ketampanan ayah (b)

Banyak yang berkata bahwa menilai orang jangan luarnya saja. Tapi kadang kita selalu melakukan itu,bahkan pemapilan fisik seringkali membutakan mata hati kita. Bahkan jika disertai kebaikan,sering kali membuat kita lupa.  dan akhirnya memakulumi segala kebejatan yang berlapis kebaikan.

Aku tak pernah mengenal siapa ayahku.sejak kecil aku sudah tinggal bersama ibu dan si mbok. Ibu melahirkanku saat usianya belum 15. Bahkan ibu harus rela tak melanjutkan sekolahnya,karena tiba-tiba harus menjalani kehidupan rumah tangga yang hanya seumur jagung. Lelaki yang menghamili ibu memang bertanggung jawab. Tapi karena usianya yang terpaut sekitar 2 thn,ditambah lelaki itu bukan dari keluarga berada.akhirnya pernikahan ibu hanya sebagai syarat saja,agar tidak malu oleh tetannga. Setelah aku lahir,ibu dan bisa berbuat apa2,ketika lelaki itu minta pisah dari ibuku karena tak bisa menaggung beban hidup. Ayahku akhirnya kemabli kerumah orang tuanya,

Saat usiaku belum genap 2 tahun,kakek meninggal,hingga beban yang dirasa makin berat.  Sejak itu,selain mencari kerja dan menjagaku bergantian. Ibu dan mbok seolah-olah berlomba mencari pendamping hidup juga. Saat itu usia mbok juga masih terbilang muda,sekitar 30 tahun,mbok melahirkan ibu saat usia sekitar 14 tahun. Jadi melihat kejadian ibu,mbo sudah tak begitu kaget. Bedanya mbok dinikahi secara baik-baik,meski oleh lelaki yang juah lebih tua dan berstatus duda.

Mbok pun bersekolah hanya hingga kelas 6 sd,sehingga mencari kerja cukup menyulitkan bagi mereka.  Mungkin sedikit keberuntungan,mereka dilahirkan dengan fisik yang lumayan. Hingga kadang ada lelaki yang rela mengeluarkan banyak uang demi mengejar cinta ibu bahkan mbok.

Sejak kecil,aku sudah terbiasa tidak bisa bebas seperti anak2 lain jika menginginkan sesuatu. Bahkan untuk jajan saja kadang sulit. Makanpun sering kali hanya denagn ikan asin atau tahu. Tapi untungnya nasi selalu tersedia. Hingga pelarianku jika tak bisa jajan,cukup dengan makan nasi dan garam.  Setahun lebih sepeningalan kakek,mbok menikah lagi. Tapi hanya bertahan sekitar 6 bulan,karena ternyata lelaki yang mengaku duda itu masih memiliki keluarga.  Ibu sendiri hanya terus ganti-ganti pasangan tampa ada yang melangkah lebih jauh. Ibu yang sifatnya sangat polos dan mudah percaya, memang acap kali menjadi korban lelaki yang iseng mengobral janji.

Seringnya lelaki yang datang ketempat kami,menjadi pergunjingan para tetangga. Untungnya setelah sekian banyak lelaki yang datang.saat aku akan memasuki sd,mbok menikah lagi. Meski tahu lelaki itu masih punya istri,tapi lantaran berani memberikan mbok tempat tinggal,mbok akhirnya menikahi lelaki itu,dan pindah ke rumah dipinggiran kota. Meski agak jauh,tapi jauh lebih lumayan dibanding tempat tinggal kami dulu.jika sebelumnya kami harus tidur bertiga. Disana ibu dan mbok punya kamar masing2. Aku sendiri boleh tidur dimana saja.bahkan jika diruang tamu sekalipun tetap terasa nyaman.

Sejak masuk sd,ibu lebih leluasa mencari pekerjaan,karena aku sudah bisa ditinggal-tinggal. Kehidupan kami berjalan lancer,meski masih serba kekurangan. Suami mbok hanya datang beberapa hari saja. Bahkan kadang sebulan penuh tak Nampak batang hidungnya. Saat masa sd,singkong menjadi makanan favoritku,sekaligus cemilan disaat tak bisa jajan atau kelaparan. Karena dibelakang rumah kami banyak sekali tanaman singkong yang ditanam pemiliknya,tapi ditinggalkan begitu saja. Ada juga beberapa buah seperti rambutan mangga dan jambu.hingga saat pohon2 itu berbuah,seperti anugrah yang tak terhingga dalam hidupku. Mbok bahkan membuat cemilan-cemilan dari singkong. Hingga akhirnya menjadi berkah bagi kami. Saat mbok mulai menjual hasil olahanya. Tapi saat aku diakhir kelas satu,mbok meminta cerai,setelah beberapa kali ibu mengadu kepada mbok bahwa ayah tirinya suka menggodanya jika mereka sedang berada di rumah. Meski awalnya tidak mau,tapi mbok cuku berani akan mengadukanya kepada polisi,hingga akhirnya akupun tak pernah melihat lelaki itu lagi. Untungnya rumah itu telah resmi menjadi milik mbok,jadi kami tak perlu repot2 mencari rumah

Mbok memang lebih terbuka disbanding ibu. Banyak hal yang tak dia rahasiakan,bahkan kepadaku. Bahkan hamper semua kehidupan kami,aku ketahui dari mbok. Mbok selalu menjawab semua pertanyaanku tampa disembunyikan,bahkan untuk hal terpahit sekalipun. Entah,hal itu bagus atau tidak. Setidaknya kami tak hidup dalam kepura-puraan.

Meski kurang jajan dan hanya makan itu2 saja,tapi aku tumbuh jadi anak yang tak seperti kurang satu apapun. Tubuhku sedikit gempal,dengan pantat sedikit besar. Banyak yang bilang aku lucu. Tapi memang,mungkin karean hidupku yang hamper seluruhnya bersama mbok dan ibu. Aku jadi sedikit seperti perempuan. Aku terlau kalem untuk ukuran laki2. Aku bahkan lebih suka membantu mbok memasak,daripada main bola atau apa yang berhubungan  dengan lelaki.Tapi dimata ibu dan mbok,itu bukanlah suatu hal patut dipermasalahkan.

Ibu kemudian diterima bekerja disebuah salon. Hal itu makin memperluas pergaulan dan cara fikir ibu bahkan mbok juga. Dia bahkan punya sahabat karib seorang waria,meski masih berpakain laki-laki. Tapi gaya dan cara bicaranya sangat seperti wanita. Sahabat karib ibu itu bahkan sesekali menginap di tempat kami.  Bahkan dari lelaki itu,nenek akhirnya bekerja disebuah konveksi kecil,awalnya sebagai tukang strika,yang dikemudian hari bahkan menjadi tukang jahit.

Ibu pernah pacaran,tapi lelaki itu kemudian menggoda mbok. Ibu akhirnya membiarkan lelaki itu dekat dengan mbok. Kata ibu biarin ajalah,ibu juga gak serius.lagian supaya mbok gak kesepian,katanya didepanku dan mbok. Mbok tak menutupi bahwa dia pernah berkencan sekali dengan bekas pacar ibu itu kepada ibu,yang dibarengi tawa mereka berdua. Entah apa yang lucu bagi mereka. Yang jelas mereka sepakat lelaki itu tak berduit hanya modal kontol,kata mbok tampa malu-malu.

Dan kemudian,ibu menikah dengan lelaki berusia 25 tahun. Satu tahun kemudian,mbokpun  menyusul ibu menikah,meski kembali hanya dikunjungi beberapa hari saja,karena sebagai istri ke 3. Tapi pernikahan ibu hanya berjalan satu 1,5 thn.lelaki itu meninggalkan ibu begitu saja dan menikah dengan janda kaya.

Meski ibu dan mbok bekerja,tapi mereka tetap saja mengirit. Kata mereka itupun demi masa depanku,karena mereka ingin aku mendapat pendidikan yang jauh lebih tinggi dari mereka.Saat usiaku sekitar 9 tahun,aku pernah berkunjung ketempat kerja nenek. Dan untuk pertama kali itula aku bertemu dengan lelaki tampan bernama ahmad. Yang ternyata adalah bos mbok.Lelaki keturunan arab itu,langsung mencuri perhatianku. Lelaki ramah itu,tak sungkan menyapaku. Mbok kadang membicarakan bosnya itu,meski sudah punya suami.

Tapi kemudian,disaat usiaku hamper 10 tahun,mbok bercerai. Meski begitu,kulihat mbok tak bersedih. Mbok selalu tersemyum menjalani hidup.hal itu yang dia ajarkan kepada ibu dan akhirnya kepadaku juga. “untuk apa nangis,malah bikin kita rugi,toh masih banyak lelaki lain. Dan malah untung,kita bisa rasain burung berung lain,he3”kata mbok kepada ibu.

Kemudian,ibu akhirnya bertemu pak ahmad,bos mbok. Ibupun tak kalah mengaguminya. Pria tampan berhidung mancung dan bermata tajam bak elang itu (kata ibu) sungguh telah membuat ibu terpesona juga. Badanya yang tinggi dan tegap,menjadi nilai lebih lain dari lelaki berkulit bersih itu. Aku bahkan ikut2 memujinya depan ibu.

Tapi ternyata,pak ahmad yang usianya 2 tahun lebih muda dari ibu itu,seorang duda. Dia pernah menikah,tapi bercerai. Entah apa alasanya saat itu. Atau mungkin karena perjodohan keluarga. Tapi ada yang bilang,bahwa pak ahmad berselingkuh dengan pacarnya dulu. Entah mana yang benar. Kata ibu meski pak ahmad berselingkuh,dia akan rela asal tetap menjadi istrinya. Selain itu,pak ahmad juga tak akan membuat ibu kelaparan karena punya usaha sendiri.

Tapi entah,benar kata orang,pertemuan denagn pak ahmad,selain memberi kesan pada ibu,ternyata juga member kesan pada pak ahmad. Bahkan mbok bilang kadang pak ahmad menayakan kabar ibu. Ibu kemudian kembali bertemu pak ahmad saat menjemput ibu. Pertemuan ke dua,mereka sempat mengobrol panjang. Dan akhirnya suatu hari pak ahmad datang kerumah kami. Saat itu dia membawa makanan untukku. Aku makin kagum,karena ternyat dia masih mengingatku. Ibu dan pak ahmad saat itu akhirnya jalan-jalan keluar. Dari siang,bahkan hinnga sore hari. Aku sendiri ditinggal bersama teman banci ibu yang turut kegirangan tampa sebab. Saat ibu pulang,ibu dan mbok bicara serius didalam kamar,entah apa yang mereka bicarakan.

Pak ahmad ternyata memperlihatkan kesungguhanya bersama ibu. Dia bahkan berkata untuk pacaran lebih dulu,agar mereka saling tahu satu sama lain,hingga setelah menikah,tidak kaget lagi jika ada kekurangan. Saat itu,ibu selalu menceritakan apapun kepada mbok. Aku sendiri waktu itu tak peduli dengan obrolan mereka yang selalu serius. Aku lebih senang menikmati makanan yang selalu ibu bawa ketika pulang setelah pacaran dengan pak ahmad.

Hamper setahun pacaran,kulihat hubungan ibu makin serius. Bahkan akhirnya kulihat tak jarang mereka pergi keluar kota dan menginap disana. Ibu makin terlihat tak mau lepas apalgi setelah pak ahmad ,saat itu membawa ku juga,memperlihatkan rumah yang sangat bagus menurutku,yang akan mereka tinggali jika ibu mau pak ahmad nikahi. Rumah yang bentuknya minimalis itu,yang terdiri dari dua lantai,terus aku ceritakan sama mbok. “mbok,aku bahkan dikasih kamar sendiri di lantai atas. Lebih besar dari kamar mbok ini,terus katannya lantai dua itu daerah kekuasaanku’kataku kepada mbok,yang meski kecapaian pulang kerja,dia tetap sabar mendengar ocehanku bahkan hingga larut.

Pak ahmad memang acap kali membawaku juga saat dia pacaran dengan ibu. Kami biasanya pergi keliling kota,menikmati kuliner yang ada. Sungguh hal itu membuatku kegirangan luar biasa. Dan tak jarang,pak ahmadpun membawa kami kekolam renang,hal yang merupakan salah satu hobinya dalam menjaga kebugara. Sungguh,melihat bulu dadanya saat berenang membuat bulu kuduku berdiri. Bahkan tak jarang ada orang bisik saat melihat pak ahmad berenang.

Mungkin orang mengira kami keluarga kecil yang bahagia. Meski kulihat,pak ahmad terlalu muda untuk punya anak seusiaku. Tapi disisi lain,untungnya,wajah ibupun lumayan,meski tinngi badanya agak timpang dibanding pak ahmad,hingga pantas-pantas saja bila berduaan dengan pak ahmad. Bahkan pak ahmad pernah mengajak aku,mbok dan ibu liburan 3 hari di semarang.

Akhirnya kurang lebih 1,5 tahun pacaran. Pak ahmad menikahi ibu. Saat itu usiaku kurang dari 12 thn. Sebelumnya mbok telah berkata kepada ibu.”ya sudah,kalau kamu yakin jalani saja.gak apalh,semua orang punya kekurangan”. Aku sendiri awalnya tak mengerti kata mbok itu. Pernikahan ibu bahkan dilakukan  secara resmi,tidak seperti sebelum2nya yang hanya menikah siri. Tapi memang,atas kemauan pak ahmad,pernikahan mereka dirayakan sangat sederhana. Hanya syukuran keluarga saja. Tapi hal itu sangat membahagiakan ibu dan mbok. Akupun merasakan hal yang sama,apalgi seminggu sebelum nikah,pak ahmad menyuruhku untuk memanggilnya abi

Awal menikah,ternyata kesibukan pak ahmad,yang kemudian kupangil abi, makin meningkat.hingga dia jarang dirumah. Saat ditanya olehku kenapa  abi mau menikahi ibu,dia berkata.”selain cinta,sejak pacaran dengan ibu,usahanya makin lancar,hal itu yang menyebabkan abi makin ingin menikahi ibu,kalian membawa rezeki untuk abi”katanya.  Entah benar atau tidak,tapi semenjak menikah,banyak sekali order ketempat abi. Meski abi meminta mbok untuk berhenti,abi tak pernah kekurangan pegawai. Memang beberapa bulan sebelum ibu menikah,mbok berhenti bekerja,dan mengikuti saran abi,mengembangkan usaha di bidang keripik singkong,yang menurut abi enak dan sangat layak dijual. Abi bahkan memodali mbok.

Setahun berjalan,pernikahan mereka dilingkupi rasa bahagia. Akupun demikian,segalanya serba baru. Mbok menjual rumah lama kami. Usaha abi malah berkembang hingga joyga dan semarang.  Setelah melewati tahun pertama pernikahan yang dirayakan dengan pergi ke jogya,sekalian bulan madu yang tertunda kata abi.aku dan mbokpun ikut serta,Abi tidak lagi sesering dulu keluar kota. Sudah ada anak2 buah yang menggantikanya untuk beberapa urusan kerja.

Mbok sendiri makin sibuk. Dia menjalankan usahanya di tempat yang abi sewa. Tempat itu berada dipinngir jalan.hingga mbok bisa langsung memajang jualanya juga. Hal itu sengaja abi lakukan agar rumah benar2 untuk istirahat. Ibu dan aku tentu saja membantu usaha mbok. Ibu memang sudah berhenti bekerja juga seminngu sebelum dia menikah. Mbok juga menitipkan jualanya ke kantin2 sekolah. Termasuk disekolahku.

Tapi memang,adanya orang baru,tentu ada kebiasaan kebiasaan kecil yang kadang kita hadapi. Mbok dan ibu awalnya agak menjaga sikap,tapi kemudian kebiasaan kebiasaan lama,perlahan muncul kembali. Seperti jika di rumah.kadang mereka terbiasa hanya memakai bh dan kain. Akhirnya di rumah barupun lama kelamaan mereka bersikap sama ketika sebelum mempunyai keluarga baru. Kamipun lama-lama akhirnya terbiasa juga melihat kebiasan abi jika dirumah.

Abi memang suka sekali hanya mengenakan celana pendek. Pendeknya bahkan hingga selangkangan. . Selain itu tak jarang juka dirumah,apalgi jika udara panas sekali, dia bertelanjang dada,dan hanya mengenakan celana pendek itu. Awalnya abi  begitu hanya didalam kamar saja,tapi lama-lama,akhirnya diluar kamarpun begitu. Aku kadang suka berbisik-bisik ke mbok mengagumi bulu dadanya yang lebat. Selain itu diluar pekerjaan di tempat usahanya,abi selalu berusaha melibatkanku dalam kegiatanya. Selain berenang,kadang aku diajak keliling guna mencari hal-hal yang menunjang pekerjaanya. Bahkan seringkali aku menemani abi ketika membuat sketsa-sketsa untuk kaos yang akan abi buat. Kadang bahkan kami dibawa keluar kota untuk menemani abi. Tapi sesekali,ketika ibu dan mbok tak dapat ikut keluar kota,aku yang kadang diajaknya sendiri.

Abi memang bersikap sangat baik kepada kami,dia ingin kami tak sungkan kepadanya, bahkan pernah satu waktu,saat aku kehujanan abi langsung memandikanku dengan air hangat. Awalnya aku malu karena usianku sudah lebih dari 12 tahun,tapi abi bilang “aduh,akukan ayahmu,kok sama ayah malu” katanya. Ibu hanya tersenyum,mbok saat itu tak ada  di rumah. Tapi kemudian mbok tahu karena ibu yang cerita. Tak jarang sesekali kami pergi berdua dan ketika aku membutuhkan sesuatu untuk keperluan sekolahku atau lainnya. Dan ketika ibu atau mbok bertanya,abi selalu bilang,”ih,ini urusan laki-laki”katanya. Abi bahkan mendukung hobi masakku. Jika ada demo masak dikotaku,abi selalu berusaha untuk mengajaku melihatnya.

melihat itu semua,ibu dan mbok yang paling bahagia. Karena selama ini jika ada lelaki yang jadi suami mbok atau ibu,mereka seperti tak menghirauhkan keberadaanku.Bahkan diusiaku yang ke 13,abi memberiku kejutan kecil. Saat bangun tidur dia masuk kekamar sambil membawa kue ulang tahun bertuliskan nama dan usiaku. Dia lalu mencium kening bahkan bibirku.dan  saat sarapan,abi menyruhku mengambilkan palu ke gudang,tapi ketika pintu aku buka,disana sudah ada sepeda dihiasi pita dan ada tulisan besar. “untuk anaku tercinta”. Akulangsung loncat2. Ibu dan mbok bahkan tak tahu tentang kejutan itu. Malamnya kami pergi makan ber 4 diluar. bagiku itu hal luar biasa. Selama ini tak pernah ada yang mengingat ulang tahunku,bahkan ibu dan mbok sekalipun. Angka 13 ternyata bukanlah angka sial fikirku saat itu.

Abi memang sesekali menunjukan rasa kasih sayangnya kepadaku. Dan berusaha tak memberi jarak diantara kami. Bahkan beberpa bulan setelah menikah,ketika kami selesai berenang. Awalnya aku dan abi selalu menngunakan kamar mandi berbeda untuk membilas. Tapi saat itu,abi masuk ke kamar mandiku. Katanya masa ayah dan anak mandinya terpisah. Bahkan kemudian dia mengeramsi kepala. bukan hanya itu, Saat abi menyruhku membuka celana renangku.aku berkata malu. Tiba-tiba abi langsung membuka celanya hingga telanjang bulat. “abi mau kamu kalau sama abi gak usah malu”katnya. Sungguh saat itu,jantungku terus berdetak kencang. Sesekali tak bisa aku hindari untuk tidak melirik kearah kemaluanya yang menjuntai. Meski sedang tak berdiri,tapi sungguh bukan ukuran yang kecil. Akupun akhirnya membuka celanaku. Abi hany senyum dan tak berusaha untuk melirik kontolku. Tapi saat dia menyabuni badanku,tanganya tak ragu mengusap kelaminku. “kecil ya bi”tanyaku saat itu “ah,gak juga,pas lah dengan usiamu”kata abi. Selesai mandi,abi berkata kepadaku. “abi gak mau kamu malu2 lagi sama abi,terus kalau ada apa2,kamu bilang kea bi ya?katanya sambil mengusap rambutku.

Aku memang tak bercerita pada mbok atau ibu tentang hal itu. Tapi pernah suatu waktu ibu hanya bawa 2 handuk ,”aduh handuknya lupa satu,kalian mandi barengan aja”.”emang kita selalu barengan ya?”jwb abi. Mbok pun tahu hal itu dan memang tak masalh bagi mereka. Dan pernah mbok bercanda didepanku,saat itu abi belum pulang. “dikolam kalian suka mandi barengan,coba mbok yang barengan mandinya sama abi”kata mbok. “ih,nanti abi nya diambil mbok dari ibu”jawabku. “gpp lah”kata ibu sambil senyum. “iya,gpp,berbagi suami ya,dari pada dibagi ke orang lain,mending kasih ke mbok” kata mbok. Dia dan ibu tertawa,sedang aku tak mengerti sama sekali.

Abi memang sosok yang sempurna. Dia kelihatan sayang sekali ke ibu. Bahkan kadang kemesraanya diperlihatkan dihadapan aku dan mbok. Awalnya aku merasa risih melihatnya,mesti mbok biasa2 saja. Tapi lama-lama akupun terbiasa saat abi mencium bibir ibu sebelum pergi atau bahkan memeluknya erat saat kami menonton tv. Mbok sampai sering berbisik iri kepadaku.Lama-lam aku terbiasa melihat ibu ada dipangkuan abi. Abi kadang hanya memakai celana pendek. Dan ibu yang hanya mengenakan bh dan kain,bergelayut mesra di dada penuh bulu abi. Dan kemudian,suatu malam saat aku ingin kencing. Aku tak jadi melanjutkan keinginanku itu. Karena di dalam keremangan lampu. Sebelum turun,aku melihat 2 manusia sedang bergumul di karpet depan tv. Dari lantai atas dimana kamarku berada,Aku melihat punggung abi yang telanjang bulat,sedang menindih ibu. Akupun langsung kembali kekamar.

Bahkan tak jarang,ketika pagi hari aku masuk kekamr ibu untuk meminta uang jajan,aku lihat abi masih terlelap.dari balik selimut,aku melihat abi tak memakai apapun. Hingga kadang pantat putihnya yang ditumbuhi bulu halus hitam,tampak jelas terlihat. Dan memang makin hari,kemesraan abi kepada ibu makin terlihat. Bahkan kemudian seringkali saat istirahat siang,abi suka pulang kerumah,selain untuk makan,juga dia pakai untuk bermesraan dengan ibu. Bukan hany itu,dihadapanku abi bahkan tak malu melakukan sedikit hal-hal yang sangat pribadi untuk dilakukan dihadapan orang. Pernah satu waktu aku pulang dan abi masih berada di rumah. Saat itu dia duduk dikursi meja makan dan menyuruh ibu duduk dipangkuanya. Kemudian abi memnciumi pundak ibu,bahkan tanganya msuk kesalah satu bh ibu dan meremasnya. Aku sendiri ada dihadapan mereka sedang menikmati makan. “ih,jangan dong,malu ada wisnu”kata ibu. “ah,biarain aja ya nu,kana bi sayang ibu”kata abi.aku hany senyum pura2 tak melihat apa yang mereka lakukan.

Memang,aku akhirnya tak jarang berpura-pura tak melihat. Bahkan suatu hari,ketika aku pulang sekolah,saat melintas kamar ibu,kulihat abi sedang menggenjot ibu di tengah hari bolong. Pintu kamar sama sekali tidak mereka tutup. Aku sempat mendengar ibu berkata.’ih,ada yang masuk”kata ibu. “paling wisnu,dah gpp tanggung”kata abi dan sesaat kemudian kudengar desahan panjang dari mulut abi. Tapi meski begitu,lama-lama,hal yang abi lakukan berpengaruh juga terhadapku. Aku sering melamunkan hal-hal yang berbau porno. Aku mersa ibu sangat beruntung didekap lelaki tampan. Dah hal itu,akhirnya membuat aku tak pernah mengatakan kepada siapaun,jika kadang. Abi memeluku dan mengusap rambutku sebagai rasa sayang,yang dilakukan ketika mbok dan ibu tak berada dirumah. entahlah,aku hanya ingin sedikit merasakan bagaimana persaan ibu ketika di peluk abi. Hingga kadang,sambil nonton tv,sesekali aku yang kepanasan membuka kaosku dan menyenderkan punngungku didada berbulunya abi. Abi sendiri bahkan kadang melingkarkan tanganya keperutku dan mendekapku.  Bahkan kemudian ketika selesai berenang dan mandi,abi sesekali mendekapku dari belakang diabwah guyuran air dingin,aku hanya diam,dan tak mengatkanya pada siapapun juga.

Tapi lama-lama,setelah setahun lebih pernikahan mereka,dan abi jarang keluar kota,ibu sesekali suka mengeluh kepada mbok.”aduh mbok,cape”kata ibu.”ya sabar aja ndok,nanati mungkin lama-lama juga gak”kata mbok. Dari beberapa pembicaraan yang ibu lakukan bersama mbok,aku sedikit tahu bahwa akhirnya,ibu sedikit kewalahan melayani hasrat birahi abi yang memang menurut ibu tak ada hentinya. Mbok  malah kadang bercanda kepada ibu “ya mending bagun terus,dri pada tidur terus”kata mbok sambil terkekeh.  “atau mau mbok bantu”kata mbok. “ya mbok,kalau mau silahkan”kata ibu terkekeh.  Memang tak jarang aku lihat. Setelah pulang kerja dan makan. Abi dan ibu selalu berada dikamar mengurung diri. Bahkan sering kali kulihat,setelah siang mereka mengurung diri dikamar,malamnya kembali mereka bermesraan didalam kamar.

Mungkin karena hal itu juga,akhirnya sesekali ibu lebih suka terus membantu mbok ditokonya dari pada siang hari pulang kerumah. Tapi hal itu sepertinya tak sampai membuat abi marah. Dia selalu memaklumi semua tindakan yang ibu lakukan.  Sama seperti aku yang selalu berusaha memaklumi tindakan abi kepadaku. Bahkan kemudian ketika suatu hari didalam kamar mandi saat kami membilas badan. Abi memeluku dari belakang,erat sekali,sampai akhirnya perlahan kuraskan kontolnya ternyata sudah mengeras. “ih,abi kenapa”bisiku. “abis abi gak bisa meluk ibu,lagi datang bulan”katanya. Bahkan tak hanya itu ketika aku berbalik dan menatap kontolnya yang ujungnya hamper menyentuh pusar itu,abi hany tersenyum “ih,abi besar amat:bisiku. “masa?katanya. bahkan perlahan saat aku mencoleknya,abi hanya tersenyum. Kejadian itu,sentuhan-setuhan tangan abi ditubuhku,makin kuanggap wajar saja.  Sampai suatu hari,abi kembali memeluku sambil menyabuni badanku. Perlahan tanganya turun kebagian vitalku dan menyabuninya. “bulunya dah keliatan ya?bisik abi,aku hany senyum. “dah pernah nyabun kan”bisik abi sambil mengusap-usap kontolku dengan sabun.”iya bi”bisiku. Akhirnya kurasakan gerakan tanganya mulai dari atas sampai ujung  kontolku,aku mengeliat dalam dekapanya,perlahan kontolku makin mengeras.saat itu satu tangan abi memelu dada ku sambil dagunya diletakan di pundak hingga pipi kami beradu. “enak ya’bisik abi aku hanya senyum. Perlahan bahkan kurasakan abi mengesekan kontolnya pelan dipunggungku,bahkan kemdian di pantatku. “aduh bi”bisiku sambil bergidik. “kenapa’bisiknya aku hanya diam,abi perlahan makin mempercepat gerakan tanganya  yang menggemgam kontolku naik turun. Akhirnya tak sampai sepuluh menit,aku menggeliat,sampai kemudia,air mani muncrat dari ujung kontolku. “hi hi,banyak amat,dah lama gak mimpi ya’bisiknya,aku mengangguk.”bi jangan bilang siapa2”bisiku. “tenang”katanya.

Entahlah,sentuhan-sentuhan abi,yang membuatku nyaman,meski akhirnya samapi kelewat batas, membuatku terus diam,bahkan menikmatinya. Diusiaku yang belum menginjak 14 tahun itu,saat gejolak kedewasaanku mulai datang,aku kadang merasa beruntung dengan yang dialkukan abi. Sesekali abi mengulang perbuatanya kepadaku. Tapi semua kuanggap wajar. Malah saat tepat usiaku ke 14,abi memberiku hadiah jam sepatu dan tas. Dan hal itu makin membuatku menyanginya. Hingga kemudian,kira-kira seminggu setelah hadiah-hadiah yang abi berikan. Kami kembali berenang. Saat itu bahkan mbok yang jarang ikut akhirnya ikut juga selain ibu. Meski mereka tetap hanya berada dipingir kolam melihat kami berdua berenang dan sesekali bercanda.

Setelah selesai,kami mandi bersama. Saat itu,abi kembali memeluku,dan akhirnya menjamah kontolku. Tapi saat itu abi berbisik,”gosokin abi dong”katnya sambil meraih tangaku dan meletakanya dikontolnya lalu mengerakanya.aku hanya senyum dan menrutinya. Kemudian abipun meraih kontlku dan mengocoknya. Sesaat kemudian abi berpindah kebelakangku dan mengerakan kontolnya disela pantatku dengan posisinya melintang. “Adu enak”bisik abi. Kurasakan kontolnya berderi diantara belahan pantatku. Tangan abi tetap mengocok kontolku. Akhirnya akupun tak tahan dan kembali muncrat. Abi kemudian mengocok kontolnya. “kamu keluar dulu aja,nanti kalau kelamaan ibu kamu curiga’bisiknya. Tapi saat aku hendak memakai celana. Abi jongkok dan mencium kontolku,aku sempat kaget,karena ujung kontolku sedikit masuk ke mulutnya. Tapi aku kemudian tersenyum.

Setelah itu,abi makin berani bertindahk lebih jauh terhadapku,bahkan bukan hany ujungnya saja kontolku dia cium,kadang hingga hampir semua kontolku masuk kemulutnya,meski hany beberpa detik,tapi hal itu memberikan sensasi luar biasa. Sampai kemudian suatu hari,saat aku pulang sekolah,abi sudah ada di rumah. saat itu baru sekitar jam 12 siang. Aku baru saja membuka bajuku ketika abi masuk dan langsung mendekapku.  Aku hany senyum,tapi tangan abi kemudian membuka  seleting seragamku.”abi bantu”bisiknya.  Saat celana terlepas,abi malah mengodok kontolku. “ih,abi mau apa?bisiku,karena memang biasanya hal itu dia lakukan hanya saat dikolam renang saja. Tapi aku hany daim ketika abi menciumi pundaku. “kebawah yu”bisiknya.”takut ah,tar ibu pulang”bisiku. “gak,ibu baru pulang sore,tadi abi dah ke took”katanya. Akupun menurutinya,aku hanya membawa pakaian gantiku karena abi melarang memakainya. Aku dibawa ke kamar abi.dia langsung memeluku diatas ranjang,sambil mengusap-usap pantatku. Kemudian dia menciumi teteku dan menghisapnya. Setelah itu aksinya berlanjut,dia menciumi batang kontolku dan menjilati bijinya,aku menngeliat. Tak lama dia mengambil sesuatu dan mengoleskan cairan putih di pantatku,lalu dia menngesekan kontolnya yang sudan mengeras dibelahan pantatku.lama sekali abi mengesek-gesek kontolnya. Posisiku saat itu tengkurap. Setelah itu abi mengganjal pantatku dan membukanya lebar-lebar,sesaat kurasakan jari-jarinya bermain dilubang anusku. Tak lama bankan dia berusaha memasukanya setelah dilumuri cairan tadi. “bi,jangan,takut sakit”bisiku.”gak,tenang saja’bisiknya. Dan memang,meski agak aneh,tapi aku dapat menahan rasa yang sedikit ganjal itu. Tapi saat jarinya main masuk kedalam,sedikit sakit kurasakan,tapi aku masih tahan.”aduh bi,pelan2”bisiku. Saat perlahan kurasakan jarinya mulai dia maju mundurkan.tapi tak lama,jari itu mulai lancer maju mundur dipantaku. “bentar ya,abi punya mainan”bisiknya. Dia kemudian mendekati lemari dan tak lama kembali dengan benda karet berwarna merah seperti sosis. Besarnyapun sebesar sosis atau jari orang dewasa. Tapi setelah kulihat ternyata ujungnya mirip kepala kontol. Perlahan benda kecil itu yang kemudian abi coba masukan kepantatku. Dan akhirnya benda itupun maju mundur di pantatku meski sedikit sakit. Tapi lama kelamaan sakit itu berkurang berganti rasa geli. Apalgi saat tangan abi meremas kontolku. Kemudian abi perlahan mencabut benda itu dan kembali mengesekan kontolnya. Lalu setelah itu abi menuruhku mengocoknya dan aku menurutinya. Tapi kemudian abi menyuruhku menjilatinya. Awalnya aku ragu,tapi saat abi mulai membelai rambutku dan menekan kepalaku hingga mendekati kontolnya.akupun menurutinya. Tak lama untuk pertama kalinya,aku menjilati kontol abi,bahkan menghisapnya,meski rasanya aneh. Sampai akhirnya aku dipaksa berbaring dan abi mengerakan kontolnya maju mundur di mulutku,sampai kemudian,abi mengejang dan cairan muncrat didalam mulutku yang sengaja kontolnya dia benamkam. Aku bergerak menjauhkan kontolnya dari mulutku,tapi sedikit terlambat,cairan itu lumayan banyak yang tumpah didalam mulutku,bahkan sedikit tertelan. Sesaaat setelah abi menikmati keadaanya,dia kembali memasukan benda itu ke pantatku.dan kali ini dia bahkan mengenyot ujung kontolku sanbil mengerakan bebda itu maju mundur dipantatku. Hanya kurang dari 5 menit,perlahan aku mengejang,dan kontolku langsunikirang mengucurkan cairan kental diujungnya,yang sepertinya tak henti-henti keluar.

Setelah itu,aku merasa sesuatu yang mengganjal. Ada rasa gundah yang tak tahu sebabnya. Tapi makin lama rasa itu makin hilang,berganti fikiran tentang rasa luar biasa yang kunikmati bersama abi dikamarnya itu. Dan saat semingguan kemudian abi mengulangnya lagi,aku pasrah dan membiarkanya melakukan hal yang sama kepadaku. Bahkan abi memperlihatkan benda-benda mirip kontolnya yang jumlahnya ada 5 dengan ukuran dari yang segede sosis hingga berukuran besar.

Awalnya tiap kali melakukan itu,abi hany menusukan yang paling kecil. Hingga beberapa minggu kemudian berganti ke yang sedikit besar diatasnya bahkan kemudian dia memutarkan film porno untuku. Yang membuatku makin tak kuasa menolak ajakan abi. Hingga akhirnya sekitar 5 bulan setelah abi pertama kali menusukan benda kecil itu. Hingga entah berapa kali dia mengulanginya dan bahkan benda yang dia msukan makin hari makin besar.siang itu aku pulang sekitar jam satu,ketika tak lama abipun datang. Katanya gak enak badan. Tapi kemudian  dia kembali menariku keatas ranjang. Setelah menciuminku,perlahan abi muali memasukan benda-benad mirip kontol itu kepantatku. Setelah 3 ukuran masuk,perlahan abi mendekapku erat,lalu krasakan dia mulai memasukan sesuatu yang kemudian aku tahu bahwa itu adalah kontolnya.”bi,mau apa”kataku.”udah,sekarang saatnya yang asli”bisiknya.aku sempat menngeliat,karena kontol abi terlalu besar untuk bisa masuk,tapi entah,lama-lam kontol itu perlahan mulai makin dalam masuk anusku. Kuraskan sakit yang sudah lama tak kurasakan,bahkan sedikit lebih sakit dari pertam akali abi menusukan jarinya atu benda mirip sosis itu. Aku sempat menagduh,bahkan  ketika abi mulai mengerakan kontolnya naik turun,rasa sakit masih kurasakan.tapi abi tak mempedulikan rintihanku. Dia terus menggenjot pantatku,lama sekali hingga badanku merasa lemas. Sakit itu akhirnya aku rasa biasa dan dapat kutahan.  Kemudian kurasakan dia makin kencang menggenjotku.lalu dekapanyapun makin kurasakan erat sekali. Dan akhirnya. Ahh.ahh.ahh.abi mengejang dan cairan hangat kurasakan mengalir didalam lubang pantatku. Setelah itu,abi mengocok kontolku. Rasa luar biasa langsung menghilangkan rasa sakitku. Bahkan gerakan kontol abi yang sudah sedikit lemas itu,makin member rasa luar biasa. Dan akhirnya,air manikupun mengucur cepat sekali. Aku bahkan sampai mengejang-ngejang ketika itu. Perlahan kurasakan kontol abi keluar dari duburku meninggalkan rasa luar biasa. Abi mendekapku.”enak kan”bisiknya.aku hany diam.

Telah lama aku merasa bersalah kepada ibu,makin lama rasa itu makin dalam,apalagi setelah abi hampir semingu sekali mengulangi perbuatanya itu jika waktu memungkinkan. Bahkan ketika akhirnya kami hanya sering berdua pergi kekolam renang. Dikamar ganti abi selalu menusukan kontolnya ke pantatku.  Awalnya memang selalu dibantu dengan alat-alat koleksi abi,tapi lama-lama akhirnya kontol abi yang langsung masuk,setelah awalnya di mulai dengan hanya menggunakan jarinya saja agar kontolnya lancar masuk  pantatku.  Dari dia aku tahu juga,kadang alat2 itu dia pakai juga saat bersama ibu.

Tapi lama-lama kurasakan hubungan mbok juga makin tak ada jarak dengan abi. tak jarang kulihat,mbok suka bercengkrama bersama abi didapur,bahkan sambil colek-colekan. Kadang juga dihadapan ibu,hingga aku tak merasa curiga sama sekali.  Pernah suatu hari mbok yang hanya mengenakan bh dan kain pinggangnya dipegang abi dari belakang dan bertanya. “mbok lagi bikin apa”katanya. Saat itu aku dan ibu ada dimeja makan tak jauh dari mbok berdiri.  

Dan suatu hari,saat selesai menngenjotku,aku berkata.”kok abi bisa kuat ya,dan kayaknya selalu ingin gituan terus?tanyaku. “iya,gak tahu,sampai ibumu juga kelelahan”kata abi. “ih,pantes abi dekat2 mbok,jangan2 abi ngincar ya?kataku. “ha2,mang gak boleh”katanya tertawa. Entah,aku juga hanya bisa ikut tertawa saat itu. Dan akhirnya semuanya terbuka juga. Malam itu hari sudah sangat larut,dan aku berjalan menuju lantai bawah untuk ke kamar mandi. Saat sampai dapur,aku kaget melihat abi keluar dari kamar mbok,padahal waktu itu sudah sekitar jam 2 malam. Abi hanya mengenakan celana dlam putih,dengan peluh masih terlihat di tubuhnya. Abi hany senyum melihatku sambil menutup pintu kamar mbok. Paginya aku sebenarnya tak mau membahasnya,tapi ibu kemudian berkata. “malam mbok mijat mas ya?kata ibu. Abi saat itu belum bangun. “iya”kata ,mbok. “semalam kamu lihat abi ya?tanyanya padaku. “ya bu,masa malam-malam dipijat,Cuma make celana dalam lagi’kataku. “ah,mang kenapa,ibu kamu aja gak complain”kata mbok sambil mengusap rambutku.

Hal itu makin menambah kecurigaan ku,karena sebelum-sebelumnya,aku makin sering melihat mbok kadang berada di rumah jika siang hari dan hanya berdua dengan abi. Bukan hanya itu,pintu depan yang kuncinya jarang diselot,akhirnya suka diselot,hingga kunci yang kubawa sepertinya sia-sia dan harus menngedor pintu atau membuyikan bel. Mbok bilang lupa tiap kali aku Tanya. Dan dia bilang bahwa dia bergatian menyiapkan buat makan siang abi. Dan memang akhirnya awalnya jika hanya ibu saja yang pulang siang hari guna menemani abi makan siang,lama-lama sesekali mbok yang melakukanya.

Tapi lambat laun aku tak mengacuhkanya, apalagi sejak aku duduk di kelas 3 smp,aku makin sering berada diluar. Biasanya aku belajar tambahan untuk kelulusanku. Tapi saat itu,aku telah dekat dengan seorang teman,meski sama kelas tiga tapi berbeda kelas.  Rizal temanku itu,kadang berada satu kelas denagnku mengikuti tambahan pelajaran yang diadakan para guru. Kami memang diperbolehkan mengikuti kelas yang kami anggap kurang dalam satu mata pelajaran. Saat itu aku ikut tambahan matematika yang kadang oleh guru kelasku suka disatukan dari semua kelas. Keakraban kami berlanjut,bahkan saat rizal mengajaku main kerumahnya akupun setuju. Kami kemudian menonton film2 dewasa yang rizal dapat entah dari mana. Sampai akhirnya kami coba-coba yang awalnya hanya onani,tapi entah saat rizal ingin mencoba menusuk pantatku,akupun menyetujuinya.  Dialah orang luar pertama yang menyodoku. Setelah itu,sesekali kami mengulang perbuatan kami,bahkan akupun mencoba menyodoknya,meski akhirnya,akulah yang sering dijadikan korban kontol kecilnya.

Disaat pertengahan kelas 3 itu pula akhirnya aku mendapati abi masuk kamar  mbok pada tengah malam,dan kali ini tampa sehelai pakaianpun di badanya. Saat itu aku melihatnya dari atas. Saat ada kesempatan berdua saja dengan mbok,aku menyakanya. Aku tak kaget mendengar jawaban mbok,kata mbok itu memang atas persetujuan ibu. Entah apa yang ada difikiran ibu dan mbok,aku tak mengerti. Ternyata omonganya dulu bukan sekedar omongan,tapi benar terjadi,ibu berbagi suami dengan mbok,ibu kandungnya sendiri. Setelah kejadian itu,aku rasa mbok sudah menceritakan tentang obrolanya denganku. Terbukti setelah itu,abi semakin berani saja. Bukan hanya dia lebih terang-terangan saat ingin melakukanya dengan ibu. Bahkan dengan mbokpun seakan dia tak peduli. Dengan alasan mau dipijat. Tak jarang abi masuk kamar mbok saat aku masih terjaga. Tak jarang juga setelah berduaan dengan ibu dikamar. Dengan tubuh masih penuh keringat. Iya keluar kamar ibu. Dan masuk kamar mbok dengan hanya mengenakan kain yang dililitkan di badan,atau kadang hany bercelana dalam saja. Awalnya pintu kamar ibu suka ditutup. Tapi jika tengah malam tak jarang dibiarkanya terbuka. Karena memang saat itu biasanya aku sudah terlelap. Tapi kemudian,aku tak lagi kaget,saat  tengah malam,kudapati kamar mbok terbuka,disana kulihat abi sedang berada diatas tubuh mbok,précis seperti yang kulihat ketika dia bersama ibu dulu.

Akhirnya makin lama kelakuan abi makin tak mengenal malu,ibu dan mbok sepertinya menikmatinya saja. Apalgi kini hidup mbok dan ibu makin jauh dari kata kurang. Bahkan sepertinya mbok dan ibu menganggap hal wajar saja ketika abi memeluk-meluk aku padahal hanya bercelana dlama saja. Bahkan mereka membiarkan kami mandi bersama sesekali di rumah sendiri. Mereka seakan tak mau melarang kesenangan abi atau siapaun dirumah itu. Rasa cinta abi memang dia tunjukan kepada kami bertiga. Bahkan kepadku dia tak malu mengatkanya didepan ibu dan mbok. Bahkan kemudian saat abi memeluki, ibu membiarkan kami bercanda,bahkan saat tanganku aku masukan kedalam celana abi,ibu seakan tak ambil pusing. Dan akhirnya malam itu,mbok sendiri sedang ke tempat saudaranya. Malam itu abi memeluk ibu.tapi kutahu ibu sedang datang bulan. Abi berkata pada ibu.”mala mini aku ingin tidur ah dengan anaku”. Dan akhirnya malam hari,ternyata abi memang datang kekamarku.dan akhirnya meski aku takut,tapi abi menuyruhku tenang,akhirnya dia melampiaskan birahinya malam itu kepadaku. Esoknya ibu sekan tak terganggu dengan sikap abi itu,bahkan akhirnya setelah itu,sesekali abi tidur bersamaku,mbok dan ibu sepertinya biasa saja, bahkan akhirnya mbok menyakanku apa aku menyukai abi.aku hanya diam. “gpp,itu bukan masalah besar”bisik mbok.

Sampai kemudian,siang itu,aku tak mengira mbok akan pulang.saat itu abi sedang menngenjotku dipinggir ranjang. Abi malah sengaja melihat siapa yang datang dn keluar dari kamarku denagn telanjang bulat, “mbok pulang’bisik abi.”aduh gimana,dia lihat abi ga?tanyaku. “gimana?gimana?udah gak apa,tenang aja”bisik abi.”tapi bi”kataku.”udah,gak apa2,lama-lama juga mereka tahu”katanya. Dan meneruskan menyedokku.bahkan suara desahan abi tak berusaha dia pelankan. Aku tak berani turun setelah melakukan itu. Tapi sepertinya mbok mengerti,dia lalu naik keatas dan masuk kekamarku. “hayo makan,ngapain diam aja dikamar,nunggu abi lagi ya?bisiknya. aku hanya senyum.

Setelah itu,akmi bagai keluarga yang kehilangan otak kami. Kami seperti sebuah keluarga yang semuanya gila. Abi makin terang terangan mengauli ibu dan mbok. Bahkan saat nonton tv,dia bernafsu sekali menggumuli ibu dihadapanku. Jika ada yang melihat,gairah abi makin menngebu. Biasanya abi menggauli ibu atau mbok dimalam hari. Dan jika siang,akulah yang jadi korbanya.

Bahkan akhirnya diawal kelas 1 sma,ibu melihat abi tengah asyik menngenjotkan kontolnya ke pantatku. Dsiang hari bolong. Dia hanya tersenyum dan menutup pintu kamarnya sendiri.membiarkan kami berdua sementara dia pergi kedapur. Setelah itu,tak jarang,ketika ibu atau mbok tak bisa memuaskan abi,malam hari dia akan naik kekamarku dan melanjutkan aksi birahinya.

Bahkan akhirnya lama-lama aku dibiarkan menyaksikan abi menancapkan kontolnya ke lubang ibu atau mbok,didepan mataku sendiri. Dan akhirnya,malam itu,satu kebejatan lain kembali terjadi.

Kami asyik menonton tv,ketika kemudian abi menngerayangi ibu,bh dan kain ibu,bahkan celana dalam abi lepaskan,lalu perlahan dia menngauli ibu,tak lama abi membisikan sesuatu,dia kekamar nenek,setelah 15 menit berada dikamar mbok,dia keluar bersama mbok yang sudah juga tampa pakaian. Akhinya dihadapanku abi menngauli mbok dan ibu. Tapi tidak hanya itu,abi kemudian merangkulku dan membuka seluruh pakaianku. Dia menjilati tubuhku dihadapan mbok dan ibu yang hanya tersenyum melihat. Dan kemudian,bahkan,ibu dan mbok tetap diam saat abi mulai memasukan kontolnya ke pantatku. Kenimamtan kurasakan meski tetap merasa aneh digauli dihadapan ibu dan mbok. Abi sendiri seakan ingin memperlihatkan keperkasaanya. Denagn mengacungkan kontolnya yang besar itu,perlahan dia menyuruh kami berjejer,dan bergantian kami akhirnya secara bergiliran mendapatkan hantaman kontol abi itu.

Sungguh malam itu malam yang selalu kuingat. Karena setelah malam itu,aku terbiasa mendapat perlakuan itu dihadapan ibu dan mbok. Dan akhirnya akupun terbiasa ketika kakak kelasku. Setelah beberapa kali menacapkan kontolnya kepantatku. Aku menyetujuinya saat dia membawa teman-temanya ke kamar nya. Akhirnya 4 orang remaja usia 17 tahunan itu,ayik bergatian memasukan kontolnya ke lubanang pantatku.

Tapi sungguh,meski merasakan 4 kontol sekaligus. Ukuranya yang kecil2 dan ceaptanya mereka mengeluarkan cairan kenikmatan,tak memberiku kepuasan penuh. Aku malah lebih menyukai bergumul bersama abi seorang diri dibanding mereka ber 4. Abi jauh lebih bisa memuaskanku,bahkan hingga berjam-jam,dia bagai kuda liar terus menngenjotkan kontolnya kedalam lubang pantatku. Bukan hanya itu,aku bahkan mencoba melakukan hubungan intim dengan wanita. Meski aku dapat memuaskan wanita itu,tapi sungguh,aku merasa hampa dalam diriku.

satu hal tak kusangka terjadi,setelah sekitar 3 tahun abi memperlakukanku tak senonoh,bahkan dihadapan ibuku sendiri. Entah jenuh atau apa. Setelah sekitar 5 tahun pernikahanya,ibu seakan merasa jenuh dengan keadaan di rumah. Apalagi saat itu mbok kembali menjalin hubungan dengan seseorang dan akhirnya menikah dan pindah rumah. Duda beranak 4 itu,yang sudah ditinggal mati istrinya,seakan menjadi pelarian mbok diantara rasa bersalahnya yang makin lama makin menumpuk.

Dan hari itu,mbok akhirnya meminta maaf padaku,setelah kira-kira 4 bulan,mbok meninggalkan kami dan tinggal bersama suami barunya itu. Dirumahnya,mbok akhirnya menjawab semua pertanyaanku setelah beberapa kali berkunjung ke rumah mbok,mbokpun akhirnya mengakui bahwa semua itu kesalahanya.

Mbok sebenarnya telah berhubungan dengan abi sebelum abi menikahi ibu,bahkan mbok pernah tidur bersama abi. Sebelum ibu memutuskan berpacaran dengan abi,mbok sudah menceritakan semuanya. Tapi saat itu karena lagi2 masalah ekonomi, ibu akhirnya menerima lamaran abi,meski sudah tahu abi pernah berhubungan dengan mbok,bahkan abi mengakuinya dihadapn ibu sebelum resmi menikah. Ibu dan mbok bahkan sudah mengetahui kelainan seks abi,dan itu menjadi salah satu alasan kenapa istri pertama abi meminta cerai. 

Setelah  aku masuk sma,aku memang sudah jarang ikut abi keluar kota, dan rupanya. Abipun melakukan hubungan terlarang dengan wanita selain mbok dan ibu. Awalnya ibu menutup mata,tapi setelah mbok pindah,ibu mulai mempermasalahkan hal itu. Dengan alasan yang mungkin sama dengan istri pertamanya. Akhirnya ibu jadi sering menginap di tempat mbok. Begitu juga akhirnya aku. Walau aku seringnya tinggal bersama abi dan menerima semua gairah abi sendirian. Setelah beberpa kali pembicaraan dengan abi,entah,abi akhirnya menyetujui permintaan ibu untuk berpisah. Ibu bahkan berkata tak menintut apapun juga. Ibu hanya meminta membawa tabungan miliknya saja. Mbok pun asalnya mau menyerhakan tokoknya. Tapi kemudian abi ternyata tak banyak menuntut apa2 juga. Dia bahkan memberikan toko itu padaku.

Dipertengahan kelas 3 sma,ibu pindah ketempat mbok,sejak itu dia tak pernah ketemu abi lagi. Berbeda denagn aku yang harus pisah tiba-tiba dengan abi,aku sempat merasa sedih,ibu menijinkanku untuk menemui abi kapanpun aku mau. Abi sempat beberpa kali menemuiku, baik sepulang sekolah. atau kadang sengaja datang ke tempat mbok.  Tapi aku sendiri tak pernah mengunjungi rumah kami dulu yang masih ditempati abi. Meski ingin sekali mereguk kenikmatan bewrsama abi,tapi aku coba tahan. Aku tak mau menyakiti ibu atau mbok.

Tapi kulihat nasib baik ternyata selalu datang kepada kami,meski kami adalah manusia-manusia yang terbilang bejat.  Tak sengaja ibu bertemu teman suami mbok. Warga keturunan afrika itu mempunyai bisnis garmen di semarang dan Surabaya. Pria yang usianya 5 tahun lebih tua dari ibu itu,entah,langsung jatuh hati pada ibu.  

Sungguh.pria itu jauh sekali dari kata tampan,menurutku. Dengan kulit yang sangat legam,seperti cat warna hitam,hidung yang besar dan bibir yang tebal. Awalnyapun tak menarik perhatian ibu. Tapi lelaki yang sudah fasih berbahasa indonesia itu. Rajin sekali mengunjungi kami,untuk sekedar mengobrol dengan ibu. Hati ibupun cepat ditaklukan. Bahkan akhirnya hanya sekitar 6 bulan setelah resmi cerai dengan abi,ibu menerima pinangan lelaki itu.

Pria itu tak pernah berus ha mengambil hatiku, dia bersikap sopan sekali terhadapku. Bahkan dia memperlakukanku sebagai manusia yang punya harga diri dan hormat. Setelah menikah,ibu dibawa ke surabaya,akupun diajak untuk tinggal bersama mereka.walau aku lebih sering pulang ke mbok, Sekaligus untuk melanjutkan studiku. Saat aku bilang tak mau kuliah. Ayah baruku menghormatiku. Dan membebaskanku mencari apapun keinginan yang aku suka.

Setelah lulus sma,aku hanya mengikuti kursus kursus masak. Tapi kemudian,aku bertemu salah satu teman ayah baruku yang sama-sama keturunan afrika. Tapi dia lahir di brazil dan pindah menjadi warga negara francis. Kulitnya sama-sama hitam,tapi menurutku jauh lebih tampan. Dengan hidung mancung dan bibir tak begitu tebal,pria itu kelihatan macho sekali denagn tubuh atletisnya yang diatas 180 cm.

Entah kenapa aku menyukainya,meski kulihat dia adalah lelaki normal. Mungkin karena bisik2 ibu ke mbok yang bilang,ternyata dibalik tubuhnya yang legam,orang afrika mempunyai sesuatu yang diimpikan banyak wanita. Kata ibu,masih dengan berbisik2,kontolnya lebih gede dan jauh lebih nikmat. Gairah seksnya hebat meski tak berlebihan seperti abi.

Lelaki yang bekerja disalah satu perusahaan telekomunikasi itu usianya baru sekitar 25 tahun,yang kemudian berkenalan dengan kami,sebut saja michael. Pria sangat pandai itu setelah beberapa kali bertemu dengan ayah baruku,menyarankanku untuk belajar masakan di jakarta yang menurutnya lebih variatif. Enntah,aku langsung menyetujuinya,meski ibu ragu karena di jakarta aku tak punya siapa2. Tapi ayah baruku dan suami mbok,menenangkan ibu dan mbok,kata mereka banyak teman mereka di jakarta. Akhirnya 6 bulan setelah lulus sma,aku ke jakarta. Saat itu aku diantar suami mbok dan menitipkan aku disalah satu temanya yang kebetulan mempunyai tempat kost.

Baru seminggu tinggal,ternyat michael menemuiku,bahkan bersamanya aku mencari tempat2 kursus memasak. Selain bekerja,michael ternyata melatih  capuera,salah satu olahraga asli brazil. Hampir setiap sabtu minggu selalu bertemu,entah awalnya michael ragu,dan menyakan pendapatku tentang kehidupan gay. Aku bilang tak maslaha,itukan pilihan hidup,aku akhirnya berkata dengan sedikit berbohong,bahwa aku pernah menjalin hubungan setahun bersama teman sekelasku lelaki. Aku berbohong awalnya melihat film,lalu coba-coba dan akhirnya keterusan. Kami berpisah karean harus melanjutkan sekolah,kataku mengarang cerita. Michael sangat bahagia dan tak kusangka dia langsung menyatakan rasa sukanya padaku. Tapi dia meminta aku menutup rapat rahasia itu. Akupun setuju meski aku hanya senyum saja ketika ditanya apa aku menyukainya. Setelah itu micahel mengajaku ke apartemenya. Kami bahkan berenang dan akhirnya tampa malu,dia mandi telanjang dihadapanku. Tubuku bergidik melihat kontolnya. Benar kata ibu.lain sekali ukuranya dengan pria kebanykan.

Beberapa kali pertemuan,aku akhirnya meninap dan untuk pertama kalinya,aku bisa memegang kontol warna hitam itu. Tapi kami tak langsung bergubungan badan,aku  pura-pura takut karena ukuranya itu. Akhirnya saat kedatanganku berikutnya dia sudah membeli kontol2an yang mirip punya abi,hanya warna dan bentuk sedikit beda. Akhirnya setelah beberapa kali hanya menngunakan alat bantu saja. Akhirnya michael menacapkan kontolnya dipantatku. Sungguh saat itu air kental benngku terus mengucur. Lezat sekali kontol yang kurasa sangat kenyal dan besar sekali itu.

Entah,atas nasehat michael,aku akhirnya memutuskan untuk kuliah pariwisata,jurusan makanan. Aku berencana ambil diploma 3. Ibu sangat senang mendengar rencanaku,bahkan juga ayah baruku. Kegembiraan ibu bertambah,saat dia mengetahui bahwa dirinya hamil. Apalgi saat itu.mbok bilang bahwa suaminya mengajaknya pindah ke surabaya. Karena memang anak2 dari suami mbok sudah disana semuanya.Mbok akhirnya pindah ke surabya. Aku sendiri setuju toko itu di jual dan akhirnya memang dijual ke salah satu teman suami mbok.

Kami memang memulainya semuanya serba baru. Mbok akhirnya memulai lagi usaha barunya disurabaya. Dan tentu saja di bantu ibu. Ibu kemudian melahirkan satu anak lelaki berkulit sawo matang. Bahkan setahun kemudian ibu kembali hanmil anak lelaki lagi.Aku sangat bahagia dengan semua itu,tak kukira ayahku yang jelek secara fisik,jauh lebih bisa membahagiakan ibu ,bahkan aku dan mbok. Dibanding abi. Aku memang kemudian kuliah. Aku bahkan berbohong kepada ibu,bahwa aku pindah kost agar lebih dekat dengan tempat kuliahku. Ayah tak memaksa untuk datang ke kosanku,karena aku beralasan tempatnya kecil. Jadi jika dia ke jakarta dan kadang bersama ibu bahkan mbok,kami biasa bertemu di tempat penginapan.

Aku memang sedikit berbohong,karena sebenarnya,jauh sebelum aku kuliah,michael telah memintaku untuk tinggal bersamanya. Dan aku akhirnya menyetujuinya. Bersama michael aku mulai ingin menata masa depanku. Bersama michael,aku selalu merasa dicintai dan dilindungi. Bahkan akhirnya kami seperti suami istri yang mengejar cita-cita jauh dari sanak saudara. Dan bersama michael,aku selalu merasakan kenikmatan yang sempurna dan luar biasa. Mivahel bukan hanya menjadaikanku pelampiasan birahi bagi kontolnya yang sangat menakjubkan itu,tapi dia melakukan gairahnya dengan cinta dihatinya. Dan cinta itu dapat kurasakan dalam dekapan hangatnya dimalam-malam sunyi pebuh gelora birahi.. wisnu/b/magelang

~ oleh ceritalelaki pada April 27, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: