tuna rungu (BI)

Aku terlahir sebagai seorang yang mempunyai kekurangan.  Karena hal itu,baru sekitar umur hampir 9 tahun,aku baru dimasukan ibu ke sekolah khusus.Sejak kecil,aku tak mengenal sosok ayah,baru sekitar di kelas 4 sd,setelah ibuku sakit keras,beliau baru datang. Tak lama setelah itu,ibu meninggal dan aku akhirnya diambil oleh ayahku. Ayah kemudian memperkenalkanku kepada istrinya,bu dewi. Tapi hanya kira-kira 2 bulan tinggal dengan ayah, ayah memutuskan untuk pergi ke Malaysia menjadi tenaga kerja. Akhirnya atas kesepakatan bersama,kami pindah kerumah orang tuanya bu dewi di sebuah daerah perkampungan transmigrasi yang lumayan terpencil. Jarak kesekolahku menjadi lebih jauh,tapi aku tak mengeluh.

Saat aku dipertengahan kelas 5 sd,aku mengalami mimpi basah,sungguh,waktu itu hal tersebut sangat membingunkanku,aku sebenarnya ingin tahu mengenai hal tersebut,tapi bingung mau bertanya pada siapa.hal itu rutin terjadi hampir sebulan sekali,bahkan tak jarang sebulan 2 kali,hanya rasa malu yang ada pada diriku,karena aku menyangka aku kembali ngompol.untungnya,bu dewi atau nenek,tidak pernah bertanya jika pagi2,aku cepat2 mencuci speriku.nenek biasanya hanya tersenyum,sedang bu dewi ayik dengan kegiatanya.hal yang lain yang membuatku bingung,daerah kelaminku mulai sering terasa gatal,dah ada bulu2 halus mulai Nampak disana.

saat dipertengahan kelas 5 itu pula,ada yang berubah dalam diri bu dewi,dia jadi agak sering rutin ke kota,setelah beberapa bulan kelihatan murung ditinggal ayah,biasanya dia sebulan sekali kekota,untuk membeli keperluan sehari-hari,atau mengambil uang kiriman ayah,tapi akhir2 ini agak rutin,bisa sampai 3 ataw 4 kali,wajahnyapun berubah ceria.sampai akhirnya,secara tak sengaja,aku melihat bu dewi telah dipeluk seorang pria,saat aku menungu mobil selepas pulang sekolah.aku tak tahu yang terjadi.

Dan aku tak bisa bertanya.hingga akhirnya diakhir kelas 5,aku melihat ada seorang perempuan datang kerumah bersama seorang pria mengunakan motor,aku tak tahu apa yang terjadi,tapi bisa kulihat wanita itu marah kepada bu dewi,bahkan dia menampar muka bu dewi.saat itu nenek sedang tidak ada dirumah,dia sedang pergi ke pasar hendak bertemu orang yang biasa membeli sayuran hasil kebun kami.sehari-hari nenek memang berkebun,meneruskan pekerjaan yang biasa dia lakukan bersama suaminya.

Setelah kejadian itu,kembali bu dewi jadi sering berada dirumah,nenek sepertinya tidak tahu kejadian ditamparnya anaknya tersebut.beberapa minggu kemudian,kulihat wajah bu dewi tak jarang murung dan kusut.liburan kenaikan kelas,aku habiskan dengan membantu nenek di kebun,hal yang memang biasa aku lakukan,halaman yang luas kadang menjadi tempat aku menghabiskan hari-hariku,kadang aku mengerjakan kerajinan anyaman tugas dari sekolah,atau memancing ikan di sungai yang memang berada tak jauh dari rumah.aku bisa merasakan angin menerpa wajahku,melihat burung terbang,atau melihat air yang bening.tapi aku sama sekali tak mengetahui bagaimanakah bunyi mereka,gambaran yang kadang diberikan oleh guru sekolah,tak membantu sama sekali.hanya hening yang kurasakan,walau kulihat dunia penuh warna.

Sampai akhirnya.kira2 3 bulan kelas 6 berjalan,siang itu,aku sedang tertidur ditengah rumah,rumah panggung itu hanya memiliki 2 kamar berukuran kecil,barang2ku aku taruh dikamar depan,kamar yang biasa ditempati bu dewi,sedang aku memang biasa tidur diruang depan kamar,mengelar kasur tipis.nenek sedang tidak berada dirumah.saat terlelap,aku mersakan mimpi yang aneh,entah bagian vitalku kurasakan nikmat,kurasakan desakan-desakan pelan menjalar,samapi desakan itu makin kurasa kencang dan nyata,aku membuka mataku,aku kaget,karena kulihat bu dewi telah berada diatasku,aku hendak bangkit,tapi tangnan bu dewi menahan dadaku,kemudian telunjuk dia rapatkan di bibir, kemudian dia membuka mulutnya mengatkan aku untuk diam,kulihat mulut bergerak mengucapkan kata diam dan taka pa-apa,aku hanya menurut,karena aku merasakan nikmat yang belum pernah  rasakan.kemudian kurasakan tangan bu dewi menurunkan celanaku hingga paha,membuat dia lebih leluasa menekan-nekan tubuhnya ke alat vitalku.samapi akhirnya desakan yang datang dari dalam kontolku terjadi,sesaat kemudian aku merasakan kontolku mengeluarkan air,seperti mimpi tapi jauh lebih nikmat,bu dewi tersenyum kecil,dia terus menekan pantatnya,hingga kurasakan ngilu,aku bilang sakit.dia akhinya menarik tubuhnya menjauh,merapikan baju dasternya,aku sempat melihat burungku yang terkulai,saat aku menaikan celanaku kembali.kulihat mulut bu dewi bergerak mengucapakan kata,aku untuk jangan bilang ke nenek,aku mengangguk,dia menyruhku mandi.saat kembali,kulihat wajah bu dewi sudah tidak begitu kusut.saat itu usiaku belum genap 14 tahun,tapi saat itulah aku mulai mengenal kenikmatan berhubungan badan.

Kejadian itu,membuat fikiran makin dipenuhi rasa yang tak menentu,nenek sama sekali tidak curiga,walau akhir2 ini,bu dewi jadi lebih memperhatikanku,kira2 semingu kemudian,hari minggu,saat nenek ke pasar.bu dewi kembali bertingkah,padahal waktu itu ,hari masih pagi.dia menariku kedalam kamarnya,aku hanya berdiri saat dia menuruhkan celana ku,dan kemudian mencium kontolku,aku hendak menghindar,kembali dia mengucapkan kata tak apa2,kurasakna giginya mengunai kontolku dan aku menarik kontolku keluar dari mulutnya.aku kaget,saat perlahan dia satu persatu membuka penutup tubuhnya,perlahan dia pun mengucapakan,kamu juga buka,aku diam saat dia mulai membuka seluruh pakainku,tanganya kemudian menarik kontolku,dan menempelkanya di memeknya,perlahan kontolku mulai bergerak dan mengeras,dia tersenyum,dia kemudian dia terbaring dikasur dan menyruhku mendekat,paha dia buka lebar-lebar,saat tangan yang memegang kontolku,dia dekatkan ke memeknya,masukan ke sini,katnya saat kulihat mulutnya bergerak,aku menurut,saat  tanganya menuntun kontolku memasuku daerah kelaminya,sungguh,hangat,nikmat dan geli kurasakan saat kontolku mulai masuk ke lubang itu,makin kumasukan kontolku,rasa nikmat makin menjalar,sampai akhirnya,kontolku masuk semua,perlahan tangan bu dewi memegang pinganggu,maju mundur,aku mengikuti gerakan tanganya,dan sungguh,kenikmatan makin menjalar tubuhku,sesekali kulihat mulutnya terbuka,tapi aku tak mengerti apa yang dia ucapakan.aku terus memaju mundurkan kontolku sampai kemudian akupun mengangakan mulutku karena gejolak yang akan keluar dari kontolku,bu dewi meletakan jarinya di mulut,kemudian menutup mulutku yang ternganga,mungkin aku bersuara keras,saat tangan bu dewi menutup mulutku,kurasakan detak jantungku makin cepat dan tidak beratutasan,kemudian tubuhku terjerembab hingga dadaku menekan payudara bu dewi,kontolku berdenyut hebat,sambil mengeluarkan air didalam kemaluanya.aku terus menekankan kontolku.

Aku kemudian bangkit,memakai bajuku,saat aku membawa handuk,bu dewi menarik tanganku,aku melihat bibirnya,beregerak,mandinya nanti,makan dulu,aku menurut,selesai makan,mungkin hanya 15 menit diam,karena aku masih tidak diperbolehkan mandi,aku kembali ditarik kekamarnya.aku menurut,saat kembali celanaku ditariknya dan aku disuruh terlentang,kembali dia mengosokan memeknya kekontolku dan perlahan kontolku mulai bangkit,sesaat dia kemudian memasukan kontolku,dan bergerak seperti kejadian pertama.aku terus memperhatikan wajahnya,kadang matanya tertutup,kadang mulutnya menganga,aku merasa heran,kenapa sekarang aku agak bisa menahan gejolak,tidak seperti yang pertama tadi,tapi tetap saja dapat kurasakan jantungku berdenyut cepat.lama sekali bu dewi berada diatasku,peluh makin deras mengalir dilehernya,begitu juga tubuhku,makin terasa panas,kemudian bu dewi terkulai lemas diatas tubuhku,tapi saat itu aku merasa makin ingin,aku terus menekan-nekan kontolku agar makin dalam masuk,bu dewi  memeluk tubuhku erat,kemudian tubuhnya menarik tubuhku,hingga posisinya berbalik,aku makin leluasa ,memaju mundurkan kontolku,aku memeluk tubuh bu dewi erat,tanganya seakan hendak menajuhkan tubuhku dari tubuhnya,tapi aku malah makin mendekap erat karena alat viatalku makin kurasakan gatal dan aku tak mau menghentikan gerakanku,akhirnya dia menyerah tidak berusaha mendorongku menjauh,kulihat mukanya meringis saat tanganya memeluk errata pundaku,aku terus menggenjotnya,dia ingin menjauhkan memeknya dari kontolku,hal itu membuatku makin mengencangkan gerakaku menusuk memeknya,kurasakan memeknya sangat basah,sepertinya dia sudak kecapaian,tapi aku tak mempedulikanya dan terus menggenjotnya,aku sendiri merasa heran,kenapa airku tidak juga keluar,setengah jam aku menngenjot,kulihat bu dewi makin banyak meringis,bahkan kukunya menekan punggungku,akhinya,aku pun memeluknya erat sekali,saat air yang kutunggu-tunggu keluar juga.kurasakan nikmat yang sangat. Budewi mengijinkanku untuk mandi,dia mengucap terima kasih,sambil mencium pipiku. Aku merasa aneh,karena selama ini dia belum pernah menciumku.

Bu dewi makin memperhatikanku,bahkan sesekali suka iseng meraba kontolku,saat nenek tidak memerhatikan atau agak jauh dari kami,bahkan jika nenek tengah asyik menyiram sayuran,tak jarang bu dewi  menyruhku berdiri disamping jendela kamarnya,sambil menyruhku memasukan kontolku ke memeknya sambil berdiri,sementara dia memperhatikan nenek dari jendela,walau tak memeberiku kepuasan maksimal,tapi aku selalu menuruti kemauanya,karena kadang akupun menginginkanya,tapi karena nenek sering dirumah,menjadikan kami tidak leluasa melakukanya.nenek memang jarang sekali keluar rumah,biasanya dia keluar,hanya untuk membeli bibit,atau pupuk,atau menemui pembeli hasil kebun kami,dan itu sangat jarang.

Hingga akhirnya,suatu saat,mungkin bu dewi sudah merasa tak kuat,malam itu saat dia yakin nenek sudah terlelap,dia menariku kedalam kamar,dia wanti-wanti,kalo nenek bangun,aku keluar dan pura-pura mengambil selimut,aku mengangguk,perlahan akupun berbaring disampingnya dengan kontol sudah sangat keras,dari cahaya temaram lampu dari depan rumah,kulihat  du dewi tersenyum,saat perlahan aku memasukan kontolku kedalam memeknya,sesekali bu dewi menutup mulutku dengan tanganya saat mulutku ternganga,aku tahu,mungkin aku mengeluarkan suara yang ribut.aku mengerakan tubuhku naik turun perlahan,keinginan yang berhari-hari aku pendam,kulampiaskan malam itu,dan malam-malam seterusnya.

Tak terasa hampir 6 bulan aku dan bu dewi melakukan hubungan itu,hingga akhirnya,aku naik ke smp,tak ada perubahan yang dramatis di pendidikanku,karena lingkunga sekolahku hanya itu-itu juga,hany waktu itu,ada satu guru baru,selain mengajar matematika,pak agus,sebut saja begitu,juga mengajarkan kerajinan memahat,kerajinan yang sebenarnya sangat aku sukai,tapi karena keterbatasan guru pengajar,jadi tak bisa kami perdalam.selain itu ada beberapa murid baru dari sd2 lain,dan rata2 murid2 wanita banyak yang menyukaiku,karena menurut teman-teman dan bahkan guruku,aku murid tertampan disekolah tersebut.saat pertam beretemu pak agus,aku langsung menyukainya,selain tampan,dia juga ramah,sehingga hati anka2 gampang kepincut olehnya,apalgi anak-anak perempuan,guru wanita pun banyak yang suka.

Perubahan yang dramatis,justru terjadi pada sikap nenek,dia jadi jauh lebih sering berada didekatku,terutam jika bu dewi tak ada di rumah,dia bahkan ingin menyuapiku,hal yang selama ini tak pernah dia lakukan.bahkan setelah dia melihat luka dipundaku,saat itu aku membersihkan cangkul dikali,dan aku tak tahu dia sudah berada di belakangku,saat dia bertanya kenapa,aku hanya bilang kena ranting,tapi dia hanya tersenyum.,dia jadi berani  memeluku,asalnya aku berfikir,mungkin rasa sayang dia terhadapku. Tapi saat dia menjamah kontolku,waktu itu aku hany mengankan handuk,dan menekan kontolku karena gatal,dia bertanya,kenapa,sambil tanganyapun meraba daerah kemaluanku,aku bilang gak apa2.semua tingkahnya membuatku heran,atpi kembali aku tak bisa menemukan jawabanya.

Akhirnya,tingkah aneh neneku terjawab juga.hari itu hari jumat,dan aku tidak bersekolah,aku memang jarang masuk,jika hari jumat,karena jam sekolahku sebentar,jadi karena rumahku jauh,aku jadi jarang masuk,dan guru2 sepertinya memakluminya,dan kebiasaan itu berlanjut hingga awal smpku. Belum seminggu aku menginjak tahun ajaran baru.saat itu,bu dewi membeli keperluan sehari-hari,aku baru hendak mandi,saat didalam kamr bu dewi,aku menganti celanaku dengan handuk,aku memperhatikan buluku yang makin Nampak hitam,ada rasa gatal,dan aku mengaruknya,dan entah,perlahan kontolku bangkit,saat aku mengusap-usap batangnya.tiba-tiba pundaku disentuh oleh tangan,aku kaget,dan merapikan handuku,kenanap,ucap bibir nenek,aku mengeleng,jangan digaruk nanti luka,ktanya,baru kusadari,neneku hanya mengenakan handuk sedada,diapun hendak mandi,aku bilang nenek dulu aja. Dan aku pun duduk dikasur,yang tergelar dibawah lantai kayu,sesaat aku mulai mengaruk lagi,dan memperhatin,tiba-tiba aku merasaada orang berdiri disampingku,aku menoleh,nenek tersenyum, dia kemudian melepas handuku,mengusap-usap kontolku,diusap jangan digaruk,bibirnya berucap,dan aku membaca gerakan bibirnya.jangan,ucapanku,gak apa-apa,jangan malu,kamu aja mandi duluan,ucap bibirnya,akupun bangkit,merapikan handuku,aku berjalan,nenek mengikutiku dari belakang,tapi saat melintas kamarnya,neneku menarik tanganku kedalam kamarnya,aku hanya menurut,aku sempat kaget saat dia melepas handukunya dan kemudian menariku ke kasurnya,diantara keherananku,perlahan aku menuruti kehendaknya,saat dia mulai menarik kontolku mendekati badannya,aku jadi tahu apa yang diinginkanya,hal yang sama yang sering bu dewi minta dariku,dan entah,akupun hanya bisa menuruti kemauanya.

Sejak itu,aku biasa melakukan hubungan dengan mereka,jika nenek tidak ada dirumah,bu dewi yang meminta aku berhubungan badan denganya,begitu juga sebaliknya.

Di sekolah,kadang aku jadi suka melamun,walau guru2 lain tak meyadarinya,hanya pak agus yang kadang bertanya ada apa,aku hany menggeleng.hubunganku dengan pak agus memang dekat.

Tapi lama-lama,aku makin terbiasa,kenikmatan yang kurasakan dari menyetubuhi,baik bu dewi,ataw nenek,malah membuatku makin larut.bahkan,sepertinya mereka sudah saling tahu sama tahu.aku bahkan sudah tidak tidur diluar lagi,seringnya bersama bu dewi,kadang bersama nenek. Bu dewi saat main dengan ku,tidak pernah menutup mulutku lagi,bahkan saat aku bilang,nenek sepertinya belum tidur,dia hanya bilang gpp.pernah suatu malam,saat aku main yang ke dua kali,bu dewi sepertinya kewalahan,dia memintaku berhenti karena tidak kuat,aku sempat ngambek,tapi dia kemudian mengelus pipiku,dia berucap,kamu tidur ma nenek aja sana,katanya,akupun pindah,karena biarahiku yang masih tinggi,perlahan aku peluk nenek yang terlelap,kemudian aku buka kain nenek,nenek terbangun,tapi dia hanya tersenyum dan membiarkan aku menggumulinya.

Birahi nenek memang tidak begitu menggebu,dalam sebulan dia paling meminta aku menyetubuhinya hanya sekali,tapi kadang,kalau hasratnya sudah timbul,suka tidak tahu tempat.pernah satu kali,saat aku membersihkan cangkul disungai,yang memang sepi,dia menemaniku,saat aku mandi,dia langsung menarik tubuhku,dan mengangkat kainya,akupun menyodoknya dipinggir sungai. Walau jarang birahi,tapi main bersama nenek,member sensasi yang lain,dibanding bu dewi yang biasanya hanya didalam kamar saja.

Disekolah,pak agus menjadi guru yang paling akrab denganku,bahkan jika asalnya hanya pulang sekolah dia mengajaku naik motornya,karena kebetulan searah,hingga aku hemat satu kali naik mobil,akhirnya,saat berangkat sekolahpun dia menyuruhku datang ke rumahnya,hingga aku bisa bareng dan mengirit ongkos dan waktu.walau kadang aku datang terlalu pagi,tapi dia sepertinya tidak keberatan.kebersamaan kami makin erat,karena hobi kami yang sama,yaitu memahat kayu.

Tapi yang membuat aku makin nyaman bersamnya,adalah aku bisa bertanya hal apapun,hal itu terjadi karena,pernah pada suatu hari pak agus bertanya,kamu pasti sudah akhir baliq,aku tidak mengerti,akhirnya dia menerangkan tentang mimpi,dari situ,aku mulai terbuka menayakan hal-hal  yang terjadi pada seorang remaja,dia bahkan memberiku buku bacaan tentang itu,dia hanya tersenyum,saat aku lebih suka menghabiskan bacaanku daripada tujuan awalku untuk lebih dalam lagi belajar ilmu pahat.

Dia bahkan datang kerumahku,dan meminta ijin bu dewi dan nenek,supaya sekolahku yang sering libur pada hari jumat,untuk mengijinkanku menginap dirumahnya pada hari kamis,supaya jumat,aku tidak sering bolos,bu dewi dan nenek tentu setuju.walau akhirnya,seringnya aku malah pulangnya hari minggu sore.saat pertama datang,pak agus sungguh kaget melihat rumahku yang lebih jauh dari perkiraanya,bahkan dia kaget betapa jauhnya aku harus berjalan kaki,pantes kaki kamu pada keras,katanya,aku hanya tersenyum.

Pak agus,makin lama makin tidak canggung terhadapku,dia sering merangkulku dan mencium pipiku,aku sendiri,merasa kehadiranya seperti menggantikan ayah yang kasih sayangnya tidak pernah aku rasakan,bahkan aku jadi sadar,ternyata hanya beberapa bulan saja aku tinggal bersama ayah,sebelum akhirnya dia pergi lagi.aku sendiri jadi tahu dari cerita pak agus,dia memang ingin mengabdi untuk anak-anak yang mempunyai kekurangan,dia sebenarnya anak orang kayak,asalnya dia mengajar di jawa,tapi semenjak bapaknya meninggal,ibunya telah lebih dulu meninggal,dia harus kembali kekampung halaman,mengurus usaha yang diwariskan bapaknya,karena dia satu2nya pewaris tunggal,selain toko2 yang dia kontrakan,dia juga punya perkebunan,yang dia serahkan untuk dikelola oleh pamanya.dia sendiri lebih suka mengajar.

Asalnya,kasih sayang pak agus kurasakan bukan suatu keanehan,tapi setelah hampir mendekati masa ujian semester pertama kelas satu smp,aku sedikit merasa aneh,saat tidur,dia sering memeluku erat,bahakn lama-lama,kurasakan daerah kemaluanya menempel dipahaku,seperti sengaja dirapatkan,dan aku tahu kemaluanya itu sering perlahan mengeras.

Saat itu,aku memang sudah minta ijin nenek untuk tinggal dengan pak agus,sehingga masa ujianku bisa lebih mudah,itupun asalnya ide pak agus.seminggu setelah ujian selesai,pak agus memintaku untuk tinggal untuk membantunya memeriksa tes anak sd,karena diapun mengajar di sd bekasku,yang memang bersebelahan dengan smp ku,aku setuju.

Tapi justru hari terakhir ujianku itu,merupakan awal baru bagi pengalamn lain dalam hidupku.malamnya,dia sepertinya terus memperhatikanku,saat aku tanya kenapa,dia hanya berucap,aku membaca bibirnya,keahlian yang makin lama makin aku kuasai,kamu tampan,ucap mulutnya pelan,aku hany senyum,dan terus asyik melihat gambar2 lukisan,pahatan,patung2 dan lain-lain koleksi pak agus.

aku memang lebih menyukai melihat buku2,daripada menonton acara tv,yang hanya berisi gambar2 bergerak. pak agus kemudian mencoleku,kamu mau lihat gambar seru?mulutnya membuka,aku mengangguk,dia kemudian memperlihatkan majalah,dari sampulnya,sudah bikin aku kaget,gambar wanita hanya mengenakan celana dalam tipis,hingga bulunya keliatan,dan tanpa penutup dada,aku terpana,kurasakan tangan pak agus mengusap pundaku,dia menggerakan tanganya,memberi isyarat,gpp,buka aja,akupun mulai membuka. Sungguh didalam buku majalah itu membuat jantungku bergerak kencang,gambarnya lebih berani,bukanya hanya wanita telanjang,bahakn ada gambar lelaki sedang menindih wanita,denagn berbagai macam gaya.

Majalah belum selesai aku lihat,kurasakan ada tangan menyentuh kemaluanku yang tampa aku sadar,sudah mengeras,aku melirik pak agus,dia hanya senyum.gpp,kamu liat aja majalahnya,katanya,aku menurut,tapi lama-lama,rabaan tangan pak agus,berubah menjadi pijatan-pijatan halus dikemaluanku,aku berusaha focus melihat majalah,bahkan aku balik-balik lagi kehalaman awal. Aku sempat menggeser duduku saat kurasakan tangan pak agus seperti akan membuka kancing celanaku.gpp,tenang,bapak Cuma ingin liat aja,katanya,akupun pura-pura membuka kembali majalah,

Aku tak tahu harus berbuat apa,hanya diam, saat kemudian kurasakan kuluman dikontolku,sungguh rasa itu lebih nikmat dibanding saat bu dewi melakukanya,kira-kira 5 menit,kurasakan lumatan nikmat diujung kontolku,aku menarik celanaku,karena aku merasa ada sesuatu yang akan keluar,walau sebenarnya ingin aku lanjutkan.”kenapa?ucap pak agus,aku hanya mengeleng.”mau ada yang keluar ya?tanyanya,aku mengangguk,gpp keluarkan aja,katnya,aku kembali mengeleng,tiba-tiba tanganya mengemgam pipiku,bapak sayang kamu,katnya,kemudian perlahan dia mendekatkan bibirnya dan menciumku,aku hanya diam dan senyum,selama ini,biasanya bibiku yang menjadi tempat dia mendaratkan ciuman,tapi inilah pertama kalinya bibirku di cium orang.diapun kembali mencium bibirku,lama sekali,sesekali bibirku dihisapnya,dan kadang tanganya meraba kontolku,aku hany diam menerima semua ulah pak agus kepadaku.dan sesaat kemudian,kontolku kembali menjadi sasaran mulutnya,tidak hany itu,saat merasa aku hanya terpejam,dia bahakn mengulum bijiku,sesekali kurasakan lidahnya diujung lubang pantatku,dan sungguh,kurasakan nikmat luar biasa,sapai akhirnya,aku berusaha menjauhkan kontolku,karena kurasakan air mani,akan keluar,tapi pak agus malah  mengikuti gerakan,dan member isyarat dengan tangan,gpp,dan kemudian,akupun mengelinjang,kurasakan semprotan air maniku didalam langit-langit mulut pak agus,saat kubuka mataku,kulihat pak agus tersenyum,dan mengancung jempolnya,dia berlari mengambil handuk,kemudian mengucap kontolku,dan merapikan celanaku.kontol kamu gede ya,ucapnya,aku hanya tersenyum,bapak tidak jijik,tanyaku,dia mengeleng,bapakan sayang kamu,katnya,aku hanya senyum,saat aku bertanya,kok bisa bapak menghisap kontolnya,karena sama-sama lelaki,kataku,dia pun menerangkan,katnya dari jaman dulu,laki-laki bisa berhungan dengan lelaki,bahkan bisa lebih enak dan gak takut hamil,buktinya,kamu enak gak,aku hanya tersenyum dan mengangguk.

Saat makin larut dan selesai melakukan pemerikasaan beberapa hasil test,kami tidur,tapi pak agus kemudian memberiku majalah yang lain,gambarnya hampir sama,tapi pak agus kemudian berucap,laki dengan laki juga bisa gituan,katnya sambil menunjuk gambar,masuknya kesana,katanya,aku perhatikan,aku baru sadar ketika pak agus bilang itu kan masuknya ke lubang pantat,aku tanya apa tidak sakit,kata pak agus awalnya sakit,tapi sedikit,lama-lama pasti suka,terus pantat lebih enak,lebih rapat,katnya.tangan pak agus kemudian meraba kontolku lagi,dia tersenyum saat tahu kontolku sudah mengeras.badan kamu keras ya,katnya,aku hanya diam,dia perlahan membelai rambutku,dan kemudian menciumiku lagi,ada rasa senang aku diperlakukan begitu,kita buka baju aja ya,panas,tanganya member isyarat,aku tak mengiyakan,hanya diam dan menurut saja ketika pak agus membuka pakainku,tapi kemudian celanakupun dia buka,aku berusaha menutupinya dengan selimut.jangan malu,katnya,kemudian dia juga membuka seluruh pakaianya,aku langsung melihat kontolnya yang telah mengeras,dia kemudian menjauhkan selimut dari tubuhku,dan merapat keatasku,hingga kontol kami berdempetan,dia mengerak-gerakan pinggulnya,menekan kontolku,saat itu,bibirnya kembali mengulum bibirku,tapi kemudian dia bergerak,dia seperti duduk didadaku,kontolnya dekat denagn daguku. Coba,katanya sambil mendekatkan kontolnya kemulutku,gpp,katanya,perlahan aku membuka mulutku, rasa asin yang pertama kurasakan dilidahku,sebelum akhirnya kontol itu bergerak maju mundur, sesaat kemudian dia menjauhkan kontolnya dan mulutnya yang mendekati kontolku,dia melumat seluruh kelaminku,bahkan hingga lubang pantatku.dia kemudian berdiri dan mengambil sesuatu di laci,kemudian cairan bening itu dia lulurkan kekontolku,sesaat kemudian dia melulurkan cairan itu ke jarinya kemudian kepantatnya,aku hanya diam,dan memperhatikan yang dilakukan pak agus,sesaat dia mulai berusaha memasukan kontolku ke lubangnya,fikiranku teringat gambar yang baru dilihat,aku tak banya gerak,hanya memdiamkan semua yang dilakukan  pak agus,perlahan kurasakan kontolku memasuki lubang yang sangat sempit,benar kata pak agus,lebih susah masuk di banding masuk ke memek bu dewi atau nenek,saat kontolku masuk semua,kulihat mulut pak agus menganga lebar,dia mengerakan pantatnya naik turun,jepitan itu,membuat kenikmatan yang luar biasa dikontolku,kira-kira 10 menit,pak agus memeluk tubuhku,dan memintaku berbalik,dia kemudian menganjal pantatnya sambil mengangkat kakinya lebar,aku tahu apa keinginanya,setelah dia menujuk lubang pantatnya,akupun kemudian menusukan kontolku ke lubang pantatnya,sesaat akupun mengenjotnya,kulihat tanganya mengocok kontolnya dan hanya dalam hitungan detik,cairan kental mengucur deras dari kontolnya,dia mengemgam wajahku,dan menyakinkan aku membaca bibirnya,enak sekali win,enak,ucapanya,aku sebenarnya ingin terus menggenjot,tapi pak agus sepertinya sudah kewalahan.dia menuruhku berbaring,dan menganjal pantatku dengan bantal,dia kemudian mengulum kontolku,kurasakan sati jarinya bermain dilubang pantatku,awalnya kurasakan aneh,tapi makin lancar gerakan jari itu,dibarengi makin kuat hisapan mulut dikontolku,makin nikmat kurasakan.ransangan itu seperti menjalar keseluruh tubuhku,sampai akhirnya,akupun mengeluarkan spermaku. Aku heran,biasanya yang kedua bisa lebih lama lagi,tapi dengan cara pak agus,sepertinya spermaku tak bisa lama-lama aku tahan didalam. Sebelum kami terpejam pak agus sempat bilang,terima kasih.

Minggu siang,aku diantar pulang,sebelum memasuki daerah perkebun,dia memberiku uang,katanya untuk jajan,aku asalnya menolak,karena selama ini,tak jarang dia mentraktirku dikantin.tapi dia memaksa dan memasukan kekantongku,buat nanti ongkos ambil rapot aja,katnya,aku memang berencana tidak akan masuk,sampai pembagian rapot.”ya sudah,buat ongkos aja ya,lagian disini mau jajan dimana,katnya melihat sekeliling hanya tanah yang luas,tapi jangan lupa,sabtunya pagi,ke bapak dulu ya?katnya,aku menganguk. Nenek mengucapkan terima kasih,sebelum pak agus pergi,dia melambaikan tangan kepadaku,aku terus melihat kepergianya,hingga tubuhnya hilang ditikungan. Dari tas,aku mengeluarkan makanan ringan yang dibelikan pak agus.bu dewi dari kemarin belum pulang,kata nenek,saat aku melihat kamarnya kosong.akhir-akhir ini,dia memang kembali jarang dirumah,katanya ada kerjaan membantu teman.nenek terus memeluku,nenek kangen,katanya.aku tak sempat mandi dulu,karena nenek terus menarik badanku,akhirnya sore itu,mesti agak lelah,aku layani keinginan nenek.

Hari selasa bu dewi baru kembali.dia sama sekali tidak mengagnguku,padahal sudah lebih dari 2 minggu,dia tidak memintaku mengumulinya.hari rabu,bu dewi kembali pergi.saat sabtu subuhpun,aku hendak ke sekolah,dia belum kembali.belum jam 7,aku sudah sampai ditempat pak agus,dia langsung merangkulku,seperti bertahun,tahun tidak ketemu,aku hany diam,dan menuruti gejolaknya,pagi itu,kembali kami bergumul.

Sorenya dia kemabli mengantarku pulang,dan berjanji kalau ada waktu,akan main ke tempatku.saat liburanku yang lamanya kuarng dari 3 minggu.bu dewi belum pulang juga. Entah memasuki masa liburan itu,belum pernah aku merasa sebosan saat itu.bu dewi bahkan sering pergi,memasuki minggu pertama liburan,keinginanku melakukan hubungan intim mulai merasuki fikiranku,saat itu,bayangan pak agus yang sering hadir difikiranku.masih kurasakan geli dipantatku,saat mandi sesekali aku meraba-raba lubang pantatku.akhirnya,sore itu,aku masuk kamar nenek,yang baru selesai mandi,nenek sebenarnya menolak karean cape setelah seharian dikebun,tapi karena aku paksa,akhirnya dia pasrah,belum tuntas birahiku,nenek keliatan sering meringis,saat mulutnya bilang,ada orang,katanya.aku lupa bajuku teringgal dikamar sebelah,saat keluar,aku hany mengenakan kain,bu dewi sudah masuk dan tersenyum melihat diriku telanjang dad dan berkeringat,dia tentu tahu yang kami lakukan.dia meletakan kantong di dapur.sudah,sana,masuk lagi,ucapnya,sambil menunjuk bawah sarungku,aku baru sadar bahwa kontolku masih tegang dan membuat sarung berdiri.saat aku mau masuk,nenek sudah keluar dan berpakain. Entah apa yang diperbincangkanya,mereka hanya senyum2,aku menghampiri mereka ke dapur,bu dewi senyum dan pergi kekamranya,aku menarik tangan nenek,tapi dia ucap,masuk sana aja ,katnya,gpp,katnya,akupun masuk kamar bu dewi,kangen ya?ucapnya,aku mengangguk,aku kemudian merangkulnya,aku cape,katnya,atpi aku tak peduli,akhirnya dia psrah,membuka celana yang dikenakanya.setelah selesai,aku kemudian hendak mandi,didapur nenek hanya senyum seolah tak terjadi apa2.

Hanya kira2 2 hari,bu dewi sudah pergi lagi,sungguh,aku merasa kespian,apalgi saat keinginaku hadir,nenek tidak bisa memberiku kepuasan yang kuinginkan.

Sampai akhirnya,hari jumat sore,saat liburku tinggal 3 hari,pak agus datang,asalnya dia hanya berkunjung,tapi akhirnya aku ikut bersamanya,dan nenek tidak keberatan.

Sore hari,kami sampai dirumah pak agus,setelah mandi,aku disuruh makan,saat santai setelah makan,pak agus merangkulku,kangen,ucapnya,aku hanya senyum,dia kemudian menariku ke kamrnya,aku diciuminya,sampai akhirnya,dia membuka seluruh pakaianku,aku disuruh tengkurep,perlahan kurasakan lidahnya menjilati lubang pantatku,sungguh,aku merasa geli,tak lam,dia kemudian beranjak sebentar,tapi kemudian kembali lagi,sekarang,selain jilatan lidah,kurasakan ada cairan dingin membaluri lubang pantatku,kemudian kurasakan jari tanganya mulai berusaha masuk ke pantatku,kupejamkan mataku,tak lama kurasakan tubuh pak agus menindih punggungku,dia menciumi pipi dan leher belakangku,setelah itu,kurasakan ada benda tumpul berusaha masuk lubang pantatku,asalnya aku diam,tapi saat benda itu makin berusaha masuk,kurasakan sakit pada lubang pantatku,aku berusaha bergerak,tapi tubuh pak agus menindihku kuat,ku palingkan muka menghadap mukanya,sambil kuucapakna sakit,tapi kulihat mulut pak agus berucapa,gpp,tenang,sakitnya bentar,katanya,dia makin beringas,aku beusaha bangkit,tapi tak kuat,kubuka mulutku lebar,saat kurasakan benda itu makin dalam masuk kedalam tubuhku,kurasakan sesak,sakit,mual,ketika benda itu mulai naik turun dilubang pantatku,kurasakan badan pak agus makin basah dipungguku,aku hanya bisa memjamkan mataku,dan tak lama,pak agus mendekapku erat,akhirnya kurasakan ada cairan hangat membasahi lubang pantatku.tak lamu kurasakan pak agus mulai mengisap kontolku,rasa sakit dipantat perlahan hilang,apalagi saat jarinya mulai menusuk2 lubang pantatku kembali,kurasakan geli yang amat sangat,sampai akhirnya cairan kentalpun mengucur dari ujung kontolku.

Sejak saat itu,tak jarang pak agus mengulang perbuatanya,menyodomiku,aku sendiri lama-lama jadi menikmatinya.pak agus tidak hanya memberiku kepuasan,tetapi saat ayahku telat mengirim uang,dia yang membayariku iuran untuk sekolah.hingga keresahanku tidak dapat membayar uang sekolah,tidak larut mengangguku.

Aku jadi betah berada dirumah pak agus,sesekali aku memang melayani bu dewi atau nenek,tapi bersama pak agus,aku tidak merasa sebagai pelampiasan hawa nafsu,tapi kasih  sayang dapat kurasakan saat pak agus menyentuhku.bahkan ketika sahabat jauh pak agus datang,aku menyetujui ajakan pak agus untuk melayani nafsu dia dan sahabatnya.sungguh,menerima sodokan 2 kontol secara bergatian,memberikanku kenikmatan yang luar biasa,apalagi saat satu kontol menusuku,dan satu mulut menghisap kontolku,membuatku seperti melayang diawan.3 hari aku melayani mereka tampa henti,saat pulang,sahabat pak agus memberiku uang.

Tapi,tiba-tiba,setelah lebih dari setahun melakukan hubungan terlarang dengan pak agus,bu dewi,bahkan nenek,ayah tiba-tiba pulang,dia berbicara serius dengan nenek,kemudian dia berbicara kepadaku,bahwa ayah dan aku akan pindah,saat aku bertanya apa nenek dan bu dewi ikut,ayah mengeleng,aku bertanya kenapa,ayah menjawab dengan gerakan bibir yang pelan,bahawa mereka sudah pisah atau bercerai.akhirnya aku tahu dari ayah bahwa selama ayah pergi,bu dewi selingkuh.

Ada rasa penyesalan dalam diriku,karena selama bu dewi merasa kesepian,akulah salah satu yang menjadi pelipurnya.yang membuat aku kaget,ternyata ayah membawaku pindah jauh ,meningalakan Kalimantan,kami pindah ke semarang.aku sempat menyelesaikan kelas 2 ku dulu,sebelum akhirnya pindah.yang terberat bagiku adalah ketika berpamitan dengan pak agus,aku dan ayah sengaja datang kerumahnya,ayah mengucapkan terima kasih atas bantuan pak agus selama ini,pak agus minta ayah untuk selalu memberitahukan keberadaanku,dimanapun kami berada,ayah setuju.aku menerima bungkusan dari pak agus,isinya baju dan uang,kulihat mata pak agus memerah saat dia menuliskan alamat rumahnya dan memberikan kepadaku,dan mengingatkan aku untuk sesering mungikn member kabar,dimanapun aku berada.aku setuju,saat pergi dia menyelipkan amplop di celanaku.

Sejak itu,ayah tak pernah lagi jauh dari sisiku,dia membawaku kemanapun dia pergi.ternyata ayah sudah setahun pindah ke semarang,di semarang,dia sudah mempunyai kekasih,seorang wanita,yang usianya 5 tahun lbh tua dari ayah.dia sebenarnya orang jogya,mempunyai usaha jualan kain.hany setahun aku tinggal di semarang,menyelesaikan kelas 3 smpku,akhirnya kami pindah ke jogya.ayah kemudian menikah dengan bu laras,wanita tampa anak,yang selama ini dekat dengan ayah.bu laras sangat baik,langsung menyukaiku,dan memperlakukanku seperti anak sendiri.

Kepindahanku,asalnya mengagetkanku.suasana di jawa sungguh berbeda,diaman orang sangat banyak dan jauh lebih rame daripada ditempat asalku.sekolah luar biasa nyapun memberi beragam pilihan kegiatan,tapi aku makin memperdalam pahatan kayuku.di jogya,bahkan hasil2 kreasi anak yang mempunyai kekurangan,bias dijual hingga menghasilkan tambahan,aku jadi ingat dulu pak agus cerita tentang kegiatan anak2 luar biasa di jawa.keahliankupun makin berkembang,karena dukungan dari bu laras,tak segan dia menyuruhku belajar langsung dari pengrajin2 yang dia kenal,dan membelikanku alat2 yang aku perlukan.hingga keahlianku makin maju pesat.hasil karyakupun selalu laku terjual,hingga aku lama-lama,bisa membeli bahan eperluan untuk kerajinanku sendiri.

Tapi,dilubuk hatiku,aku selalu merasa kesepian,tak jarang rasa sepiku aku curahkan lewat surat,dan kukirimkan kepada pak agus.lama sekali  aku tidak berhubungan badan dengan orang,membuatku sangat tersiksa,masturbasi yang pak agus ajarkan,tidak membuat aku merasa tenang,bahkan membebaniku.sebenarnya banyak orang yang ramah kepadaku,tapi aku tak berani lebih jauh,takut salah.

Sampai akhirnya,aku mengenal leni,wanita anak kenalan bu laras,yang sering mengambil kain,asalnya aku hany membantu mengirimkan kain ketempatnya,tapi lama-lama,kami makin akrab.meski usia dia 3 tahun lebih tua dan telah lulus sma,tapi badanya mungil,masih seperti anak2 sekolah,selain itu,dia terbilang wanita yang genit.dan suatu hari,saat aku mengantarkan barang kerumahnya,rumahnya sedang sepi,seperti biasa,dia menggodaku,tapi kali ini aku tidak diam,saat tanganya bergelayut di pundaku,aku balas memeluk punggungnya.sampai akhirnya dia mencium bibirku,aku membalasnya,aku menurut saat dia mengajak kekamarnya,diasana dia menciumi pipiku dan bibirku.aku membalasnya,tak terasa kami sudah bergumul diranjang,dan setan telah masuk ke dalam jiwaku,leni asalnya diam saat aku meremas bahkan mencium payudaranya,dia membiarakan kancing dasternya aku buka,malah dia sempat mereba-raba daerah kemaluanku,tapi saat aku mulai meraba daerah kemaluanya,dia sepertinya hendak menjauh,leni hendak berontak,tapi aku malah menidih badanya hingga dia susah bergerak,perlahan kau tarik celanaya dengan pakas,setelah itu aku buru membuka seleting celanaku dan mengeluarkan kontolku,dia berusaha bergerak,tapi badan dan tenagaku yang jauh lebih besar,membuat dia tak kuasa  menahan gejolak nafsuku,akhirnya dengan paksa,aku berusaha memasukan kontolku ke memeknya,dia berontak,tapi hal itu malah memberikan kenimatan yang luar biasa,walu susah yang kurasakan,aku tak putus asa,akhirnya,aku dapat leluasa menggenjot leni,pemberontakanya perlahan mengendur,akhirnya,dia hany pasarah saat kontolku terus menggenjot memeknya,dan kemudian,akupun mengejang hebat diatas tubuhnya.aku sempat kaget saat melihat ada darah diujung kontolku,tapi aku ingat buku yang pernah aku baca tentang keperawanan.memek leni,memang jauh lebih nikmat dari bu dewi,fikirku saat itu.leni masih menangis saat aku pulang.

Aku sendiri tak memikirkan apa2,hanya rasa puas yang ada dalam benaku,tapi sejak itu,leni tak pernah mau menemuiku lagi.

Tapi kemudian,di jogya aku diberi alamt oleh pak agus,dia memberikanku teman kenalanya dulu.aku pun datang ketempatnya,darinya aku dapat berkenalan dengan seorang pemuda tampan,tapi setelah 2 kali berhubungan badan,aku tak menemuinya lagi.karena  dia ingin mengajaku untuk menjajakn diri.dan aku tak mau.

Akhirnya aku mengenal pak wawan,seorang pedagang juga.asalnya aku kadang menagih uang suruhan bu laras,tapi karena tokonya menjual kerajinan juga,aku diperbolehkan menitip kreasiku.pak wawan hitam manis,dengan perawakan kekar,dia hampir setahun ditinggal pergi istrinya karena selingkuh dengan lelaki lain.dia kadang memberiku masukan tentang barang yang dicari konsumen.lama-lama kami makin akrab,sampai akhirnya,sore itu,saat aku datang kerumahnya untuk menagih uang.saat memberiku uang,kulihat dia memukul-mukul pundak.dia bilang pegal,akupun menwarkan diri memijat pundaknya.akhirnya,dia cerita,kadang dibantu dengan tulisan,bahwa dia sering merasa pusing tak karuan,akibat ditinggal istri,katanya,aku hanya senyum,dia bilang,mungkin aku belum tahu,karena belum merasakan ditinggal istri.tapi aku berucap,pasti rindu sex nya,pak wawan tertawa sambil mengangguk.sampai akhirnya,saat aku iseng memijat pahanya,dia hanya diam.kulihat celanaya mumbul,tanda kontolnya bangun,aku berucap,tuh kenapa,dia bilang,biarin aja,mungkin ingin dipijat,katnya,boleh,kataku,sambil langsung meremas,pak wawan hanya tertawa.pake minyak supaya gampang,kataku,gpp,tanyanya,aku mengangguk,diapun mengambil minyak kelapa di piring kecil.pak wawan hanya diam saat pahanya aku pijat,tapi sesekali aku raba kontolnya.dia memjamkan mata dan tersenyum,buka?kataku,dia hanya diam,tapi membiarkanku menarik celanaya,kontolnya hitam legam,dan jauh lebih besar dari pak agus,aku terus menatapnya,kumainkan dilenganku,pak wawan hany diam dan senyum,dia diam saat akupun membuka celanaku,aku kemudian naik diatasnya dan menekan-nekan pantatku,diapun tak diam mengoyangkan pinggulnya seperti sedang senggama.dia agak kaget saat aku berucapa,pak,mau masukan?kataku,gpp,kataku,aku kemudian berbaring dikarpet,menganjal pantatku dengan bantal kecil yang ada dikursi,pak wawan sedikit heran,tapi mungkin birahinya sudah menguasainya,akhirnya perlahan diapun mengarahkan kontolnya ke pantatku,perlahan dia melakukan itu,takut aku kesakitan,tapi setelah aku tersenyum dan memainkan putingnya,dia makin berani,akhirnya sore itu,dia menggagahiku,bahkan samapi 2 kali,sungguh,kenikmatan yang dulu kurasa,seolah datang kembali,pak wawan berkata,inilah pertama kalinya berhungan dengan lelaki,aku sendiri bilang,dulu di Sumatra,dia melakukanya dengan teman akrabnya,tentu saja aku bohong.sejak itu,pak wawan mengisi hari-hariku dengan kenikmatan,kami seolah sangat cocok.

Selain itu setelah lulus sma,aku berkenalan dengan seorang eksportir kerajinan,seorang indo Italy,yang menjual barang2 kerajinan ke luar negeri,aku tak merasa kesepian,walau pak wawan telah beristri kembali,orang itu menggantikan posisi pak wawan.selain membantuku menjual hasil karayaku,dia juga menjadi teman disaat-saat sepiku.

Saat berusia 22 tahun,aku menikah dengan seorang wanita normal dan cantik,meski awalnya kedekatanku ditentang oleh orang tuanya,tapi akhirnya mereka menyetujui hubungan kami,karena memang hubungan kami sudah terlalu jauh,2 tahun kemudian,aku dikarunia seorang putri cantik,syukur dia terlahir normal.

Aku juga pernah bertemu kembali dengan pak agus,saat beliau main ke jogya,dia tidak berubah,hanya badanya sedikit kurus,tapi sisa-sisa ketampananya masih ada,saat bertemu,kubiarkan dia menggauliku sepuanya,demi hutang budiku terhadapnya.selain,aku memang masih berhubungan dengan ekspotir tersebut,sesekali pak wawanpun kadang datang menikmati tubuhku……(kiriman asmin/kutai )

~ oleh ceritalelaki pada November 7, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: