orang tua asuh (Bi)

tak kusangka hidupku berubah ketika aku menolong seseorang, dan ketika niat untuk menolong juga aku mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku.

Aku terlahir dari keluarga yang boleh dibilang sedikit kekurangan, di sebuah dusun yang penuh dengan persawahan. Bapaku seorang petani sewaan,sedangkan ibuku,hanya membuka warung mie instan kecil di pinggir jalan. yang boleh dibilang jarang sekali lalu lalang kendaraan. Walau demikian,hidupku kulalui dengan kesahajaan. Aku yang memiliki dua adik perempuan yang masih kecil,sehari-hari membantu ibuku atau kadang membantu ayahku jika dia minta.

Kisahku berawal ketika dipertengahan kelas 6 sd, ada sebuah mobil mogok tak jauh dari tempat kami berjualan. Kulihat seorang pria,berbadan bersih,berusia sekitar 35 tahun,keluar dari mobil dan berusaha mengesampingkan kendaraanya. Aku yang berjarak sekitar 200m, merasa tak tega melihatnya,lalu aku berlari kearah mobil tersebut . “saya bantu ya pak”kataku waktu itu,si bapak menganguk. Setelah mobil berada dipinggir,kulihat bapak tersebut menendang-nedang ban belakang. Kemudian dia membuka kap mobil depan dan sedikit asap mengepul disana. ‘wah,disekitar sini ada air gak ya?tanya si bapak. “ada pak,biar aku ambilkan?kataku.”jauh ga?katnya sambil melihat sekitar.”gak pak,diwarung sana ada sumur”kataku.”itu warung mie ya?biar bapak ikut”katnya, kamipun berjalan. Bapak tersebut membawa 2 botol besar bekas minuman kosong.

Akhirnya bapak itu,sebut saja pak arif, memesan mie,setelah itu dia ngobrol bersama ibu,dan kemudian sesaat kemudian saat ayahku datang,dia ngobrol bersama ayah,aku sendiri setelah menolongnya mengisi air ke botol, langsung duduk didalam warung. “kelas berapa de?katanya. “6 pak”jawabku. “oh,kirain dah smp,bongsor juga kamu ya?katanya,bapak hanya tersenyum. Kemudian dia asyik kembali ngobrol bareng ayah. Akhirnya ayh menolongnya menganti ban mobil,aku sendiri disuruh ayah mengembalikan cangkul,sekalian melihat adiku yang dijaga nenek.

Dari situ,aku sendiri tak tahu apa yang dibicarakan pak arif dengan ayah,yang jelas malam harinya bapak dan ibu kelihatan gembira. “do,kalo mau,kamu nanti ikut pak arif ke kota,beliau mau menyekolahkan kamu,sambil kamu bekerja”kata ayah.” Syukur ya do,akhirnya kamu gak usah takut gak bisa melanjutkan ke smp,tapi terserah kamu aja mau apa ga?begitu kata ibu. Entah,aku mesti senang atau tidak, yang jelas saat itu aku merasa hanya ingin bisa sekolah.

Singkatnya,setelah aku selesai mengikuti ujian terakhir kelas 6,bapak menelpon pak arif,dia bilang setuju. Pak arif sendiri akhirnya datang kembali,karena memang tugas dia sering keliling kota,saat itu pak arif membawa aku dan ayah bersama,untuk sekedar melihat tempat beliau. Sungguh,saat itu adalah saat perjalan jauh pertama ku dan juga ayah. Kami berkendara,dari ujung jawa timur,samapi pusat jawa barat. Aku bahkan sampai 2 kali muntah diperjalanan. Kami akhirnya samapi di sebuah perumahan yang lumayan besar,tapi sangat sepi,saat itu kami tiba sekitar jam 12 malam,aku sendiri sedang terlelap.

Saat pintu gerbang di buka,seorang wanita seusia pak arif,dengan ramah menyambut kami,kami tahu itu istrinya,karena pak arif bilang,di rumah mereka hanya berdua. “pegawai-pegawai lagi pulang”kata pak arif waktu itu. Bu arif adalah wanita cantik berkulit putih,dar badanya,aku tahu dia merawat tubuhnya,beda sekali dengan emaknya. Kami Cuma tinggal 2 hari,setelah itu kami pulang diantar pak arif ke stasion kereta. Kalo dari Surabaya,ayah sudah tahu jalan ke kampung sendiri. Saat pulang,bapak dibawakan oleh2 baju bekas yang masih bagus2 untuk bapak dan ibu.

Akhirnya, di waktu yang direncanakan,setelah pembagian ijazah,pak arif menjemputku, kali ini aku tak ditemani ayah. Ayah sendiri sudah tak kwatir,karena dia tahu alamatku. Setelah itu,akupun tinggal bersama pak arif, rupaya mereka sudah menyiapkan segalanya,dari langsungnya aku daftar di smp,sampai baju2 barupun telah ada dilemariku.

Minggu pertama,sungguh sangat berat bagiku,karena ini pertam kalinya jauh dari orang tua,tapi sikap bu arif yang sangat ramah dan memperhatikanku,membuatku sedikit terobati. Waktu itu,aku merasa sedikit heran,pak arif hanya tinggal sehari menemaniku,kemudian dia pergi untuk kerja,yang akhirnya aku tahu bahwa dia sales marketing diprusasahaan tekstil. Bu arif sendiri punya usaha sendiri,selain jualn baju,membuat asesories,juga souvenir2. Hal lain yang aku heran,rumah bu arif selalu sepi,tak ada pegawai,apalgi jika pagi dan siang hari,bu arif pergi ke rukonya,aku ditingal sendiri,ketika aku tnay kenapa gak ada orang,bu arif bilang sekarang pegawainya bekerja di ruko,jadi di rumah biar buat istirahat.

Aku sendiri asalnya kaget melihat situasi sekolahku,betapa ramai lingkungan sekitarnya,jauh sekali dengan kampungku. Tapi di tempat tinggal baruku,keadaanya selalu sepi,kata bu arif,orang2 banyaknya bekerja. Letak rumah bu arif yang termasuk paling dalam,menambah sepi suasanaya.apalagidisamping rumah bua arif,sepertinya hanya di jadikan tempat penyimpanan barang oleh pemiliknya,sendang di hadapan rumah,masih kavling2 kosong yang ada.

“kamu bisa naik sepeda kan,nanti dari sini kamu naik sepeda,nah di depan perumahan,kamu titipin sepedanya ke toko roti,ibu dah bilang kok,dia teman ibu,supaya kamu gak cape?katnya. “kenapa gak kesekolah pake sepeda aja bu?tanyaku. “jangan ah,disini angkutanya banyak yang seenaknya,taku kamu kenapa2,udah dari depan ke sekolah naik angkutan aja ya?katnya,aku akhirnya setuju.

Sunnguh,aku merasa beruntung,selain dapat bersekolah,akupun mendapat perhatian layaknya dari orang tua sendiri,walau pak arif sibuk,tapi bu arif sepertinya sudah menganggapku anak sendiri,apalagi memang belaiu belum dikaruniai anak,padahal pernikahan mereka berjalan hampir 10 tahun. Bu arif malah kufikir sangat memanjakanku,tiap pulang,dia selalu membawakanku makanan,bahkan dia mendaftarkanku untuk mengikuti les inggris,supaya tidak boas an di rumah,katanya. Malah beliau menyuruhku untuk bermain dulu sepulang sekolah,karena dia merasa kasihan,di komplek aku tak ada orang sebaya denganku.semau kebaikan bu arif,kubalas denag rajin membersihkan rumahnya. Bahkan mencuci piringpun aku lakukan. Hal itu membuat bu arif makin sayang. Aku malah diajarkan membuat asesories. dan biasanya aku mendapat upah untuk pekerjaan itu,walau aku menolak,tapi bu arif bilang,semua yang membantu membuat.pasti dapat upah,akhirnya aku membeli celengan.

Jika di ruimah,pak arifpun suka memperhatikan ku,dari sekolah,atau hal-hal lain,katanya jangan malu untuk bertanya atau minta tolong jika ada perlu.”kalo ada pr yang susah,tanya ibu aja?kat pak arif, “iya pak,aku suka tanya kok”kataku. Tapi seringnya pr ku sudah selesai sebelum samapi rumah. Hal itu membuat mereka senang. Hal lain yang kuperhatikan jika pak arif ada dirumah,tingkahnya selalu mesra terhadap bu arif,bahkan dimataku seperti orang yang baru pacaran,hal itu kadang membuatku agak risih,pernah suatu pagi ketika aku makan,dan bu arif mencuci gelas,pak arif merangkul dari bealang dan menciumi tengkuk bu arif,bu arif bilang malu dong dilihat aku, tapi pak arif bilang,gpp,aku kan sudah jadi anak mereka,gpp melihat orang tuanya mesra. Begitu katanya. Bahkan suatu malam,ketika aku hendak kencing,saat ku buka pintu kamar,aku mendengar desahan nafas bu arif di ruang tv,aku jadi gak jadi. Bahkan pak arif tak malu,ketika mereka bertiga nonton tv,pak arif menarik tangan bua arif,kemudian memeluk dan menciumi nya sambil berjalan masuk kekamarnya. Aku sendiri sudah merasakan apa yang akan mereka lakukan dikamar,kaena samar2 kudengar cekikan dari mulut bu arif. Kemesraan pak arif,lambat laun menjadi hal biasa bagitu.

Lalu,dipertengahan kelas satu,ketika aku selesai ujian,dan kebetulan hari raya,akupun dibawa pulang oleh pak arif,sungguh,itu kepulangan pertamaku setelah kuarng lebih 6 bulan tak bertemu keluargaku. Aku membawa oleh2 banyak terutama untuk adik2ku,”takutnya nanti pas kenaikan kelas,saya gak bisa bawa pulang?begitu jawab pak arif ketika ayah merasa bersalah karena sudah merepotkan pak arif.

aku pulang sekitar 2 minggu,akhirnya aku kembali ke rumah bu arif,sebelum kembali,bapak terus menasihatiku untuk mematuhi bapak dan bu arif,jangan mengecewakan beliau yang sudah baik,akupun berjanji pada ayah untuk tidak akan mengecewakan beliau. “jangn ssekali-kali menolak kalau dimintai tolong ya?kata yah waktu itu. saat pulang,bu arif memeluku seperti sudah lama sekali tidak ketemu,entah akupun merasa begitu juga.

Setelah aku kembali kerumah,lambat laun ada sedikit perubahan dari diri mereka,kulihat mereka tidak  malu2 lagi,bahkan saat berada di rumah,walau sebulan hanya sekitar2 atau 3 hari,pak arif sesekali pak arif suka keluar kamar mengambil minum,hanya mengenakan celana dalam. Bu arifpun sesekali mengunakan daster yang belahan dadanya rendah sekali,hingga setengah payudaranya keluar. Bahkan pernah saat siang hari,aku pulang sekolah,aku yang sudah diberi kunci sejak awal tinggal,langsung masuk,dan ketika aku hendak ke dapur,kulihat pintu kamar mereka terbuka,sungguh aku langsung kembali kekamar depan,karena kulihat pak arif telah telanjang diatas tubuh bu arif. Malam haripun kadang mereka seperti lupa mengunci kamranya jika sedang bermesraan. Kadang sesekali,bu arif pun suka masuk kamarku,ketika aku baru saja mandi dan hendak memakai seragam,biasanya dia mengingatkan makan atau membawa pakainku. Dia pun tak canggung lagi untuk merapikan bajuku,bahkan seleting celanaku,jika dia ras kurang rapi. Asalnya aku merasa risih,tapi lambat laun,aku merasa terbiasa juga. Sesekali bu aruif juga suka melamun jika pak arif tidak dirumah, biasanya dia hanya bilang kangen pak arif,dan langsung mengerjakan sesuatu kalau aku tanya.

Kira-kira kurang dari 2 bulan sebelum kenaikan ulangan kenaikan,bu arif mengajaku pergi,kami akhirnya pergi ke toko,dia menyuruhku memilih sepatu baru,padahal sepatu sekolah masih baru juga. “gpp,buat ganti2,supaya gak bosan”akhirnya akupun memilih,tapi tidahk hanya itu,dia membelikanku tas,baju dan celan jeans selutut.”besok kan kamu ulang tahun ya?katnya ketika kutanya kenapa dibelikan baju lagi,padahal yang lalu juga masih ada yang belum kepakai. Entah bagaiman perasaanku waktu itu,selama ini boro2 dirayakan,seringnya lupa dan lewat begitu saja. Tak henti2nya aku ucapkan terima kasih.

2 minggu setelah itu aku sedikit deman,mungkin karena masuk angin,bu arif terus berkata. ‘makanya nanti kalau hujan,jangan naik sepeda,naik beca aja,kan ibu dah bilang,biar sepedanya dititip”katanya, kulihat di matanya penuh kekawatiran,membuatku jadi tak enak,padahal menurutku,Cuma sakit biasa.

Esok harinya,aku di suruh mandi pake air hangat,setelah selesai,aku masuk kamar,aku baru saja memakai celana dalamku,ketika bu arif masuk,untung handuku tidak aku buka,fikirku saat itu. Kulihat bu arif membawa minyak kayu putih,dia menghampiriku,kemudian duduk di pinggir ranjang. “sini ibu gosok dulu badanya?katanya. “biar  aku aja bu”kataku. “kenapa?tanyanya. “gpp,malu”jawabku seenaknya. “kok sama ibu malu,jangan gitu ah”katnya,dia akhirnya membalurkan minyak kayu putih dipungungku, lalu dia membalikan badanku,giliran dadaku dia usap,”sini oerutnya juga”katnya.tanganya kemudian melepas handuk yang menutupi setengah perutku,saat itu aku benar-benar merasa risih,karena kemudian aku hany mengenakan celana dalam,tapi kulihat bu arif serius menumpahkan minyak ketanganya,lalu dia balurkan diperut,hingga mencapai bawah pusar,bahkan celana ku dia tarik sedikit,hingga ujung jarinya sedikit masuk. “udah,sana cepat make baju,terus makan”katnya,setelah dua tiga usapan pelan yang membuatku gugup. Aku buru-buru memakai handuk lagi.

Saat makan dia berkata. “awas ya,jangan malu lagi sama ibu”katnya,”mang kenapa malu”kataku. “gpp bu,dah gede aja,jadinya kayak bayi”jawabku. “oh,mang kamu dah gede ya?katnya tersenyum.”mang kamu sudah akil balig?katanya,aku mengangguk malu.”oh sejak kapan”katnya,di akhir kelas 6 bu?kataku. “oh iyah,kamu kan dah 13 tahun”katnya.

Dan setelah itu,bu arif jadi lebih sering meraba pundaku,menyakan,apa aku sudah sehat,bahkan ketika aku belajar di depan tv,dia memijit-mijit pundaku.mengusap tengkuku. Sungguh,aku meras geli,tapi aku menafsirkanya sebagai ungkapan ras sayangnya terhadapku,karena menurutnya,sejak aku datang,dia jadi tidak begitu kesepian. Dan hari itu saat aku belajar untuk ulangan kenaikan kelas, kami sedikit bercakap-cakap,sampi akhirnya,bu arif berkata. “do,kalau suatu hari ibu minta tolong,kamu mau gak tolongin ibu?katnya. “pasti bu,apapun,pasti aku bantu”jawabku. “bener?kalau ibu nyuruh kamu terjun dari gebteng”tanyanya snyum.”siap bu”jawabku.”walah,bener,gak takut patah”tanyanya. “gpp bu,ibu kan dan banyak nolong”kataku. “tar kalau bapak kamu tanya?.”aku bilang jatuh sendiri,bukan disuruh ibu”jawabku, bu arif tersenyum. “takutnya nanto kamu bnayk tanya lagi,kenapa ibu minta tolong”katnya. “gak bu,aku akn laksnakan,tampa bertanya apapun”kataku.

Sungguh,aku tak menyangka,bahwa pertanyaan itu,ternyata akan menjadi hal yang benar terjadi,walau sesunguhnya aku sudah sedikit lupa dengan percakapn tersebut.akhirnya ujianku selesai, seminngu setelah itu,aku mendapat undangan perayaan ulang tahun temanku,karena masih bebas,aku pulang agak pagi,sekitar jam 10 aku sudah sampai rumah. Jam 12 bu arif pulang. “jadi ke ulang tahunya,mendung loh,nanti panggil taksi aja ya?katnya. “gpp bu,masih lama jam 4,lagian kalo hujan gak usah aja?kataku. “ya jangan,kalo bisa pergi aja,kamu kan jarang pergi rame2 teman”kataku. Aku menganguk. Ternyat benar,jam 1 hujan turun,kulihat bu arif lebih banyak di kamarnya,kalaupun keluar dia hanya mengambil minum,wajahnya terlihat kurang sehat. Dia mengenakan kimono,dengan dada dibiarkan sedikit membuka. Aku akhirnya merangkai asesories. “do,mending nanti kamu ganti bajunya lebih awal,jangan mepet2,kalau berenti,langsung berangkat saja”katnya,aku mengangguk.”ibu sakit ya?katnya. “gpp,hanya rindu bapak”katnya,kemudian dia msuk kamar. Kira-kira setengah 3,aku mandi dan berpakaian,hujan masih turun,malah makin deras. “do panggil taksi aja ya?kudengar bu arif berteriak.aku cepat keluar kamar,kulihat bu arif berjalan ke dapur.”gak usah bu,kalau hujan terus,teman2 yang lain juga pasti batal”kataku.bu arif melihatku, “duh,ganteng banget”katnya,aku hanya tersenyum,aku mengenakan baju hadiah ultahku. Saat itu,entah,mataku melihat belahan kimono bu arif terlalu lebar,akibat talinya melorot,aku sempat malu,karena kulihat bu arif merapikanya.” Sini”katnya. Akupun duduk di sofa dekat tv,dia merapikan kerahku,dan kemudian menarik sedikit bajuku. Dia kemudian duduk disampingku,satu paha terlihat jelas.  “bu kayaknya gak jadi aja ya,malas,pasti di depan banjir” kataku. “terserah kamu aja,ya udah dirumah aja”katnya. Dia melihat wajahku terus,dan kemudian tersenyum,akupun tersenyum, “do,ibu mau minta bantuan,boleh”katnya,aku mengangguk. “tapi janji kamu jangan bertanya apapun”katnya,aku kembali mengangguk. “nanti kamu tidur dikamar ibu ya?katnya, aku mengganguk,karena pernah 2 atau 3 kali,aku mengerjakan accessories, kemudian menonton tv,lalu ketiduran dikamarnya. Tapi waktu itu,aku terbangun malam2 dan kemudian pindah,sementara bu arif masih terlelap. “tunngu sebentar,kamu selotin kunci pintu depan”katnya.dia kemudian berdiri dan masuk kamar, tak hanya 5 menit dia keluar dan berjalan,membiarkan kamar pintunya terbuka. Diantara kamr dan sofa, dia berdiri. “sini”katnya,aku menghampirinya dan berdiri di dekatnya. “bener mau bantu?janji gak tanya dulu,ya?katnya. aku mengangguk. Tanganya perlahan mendekati kancing bajuku,kemudian melepas kancing paling atasku,perlahan ke kancing berikutnya. Sungguh,fikiranku saat itu melayang,ada pertanyaan sederhana,mau apa bu arif,tapi aku kemudian berfikir,mungkin dia mau menyuruhku ganti baju. Aku tersadar dari lamunan,saat bajuku ditarik,hingga kancing terakhir keluar dari lilitan celanaku,perlahan dia melepaskan bajuku,lalu tanganya  membuka ikat pingganku dan kancing celanaku,lalu melebarkanya. Fikiranku makin tak karuan. Dia menurunkan celanaku hingga lantai dan kakiku dia angkat dengan tanganya,akupun mengangkat satu persatu kakiku hinnga celanaku keluar. Aku masih berdiri hany mengenakan kaos dalam putih dan celana dalam putih merk gt man.ke duanya masih baru,sama seperti pakainaku. Lalu dia menarik kaos dalamku keatas,aku mengangkat tanganku. “ya tuhan,apa aku mau dia telanjangi?tapi untuk apa?fikiranku terus tak karuan, dan benar saja,perlahan bu arif menurunkan sisa penutup tubuhku, aku sempat malu dan menutupi kemaluanku dengan satu tangan. Akhirnya celanakapun lepas,dia menarik tangan yang menutupi kemaluanku denagn tanganya dan menutunya kearah pintu kamarnya. Aku ganti tangan satuku kupakai menutupi kemaluanku. “kamu berbaring di bantal itu ya?katnya. aku melihat di ranjangnya hanya ada satu bantal terletak ditengah-tengah kasur. tampa bertanya aku mendekati ranjang dan berbaring. “iya gitu”katnya,saat aku perlahan terlentang di tengah ranjang. Satu tangan tetap kugunakan menutupi kemaluanku.walau sia2. Dia berjalan perish dihadapanku,berdiri didepan ranjang,kemudian dia membuka ikatan kimononya,jantungku berdetak kencang,sesat kusaksika dia hanya mengenakan bh dan celana dalam. Aku alihkan pandanganku ke langit2. “liat sini do”katnya. Perlahan aku kembali melihatnya. Satu persatu tali bh dia buka, kulihat bulu2 hitan Nampak dari celana yang tembus pandang,perlahan kontolku seperti bereaksi,aku cepat mengunakan tangan satunya lagi untuk menutupinya. Tpi ujungnya tetap tak bisa kututpi,karena gugup.“biarin,jangn ditutupin tangan”katnya,perlahan aku menurunkan tanganku disamping badanku.perlahan dia bembungkukan badan,tanganya menyentuh ujung ranjang,dia kemudian merayap mengunakan dua lututnya. Aku hany bisa diam menyaksikan liukan tubuhnya seperti ular yang mau memangsa.perlahan dia bergerak diantar dua kakiku,kulihat dia melebarkan jarak pahanya,hingga kakiku berada ditengahnya,wajahnua mendekatiku,lalu perlahan dia merapatkan tubuhnya hingga dadanya menyentuh dadaku,lalu kurasakan bulu-blunya merapat di kemaluanku,sambil bergerak pelan.kemudian dia mencium keningku. Dia tersenyum sambil mnekan kemaluanku denan momoknya,rasa geli menjalar tubuhku,aku tak bisa berbuta banyak,tiba-tiba bibirnya mencium bibirku,dan perlahan melumatnya,saat itu kurasakan sat tangan meraba kemaluan dan perlahan kurasakan tangannya mulai memberdirikan kontolku. Sunnguh,tubuhku terus bergetar dan keringat mengucur didadahiku,perlahan kurasakan kontolku memasuki lubang hangat,nikmat sekali,hinnga tak kurasa aku manarik nafas ku, ahh,kutahan nafasku.pinggul bu arif kulihat bergerat pelan,meninbulakan gerakan hangat.akhirnya,aku tak kuasa,tanganku aku kepal, dan ahh,ahh, aku tak kuat menahan nafasku, kuarsakan kontolku berdenyut hebat,sambil mengeluarkan saiaran diadalamya momoknya.bu arif tersenyum,membasuh dahiku. Sesaat dia mengulingkan badanya disampingku. “maafkan ibu ya do?katnya,aku hany tersenyum. ‘kamu diam dulu aja”katnya,dia kemudian bangkit,berjalan keluar dan kembali membawa handuk kecil dan minuman. Dia memberiku minuman itu,sementara ku minum,handuk dia lapkan di kontolku,rasa dingin menerpa kemaluanku. Dia mengambil satu bantal lagi,dan menambahkan di bantalku,kami tiduran berdampingin,dengan tubuh tampa busana.tanganya kemudian meraih remote tv,dan menyalakanya. Aku sempat terkesiap,karena ternyat adegan mesum langsung Nampak di tv. “maafkan ibu ya do,ibu rindu bapak,tadi ibu liat,gara itu,ibu jadi nyusahin kamu,kamu boleh ngomong kok .”katnya. “gpp bu,aku gak marah kok”kataku pelan. Malah mungkin didasar hatiku paling dalam aku menikmatinya. “ibu tadi liat kamu make baju itu,cakep bgt”katnya. Aku hany senyum,perlahan kurasakan tanganya mulai meraba-raba pusarku,mataku terus tertuju pada adegan yang baru pertama kalinya aku liat.”kontol kamu kepalanya gede ya do,nikmat”katnya,aku hany senyum,kulihat kontolku mulai bereaksi lagi,dan bulunya msih jarang walau sudah hitam.perlahn badan bu arif bergerak turun,hingga wajahnya pas dekat kontolku,kemudian dia menciumnya pelan,lalu dia mulai mengulum kontolku,percis seperti yang ada di tv,aku sempat menarik nafas beberapa kali lantaran geli,samapi kurasakn kontolku kembali keras.”do,ibu mau lagi bisa?katnya. “iya bu,bisa,terserah ibu”kataku.dia tersenyum lalu membarinkanbadan disampingku. “tapi kamu diatas ya,kayak itu”katnya menujuk tv,aku menurut,perlahan aku bergerak,satu bantal bu arif gunakan menganjal pantatnya. Dan kemudian,denagn bantuan tanganya kontolku dia arahkan ke lubang momoknya,dan hups,kontolku langsung masuk.”bu,takut bapak datang”kataku sesaat setelah kontolku masuk. “gak do,dia di jawa’kata bu arif sambil memgang pinggangku dan mengerakanya maju mundur,akhirnya tamap bantuanyapun,aku bisa mengerakan kontolku maju mundur.sesekali bu arif mendesah sambil mengankat kakinya tinggi-tinggi,sesekali aku memegang pergelangan kakinya. “pantatmu keras juga do”katanya,aku hany diam dan hanya terus memju mundurkan kontolku,karena kurasakan makin dalam kontolku masuk makin nikmat. Gemuruh petir bergelegar,seiring desah nafasku diata tubuh bu arif,peluh terus membanjiriku,diiringin desahan panjang dan dekapan erat bu arif,samapi akhirnya akupun terjerambab diatara payudarnya yang telah basah aku lumati sambil kemudian kakiku mengejang. “bu,oh,bu…”desahku saat itu.”terus keluarin do,gpp,terus”katnya,sambil mendekapa leherku erat. “do,ibu sayang kamu,kamu gak marah kan”tnayana. “gak bu,bener’kataku. “nanti kalau ibu mau lagi”gmana.”ibu bilang aja,tapi aku takut sama bapak bu”kataku. “gpp,do,tenang,lagian salah dia sering ningalin ibu”katnya berusaha menenagkanku.

Hari itu,untuk pertama kalinya,aku mandi dikamar mandi bu arif,bu arif memandikanku,akhirnya kami saling mengosokan badan. Hanya selang 2 hari,kami melakukanya lagi,kali ini di ruang tengah,saat itu aku sedang nonton,dan dia terus naik,aku hanya mendiamkanya saja. Hari-hari selanjutnya,dengan mudah kami mengulanginya,bahkan kami berdua telanjang bulat berjalan,berpelukan,didalam rumah. Sampai akhirnya,hampir satu bulan,saat yang kuresahkan datang,pak arif pulang,aku hany diam di kamar,dia meminta maaf karena liburan panjang aku tak dapat pulang, tapi aku bilang gpp. Pak arif hanya sehari bermalam,dan kemudian pergi lagi. Bu arif bertingkah seperti tidak  ada apa2,hanya kudengar mereka sering tertawa didalam kamar. Sungguh,liburanku kuhabiskan hanya dengan desahan hawa nafsu. Sampai akhirnya masa kelas 2 ku baru berjalan 2 minngu. Pak arif kembali pulang,kali ini 2 hari sebelum pergi, dia berkata kepadaku. “makasih ya sudah menemani dan membahgiakan ibu,’katnya. Aku sedikit aneh,apa dia curiga terhadapku. Begitu pak arif pergi,bu arif berkata. “do,bapak sebenarnya dah lama punya istri baru,dia malah sekarang punya bayi,makanya jarang sekali pulang”kat bu arif,ibu arif bilang,dia menyetujuinya,karena bu arif belum juga bisa memberinya keturunan. Aku merasa ibu. “ibu tenang,kan ada aku”kataku waktu itu,membuat dia tersenyum.

Dan kemudian suatu hari pak arif kembali pulang,sikapku sudah tak merasa canggung lagi,malam itu kami asyik menonton tv,sampai akhirnya,bu arif berjalan kekamarnya. Pak arif mendekatiku. “do,bapak mau minta tolong?katnya tersenyum.”apa pak,air?kataku melihat gelasnya yang kosong.”bukan,sini”katanya,aku mengikutinya  dan masuk kekamarnya.kulihat bu arif berbaring mengenakan baju tidur  panjang,denagn satu tali dan belahanya sangat bawah,putingnya tercetak jelas,sepertinya dia tak mengenakan bh.pak arif yang berkaos oblong dan bercelana pendek,naik keranjang dan mendekap bu arif. “sini,naik ranjang”kata pak arif,aku sempat heran tapi aku kemudian duduk disamping. ‘kamu jangn kaget ya,bapak sudah tahu kok hubungan kamu sama ibu,bapak gak marah,malah terima kasih”katnya tersenyum,lalu bangkit dan membelai rambutku. Sungguh,aku tak mempercayai yang aku dengar. “kamu jangan cerita ke siapa2 ya?katnya,aku mengangguk. “mala mini ibu katanya ingin sama kmu”kata pak arif,fikiranku makin kacau,tapi kemudian bu arif mengankat baju tidurnya,momoknya Nampak kemudian.pak arif mengankat badanku hinnga bergeser mendekati ibu,perlahan kepalaku di dorong mendekati momok bu arif,bu arif memegang kepalaku,dan meletakan bibirku pas kemaluanya,sementara pak arif langsung menjilati tete bu arif,akupun akhirnya menjilati momok bu arif,sesaat kulihat pak arif menurunkan celanaya,kontolnya yang lebih panjang dibandingku,langsung dia arhkan kemulutnya,setelah itu dia berbaring disamping bu arif. “do bapak hisap dong”katnya,aku sempat kaget,tapi bu arif tersenyum,gpp,gini nin,kayak ibu kekamu,katnya,dengan terpaksa aku akhirnya mendekatkan wajaku ke kontolnya,kurasakan asin dan aneh,tapi aku tak begitu peduli,karena kurasakan bu arif mulai menurunkan celanaku dan menjilati lubang pantatku,kontolku langsung makin mengeras,kulihat pak arif malan menekan kepalaku,hingga tenggorakanku ingin muntah,tiba-tiba pak arif bangkit,bu arif kembali terlentang. Pak arif,melepaskan bajuku,kemudian celanaku,setelah itu dia melakukanya pada pakaianya,bu arifpun melepaskan bajunya,akhirnya kami beriga telanjang bulat,pak arif memeluku dari belakang,dia menciumi leherku,dan meremas lembut teteku.”udah nanti dia kburu keluar”kat bu arif,akhirnya pak arif memegang lembut kontolku,dan mengarahkanya ke lubang momok bu arif,sesat dia ke laci meja mengambil sesuatu dan kembali.kurasakan dia menjilati pantaku,dan kemudian,tanganya membalurkan sesuatu di pantatku,rasanya dingin,pertama kurasakan jarinya mendorong pelan masuk duburku,aku merasa sedikit sakit.kemudian kurasakn kontolnya mulai menempel di pantatku. Bu arif hany diam memdekapku,sampai akhirnya kurasakan pak arif mendorong kontolnya berusaha masuk. “pak,jangan sakit”kataku. “gpp,tenang aja”katanya.”iya tenang,pelan-pelan pak”kata bu arif,lambat laun dorongan kontolnya makin kuat,aku hendak bangkit,tapi bu arif mendekapku erat,rasa sakit perlahan mendera pantatku,tapi rasa geli di kontolkupun terasa campur aduk,akibat terdorong kelubang momok bu arif. Pak arif makin kuat menekannnya,dan akhirnya,lambat laun,dia mulai meaju mundurkan kontolnya di pantatku.hentakan pak arif,disambut goyangan lembut pinggul bu arif,menjadikanku gelagapan,dan akhirnya kurasakan spermaku tumpak.saat itu pak arif terus menggenjotku denag dua tangan menekan erat 2 bibir pantatku,hingga akhirnya diapun terjerambabt di punggungku. “duh enak,duh enak”hanya itu yang keluar dari mulut pak arif. Pak arif membersihkan badanku dengan kain.tv dinyalakan,dan adegan porno di putar,kami semapt minum,dan menonton,aku hany diam saat pak arif memeluku dan menciumiku. Akhirnya kira-kira setengah jam kemudian,pak arif mengulum kontolku. “kasian,ibu belum puas’kata pak arif.sunnguh,kuluman pak arif tak kalah nikmat di banding bu arif,akhirnya kontolkupun berdiri,perlahan aku kembali mengauli bu arif,sesaat giliran bu arif di sodok pak arif,tidak hanya itu,akupun di suruh menyodok pantat bu arif,sementara momoknya,pak arif yang menggenjot. Kami terus mengenjot bu arif,samapi akhirnya,akupun terkulai,kemudian pak arif menuyusul.

Malam itu,malam yang menjadi momen tergelap dalam hidupku, setelah itu,tiap ada pak arif,kami main bertiga. Bahkan pernah ketika bu arif belum pulang. Kami hany melakukanya berdua.ketika suatu hari bu arif pulang,dan melihatku telah di genjot pak arif di meja makan,bu arif hanya tersenyum dan berkata, “wah,gak nungu ibu”katnya. Kami hidup seperti di negeri atah berantah,jauh dari ketakutan dan norma. Lama-lam,aku tahu,ternyata,aku bukan ank asuh pertama mereka,sebelumnya telah ada,tapi mereka tak pernah bilang sudah berapoa anak,bahkan aku secara tak sengaja mendengar,setelah aku lulus smp dan kembali, sudah ada beberap anak yang akan dipilih untuk di asuh mereka.

Ya,memang berdasarkan kesangupan pak arif,aku di biayai hany semasa smp,setelah itu aku kembali ke kampungku. Melanjutkan sma,pak arif tetap membantu biaya poko sekolahnya saja. Aku sendiri tak tahu akan hal itu,ayahku yang tahu.yang ternyata sudah dibicarakan jauh2 hari

Akhirnya kupun lulus smp, aku kembali ke keluargaku. Semua rahasia aku simpan baik2. Sejak itu,aku tak pernah lagi bertemu dengan bu arif, diakhir kelas 1 sma, pak arif datang dan memberiku uang sekolah. Aku sempat menyampaikan salamku dan bilang rindu kepada bu arif sambil bisik2. Setelah itu,kami tidak pernah bertemu lagi. Tinggal aku melaui malam-malamku merindukan mereka berdua…terutama merindukan bu arif….dodo/lumajang

.

 

 

~ oleh ceritalelaki pada November 24, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: