti belajar,ada rasa malu dalam diriku,apalgi sebenarnya prestasiku di sd jauh lebih bagus dan aku termasuk anak yang lumayan pandai. Saat gundah itu,tak sengaja aku bertemu kak robi. Kami akhirnya ngobrol,akupun menceritakan masalhku. “kakak setahun lalu merasa seperti kamu,kakak akhirnya memilih belajar,karena dengan melihat hubungan antar kami,itu benar2 sudah jauh dari batas seorang yang normal”kata kak robi. “kamu belum terlambat,putuskan yang menurut kamu baik,lanjutkan kalau kamu suka tari,tapi kalau bisa pindah sanggar”kata kak robi.

Akhirnya,akupun memutuskan keluar dari sanggar tari,aku masuk sma yang bukan favorit,tapi tak apa menurutku. Saat itu,aku benar-benar meninggalkan tari,orang tuaku sedikit heran,tapi mereka memaklumi ketika aku berkata lebih baik belajar,karena aku tak bisa menjalankan keduanya.

Di smaku yang terkenal untuk anak anak nakal,aku dengan mudah menemukan teman-teman wanita yang nakal,tapi akhirnya saat kelas satu,aku mencoba menjalin kedekatan denagn cindy,dia sebenarnya sudah kelas 3,tapi taka pa,hubungan yang kami jalin diam-diam,bagiku hanya sebagai bahan tes apa aku lelaki normal. Sampai akhirnya,diakhir kelas satuku,cindy mengajaku berhubungan intim,dan akupun menyanggupinya. Ada rasa lega,karena kulihat cindy merasa puas setelah aku gumuli. Dan itulah untuk pertama kalinya aku mengauli wanit. Tapi sungguh,ada sesuatu yang sepertinya kurang bagiku. Bahkan ketika untuk yang kedua kalinya,cindy membiarkan aku mengaulinya,tetap aku tak merasa puas. Samapi kemudian diapun pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.

Akhirnya,tak terduga,aku kembali bertemu kak robi,ditengah masa kelas 2 smaku. “loh,katanya kaka kuliah di Jakarta”tanyaku. “gak jadi,enak disini”katnya. “kak aku ingin ngobrol,tapi gak ditempat terbuka kayak gini”kataku. Akhirnya kak robi mengajaku kerumahnya. Kenangan masa lalu melintas difikiranku. Tapi sungguh kamar kak robi telah dirubah total dekorasinya. Entah aku akhirnya bercerita. ‘kak,aku ingin jadi normal,aku berusaha,bahkan menjalin hubungan intim dengan wanita,tapi hati kecilku mengtakan gak suka,gimana kak?tanyaku dan tak tersa air mataku mengalir. Perlahan kurasakan kak robi memeluku. “kita kayaknya harus menerima takdir atas apa yang terjadi pada diri kita,kita hanya bisa pasrah,dan yerus berusaha menjalani masa depan. Kakak merasakan hal yang sama. Samapi sekarang kakak juga sedang berusah melupakan masa lalu,tapi sulit,apalagi berhubungan dengan birahi. Tapi mudah2 kita berhasil kembali menjadi manusia normal”katnya. “jujur,hany kamu yang menjadi kenanagn indah masa lalu kakak”katnya. “kakak selau ingat kamu terus,tapi disamping itu,kaka ingin jadi lelaki normal,tapi kayaknya tak bisa,apalagi setelah bertemu kamu lagi,kakak juga sama sudah mencoba wanita,ada rasa suka sih,tapi entah,lebih suka saat bersama kamu”katany.

“kak,aku kadang ingin digauli lelaki,tapi bingung”kataku. “ya udah,nanti cari kakak aja”katnya sedikit bercanda. “kakak ikut tari lagi,tapi salsa ma tango,banyak orang tuanya,tapi gak apa,kamu juga harus nari lagi,kalau kamu suka,jangan tingalin”katnya.. ‘selain itu,kakak ikut yoga juga”katnya.

Akhirnya,aku kembali ke sanggar lamaku,aku ikut tari salsa dan tango. Bahkan bersama kak robi,aku ikut yoga juga. Saat kakaku memutuskan untuk sekolah di luar negeri,aku terus ingin melanjutkan studiku di kotaku sendiri. Bersama kak robi,aku banyak menjalani hari-hariku. Kami memcoba berusaha menjadi manusia normal. Walau pada akhirnya,sesekali kami saling memuaskan birahi kami juga berduaan………………..ken/g/mdn

 

~ oleh ceritalelaki pada April 27, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: