tari (g)

•April 27, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kala itu,awal mulai berkembangnya tv-tv swasta,bahkan di kotaku mulai ada tv local. Dan dalam beberapa tayangan selalu ada penari2 yang mengiringi seorang penyanyi. Hal itu yang awalnya menjadikan sebuah ketertarikan bagi kakakku untuk ikut kursus tari. Waktu itu usianya sekitar 6 tahun atas saran saudara2 ibu,akhirnya kakaku di ikutkan dalam kursus balet. Sejak itu sesekali ibu mengajak aku untuk melihat kakak perempuanku berlatih tari.

Kami memang hany dua bersaudara,aku keturunan cina,usiaku 2 tahun lebih muda dari kakaku.ibu dan ayahku bekerja.   Karena keseringan mengantar kakak,dan ibu lihat lumyan banyak juga anak lelaki yang ikut latihan,akhirnya saat usiaku hampir 6 tahun,ibu mengikut sertakan aku juga latihan.  Sebenarnya aku sama sekali tak antusias,beda dengan kakakku yang akhirnya sering kali dia diikutkan dalam beberapa pertunjukan. Tapi mungkin untuk memudahkan ibu,yng memang mempunyai usaha sendiri,dalam merawat kami,akhirnya aku terus diikutsertakan dalam kursus balet itu,agar selalu bersama kakaku,hingga memudahkan beliau ketika menjemput kami,karena mempuntai aktivitas yang sama. Aku memang selalu disekolahkan di sekolah yang sama dengan kakakku. Hinnga mudah bagi ibu untuk memantau kami. biasanya ibu hanya mengantar kami sekolah pagi. Setelah sekolah,kami diantar tukang becak langganan ke tempat kursus,setelah itu baru ibu menjemput kami di tempat kursus.

Meski malas,tapi aku terpaksa ikut berlatih,hingga tak terasa,sudah hampir 3 tahun,aku mengikutinya,hingga aku benar2 merasa jenuh. Tapi kemudian,aku tertarik pada anak2 yang berlatih tari salasa dan tango. Karena menurutku gerakanya lebih cepat. Akhirnya ibu menyetujui aku mengikuti kelas tari lain,karena tempatnya memang berdekatan,hanya waktunya sedikit berbeda.tapi aku tak betul2 meninggalkan balet,karena kadang aku selalu melihat dan menunggu kakaku selesai berlatih,bahkan tak jarang aku dijadikan patner latihan di rumah oleh kakaku.

Sampai kemudian,kira-kira 1,5 tahun aku mengikuti latihan salsa dan tango,ditelivisi makin banyak orang yang menari tarian kontemporer,semacam hip hop dan lainya. Bahakn di kotaku selalu saja ada kompetisi menari. Dan memang tarian kotemporer itu lebih menarik minatku,karena banyak gerakan yang lebih menantang,apalagi tarian seperti break dance. Aku akhinya kembali meminta kepada ibu untuk berhenti dari kursus yang aku ikuti. Ibu tak keberatan. Akhirnya akupun mulai bergabung dengan sebuat group tari yang lumayan terkenal dikotaku.

Dasarku yang kuat dalam tari,memudahkan aku beradaptasi dengan jenis tarian baru ini. Bagi sebagian teman kursusku,mungkin sedikit sulit melakukan salto,atau gerakan akrobatik lainyya,tapi bagiku tidak,karena memang saat berlatih balet,aku tak jarang melakukanya.  Kelenturan tubuhkupun bagus,hingga aku mudah menyerap semua pelajaran yang di berikan. Akhirnya,hanya berselang satu tahun,aku selalu diikutkan dalam pentas2 yang diadakan oleh group Tariku. Dan tak jarang aku selalu ditempatkan didepan,dan memperlihatkan sedikit aksi2 akrobatiku.

Usiaku saat itu,belum 12,aku memang bukan yang termuda diantara anak-anak kecil lainya. Memang pada dasaranya,saat itu kursus tari yang aku ikuti dibadi dalam 2 kelompok,anak-anak dan dewasa. Biasanya anak2 dibawah 14 tahun,diikutkan dalam katagori ini. Dan diatas itu.dikatagorikan sebagai golongan dewasa. Dan dibanding katagori anak2,golongan dewasa memang jauh lebih banyak pesertanya. bahkan kadang tak jarang ada yang berlatih berkelompok,hanya untuk mengikuti ajang2 yang biasanya ada di kota kamu,atau juga hanya sekedar undangan2 dari panitia tertentu.

Dan saat itu,ada satu group yang sangat menarik perhatian anak2,dan seolah semua ingin bergabung dengan group itu. Group itu didirikan oleh adik pemilik tempat kursus itu. Sebut saja bang pram,pria berusia sekitar 20 tahun itu,awalnya membantu kakaknya dalam melatih anak anak menari. Tapi disamping itu,dia mendirikan group sendiri,dengan mengambil anak-anak didikan tempat itu yang dianggap berbakat.  Kadang group ini mengikuti ajang2 kompetisi local,dan sesekali suka mendapat juara,hingga semakin mengenalkan eksistensi group ini. Tapi semua anggota group ini mayoritas beusia diatas 15 tahun,hingga akhirnya aku harus mengubur dalam-dalam keinginanku untuk bergabung.

Tapi rupaya kesempatan itu terbuka lebar. Saat aku baru saja menginjakn kakiku di awal masa smp ku,saat itu usiaku sekitar 13 tahun kurang. Group itu mengadakan audisi. Awalnya audisi ini diadakan untuk memback up penari inti saja,atau bila mungkin untuk tampil di undangan2 yang diterima,jika kebetulan group intinya juga ada pekerjaan.Atas saran guru Tariku,walaupun kami dari golongan anak2,yang dirasa mempunyai teknik dan tubuh yang menunjang disarankan ikut.. Ada sekitar lebih dari 20 anak dari golonganku yang ikut. Belum termasuk yang digolongan dewasa yang jauh lebih banyak. Tapi rupaya,mas pram yang kadang memang sering melihatku berlatih,dia langsung mengistimewakan aku. Ada sekitar 5 anak yang tak perlu ikut audisi awal. Audisi awal memang hanya mengetes benerapa teknik tari,dan teknik2 tersulit yang bisa diperagakan.

Akhirnya selain 5 anak itu,tak ada lagi yang bang pram ambil untuk tes selanjutnya. beberapa anak dari golongan dewasa pun akhirnya lolos ke audisi ke dua. Kemudian,dihari lain,kami melanjutkan tes ke 2. Saat itu kami dites mengenai pengetahuan kami tentang tari. Selain itu,kami di tes mengenai dasar-dasra dari berbagai tari yang kami ketahui. Terus terang,saat itu,aku lumayan menonjol dibanding anak lain,bahkan orang dewasa sekalipun. Banyak yang kagum,ketika aku memperlihatkan teknik Tariku,terutama ballet,yang mereka anggap sulit,dengan mudah aku pergakan.

Diakhir audisi,diumukan hanya 4 yang lulus ke audisi berikutnya dari,sedang anak2 dewasa,ada sekitar 10 orang. Dan audisi terakhir adalah,kami harus memperlihatkan tari kreasi kami sendiri. Kami diberi waktu 2 minggu sebelum pertunjukan itu untuk menciptkan kreasi kami.

Sungguh,saat itu aku benar2 bahagia,bahkan nama kami ber 4 mendadak terkenal dikalangan anak,saat aku latihan tari regular,selalu ada anak yang tersenyum dan menyapaku. Tertutama anak2 wanita. Memang diantara anak-anak yang lulus,aku mungkin yang memiliki fisik yang bagus dan tampangkupun mungkin paling tampan,bahkan diantar semua yang lolos audisi terakhir. Diantara golongan dewasa.ada 3 perempuan yang lolos. Hal ini memang kudengar saran dari kakak bang pram, untuk memberikan variasi. Karena selama ini,group tari pimpinan bang pram hanya terdiri dari para lelaki saja. Tapi bang pram berpendapat lain,dia lebih memilih menempatkan ank kecil yang punya kemapuan hebat untuk menari,disamping beberapa penari dewasa. Akhirnya kedua hal itu di ambil bersama.

Tak sulit bagiku menciptakan satu kreasi tari,karean koleksi vcd tari kakaku lumayan banyak,aku Cuma mencopot sana-sini. Aku terus berlatih,keluargaku tak jarang menjadi penontonya. Seminngu berlattih dirumah menciptkan tari,kakaku berkata. “ih,kayaknya bosen,gitu2 aja,coba kamu kombinasikan,dengan tari lain,yang kontradiktif,jadi penonton kaget’katnya. atas saran kakaku pula,akhirnya diawal tari,aku mempertontonkan tarian balet,dengan music yang lambat,baru kemudian tari kontemporer denag music yang berisik sekali. Sunnguh,ide kakaku dianggap bagus oleh semua, akhirnya kakaku melatih beberapa tari balet sebagai awal. Saat itu semua keluargaku yakin,aku pasti lolos.

Akhirnya akhir audisi tiba. bang pram bahkan menyiapkan panggung kecil. Bahkan sengaja menyebar beberapa undangan kepada orang tua siswa kursus tersebut. Sungguh,diluar dugaan,banyak orang tua siswa yang hadir,selain siswa sendiri,ada juga siswa latihan tari tradisional dari tempat kursus sebelah yang ikut menyaksikan. Ruang lebar yang biasanya digunakan untuk kami berlatih,serasa sedikit sumpek.

Giliran pertama 5 orang,dari kelompok dewasa,mempertontonkan kemahiranya. Sesekali penonton bertepuk tangan,saat masing memperlihatkan kemapuanya,terutama saat berakrobatik,tepuk tangan pasti terdengar. Setelah lima orang pertama, giliran 4 orang yang awalnya diambil dari kelompok anak2.

Aku kebagian ke 4, jantungku terasa biasa saja.hanya kostumku yang memang sedikit aneh dimata mereka. Kalau semuanya rata2 memakai celana gombrang,ada yang selutut juga,dengan jacket dan baju lonngar.,tak ketingglan,topi,atau bandana,bahkan kalung,dan asesories lain. Aku malah berpakaian seperti pemain kartun. Aku mengenakan celana jeans juga,tapi pendek. Didalamnya,aku mengenakan baju dan celana senam ketat warna hijau,dan berdandan ala peter pan dengan topi bulunya. Penampilan bajuku saja sudah membuat teman2 yang melihat tersenyum.

Aku sama sekali tak gugup,saat namaku mulai di panggil,hanya sebagian penonton terdiam,karena music awal yang kuperdengarkan jauh berbeda dengan music2 yang tadi mereka dengar. Belum lagi aku membawa gantungan baju,yang kuletakan di samping kiri agak belakang panggung,disana tergantung topi biasa dan jacket . perlahan aku mulai mengerakan tubuhku,mempergakan beberapa teknik baletku, lama-lama penonton yang diam,mulai bertepuk tangan. Setelah beberapa saat,aku mulai melempar topi dan sebagian barng yang tergantung didaaku,perlahan kudekati jacket dan topi,sambil tetap mempergakan gerkan balet,music berhenti,kukenakan jacket dan topiku. Music kembali mengalun,awalnya pelan,lama-lam temponya makin cepat dan cepat,bahkan terdengar orang yang bernyanyi rap, mulailah aku mempergakan tari hip hop dan breakdance,tarian ank muda yang sedang booming. Aku melakukan akrobatik,bahkan aku memutarkan badan dengan hanya bertumpu pada kepalaku saja. Tepuk tangan terus bergenuruh,bahkan hingga aku selesai menari. Yang membawa acara menghampiriku,menyakan hal-hal yang juga ditanyakan kepada konstentan sebelumnya,seperti nama,umur dan sebagainya. “ tari kamu ada ceritanya gak?tanya pembawa acara. “ya,hanya bercerita tentang anak muda yang jenuh dengan kemapanan saja”kataku. Saat itu tepuk tangan kembali terdengar.

Sungguh,akhirnya penampilanku seperti menenggelamkan penampilan2 yang lain,bahkan sisa penampil berikutnya,seakan biasa saja. Itu pendapat semua keluargaku yang melihat. Aku terus memeluk kakaku saat itu.

Pengumuman peserta yang lulus,direncankan 2 minggu berikutnya,aku kira semua selesai,tapi kudengar satu persatu peserta ada yang dipanggil juga. Kata temanku,itu hany audisi tambahan dan wejangan saja,khusus dari bang pram,katanya. Aku sempat deg-degan,karena kudengar hampir semuanya sudah dipanggil,tapi aku belum.

Sampai kemudian,suatu siang,saat aku menunggu latihan regular,bang pram menghampiriku. “kamu selesai latihan langsung pulang?dijemput ga?tanyanya. memang kadang biasanya aku ada yang menjemput. “gak bang,aku nanti ke tempat kakaku latihan dan nunggu disana”kataku. “ya sudah,selesai latihan kamu ke ruang abang”katnya. aku mengangguk.

Akhirnya selesai latihan,saat teman-temanku satu persatu pulang,sebagian ada yang mandi dulu.aku naik ke lantai dua,disana ada 2 ruang yang digunakan untuk kantor bang pram dan satunya kakakny. Dihadapanya ada ruang ukuranya hampir setengah ruang latihan bawah dan kadang di gunakan untuk latihan juga. Bang pram dan kelompoknya yang sering latihan di situ. Disampingnya memang ada kaca yang berukuran lumayan besar,hingga menari sambil bisa melihat gerakan kita. Selain itu ada dapur kecil dan kamar mandi.

“oh masuk,kamu gak buru2 pulang kan?tanyanya. “gak bang”jawabku. “ seberapa besar sih kamu ingin gabung dengan group abang”tanyanya. ‘waduh’aku diam sebentar.”ingin sekali aja bang,supaya bisa nari di mana2”jawabku bingung. “disini bukan hany group tari,tapi kami berusaha jadi saudara,susah senang ditanggung bersama”katnya kemudian dia berceloteh dengan beberapa wejangan. “jangan-jangan,kamu nanti menceritakan kelemahan2 anggota group kamu ke pada orang lain”katnya. “saya janji bang gak akan gitu,terus saya juga akan patuh apapun yang disuruh para senior,dan tidak memberitahu apapun kepada siapaun” kataku setelah mendengar beberpa kisah yang dilakukan anggotnya yang kufikir hal biasa saja,seperti mandi bersama dan lain2. “bener nih kalau disuruh apapun mau dan berani melakukan tantangan”tanyanya.”iya bang siap’kataku.”dan tetap jaga rahasia’tnyanya. Aku mengangguk mantap. “ya sudah,cba sekarang abng tes,kalau nari dipanggung besar kan biasa,coba kamu nari di pojok sana,bisa gak menunjukan gerakan di tempat yang gak begitu luas”katanya. Aku mengangguk. Aku meletakan tas dan sepatu yang aku tenteng dalam kantong plastic,di dekat pintu. Kemudian aku berjalan ke pojok tak jauh dari meja bang pram. ‘et,tunngu,tantanganya,coba kamu buka baju dan celana kamu”katnya. aku sempat kaget,tapi kemudian kuturuti,saat itu bang pram mengunci pintu. Aku letakan baju dan celanaku tak jauh dariku,aku kembali berdiri tegak hanya mengenakan celana dalam putih. “pergakan beberpa gerakan baletnya,yang kayak kemarin,yang kaki memutar diatas”katnya. aku kemudian berdiri diatas dua tanganku,lalu kakiku perlahan aku putar,dan kemudian aku renggangkan. Dan kemudian beberapa gerkan lain. Lalu saat aku meregangkan badan kebelakang,seperti mau salto,dan menahan badanku dengan tangan,membentuk huruf u,bang pram berkata “stop”katnya. bisa kaki dan tangan lebih berapat’tanya,aku perlahan bergerak,tapi saat itu kursakan sentuhan tangan bang pram diperutku,bahkan mengusapnya hingga kemaluankupun dia usap.”nah,begini bagus,kamu bisa berapa lama”katnya. “lumyan bang,”kataku terbata-bata. “ya sudah”kata bang pram dan membantuku berdiri dengan meraih punggungku. Aku berdiri tak jauh darinya. Tiba-tiba tangan bang pram meraih ujung celan dalamku dan menariknya. “udah ada bulunya”katnya. “dikit bang”kataku. “iya,baru 5 lembar,he3,ih,kok kamu sunat?katnya. aku mengangguk,mungkin dia heran,karena aku keturunan cina. ‘ya dah,dibaju sana”katnya. akupun berpakaian. “bener kamu mau merahsiakan semuanya,kalua samapi bocor,abang gak akan masukin kamu ke group abang’katnya. “sumpah bang,janji”kataku. Akupun keluar dari ruang bang pram.

Saat itu,aku mulai bertanya,apa semua temanku mendapat hal yang sama,fikiran2 itu lantas terlupakan setelah 2 hari kemudian,saat aku akan berlatih,anak2 bergerombol di depan papan pengumuman. Ternyat mereka melihat hasil audisi tari,dan ada 2 anak yang masuk dari kelompok anak, 2 wanita dan 4 pria dari kelompok dewasa.

Bang pram meminta aku dan adi,membawa orang tua kami menemui bang pram. Akhirnya minggu berikutnya ibuku datang. Orang tua adi sudah terlebih dahulu menemui bang pram. “gini ci,ken kan masuk kelompok kami,tapi kami kadang melakukan latihan tambahan,bahkan sampai malam,biasanya jam 7 sudah selesai.kecuali kalau ada lomba,pernah kami latihan samapi jam 9,tapi jarang. Gimana,apa ci kebertan?tapi tenang pulangnya pasti kami antar kalau gak ada yang jemput”kata bang pram. “ci,terserah anaknya aja”jawab ibuku,aku langsung mengangguk. “ken kan masuk tim inti,jadi mungkin biasanya sampai jam 5 kami melatih tim tambahan,baru tim inti jika diperlukan,eh,ken jangan bilang ada 2 tim ya?solnya adi masuk tim tambahan,buat jaga-jaga ken gak bisa tampil’katnya aku mengangguk,kulihat ibu tersenyum bahagia mendengar itu. “terus ken mau pindah jadwal,atau mau latihan berturut-turut 4 kali,kami kan latihanya kamis jumat”tanya. “udah mending sekalian aja,tapi ada istirahatnya kan,kasian”tanya ibuku. “tenang ci,ada,malah dia jadi untung,yang duanya kan jadi gak banyar,lagian yang sorenya dia jadi masuk katagori dewasa”kata bang pram. “ya sudah,ken mau gitu?katnya.aku mengangguk. “tapi ken harus kerja keras ya?soalnya abang ingin ken mempertontonkan keahlian baletnya juga’”kata bang pram,aku mengangguk.

akupun berpindah jadwal,jam 2 aku mulai berlatih bersama anak2 sebaya,biasanya pemanasa dan gerakan-geraka dasar,baru masuk ke gerakan lanjutan.  Biasanya latihan berakhir jam 4,tapi seringkali aku dan adi  sebelum itu sudah diminta bergabung dengan bang pram,  kami naik kelantai atas naik kelantai atas,disana biasanya kami istirahat dulu sambil mendengar beberapa pengarahan,yang biasanya diberikan oleh beberapa tim inti senior bergantian. Mereka memang dilatih juga agar suatu saat bisa melatih dan mengarahkan,jadi bukan sekedar tari. Ada 8 orang anggota tim inti,termasuk bang pram, bang pram memang sudah agak jarang membri pengarahn,hanya saat2 penting saja,begitu juga dengan tarian,biasanya hanya kepada tim inti saja,baru anggota tim inti memberikanya kepada kami. disana aku mengenak kak robi,kakak paling tampan,dan memang semua mengenalnya,usianya sekitar 16 tahun,dia bukan yang termuda,masih ada satu anak usianya 15 tahun,kak robi masih duduk di kelas 1 sma,semua anak mengagguminya. Rata2 usia mereka 18 tahun,masih sekolah,dan awal2 kuliah,dan mayoritas memang teman bang pram juga.

Awal-awal latihan,aku agak sedih juga,karena kulihat adi lebih sering dipasangkan dengan mayoritas group inti. Biasanya aku dan adi berada di depan,baru dibelakang adi anak-anak tim inti,sedang aku biasanya dibelakangku anak-anak yang baru audisi lalu,paling ditambah satu atau dua orang tim inti di belakang kami.

Tapi kesedihanku sedikit terobati,karena setelah beberapa kali latihan,sore itu,kak rangga,salah satu senior kepercayaan bang pram menghampiriku. “ken,besok pulangnya jam 6 man lebih,kasih tahu ibu kamu mau di jemput,atau kami antar pulang’kata kak rangga. Aku menganguk,”tapi kamu jang bilang siapa-siapa,terutama anak tim tambahan”bisiknya,aku mengangguk.

Besoknya,saat mereka pulang aku pura-pura menungu di jemput ketika anak-anak lain bertanya.Sesaat setelah istirhat,anak-anak tim inti menuyuhku mempergakan beberapa tarian balet. “wah,keren,ajarain kakak dong”katanya,sebagian memang ada yang serius mengikuti arahanku. Tak lama bang pram datang. Suasana tempat latihan sudah sepi.karena sudah semuanya pulang. “mau disini atau diatas’kata bang pram. “diisini aja,diatas panas’kata anak-anak. Akhirnya bang pram memberi pengarahan sambil memberi beberapa  gerakan baru. “mending dia balet dulu,baru kita,kayak2 kemarin audisi’kata satu anak tim inti. “iya,tapi mending itu disimpan buat kalau ada lomba,kalau untuk undangan,atau penampilan di mall,yang biasa aja langsung”kata kak robi. Akhirnya memang anak2 setuju. Aku hany diam. Tapi kak robi kemudian bertanya. “kamu ada ide apa ken”tanyanya, aku sempat kaget. “huu malah bengong”teriak anak2. “gak tahu,tapi kalu bosen depanya balet,aku bisa salsa sama tango,tapi biasanya harus ada cewek,supaya seru’kataku. “wah,yang bener coba gimana gerakanya”kata satu anak. Biar aku jadi ceweknya kata kak rangga. “hei2 maafnya akyu mu dansa dulu”kata kak rangga sambil berlenggok kaya perempuan. Anak2 tertawa. Aku sungguh merasa kagum dengan kekompakan mereka,dan merasa bahagia bisa bergabung.

Kami kemudian berlatih bersama,aku berada didepan. Sungguh,anak2 tidak merasa sirik,meski aku anak baru. Itulah awal kebahagianku bergabung dengan mereka. Tapi itu pula awal yang membuatku sedikit aneh,denagn cara mereka bergaul. Siapa yang mau anter ken,kata bang pram,biar aku aja,kata kak tedi. Kak tedi termasuk salah satu yang serius diajarkan teknik balet. “bang aku pulang duluan,ada perlu’kata kak robi. “iya,tapi jangan sering2,harus bareng anak2 lain’katnya,kak robi mengangguk. Bang pram pun pamit,tapi sebagian anak,6 orang,amsih mau mandi dulu. “hayo mandi’kata kak tedi. “gak ah kak,nanti aja”kataku. “eit,ingat,harus kompak’katnya,akupun mengangguk. Awalnya kami biasanya saja masuk,sambil bercengkrama.”sejak kapan latihan balet”kata kak tedi. “6 tahun”kataku.”kok brenti”tanyanya. “bosen,gak seru,tapi masih sering diajarin kakaku”jawabku.

Tapi kemudian,aku serasa gak enak berada diruang itu,satu persatu,anak-anak mulai membuka baju dan celana,bukan hanya itu,mereka akhirnya membuka celana dalam juga,sambil bercengkrama,mereka mandi di bawah guyuran shower bergantian. Memang hany ada 3 pancuran. Aku awalnya mengenakan celana dalam,tapi anak2 bilang gak kompak,mereka bahkan mengerubutiku dan menarik celanaku. Aku hanya meronta,tapi tak menolak dibuka celanaku. “kasian,bulunya paling dikit”kata kak rangga. “iyah,tapi pantatnya nonjol,seksi”kata amir,sambil mencubit pantatku. Aku bahkan disabuni dan dikeramasi oleh mereka.

Awalnya memang terasa risih,tapi  lama-lama aku merasa biasa saja dengan sikap mereka,mungkin begitulah cara mereka menjalin kebersamaan,tanpa ada malu sekalipun. Tapi itu memang baru awal,sebelum akhirnya aku mengalami hal-hal yang diluar nalarku sebagai seorang anak. Meski aku merasa menjadi terbiasa atas gurauan mereka,bahkan saat mereka mencolek-colek kontolku waktu mandi bersama,kadang ada yang memangkuku supaya kepalaku lebih dekat pancuran. Kuanggapa semua hal wajar. Samapi kemudian kurang dari 5 bulan berjalan,bang pram mengumkan sesuatu. “hei,ada undangan,dua lagi,dari mal,dan dari pergaan busana,mal biasa launcing produk”katnya. anak bersorak.”duit,duit,duit”katanya. “sekitar sebulan setengah dan 2 bulan lagi” katnya. “mau aksi yang mana,ken diajak gak’kata tedi. “latih aja yang 2 versi,tar kita liat’kata bang pram.

Aku sungguh ingin mengikutinya,hal itu bisa membuat ku bangga di keluargaku. Selesai berlatih beberpa gerakan,kamipun mandi bersembilan,hal yang bukan pertama kalinya terjadi. Aku sudah tahu,ternyat kak robi mempunyai kontol paling besar diantara mereka,karena aku pernah melihatnya tegang waktu mandi. Dan hal itu menjadi hal tak aneh,jika kudpati salah satu anggota tim inti ereksi saat mandi bersama. Saat itu,aku kembali menjadi bulan-bulanan sebagian anak tim inti. Selesai mandi bang pram berkata. “biar ken abang antar”katnya. anak-anak akhirnya pulang,aku menunggu bang pram membereskan sesuatu. Sesaat kemudian bang pram menghampiriku yang duduk di depan mejanya. Dia lalu duduk di kursi belakang meja dihadapanku. “kamu mau ikut pentas?katnya. “mau sekali bang,gak apa2 aku gak dibayar juga”kataku. “gak gitu,semua pasti mendapat jatah seadil-adilnya”katnya. “abang liat,kamu bisa langsung berbaur dengan anak2,abang suka itu,dan kamu tetap tak menceritakan yang kamu alami kepada yang lain,abang banyak mata2nya loh”katnya,aku hanya senyum. ‘tapi abang gak yakin,kamu akan patuh gak dan terus menjaga rahasia-rahasia kelakuan anak”katnya. “aku janji bang terus patuh”kataku. “ya sudah,abang tes lagi ya?katnya.aku mengangguk. ‘sini,berdiri disini”katnya. akupun beranjak dan berdiri diantara abang dan meja. “kamu mau ikut pentas dua2nya atau satu saja”tanyanya. “dua2nya bang kalau bisa”kataku tersenyum lebar. “ya sudah,abang tanya,kamu sudah mimpi basah?tanya. aku heran,tapi aku menagguk. “boleh liat lagi kontol kamu”tanyanya,aku menagngguk lagi. “buka dong kalau boleh”katnya sesaat kemudian. Perlahan aku mulai membuka kancing celanaku lalu melebarkanya. Aku kemudian menurunkan celana dalamku,hingga kontolku keluar sebagian. Fikirku,ini hany tes keberanian saja. “turunin dong celanya,gak jelas”kata bang pram sambil terus duduk di kursinya dan memandingi kontolku. akupun menurunkanya hingga lutut,dan kontol merahkupun keluar,segar karena baru mandi. Abang menyuruhku duduk di pingir mejanya,dia kemudian lebih mendekatiku. “abang cium kontolnya ya?katanya,aku hanya diam.”boleh gak’tanya. “aku mengangguk. “ah kok gak jawab”katnya. “iya bang boleh”kataku. Sesaat abang makin mendekatkan mukanya ke bagian kontolku,tak lama dia mengecupku,tapi tak hanya itu,lantas dia mengulum kontolku dan menyedot-nyedotnya pelan. “bang geli’kataku.perlahan kontolku bereaksi dan mengeras.”gpp,sebentar saja”kata bang pram. Dai terus mengulumku dan mengerakan mulutnya naik turun di batang kontolku,akupun akhirnya tak kuasa menahan desakan yang akan keluar. “bang,bang”kataku sambil memegang kepala bang pram,akhirnya,ahh,ahh…kurasakn cairan memuncrat dari kontolku didalam mulut bang pram,bang pram menghetikan gerakan mulutnya,membiarkan kontolku berdenyut beberapa saat di dalam mulutnya. Perlahan abang mengeluarkan kontolku,dia spertinya menelan semua cairan dari kontolku. sungguh,ini baru pertamnya kalinya aku mersakan spermaku keluar tanpa mimpi,aku memang belum pernah onani,anak2 tim inti pernah menyakan itu,dan meledeku bohong ketika kujawab pertanyaan mereka. Tapi kali ini,sungguh diluar dugaanku rasa yang aku terima,ada rasa sakit dihati sekaligus rasa enak juga. Bang pram mengelap kontolku dengan handuknya,lalu merapikan celanaku. “kamu sudah resmi jadi tim abang,nanti kamu boleh ikut pentas yang peragaan busana”katnya. saat itu,fikiranku langsung tergantikan oleh rasa bahagia. “kalau yang di mall”kataku.”itu nati abang fikirkan”katanya.

Saat pulang,aku mengabarkan kabar bahagia itu,orang tuaku bahagia,begitu juga kakaku. “wah,nanti kamu dapet duit ya”kata kakakku,aku menagngguk. Memang bagi kakakku,bukan hal aneh mendapat uang,karena dia juga sering pentas,tapi pasti bahagianya sama seperti yang kurasakan kala menerima uang hasik keringat sendiri. Aku sedikit lupa dengan kejadian bersama bang pram,tapi saat aku hendak tidur,bayangan tadi terus melintas dikepalaku. Hingga akhirnya aku terlelap kelelahan.

Besoknya kami kembali berlatih hingga larut.abang memang memintaku untuk tak memberitahu anak2 dulu atas keputusanya itu. Sampai kemudian,saat mandi bersama abang berkata.”anak-anak,dia akan ikut pentas,dia resmi jadi tim kita”katanya. “anak-anak bersorak”wah sudah tes kesetiaan”kata kak tedi,abang mengangguk sambil memluku erat dari belakang dan meraba kontolku. “tinggal kesetiaan pada kami ya bang’kata kak rangga.”jadi aku bisa coli depan dia sekarang”lanjut kak rangga sambil mempergakan gerakan orang mengocok kontol. Semua tertawa,aku yang bingung dengan kata-kata mereka. Tapi setelah anak-anak mandi dan hendak berpakaian ,bang pram menariku,kamu nanti aja, sini,katanya. Anak-anak sempat melihat itu dan hany tersenyum,lalu mereka meninggalkan kami keruang ganti baju sebelah shower. Bng pram membawaku masuk ke toilet tak jauh dari shower,kulihat kontolnya sudah sedikit menegang akibat gosokan sabun saat mandi tadi. Tanpa malu setelah merapatkan pintu,dia berkata. “hisap abang,kayak kemarin abang lakukan”katnya. “tapi bang”kataku kaget. “ini tes buat pentas ke dua’katnya. perlahan akupun embuka mulut,tak lama kursakan benda keras itu masuk ke mulutku,akupun mulai menghisapnya seperti yang diperintahkan.lambat laun kurasakan dia mengerakan kontolnya naik turun dimulutku,ludahku sampai keuar menahan rasa aneh dimulutku,tapi sepertinya bang pram tak peduli,dia terus mengerakan kontolnya,sambil sesekali mengeliatkan tubuhnya sambil merapat ketembok. Sampai akhirnya kurasakan gerakanya makin cepat,aku sempat kewalahan untuk terus membuka mulut.sesaat kemudian,dia bahkan menekan kepalaku,hingga sepertinya seluruh kontol akan masuk tenggorakanku. Aku hendak muntah,apalagi saat kurasakan cairan kental asin menyemprot tenggorakanku,diiringi desahan panjang dari mulut bang pram. Aku menarik cepat mulutku dan berusaha memuntahkan cairan kental itu,walau ada sedikit yang masuk tenggorokanku juga. “aduh,sedap”katnya. lalu dia mengusap kepalaku. ‘kamu bole ikut pentas dua2nya”katanya. Entah perasaanku saat itu bagaimana,aku sendiri tak tahu,sepanjang perjalanan pulang,aku hanya diam.

Tapi kembali,latihan tari sedikit melupakanku akan kejadian yang aku alami,aku bisa langsung lupa segalanya ketika menari. Akupun akhirnya tak lagi peduli dengan kelakuan2 anak2 dikamar ganti,bahkan saat ada yang ngocok depan matapun aku hany senyum,kadang bahkan ada dua orang masuk kedalam toilet dan hany terdengar desahan dari dalam sana,aku tak peduli. Sampai akhirnya,aku tak peduli ketika bang pram memintaku melakukan hal di toilet itu lagi,aku dengan rela melakukanya,bahkan akhirnya kami saling bergantian menghisap kontol kami diruang kerjanya.dan seminggu sebelum pentas pertama dimulai,dia kembali melakukan itu,bahkan akhirnya dia dapat memasukan jari tanganya kepantatku,yang awalnya kursa sakit,tapi akhirnya rasa nikmat kurasakan juga saat jarinya mulai lancar maju mundur dipantaku,sambil terus dia mengulum kontolku,ada desakan luar biasa disana. Selesai melakukan hal itu,bang pram berkata. “semingu ini jangan bucat ya?nanti lemes di panggung”katanya. Hal yang tadi dia sudah pesankan pula depan anak2.

Sebulan belakangan,kami memang lebih agak rutin berlatih,terutama aku karena aku baru pertama kali pentas engan mereka. Tapi keraguan mereka akhirnya sirna setelah mendengar tepukan penonton saat kami tampil,sungguh,bahagianya aku saat itu. Keluargakupun banyak yang ikut melihat.  Kebahagian lain,oleh bang pram di wujudkan denag memeluk dan menciumi tubuhku di saat latihan usai,kembali kurasakan jari jemarinya di lubang pantatku. Dan kurasaka kembali rasa yang aneh dimulutku yang keluar dari kontolnya.

Kami belum menerima upah dari kerja pertama kami,tapi anak-anak sepertinya tak risau hal itu,karena semua upah tak pernah bang pram rahasiakan. Perhitungan pengluaran yang direncanakan,telah diberitahukan kepada ank2 jauh-jauh hari. Biasanya memakai uang bang pram dulu,atau sebagian uang yang diserahkan panitia pentas.

2 minggu setelah pentas pertama,pentas ke dua dilakukan,hal itu lebih membahagiakanku,karena penontonya jauh lebih banyak, bukan hany itu,teman-teman sekolahku ada yang aku undang untuk melihat,aku awalnya hanya memberitahukan teman sebangkuku,tapi diluar dugaan,hampir seisi kelas ikut menyaksikan acara yang memang mengundang banyak perhatian itu. Sungguh teriakan namaku oleh teman-temanku,membuat aku makin mantap memperlihatkan aksi dance ku. Sorak sorai terkadang bergemuruh.

Akhirnya pentas ke duapun berakhir sukses. Hari minggu itu,sungguh hal yang tak terlupakan bagi diriku. malamnya aku tak sabar ingin cepat hari kamis,karena,katanya bang pram akan mulai membagikan uang. Aku sudah minta ijin ibu akan pulang telat,karena akan dibawa makan-makan oleh group Tariku,ibuku mengijinkanya asal jangan terlalu larut. Tapi rupaya batal,baru hari jumat sore bang pram membisiku sesuatu. “nanti biar anak lain pulang,tim inti jangan”katnya.

Setelah berlatih bersama tim inti,yang dilakuakn hanya sebentar,bang pram menyruh kak rangga mengambil dus di mobil yang dibawa bang pram. Hari sudah hampir jam 6,tempat latihan sudah sepi dari tadi. Kak rangga membuka dus lumayan besar itu,mereka bersorak saat mengeluarkan makanan dan minuman kaleng. ‘bang katanya makan diluar”kata rangga. “iya,nanti”katnya. kamipun bersorak. Bang pram membagikan selembaran biaya dan hal lainya. Anak2 sepertinya tak begitu serius melihat,mereka langsung membuka amplop putih lantas tetawa sambil mengibar-ngibarkan uang keatas kepala. “kalian tak keberatan kan kalau abang kasih sedikit bonus sama ken,karena dia paling banyak gerak”katnya,anak2 setuju. Aku bahagia membuak dua amplop. :buka ken”kata kak robi. “gak ah,dirumah aja”kataku. Wuu,kata anak. “wah dah layak dapet jaket dong”katnya. memang ada jaket kebanggan group,tapi jarang digunakan.

Dan akhirnya,bang pram menyuruh kami mandi setelah memberekan bekas makanan kami. saat mandi itulah kak tedi berkata sesuatu,”bang boleh ceremoninya sekarang”katanya. “boleh”kata bang pram setelah semuanya saling menguyur dan menyabuni badan. “ken,ada satu trasisi group kami,sebelum kamu menerima jaket”kata kak rangga.”kami akan menciumu bergantian’katnya. kulihat tedi bahakn asyik memainkan kontolnya hingga merah,begitu juga 2 yang lainya. “huhui,asyik”kata kak tedi. Mereka akhirnya berjajar,bahkan saling berdempetan sekali. Aku diberitahu bahwa mereka berjajar berdasarkan kesenioran. Kulihat kak robi berdiri kedua terakhir. Bang pram hany berdiri di belakangku. kemudian satu persatu,dimulai kak rangga mencium biirku,baru yang lain,aku berjalan selangkah demi selangkah,saat kak tedi menciumku,dia sedikit lama,bahkan menghisap bibirku percis seperti yang dilakukan bang pram waktu itu. Begitu juga kak robi. Aku fikr selesai,tapi ternyata belum.  Aku disuruh kembali ke dekat kak rangga. “nah sekarang paling sacral,kamu harus mengulum kontol kami’katnya. sontak saat itu aku kaget. “Cuma sebentar aja kok,gpp”katnya. saat itu kulihat bang pram meninggalkan kami dan mengenakan handuk,lalu berlalu.perlahan,aku mulai membuka mulutku,satu persatu kontol itu singgah didalam mulutku,sesekali kurasakan asin. Aku sedikit kewalahan memasukan kontol kak robi,karena saat didalam mulutku,kontol itu makin membengkak. Setelah kontol terakhir kumasukan dalam mulutku,lalu beberapa saat kekuluarkan,semua anak bersorak. Sekarang resmi kamu jadi gank kami,nah ini bagian terakhir. Katnya,kulihat bang pram datang membawa plastic yang didalamnya jaket. Dia kemudian membukanya dan langsung memakaikan jacket warna coklat konbinasi bahan jeans dan kulit itu,yang merupakan kebanggan mereka. Kemudian aku diberdirikan di bawah shower. “jangan,nanti basah,sayang,dibuka dulu jaketnya ya”kataku. “gpp,nanti jemur aja”kata kak tedi. Akhirnya air shower di nyalakan,dan hanya mengenakan jaket,akupun basah kuyup.  Tapi kemudian kulihat kak rangga jongkok dihadapanku.”ini yang terakhir’katnya. perlahan kak rangga mendekatkan mulutnya,dan mengulum kontolku,aku hany diam,aku bergerak maju,supaya air shower tak membasahi terus badanku. Entah siapa yang ematikan shower,yang akhirnya berhenti,hanya sebentar mengulum,lalu satu persatu,bergantian ank2 mengulumku. Kembali kak tedi yang sedikit lama,bahkan dia mengulum bijiku hingga kegelian. Lalu akhinya anak terakhir mengulumku,setelah itu mereka mengerubutiku,bang pram yang terakhir jongkok dihadapnku. Ada yang menghisap putingku,meraba-raba ku,tapi saat itu,kak robilah yang terus mengulum bibirku,kursakan kontolkupun mulai dihisap-hisap bang pram. Hal itu makin membuatku kegelian,tapi aku tak bisa berontak,banyak tangan memegangku. Perlahan kursakan satu tanga masuk kedalam pantatku,aku makin mengeliat,akhinya. Ahh,ahh,akupun memuntahkan cairan kentalku,anak-anak bersorak sorai.

Penglaman tak lazim itu aku lalui dengan persaan tak menentu,ada rasa gembira menerima uang,ada rasa sedih juga. Sebelum bang pram mengantar pulang dia mengumukan sesuatu. “tadi ada 2 panitia menelpon abang,mudah2an dapet job lagi sekitar 2 bulan lagi.”katnya,anak2 bersorak. Sungguh mereka menganggap aku dewa keberuntungan. “bang ken gak diajak aja”kata kak robi,”gak,takut kemalaman,kapn2 aja”katnya. “ya’kulihat kesedihan ada dimata kak robi. “biar aku anter,nanti aku nyusul ke rumah rangga”katnya. akupun diantar kak robi. “kamu pasti kaget ya melihat kelakuan kami”katnya saat memboncengku. “iya kak”kataku. “kakak sih gak gitu kaget,karena memang awal2 kenal mereka dah pada gila,tapi mereka jago2 nari,jadi biasa aja akhirnya”katnya. “kamu tetap jaga rahasi kita kan?tanyanya. “iya kak’jawabku. “memang di rumah kak rangga ada apa kak’tanyaku. “ada deh,nanti juga mungkin kamu tahu,jangan bilang2 kaka yang kasih tahu ya,gak jauh kayak tadi lah”katnya,aku mengangguk.

Belum jam 8,aku sampai rumah,aku langsung membuka amplop depan mereka. “kirain ibu pulangnya malam sekali”katnya. aku langsung masuk kamar dan melamun semalaman.

Setelah itu,kami memang mendapat kerjaan lagi,bahkan akhirnya hampir tiap bulan ada saja undangan,kami tak lakukan semua,kadang anak tambahan yang disuruh beraksi,sesuai dengan kesepakata kak pram dengan panitia,dan biasanya menyangkut harga. Bang pram memang memfokuskan kami untuk ikut pertandingan yang akan di adakan di kota kami.  saat masuk kelas 2 smp,aku menjadi sedikit sibuk,pelajaranku agak saedikit ketinggalan,untunglah nilaiku masih masuk rata2. Orang tuaku sepertinya tak menghiraukan itu.  Tapi diawal kelas 2 itu pula aku menglami hal lain atas perlakuan bang pram.

Setelah latihan,kembali bang pram memanggilku ke kantornya,anak-anak sudah pulang,aku bahkan masih mengeringkan badanku,saat bang pram mengajaku masuk ke kantornya.”gpp,ganti bajunya di dalam saja”katnya.aku sudah tahu kemana tujuannya. Sesaat setelah aku berdiri dihadapanya,bang pram langsung mengulum kontolku,sesekali jarinya kursakan masuk ke lubang pantatku. Sesaat kemudian,dia duduk di bangku,dan seperti seorang ahli,aku mulai jongkok dihadapannya dan mulai mengulum kontolnya,tapi tak lama,kemudian bang pram beranjak mendekati matras yang tergeletak tak jauh dari kami,dia seperti sudah mempersiapkanya. Dia berbaring,lalu akupun beranjak diatasnya,kembali mengulum kontol,sementara itu bang pram menjilati biji dan lubang pantatku,sesekali jarinya dia masukan ke lubang pantatku sambil mengunakan pelicin. Sesekali aku mengeliat,tak lama dia menyuruhku berbaring disampingnya,aku menurutinya,kemudian dia mengulum bibirku,kurasakan jarinya terus menusuk-nusuk pantatku,yang asalnya satu,menjadi dua lalu tiga. Dan akhirnya dia beranjak keatasnya dan mulai mengarahkan kontolnya ke lubang pantatku. “bang mau apa?kataku. “gpp,sebentar,enak kok lebih enak dari jari”bisiknya. Aku berusaha menahan rasa sakit saat benda tumpul itu berusaha masuk secara perlahan kedalam lubang pantatku. Percuma aku melawan,fikirku,aku hanya mengaduh,saat sakit kurasakan,tapi seakan bang pram tak peduli,sampai akhirnya,pelan-pelan,kontol itu mulai naik turun di pantatku. Rasa diperutku tak karuan. Aku terus menekan badanku ke matras menahan rasa aneh. Bang pram malah asyik mendesah sambil menindihku,sesekali dia menciumi leher dan pipiku. Lama-lama sakit mulai berkurang,apalgi saat bang pram mulai mengocok kontolku pula,posisi kami perlahan menyamping,dan tak lama,ahh,ahh,aku mendesah dibarengi keluarnya air kenikmatan dari kontolku. bang pram mempercepat genjotanya,membuatku kewalahan,dan akhirnya,ahh,ahh..diapun mengejang sambil mendekapku erat. Cairan hangat kurasakan didalam pantatku. Bang pram terus menciumiku,sebelum akhirnya menyuruhku berpakaian.

Dan itu menjadi awal,bagi bang pram,dan akhirnya tak ragu mengulanginya lagi dilain kesempatan.aku sendiri tak tahu kenapa,hanya menerimanya saja. Sampai suatu saat,kak rangga membawaku ketempatnya.dan diapun melakukan itu terhadapku,setelah aku diajaknya menonton film dewasa. Dan akhirnya,akupun merasakan genjotan kontol kak robi,dikamarnya,yang memberiku kenikmatan luar biasa. Semua sepertinya ingin mencoba diriku. dan mungkin hanya kesempatan saja yang bisa mengwujudkanya.  

Uang yang kudapat memang boleh di bilang lumayan,tapi itu tak menjadi tujuanku,karena memang aku bukan orang yang kekurangan materi.  Sampai kemudian,perlombaan yang diadakan oleh suatu tv local diadakan. kamipun antusias mengikutinya. Dan sungguh,diluar dugaan kami,kami memengkan juara 2. Sungguh kami sangat bahagia waktu itu. Menjadikan kami lebih percaya diri untuk ikuta lomba tari di Jakarta.

Hadiah yang kami dapat diantara uang tunai. Kami sepakat untuk memakainya berlibur bersama. Awalnya rencana itu akan gagal,karena ternyata,aku tak diijinkan orang tuaku. tapi entah,setelah selesai bertemu bang pram,orang tua kami akhinya mengijinkan aku ikut. “wah,kalau ken gak ikut,kami semua batal,karena ini hadiah sama”kata kak robi waktu itu kepadaku. Akhirnyakami memyuskan berangkat ke toba. Sabtu pagi kami berangkat,setelah aku ijin dari sekolah. Samapi di toba, kami langsung main sepuasnya,sambil makan2. Malamnya kami menginap di salah satu hotel yang lumayan bagus.

Kami sebenarnya menyewa 4 kamar,tapi seringnya kami malah ngobrol di satu kamar. Kami terus bercanda,hingga kira2 jam 9,kak rangga memutarkan vcd dari portablenya. Adegan syurpun mulai di putar. Udara memang agak panas,sebagian anak akhinya membuka kaos.sambil menikmati minuman kaleng yang kami bawa,bahkan ada bir segala. Kami terus memperhatikan film yang diputar.lama-lama anak2pun terpengaruh,bahkan tak ragu saling meraba. Kamar yang lumayn lebar itu,jadi teras agak sempit. Kak robi langsung merangkulku,dan menciumku,begitu juga kak tedi.”bang kita angetin sekarang yah’katnya. bang pram hanya tersenyum. Satu persatu anak-anak saling membuka baju,dan akhirnya semuanya telanjang,akupun tak ketinggalan. Satu persatu,kak robi membantuku membuka baju. mereka berpasang pasangan,saling menjilat kontol,sedang aku,di gerayangi kak tedi dan kak robi,”jangan dulu kontolnya,nanti bucat gak seru’kata kak tedi,saat melihat mas robi menjilati bijiku. Lantas kak robi menjilati lubang pantatku,lalu menusiknya dengan jari. Yang lain asyik dengan hingga lancar. Sudah pada keras belum “kata bang pram.’sudah bang”kata anak-anak menjawa hampir bersamaan. Bang pram lalu menghampiriku,mereka semua melihat kearahku,lalu pantatku dia ganjal dengan bantal,dan kemudian kak robi dan kak tedi memegang pangkal kakiku hingga terbuka lebar.perlahan bang pran mengarahkan kontolnya,dan saat kupejamkam mataku,kursakan kontol ban pram masuk perlahan kedalam pantatku. “sebentar saja bang,kasian takut dia gak kuat”kata kak robi. “iya’jawab bang pram bang pram tak lama menggenjotku.kemudian kulihat rangga mulai menggantikan posisi bang pram,lalu satu persatu,bergantian mereka memasukan kontolnya ke pantatku.saat itu,akupun melihat bang pram akhirnya menusuk pantat kak rangga. Lalu anak lainpun mulai berpasangan lagi setelah beberapa saat mereka menngenjotku. Akhirnya anak terakhir menngenjotku. Tapi kemudian,diapun melepaskanku,dan kak robi balik menghamtamkan kontolnya untuk yang ke dua kali. Sunnguh perasaanku tak karuan,aku tak menyangka akan merasakan 8 kontol sekaligus malam itu,sebelum akhirnya,kak robi lah yang mengenjotku kemudian,dia melakukan itu lumyan lama,kulihat bang pram sudah terkulai,kemudian anak yang diatas tubuh kak tedipun sudah mengejang.

Entah,saat itu,aku hanya terus menahan agar sepermaku tak keluar,aku ingin terus merasakan genjotan yang makin lama kuraskan makin nikmat,akhirnya kak robi mengejang diatas punggungku,cairan hangat kursakan saat itu,”amsih kuat,kakak masukin ya?kata kak rangga,aku menagnguk,dan kak rangga mulai menggenjotku,tapi hany beberapa saat,karena saat itu kak tedi mulai mengenjot pantar rangga,hingga akhirnya kak rangga mengejang. Setelah kak rangga,kak tedi menusuk,amir melakukan hal yang sama,dengan menusuk pantat kak tedi. Akhirnya kak tedipun terkulai lemas,lalu amir mengantikanya,”wuih,kamu hebat,kuat juga”kata bang pram melihatku terus melayani mereka,akhirnya anak kelima menusuku,saat itu kak robi mulai mengulum kontolku,aku terus mengelinjang. “udah cabut dulu,gentian “katnya kak robi,akupun menusuk pantatnya,tapi hanya beberapa genjotan,akupun mulai mengejang kuat-kuat,karena aku tak kuasa menahan tusukan jari kak robi dipantatku. Aku terkulai lemas,tapi anak terakhir itu,akhirnya menyodoku lagi dan memuntahkan spermanya di pantatku. Setelah berpakaian dan makan,Aku terus tertidur lelap kecapaian,hingga besok menjelang.

Saat bangun,ada kak robi yang masih tertidur memeluku. Aku akhirnya bergegas mandi. Tapi tak lama,diapun bangun dan ikut mandi,bahkan menggosok badanku. “kamu cape gak?katnya. aku mengangguk. “nanti mungkin kamu akan sering menerima perlakuan mereka begitu”katnya. “gpp,siap kok”kataku.

Ya memang,akhirnya sesekali,selalu ada yang meminta layananku ketika jam latihan selesai. Bahkan tak segan,kami beradegan doi hadapan yang lain. Tapi mereka tak memaksa,jika salah satu dari kami tak mau. Satu persatu,akupun mulai mersakan lubang pantat mereka.

Tapi sungguh,dua bulan sebelum keberangkatan kami ke Jakarta,kak robi mengundurkan diri,dengan alasan ingin focus belajar,karena memang nilai-nilainya turun,saat itu,dia sudah akan masuku ke kelas 3 sma. Berhentinya kak robi,tak membuat tim kami kewalahan,karena akhirnya bang pram yang ikut turun. Saat itu,adi juga diikutkan.

Kami hanya mendapat harapan satu,tapi kami puas, wakil kota kami yang awalnya juara satu,bahkan tak masuk final sama sekali. Sejak itu,tempat latihan kami makin ramai dengan anak2 yang mendaftar.

Disela-sela ramainya latihan,dan saat satu persatu mulai meninggalkan gedung,disanalah biasanya dimulai adegan lain yang lebih mengiarahkan birahi. Aku akhirnya terbiasa mengumbar syahwat dengan mereka. Sampai kemudian,saat diakhir kelas 3,kurasakan aku makin berat mengikuti belajar,ada rasa malu dalam diriku,apalgi sebenarnya prestasiku di sd jauh lebih bagus dan aku termasuk anak yang lumayan pandai. Saat gundah itu,tak sengaja aku bertemu kak robi. Kami akhirnya ngobrol,akupun menceritakan masalhku. “kakak setahun lalu merasa seperti kamu,kakak akhirnya memilih belajar,karena dengan melihat hubungan antar kami,itu benar2 sudah jauh dari batas seorang yang normal”kata kak robi. “kamu belum terlambat,putuskan yang menurut kamu baik,lanjutkan kalau kamu suka tari,tapi kalau bisa pindah sanggar”kata kak robi.

Akhirnya,akupun memutuskan keluar dari sanggar tari,aku masuk sma yang bukan favorit,tapi tak apa menurutku. Saat itu,aku benar-benar meninggalkan tari,orang tuaku sedikit heran,tapi mereka memaklumi ketika aku berkata lebih baik belajar,karena aku tak bisa menjalankan keduanya.

Di smaku yang terkenal untuk anak anak nakal,aku dengan mudah menemukan teman-teman wanita yang nakal,tapi akhirnya saat kelas satu,aku mencoba menjalin kedekatan denagn cindy,dia sebenarnya sudah kelas 3,tapi taka pa,hubungan yang kami jalin diam-diam,bagiku hanya sebagai bahan tes apa aku lelaki normal. Sampai akhirnya,diakhir kelas satuku,cindy mengajaku berhubungan intim,dan akupun menyanggupinya. Ada rasa lega,karena kulihat cindy merasa puas setelah aku gumuli. Dan itulah untuk pertama kalinya aku mengauli wanit. Tapi sungguh,ada sesuatu yang sepertinya kurang bagiku. Bahkan ketika untuk yang kedua kalinya,cindy membiarkan aku mengaulinya,tetap aku tak merasa puas. Samapi kemudian diapun pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.

Akhirnya,tak terduga,aku kembali bertemu kak robi,ditengah masa kelas 2 smaku. “loh,katanya kaka kuliah di Jakarta”tanyaku. “gak jadi,enak disini”katnya. “kak aku ingin ngobrol,tapi gak ditempat terbuka kayak gini”kataku. Akhirnya kak robi mengajaku kerumahnya. Kenangan masa lalu melintas difikiranku. Tapi sungguh kamar kak robi telah dirubah total dekorasinya. Entah aku akhirnya bercerita. ‘kak,aku ingin jadi normal,aku berusaha,bahkan menjalin hubungan intim dengan wanita,tapi hati kecilku mengtakan gak suka,gimana kak?tanyaku dan tak tersa air mataku mengalir. Perlahan kurasakan kak robi memeluku. “kita kayaknya harus menerima takdir atas apa yang terjadi pada diri kita,kita hanya bisa pasrah,dan yerus berusaha menjalani masa depan. Kakak merasakan hal yang sama. Samapi sekarang kakak juga sedang berusah melupakan masa lalu,tapi sulit,apalagi berhubungan dengan birahi. Tapi mudah2 kita berhasil kembali menjadi manusia normal”katnya. “jujur,hany kamu yang menjadi kenanagn indah masa lalu kakak”katnya. “kakak selau ingat kamu terus,tapi disamping itu,kaka ingin jadi lelaki normal,tapi kayaknya tak bisa,apalagi setelah bertemu kamu lagi,kakak juga sama sudah mencoba wanita,ada rasa suka sih,tapi entah,lebih suka saat bersama kamu”katany.

“kak,aku kadang ingin digauli lelaki,tapi bingung”kataku. “ya udah,nanti cari kakak aja”katnya sedikit bercanda. “kakak ikut tari lagi,tapi salsa ma tango,banyak orang tuanya,tapi gak apa,kamu juga harus nari lagi,kalau kamu suka,jangan tingalin”katnya.. ‘selain itu,kakak ikut yoga juga”katnya.

Akhirnya,aku kembali ke sanggar lamaku,aku ikut tari salsa dan tango. Bahkan bersama kak robi,aku ikut yoga juga. Saat kakaku memutuskan untuk sekolah di luar negeri,aku terus ingin melanjutkan studiku di kotaku sendiri. Bersama kak robi,aku banyak menjalani hari-hariku. Kami memcoba berusaha menjadi manusia normal. Walau pada akhirnya,sesekali kami saling memuaskan birahi kami juga berduaan………………..ken/g/mdn

 

ketampanan ayah (b)

•April 27, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Banyak yang berkata bahwa menilai orang jangan luarnya saja. Tapi kadang kita selalu melakukan itu,bahkan pemapilan fisik seringkali membutakan mata hati kita. Bahkan jika disertai kebaikan,sering kali membuat kita lupa.  dan akhirnya memakulumi segala kebejatan yang berlapis kebaikan.

Aku tak pernah mengenal siapa ayahku.sejak kecil aku sudah tinggal bersama ibu dan si mbok. Ibu melahirkanku saat usianya belum 15. Bahkan ibu harus rela tak melanjutkan sekolahnya,karena tiba-tiba harus menjalani kehidupan rumah tangga yang hanya seumur jagung. Lelaki yang menghamili ibu memang bertanggung jawab. Tapi karena usianya yang terpaut sekitar 2 thn,ditambah lelaki itu bukan dari keluarga berada.akhirnya pernikahan ibu hanya sebagai syarat saja,agar tidak malu oleh tetannga. Setelah aku lahir,ibu dan bisa berbuat apa2,ketika lelaki itu minta pisah dari ibuku karena tak bisa menaggung beban hidup. Ayahku akhirnya kemabli kerumah orang tuanya,

Saat usiaku belum genap 2 tahun,kakek meninggal,hingga beban yang dirasa makin berat.  Sejak itu,selain mencari kerja dan menjagaku bergantian. Ibu dan mbok seolah-olah berlomba mencari pendamping hidup juga. Saat itu usia mbok juga masih terbilang muda,sekitar 30 tahun,mbok melahirkan ibu saat usia sekitar 14 tahun. Jadi melihat kejadian ibu,mbo sudah tak begitu kaget. Bedanya mbok dinikahi secara baik-baik,meski oleh lelaki yang juah lebih tua dan berstatus duda.

Mbok pun bersekolah hanya hingga kelas 6 sd,sehingga mencari kerja cukup menyulitkan bagi mereka.  Mungkin sedikit keberuntungan,mereka dilahirkan dengan fisik yang lumayan. Hingga kadang ada lelaki yang rela mengeluarkan banyak uang demi mengejar cinta ibu bahkan mbok.

Sejak kecil,aku sudah terbiasa tidak bisa bebas seperti anak2 lain jika menginginkan sesuatu. Bahkan untuk jajan saja kadang sulit. Makanpun sering kali hanya denagn ikan asin atau tahu. Tapi untungnya nasi selalu tersedia. Hingga pelarianku jika tak bisa jajan,cukup dengan makan nasi dan garam.  Setahun lebih sepeningalan kakek,mbok menikah lagi. Tapi hanya bertahan sekitar 6 bulan,karena ternyata lelaki yang mengaku duda itu masih memiliki keluarga.  Ibu sendiri hanya terus ganti-ganti pasangan tampa ada yang melangkah lebih jauh. Ibu yang sifatnya sangat polos dan mudah percaya, memang acap kali menjadi korban lelaki yang iseng mengobral janji.

Seringnya lelaki yang datang ketempat kami,menjadi pergunjingan para tetangga. Untungnya setelah sekian banyak lelaki yang datang.saat aku akan memasuki sd,mbok menikah lagi. Meski tahu lelaki itu masih punya istri,tapi lantaran berani memberikan mbok tempat tinggal,mbok akhirnya menikahi lelaki itu,dan pindah ke rumah dipinggiran kota. Meski agak jauh,tapi jauh lebih lumayan dibanding tempat tinggal kami dulu.jika sebelumnya kami harus tidur bertiga. Disana ibu dan mbok punya kamar masing2. Aku sendiri boleh tidur dimana saja.bahkan jika diruang tamu sekalipun tetap terasa nyaman.

Sejak masuk sd,ibu lebih leluasa mencari pekerjaan,karena aku sudah bisa ditinggal-tinggal. Kehidupan kami berjalan lancer,meski masih serba kekurangan. Suami mbok hanya datang beberapa hari saja. Bahkan kadang sebulan penuh tak Nampak batang hidungnya. Saat masa sd,singkong menjadi makanan favoritku,sekaligus cemilan disaat tak bisa jajan atau kelaparan. Karena dibelakang rumah kami banyak sekali tanaman singkong yang ditanam pemiliknya,tapi ditinggalkan begitu saja. Ada juga beberapa buah seperti rambutan mangga dan jambu.hingga saat pohon2 itu berbuah,seperti anugrah yang tak terhingga dalam hidupku. Mbok bahkan membuat cemilan-cemilan dari singkong. Hingga akhirnya menjadi berkah bagi kami. Saat mbok mulai menjual hasil olahanya. Tapi saat aku diakhir kelas satu,mbok meminta cerai,setelah beberapa kali ibu mengadu kepada mbok bahwa ayah tirinya suka menggodanya jika mereka sedang berada di rumah. Meski awalnya tidak mau,tapi mbok cuku berani akan mengadukanya kepada polisi,hingga akhirnya akupun tak pernah melihat lelaki itu lagi. Untungnya rumah itu telah resmi menjadi milik mbok,jadi kami tak perlu repot2 mencari rumah

Mbok memang lebih terbuka disbanding ibu. Banyak hal yang tak dia rahasiakan,bahkan kepadaku. Bahkan hamper semua kehidupan kami,aku ketahui dari mbok. Mbok selalu menjawab semua pertanyaanku tampa disembunyikan,bahkan untuk hal terpahit sekalipun. Entah,hal itu bagus atau tidak. Setidaknya kami tak hidup dalam kepura-puraan.

Meski kurang jajan dan hanya makan itu2 saja,tapi aku tumbuh jadi anak yang tak seperti kurang satu apapun. Tubuhku sedikit gempal,dengan pantat sedikit besar. Banyak yang bilang aku lucu. Tapi memang,mungkin karean hidupku yang hamper seluruhnya bersama mbok dan ibu. Aku jadi sedikit seperti perempuan. Aku terlau kalem untuk ukuran laki2. Aku bahkan lebih suka membantu mbok memasak,daripada main bola atau apa yang berhubungan  dengan lelaki.Tapi dimata ibu dan mbok,itu bukanlah suatu hal patut dipermasalahkan.

Ibu kemudian diterima bekerja disebuah salon. Hal itu makin memperluas pergaulan dan cara fikir ibu bahkan mbok juga. Dia bahkan punya sahabat karib seorang waria,meski masih berpakain laki-laki. Tapi gaya dan cara bicaranya sangat seperti wanita. Sahabat karib ibu itu bahkan sesekali menginap di tempat kami.  Bahkan dari lelaki itu,nenek akhirnya bekerja disebuah konveksi kecil,awalnya sebagai tukang strika,yang dikemudian hari bahkan menjadi tukang jahit.

Ibu pernah pacaran,tapi lelaki itu kemudian menggoda mbok. Ibu akhirnya membiarkan lelaki itu dekat dengan mbok. Kata ibu biarin ajalah,ibu juga gak serius.lagian supaya mbok gak kesepian,katanya didepanku dan mbok. Mbok tak menutupi bahwa dia pernah berkencan sekali dengan bekas pacar ibu itu kepada ibu,yang dibarengi tawa mereka berdua. Entah apa yang lucu bagi mereka. Yang jelas mereka sepakat lelaki itu tak berduit hanya modal kontol,kata mbok tampa malu-malu.

Dan kemudian,ibu menikah dengan lelaki berusia 25 tahun. Satu tahun kemudian,mbokpun  menyusul ibu menikah,meski kembali hanya dikunjungi beberapa hari saja,karena sebagai istri ke 3. Tapi pernikahan ibu hanya berjalan satu 1,5 thn.lelaki itu meninggalkan ibu begitu saja dan menikah dengan janda kaya.

Meski ibu dan mbok bekerja,tapi mereka tetap saja mengirit. Kata mereka itupun demi masa depanku,karena mereka ingin aku mendapat pendidikan yang jauh lebih tinggi dari mereka.Saat usiaku sekitar 9 tahun,aku pernah berkunjung ketempat kerja nenek. Dan untuk pertama kali itula aku bertemu dengan lelaki tampan bernama ahmad. Yang ternyata adalah bos mbok.Lelaki keturunan arab itu,langsung mencuri perhatianku. Lelaki ramah itu,tak sungkan menyapaku. Mbok kadang membicarakan bosnya itu,meski sudah punya suami.

Tapi kemudian,disaat usiaku hamper 10 tahun,mbok bercerai. Meski begitu,kulihat mbok tak bersedih. Mbok selalu tersemyum menjalani hidup.hal itu yang dia ajarkan kepada ibu dan akhirnya kepadaku juga. “untuk apa nangis,malah bikin kita rugi,toh masih banyak lelaki lain. Dan malah untung,kita bisa rasain burung berung lain,he3”kata mbok kepada ibu.

Kemudian,ibu akhirnya bertemu pak ahmad,bos mbok. Ibupun tak kalah mengaguminya. Pria tampan berhidung mancung dan bermata tajam bak elang itu (kata ibu) sungguh telah membuat ibu terpesona juga. Badanya yang tinggi dan tegap,menjadi nilai lebih lain dari lelaki berkulit bersih itu. Aku bahkan ikut2 memujinya depan ibu.

Tapi ternyata,pak ahmad yang usianya 2 tahun lebih muda dari ibu itu,seorang duda. Dia pernah menikah,tapi bercerai. Entah apa alasanya saat itu. Atau mungkin karena perjodohan keluarga. Tapi ada yang bilang,bahwa pak ahmad berselingkuh dengan pacarnya dulu. Entah mana yang benar. Kata ibu meski pak ahmad berselingkuh,dia akan rela asal tetap menjadi istrinya. Selain itu,pak ahmad juga tak akan membuat ibu kelaparan karena punya usaha sendiri.

Tapi entah,benar kata orang,pertemuan denagn pak ahmad,selain memberi kesan pada ibu,ternyata juga member kesan pada pak ahmad. Bahkan mbok bilang kadang pak ahmad menayakan kabar ibu. Ibu kemudian kembali bertemu pak ahmad saat menjemput ibu. Pertemuan ke dua,mereka sempat mengobrol panjang. Dan akhirnya suatu hari pak ahmad datang kerumah kami. Saat itu dia membawa makanan untukku. Aku makin kagum,karena ternyat dia masih mengingatku. Ibu dan pak ahmad saat itu akhirnya jalan-jalan keluar. Dari siang,bahkan hinnga sore hari. Aku sendiri ditinggal bersama teman banci ibu yang turut kegirangan tampa sebab. Saat ibu pulang,ibu dan mbok bicara serius didalam kamar,entah apa yang mereka bicarakan.

Pak ahmad ternyata memperlihatkan kesungguhanya bersama ibu. Dia bahkan berkata untuk pacaran lebih dulu,agar mereka saling tahu satu sama lain,hingga setelah menikah,tidak kaget lagi jika ada kekurangan. Saat itu,ibu selalu menceritakan apapun kepada mbok. Aku sendiri waktu itu tak peduli dengan obrolan mereka yang selalu serius. Aku lebih senang menikmati makanan yang selalu ibu bawa ketika pulang setelah pacaran dengan pak ahmad.

Hamper setahun pacaran,kulihat hubungan ibu makin serius. Bahkan akhirnya kulihat tak jarang mereka pergi keluar kota dan menginap disana. Ibu makin terlihat tak mau lepas apalgi setelah pak ahmad ,saat itu membawa ku juga,memperlihatkan rumah yang sangat bagus menurutku,yang akan mereka tinggali jika ibu mau pak ahmad nikahi. Rumah yang bentuknya minimalis itu,yang terdiri dari dua lantai,terus aku ceritakan sama mbok. “mbok,aku bahkan dikasih kamar sendiri di lantai atas. Lebih besar dari kamar mbok ini,terus katannya lantai dua itu daerah kekuasaanku’kataku kepada mbok,yang meski kecapaian pulang kerja,dia tetap sabar mendengar ocehanku bahkan hingga larut.

Pak ahmad memang acap kali membawaku juga saat dia pacaran dengan ibu. Kami biasanya pergi keliling kota,menikmati kuliner yang ada. Sungguh hal itu membuatku kegirangan luar biasa. Dan tak jarang,pak ahmadpun membawa kami kekolam renang,hal yang merupakan salah satu hobinya dalam menjaga kebugara. Sungguh,melihat bulu dadanya saat berenang membuat bulu kuduku berdiri. Bahkan tak jarang ada orang bisik saat melihat pak ahmad berenang.

Mungkin orang mengira kami keluarga kecil yang bahagia. Meski kulihat,pak ahmad terlalu muda untuk punya anak seusiaku. Tapi disisi lain,untungnya,wajah ibupun lumayan,meski tinngi badanya agak timpang dibanding pak ahmad,hingga pantas-pantas saja bila berduaan dengan pak ahmad. Bahkan pak ahmad pernah mengajak aku,mbok dan ibu liburan 3 hari di semarang.

Akhirnya kurang lebih 1,5 tahun pacaran. Pak ahmad menikahi ibu. Saat itu usiaku kurang dari 12 thn. Sebelumnya mbok telah berkata kepada ibu.”ya sudah,kalau kamu yakin jalani saja.gak apalh,semua orang punya kekurangan”. Aku sendiri awalnya tak mengerti kata mbok itu. Pernikahan ibu bahkan dilakukan  secara resmi,tidak seperti sebelum2nya yang hanya menikah siri. Tapi memang,atas kemauan pak ahmad,pernikahan mereka dirayakan sangat sederhana. Hanya syukuran keluarga saja. Tapi hal itu sangat membahagiakan ibu dan mbok. Akupun merasakan hal yang sama,apalgi seminggu sebelum nikah,pak ahmad menyuruhku untuk memanggilnya abi

Awal menikah,ternyata kesibukan pak ahmad,yang kemudian kupangil abi, makin meningkat.hingga dia jarang dirumah. Saat ditanya olehku kenapa  abi mau menikahi ibu,dia berkata.”selain cinta,sejak pacaran dengan ibu,usahanya makin lancar,hal itu yang menyebabkan abi makin ingin menikahi ibu,kalian membawa rezeki untuk abi”katanya.  Entah benar atau tidak,tapi semenjak menikah,banyak sekali order ketempat abi. Meski abi meminta mbok untuk berhenti,abi tak pernah kekurangan pegawai. Memang beberapa bulan sebelum ibu menikah,mbok berhenti bekerja,dan mengikuti saran abi,mengembangkan usaha di bidang keripik singkong,yang menurut abi enak dan sangat layak dijual. Abi bahkan memodali mbok.

Setahun berjalan,pernikahan mereka dilingkupi rasa bahagia. Akupun demikian,segalanya serba baru. Mbok menjual rumah lama kami. Usaha abi malah berkembang hingga joyga dan semarang.  Setelah melewati tahun pertama pernikahan yang dirayakan dengan pergi ke jogya,sekalian bulan madu yang tertunda kata abi.aku dan mbokpun ikut serta,Abi tidak lagi sesering dulu keluar kota. Sudah ada anak2 buah yang menggantikanya untuk beberapa urusan kerja.

Mbok sendiri makin sibuk. Dia menjalankan usahanya di tempat yang abi sewa. Tempat itu berada dipinngir jalan.hingga mbok bisa langsung memajang jualanya juga. Hal itu sengaja abi lakukan agar rumah benar2 untuk istirahat. Ibu dan aku tentu saja membantu usaha mbok. Ibu memang sudah berhenti bekerja juga seminngu sebelum dia menikah. Mbok juga menitipkan jualanya ke kantin2 sekolah. Termasuk disekolahku.

Tapi memang,adanya orang baru,tentu ada kebiasaan kebiasaan kecil yang kadang kita hadapi. Mbok dan ibu awalnya agak menjaga sikap,tapi kemudian kebiasaan kebiasaan lama,perlahan muncul kembali. Seperti jika di rumah.kadang mereka terbiasa hanya memakai bh dan kain. Akhirnya di rumah barupun lama kelamaan mereka bersikap sama ketika sebelum mempunyai keluarga baru. Kamipun lama-lama akhirnya terbiasa juga melihat kebiasan abi jika dirumah.

Abi memang suka sekali hanya mengenakan celana pendek. Pendeknya bahkan hingga selangkangan. . Selain itu tak jarang juka dirumah,apalgi jika udara panas sekali, dia bertelanjang dada,dan hanya mengenakan celana pendek itu. Awalnya abi  begitu hanya didalam kamar saja,tapi lama-lama,akhirnya diluar kamarpun begitu. Aku kadang suka berbisik-bisik ke mbok mengagumi bulu dadanya yang lebat. Selain itu diluar pekerjaan di tempat usahanya,abi selalu berusaha melibatkanku dalam kegiatanya. Selain berenang,kadang aku diajak keliling guna mencari hal-hal yang menunjang pekerjaanya. Bahkan seringkali aku menemani abi ketika membuat sketsa-sketsa untuk kaos yang akan abi buat. Kadang bahkan kami dibawa keluar kota untuk menemani abi. Tapi sesekali,ketika ibu dan mbok tak dapat ikut keluar kota,aku yang kadang diajaknya sendiri.

Abi memang bersikap sangat baik kepada kami,dia ingin kami tak sungkan kepadanya, bahkan pernah satu waktu,saat aku kehujanan abi langsung memandikanku dengan air hangat. Awalnya aku malu karena usianku sudah lebih dari 12 tahun,tapi abi bilang “aduh,akukan ayahmu,kok sama ayah malu” katanya. Ibu hanya tersenyum,mbok saat itu tak ada  di rumah. Tapi kemudian mbok tahu karena ibu yang cerita. Tak jarang sesekali kami pergi berdua dan ketika aku membutuhkan sesuatu untuk keperluan sekolahku atau lainnya. Dan ketika ibu atau mbok bertanya,abi selalu bilang,”ih,ini urusan laki-laki”katanya. Abi bahkan mendukung hobi masakku. Jika ada demo masak dikotaku,abi selalu berusaha untuk mengajaku melihatnya.

melihat itu semua,ibu dan mbok yang paling bahagia. Karena selama ini jika ada lelaki yang jadi suami mbok atau ibu,mereka seperti tak menghirauhkan keberadaanku.Bahkan diusiaku yang ke 13,abi memberiku kejutan kecil. Saat bangun tidur dia masuk kekamar sambil membawa kue ulang tahun bertuliskan nama dan usiaku. Dia lalu mencium kening bahkan bibirku.dan  saat sarapan,abi menyruhku mengambilkan palu ke gudang,tapi ketika pintu aku buka,disana sudah ada sepeda dihiasi pita dan ada tulisan besar. “untuk anaku tercinta”. Akulangsung loncat2. Ibu dan mbok bahkan tak tahu tentang kejutan itu. Malamnya kami pergi makan ber 4 diluar. bagiku itu hal luar biasa. Selama ini tak pernah ada yang mengingat ulang tahunku,bahkan ibu dan mbok sekalipun. Angka 13 ternyata bukanlah angka sial fikirku saat itu.

Abi memang sesekali menunjukan rasa kasih sayangnya kepadaku. Dan berusaha tak memberi jarak diantara kami. Bahkan beberpa bulan setelah menikah,ketika kami selesai berenang. Awalnya aku dan abi selalu menngunakan kamar mandi berbeda untuk membilas. Tapi saat itu,abi masuk ke kamar mandiku. Katanya masa ayah dan anak mandinya terpisah. Bahkan kemudian dia mengeramsi kepala. bukan hanya itu, Saat abi menyruhku membuka celana renangku.aku berkata malu. Tiba-tiba abi langsung membuka celanya hingga telanjang bulat. “abi mau kamu kalau sama abi gak usah malu”katnya. Sungguh saat itu,jantungku terus berdetak kencang. Sesekali tak bisa aku hindari untuk tidak melirik kearah kemaluanya yang menjuntai. Meski sedang tak berdiri,tapi sungguh bukan ukuran yang kecil. Akupun akhirnya membuka celanaku. Abi hany senyum dan tak berusaha untuk melirik kontolku. Tapi saat dia menyabuni badanku,tanganya tak ragu mengusap kelaminku. “kecil ya bi”tanyaku saat itu “ah,gak juga,pas lah dengan usiamu”kata abi. Selesai mandi,abi berkata kepadaku. “abi gak mau kamu malu2 lagi sama abi,terus kalau ada apa2,kamu bilang kea bi ya?katanya sambil mengusap rambutku.

Aku memang tak bercerita pada mbok atau ibu tentang hal itu. Tapi pernah suatu waktu ibu hanya bawa 2 handuk ,”aduh handuknya lupa satu,kalian mandi barengan aja”.”emang kita selalu barengan ya?”jwb abi. Mbok pun tahu hal itu dan memang tak masalh bagi mereka. Dan pernah mbok bercanda didepanku,saat itu abi belum pulang. “dikolam kalian suka mandi barengan,coba mbok yang barengan mandinya sama abi”kata mbok. “ih,nanti abi nya diambil mbok dari ibu”jawabku. “gpp lah”kata ibu sambil senyum. “iya,gpp,berbagi suami ya,dari pada dibagi ke orang lain,mending kasih ke mbok” kata mbok. Dia dan ibu tertawa,sedang aku tak mengerti sama sekali.

Abi memang sosok yang sempurna. Dia kelihatan sayang sekali ke ibu. Bahkan kadang kemesraanya diperlihatkan dihadapan aku dan mbok. Awalnya aku merasa risih melihatnya,mesti mbok biasa2 saja. Tapi lama-lama akupun terbiasa saat abi mencium bibir ibu sebelum pergi atau bahkan memeluknya erat saat kami menonton tv. Mbok sampai sering berbisik iri kepadaku.Lama-lam aku terbiasa melihat ibu ada dipangkuan abi. Abi kadang hanya memakai celana pendek. Dan ibu yang hanya mengenakan bh dan kain,bergelayut mesra di dada penuh bulu abi. Dan kemudian,suatu malam saat aku ingin kencing. Aku tak jadi melanjutkan keinginanku itu. Karena di dalam keremangan lampu. Sebelum turun,aku melihat 2 manusia sedang bergumul di karpet depan tv. Dari lantai atas dimana kamarku berada,Aku melihat punggung abi yang telanjang bulat,sedang menindih ibu. Akupun langsung kembali kekamar.

Bahkan tak jarang,ketika pagi hari aku masuk kekamr ibu untuk meminta uang jajan,aku lihat abi masih terlelap.dari balik selimut,aku melihat abi tak memakai apapun. Hingga kadang pantat putihnya yang ditumbuhi bulu halus hitam,tampak jelas terlihat. Dan memang makin hari,kemesraan abi kepada ibu makin terlihat. Bahkan kemudian seringkali saat istirahat siang,abi suka pulang kerumah,selain untuk makan,juga dia pakai untuk bermesraan dengan ibu. Bukan hany itu,dihadapanku abi bahkan tak malu melakukan sedikit hal-hal yang sangat pribadi untuk dilakukan dihadapan orang. Pernah satu waktu aku pulang dan abi masih berada di rumah. Saat itu dia duduk dikursi meja makan dan menyuruh ibu duduk dipangkuanya. Kemudian abi memnciumi pundak ibu,bahkan tanganya msuk kesalah satu bh ibu dan meremasnya. Aku sendiri ada dihadapan mereka sedang menikmati makan. “ih,jangan dong,malu ada wisnu”kata ibu. “ah,biarain aja ya nu,kana bi sayang ibu”kata abi.aku hany senyum pura2 tak melihat apa yang mereka lakukan.

Memang,aku akhirnya tak jarang berpura-pura tak melihat. Bahkan suatu hari,ketika aku pulang sekolah,saat melintas kamar ibu,kulihat abi sedang menggenjot ibu di tengah hari bolong. Pintu kamar sama sekali tidak mereka tutup. Aku sempat mendengar ibu berkata.’ih,ada yang masuk”kata ibu. “paling wisnu,dah gpp tanggung”kata abi dan sesaat kemudian kudengar desahan panjang dari mulut abi. Tapi meski begitu,lama-lama,hal yang abi lakukan berpengaruh juga terhadapku. Aku sering melamunkan hal-hal yang berbau porno. Aku mersa ibu sangat beruntung didekap lelaki tampan. Dah hal itu,akhirnya membuat aku tak pernah mengatakan kepada siapaun,jika kadang. Abi memeluku dan mengusap rambutku sebagai rasa sayang,yang dilakukan ketika mbok dan ibu tak berada dirumah. entahlah,aku hanya ingin sedikit merasakan bagaimana persaan ibu ketika di peluk abi. Hingga kadang,sambil nonton tv,sesekali aku yang kepanasan membuka kaosku dan menyenderkan punngungku didada berbulunya abi. Abi sendiri bahkan kadang melingkarkan tanganya keperutku dan mendekapku.  Bahkan kemudian ketika selesai berenang dan mandi,abi sesekali mendekapku dari belakang diabwah guyuran air dingin,aku hanya diam,dan tak mengatkanya pada siapapun juga.

Tapi lama-lama,setelah setahun lebih pernikahan mereka,dan abi jarang keluar kota,ibu sesekali suka mengeluh kepada mbok.”aduh mbok,cape”kata ibu.”ya sabar aja ndok,nanati mungkin lama-lama juga gak”kata mbok. Dari beberapa pembicaraan yang ibu lakukan bersama mbok,aku sedikit tahu bahwa akhirnya,ibu sedikit kewalahan melayani hasrat birahi abi yang memang menurut ibu tak ada hentinya. Mbok  malah kadang bercanda kepada ibu “ya mending bagun terus,dri pada tidur terus”kata mbok sambil terkekeh.  “atau mau mbok bantu”kata mbok. “ya mbok,kalau mau silahkan”kata ibu terkekeh.  Memang tak jarang aku lihat. Setelah pulang kerja dan makan. Abi dan ibu selalu berada dikamar mengurung diri. Bahkan sering kali kulihat,setelah siang mereka mengurung diri dikamar,malamnya kembali mereka bermesraan didalam kamar.

Mungkin karena hal itu juga,akhirnya sesekali ibu lebih suka terus membantu mbok ditokonya dari pada siang hari pulang kerumah. Tapi hal itu sepertinya tak sampai membuat abi marah. Dia selalu memaklumi semua tindakan yang ibu lakukan.  Sama seperti aku yang selalu berusaha memaklumi tindakan abi kepadaku. Bahkan kemudian ketika suatu hari didalam kamar mandi saat kami membilas badan. Abi memeluku dari belakang,erat sekali,sampai akhirnya perlahan kuraskan kontolnya ternyata sudah mengeras. “ih,abi kenapa”bisiku. “abis abi gak bisa meluk ibu,lagi datang bulan”katanya. Bahkan tak hanya itu ketika aku berbalik dan menatap kontolnya yang ujungnya hamper menyentuh pusar itu,abi hany tersenyum “ih,abi besar amat:bisiku. “masa?katanya. bahkan perlahan saat aku mencoleknya,abi hanya tersenyum. Kejadian itu,sentuhan-setuhan tangan abi ditubuhku,makin kuanggap wajar saja.  Sampai suatu hari,abi kembali memeluku sambil menyabuni badanku. Perlahan tanganya turun kebagian vitalku dan menyabuninya. “bulunya dah keliatan ya?bisik abi,aku hany senyum. “dah pernah nyabun kan”bisik abi sambil mengusap-usap kontolku dengan sabun.”iya bi”bisiku. Akhirnya kurasakan gerakan tanganya mulai dari atas sampai ujung  kontolku,aku mengeliat dalam dekapanya,perlahan kontolku makin mengeras.saat itu satu tangan abi memelu dada ku sambil dagunya diletakan di pundak hingga pipi kami beradu. “enak ya’bisik abi aku hanya senyum. Perlahan bahkan kurasakan abi mengesekan kontolnya pelan dipunggungku,bahkan kemdian di pantatku. “aduh bi”bisiku sambil bergidik. “kenapa’bisiknya aku hanya diam,abi perlahan makin mempercepat gerakan tanganya  yang menggemgam kontolku naik turun. Akhirnya tak sampai sepuluh menit,aku menggeliat,sampai kemudia,air mani muncrat dari ujung kontolku. “hi hi,banyak amat,dah lama gak mimpi ya’bisiknya,aku mengangguk.”bi jangan bilang siapa2”bisiku. “tenang”katanya.

Entahlah,sentuhan-sentuhan abi,yang membuatku nyaman,meski akhirnya samapi kelewat batas, membuatku terus diam,bahkan menikmatinya. Diusiaku yang belum menginjak 14 tahun itu,saat gejolak kedewasaanku mulai datang,aku kadang merasa beruntung dengan yang dialkukan abi. Sesekali abi mengulang perbuatanya kepadaku. Tapi semua kuanggap wajar. Malah saat tepat usiaku ke 14,abi memberiku hadiah jam sepatu dan tas. Dan hal itu makin membuatku menyanginya. Hingga kemudian,kira-kira seminggu setelah hadiah-hadiah yang abi berikan. Kami kembali berenang. Saat itu bahkan mbok yang jarang ikut akhirnya ikut juga selain ibu. Meski mereka tetap hanya berada dipingir kolam melihat kami berdua berenang dan sesekali bercanda.

Setelah selesai,kami mandi bersama. Saat itu,abi kembali memeluku,dan akhirnya menjamah kontolku. Tapi saat itu abi berbisik,”gosokin abi dong”katnya sambil meraih tangaku dan meletakanya dikontolnya lalu mengerakanya.aku hanya senyum dan menrutinya. Kemudian abipun meraih kontlku dan mengocoknya. Sesaat kemudian abi berpindah kebelakangku dan mengerakan kontolnya disela pantatku dengan posisinya melintang. “Adu enak”bisik abi. Kurasakan kontolnya berderi diantara belahan pantatku. Tangan abi tetap mengocok kontolku. Akhirnya akupun tak tahan dan kembali muncrat. Abi kemudian mengocok kontolnya. “kamu keluar dulu aja,nanti kalau kelamaan ibu kamu curiga’bisiknya. Tapi saat aku hendak memakai celana. Abi jongkok dan mencium kontolku,aku sempat kaget,karena ujung kontolku sedikit masuk ke mulutnya. Tapi aku kemudian tersenyum.

Setelah itu,abi makin berani bertindahk lebih jauh terhadapku,bahkan bukan hany ujungnya saja kontolku dia cium,kadang hingga hampir semua kontolku masuk kemulutnya,meski hany beberpa detik,tapi hal itu memberikan sensasi luar biasa. Sampai kemudian suatu hari,saat aku pulang sekolah,abi sudah ada di rumah. saat itu baru sekitar jam 12 siang. Aku baru saja membuka bajuku ketika abi masuk dan langsung mendekapku.  Aku hany senyum,tapi tangan abi kemudian membuka  seleting seragamku.”abi bantu”bisiknya.  Saat celana terlepas,abi malah mengodok kontolku. “ih,abi mau apa?bisiku,karena memang biasanya hal itu dia lakukan hanya saat dikolam renang saja. Tapi aku hany daim ketika abi menciumi pundaku. “kebawah yu”bisiknya.”takut ah,tar ibu pulang”bisiku. “gak,ibu baru pulang sore,tadi abi dah ke took”katanya. Akupun menurutinya,aku hanya membawa pakaian gantiku karena abi melarang memakainya. Aku dibawa ke kamar abi.dia langsung memeluku diatas ranjang,sambil mengusap-usap pantatku. Kemudian dia menciumi teteku dan menghisapnya. Setelah itu aksinya berlanjut,dia menciumi batang kontolku dan menjilati bijinya,aku menngeliat. Tak lama dia mengambil sesuatu dan mengoleskan cairan putih di pantatku,lalu dia menngesekan kontolnya yang sudan mengeras dibelahan pantatku.lama sekali abi mengesek-gesek kontolnya. Posisiku saat itu tengkurap. Setelah itu abi mengganjal pantatku dan membukanya lebar-lebar,sesaat kurasakan jari-jarinya bermain dilubang anusku. Tak lama bankan dia berusaha memasukanya setelah dilumuri cairan tadi. “bi,jangan,takut sakit”bisiku.”gak,tenang saja’bisiknya. Dan memang,meski agak aneh,tapi aku dapat menahan rasa yang sedikit ganjal itu. Tapi saat jarinya main masuk kedalam,sedikit sakit kurasakan,tapi aku masih tahan.”aduh bi,pelan2”bisiku. Saat perlahan kurasakan jarinya mulai dia maju mundurkan.tapi tak lama,jari itu mulai lancer maju mundur dipantaku. “bentar ya,abi punya mainan”bisiknya. Dia kemudian mendekati lemari dan tak lama kembali dengan benda karet berwarna merah seperti sosis. Besarnyapun sebesar sosis atau jari orang dewasa. Tapi setelah kulihat ternyata ujungnya mirip kepala kontol. Perlahan benda kecil itu yang kemudian abi coba masukan kepantatku. Dan akhirnya benda itupun maju mundur di pantatku meski sedikit sakit. Tapi lama kelamaan sakit itu berkurang berganti rasa geli. Apalgi saat tangan abi meremas kontolku. Kemudian abi perlahan mencabut benda itu dan kembali mengesekan kontolnya. Lalu setelah itu abi menuruhku mengocoknya dan aku menurutinya. Tapi kemudian abi menyuruhku menjilatinya. Awalnya aku ragu,tapi saat abi mulai membelai rambutku dan menekan kepalaku hingga mendekati kontolnya.akupun menurutinya. Tak lama untuk pertama kalinya,aku menjilati kontol abi,bahkan menghisapnya,meski rasanya aneh. Sampai akhirnya aku dipaksa berbaring dan abi mengerakan kontolnya maju mundur di mulutku,sampai kemudian,abi mengejang dan cairan muncrat didalam mulutku yang sengaja kontolnya dia benamkam. Aku bergerak menjauhkan kontolnya dari mulutku,tapi sedikit terlambat,cairan itu lumayan banyak yang tumpah didalam mulutku,bahkan sedikit tertelan. Sesaaat setelah abi menikmati keadaanya,dia kembali memasukan benda itu ke pantatku.dan kali ini dia bahkan mengenyot ujung kontolku sanbil mengerakan bebda itu maju mundur dipantatku. Hanya kurang dari 5 menit,perlahan aku mengejang,dan kontolku langsunikirang mengucurkan cairan kental diujungnya,yang sepertinya tak henti-henti keluar.

Setelah itu,aku merasa sesuatu yang mengganjal. Ada rasa gundah yang tak tahu sebabnya. Tapi makin lama rasa itu makin hilang,berganti fikiran tentang rasa luar biasa yang kunikmati bersama abi dikamarnya itu. Dan saat semingguan kemudian abi mengulangnya lagi,aku pasrah dan membiarkanya melakukan hal yang sama kepadaku. Bahkan abi memperlihatkan benda-benda mirip kontolnya yang jumlahnya ada 5 dengan ukuran dari yang segede sosis hingga berukuran besar.

Awalnya tiap kali melakukan itu,abi hany menusukan yang paling kecil. Hingga beberapa minggu kemudian berganti ke yang sedikit besar diatasnya bahkan kemudian dia memutarkan film porno untuku. Yang membuatku makin tak kuasa menolak ajakan abi. Hingga akhirnya sekitar 5 bulan setelah abi pertama kali menusukan benda kecil itu. Hingga entah berapa kali dia mengulanginya dan bahkan benda yang dia msukan makin hari makin besar.siang itu aku pulang sekitar jam satu,ketika tak lama abipun datang. Katanya gak enak badan. Tapi kemudian  dia kembali menariku keatas ranjang. Setelah menciuminku,perlahan abi muali memasukan benda-benad mirip kontol itu kepantatku. Setelah 3 ukuran masuk,perlahan abi mendekapku erat,lalu krasakan dia mulai memasukan sesuatu yang kemudian aku tahu bahwa itu adalah kontolnya.”bi,mau apa”kataku.”udah,sekarang saatnya yang asli”bisiknya.aku sempat menngeliat,karena kontol abi terlalu besar untuk bisa masuk,tapi entah,lama-lam kontol itu perlahan mulai makin dalam masuk anusku. Kuraskan sakit yang sudah lama tak kurasakan,bahkan sedikit lebih sakit dari pertam akali abi menusukan jarinya atu benda mirip sosis itu. Aku sempat menagduh,bahkan  ketika abi mulai mengerakan kontolnya naik turun,rasa sakit masih kurasakan.tapi abi tak mempedulikan rintihanku. Dia terus menggenjot pantatku,lama sekali hingga badanku merasa lemas. Sakit itu akhirnya aku rasa biasa dan dapat kutahan.  Kemudian kurasakan dia makin kencang menggenjotku.lalu dekapanyapun makin kurasakan erat sekali. Dan akhirnya. Ahh.ahh.ahh.abi mengejang dan cairan hangat kurasakan mengalir didalam lubang pantatku. Setelah itu,abi mengocok kontolku. Rasa luar biasa langsung menghilangkan rasa sakitku. Bahkan gerakan kontol abi yang sudah sedikit lemas itu,makin member rasa luar biasa. Dan akhirnya,air manikupun mengucur cepat sekali. Aku bahkan sampai mengejang-ngejang ketika itu. Perlahan kurasakan kontol abi keluar dari duburku meninggalkan rasa luar biasa. Abi mendekapku.”enak kan”bisiknya.aku hany diam.

Telah lama aku merasa bersalah kepada ibu,makin lama rasa itu makin dalam,apalagi setelah abi hampir semingu sekali mengulangi perbuatanya itu jika waktu memungkinkan. Bahkan ketika akhirnya kami hanya sering berdua pergi kekolam renang. Dikamar ganti abi selalu menusukan kontolnya ke pantatku.  Awalnya memang selalu dibantu dengan alat-alat koleksi abi,tapi lama-lama akhirnya kontol abi yang langsung masuk,setelah awalnya di mulai dengan hanya menggunakan jarinya saja agar kontolnya lancar masuk  pantatku.  Dari dia aku tahu juga,kadang alat2 itu dia pakai juga saat bersama ibu.

Tapi lama-lama kurasakan hubungan mbok juga makin tak ada jarak dengan abi. tak jarang kulihat,mbok suka bercengkrama bersama abi didapur,bahkan sambil colek-colekan. Kadang juga dihadapan ibu,hingga aku tak merasa curiga sama sekali.  Pernah suatu hari mbok yang hanya mengenakan bh dan kain pinggangnya dipegang abi dari belakang dan bertanya. “mbok lagi bikin apa”katanya. Saat itu aku dan ibu ada dimeja makan tak jauh dari mbok berdiri.  

Dan suatu hari,saat selesai menngenjotku,aku berkata.”kok abi bisa kuat ya,dan kayaknya selalu ingin gituan terus?tanyaku. “iya,gak tahu,sampai ibumu juga kelelahan”kata abi. “ih,pantes abi dekat2 mbok,jangan2 abi ngincar ya?kataku. “ha2,mang gak boleh”katanya tertawa. Entah,aku juga hanya bisa ikut tertawa saat itu. Dan akhirnya semuanya terbuka juga. Malam itu hari sudah sangat larut,dan aku berjalan menuju lantai bawah untuk ke kamar mandi. Saat sampai dapur,aku kaget melihat abi keluar dari kamar mbok,padahal waktu itu sudah sekitar jam 2 malam. Abi hanya mengenakan celana dlam putih,dengan peluh masih terlihat di tubuhnya. Abi hany senyum melihatku sambil menutup pintu kamar mbok. Paginya aku sebenarnya tak mau membahasnya,tapi ibu kemudian berkata. “malam mbok mijat mas ya?kata ibu. Abi saat itu belum bangun. “iya”kata ,mbok. “semalam kamu lihat abi ya?tanyanya padaku. “ya bu,masa malam-malam dipijat,Cuma make celana dalam lagi’kataku. “ah,mang kenapa,ibu kamu aja gak complain”kata mbok sambil mengusap rambutku.

Hal itu makin menambah kecurigaan ku,karena sebelum-sebelumnya,aku makin sering melihat mbok kadang berada di rumah jika siang hari dan hanya berdua dengan abi. Bukan hanya itu,pintu depan yang kuncinya jarang diselot,akhirnya suka diselot,hingga kunci yang kubawa sepertinya sia-sia dan harus menngedor pintu atau membuyikan bel. Mbok bilang lupa tiap kali aku Tanya. Dan dia bilang bahwa dia bergatian menyiapkan buat makan siang abi. Dan memang akhirnya awalnya jika hanya ibu saja yang pulang siang hari guna menemani abi makan siang,lama-lama sesekali mbok yang melakukanya.

Tapi lambat laun aku tak mengacuhkanya, apalagi sejak aku duduk di kelas 3 smp,aku makin sering berada diluar. Biasanya aku belajar tambahan untuk kelulusanku. Tapi saat itu,aku telah dekat dengan seorang teman,meski sama kelas tiga tapi berbeda kelas.  Rizal temanku itu,kadang berada satu kelas denagnku mengikuti tambahan pelajaran yang diadakan para guru. Kami memang diperbolehkan mengikuti kelas yang kami anggap kurang dalam satu mata pelajaran. Saat itu aku ikut tambahan matematika yang kadang oleh guru kelasku suka disatukan dari semua kelas. Keakraban kami berlanjut,bahkan saat rizal mengajaku main kerumahnya akupun setuju. Kami kemudian menonton film2 dewasa yang rizal dapat entah dari mana. Sampai akhirnya kami coba-coba yang awalnya hanya onani,tapi entah saat rizal ingin mencoba menusuk pantatku,akupun menyetujuinya.  Dialah orang luar pertama yang menyodoku. Setelah itu,sesekali kami mengulang perbuatan kami,bahkan akupun mencoba menyodoknya,meski akhirnya,akulah yang sering dijadikan korban kontol kecilnya.

Disaat pertengahan kelas 3 itu pula akhirnya aku mendapati abi masuk kamar  mbok pada tengah malam,dan kali ini tampa sehelai pakaianpun di badanya. Saat itu aku melihatnya dari atas. Saat ada kesempatan berdua saja dengan mbok,aku menyakanya. Aku tak kaget mendengar jawaban mbok,kata mbok itu memang atas persetujuan ibu. Entah apa yang ada difikiran ibu dan mbok,aku tak mengerti. Ternyata omonganya dulu bukan sekedar omongan,tapi benar terjadi,ibu berbagi suami dengan mbok,ibu kandungnya sendiri. Setelah kejadian itu,aku rasa mbok sudah menceritakan tentang obrolanya denganku. Terbukti setelah itu,abi semakin berani saja. Bukan hanya dia lebih terang-terangan saat ingin melakukanya dengan ibu. Bahkan dengan mbokpun seakan dia tak peduli. Dengan alasan mau dipijat. Tak jarang abi masuk kamar mbok saat aku masih terjaga. Tak jarang juga setelah berduaan dengan ibu dikamar. Dengan tubuh masih penuh keringat. Iya keluar kamar ibu. Dan masuk kamar mbok dengan hanya mengenakan kain yang dililitkan di badan,atau kadang hany bercelana dalam saja. Awalnya pintu kamar ibu suka ditutup. Tapi jika tengah malam tak jarang dibiarkanya terbuka. Karena memang saat itu biasanya aku sudah terlelap. Tapi kemudian,aku tak lagi kaget,saat  tengah malam,kudapati kamar mbok terbuka,disana kulihat abi sedang berada diatas tubuh mbok,précis seperti yang kulihat ketika dia bersama ibu dulu.

Akhirnya makin lama kelakuan abi makin tak mengenal malu,ibu dan mbok sepertinya menikmatinya saja. Apalgi kini hidup mbok dan ibu makin jauh dari kata kurang. Bahkan sepertinya mbok dan ibu menganggap hal wajar saja ketika abi memeluk-meluk aku padahal hanya bercelana dlama saja. Bahkan mereka membiarkan kami mandi bersama sesekali di rumah sendiri. Mereka seakan tak mau melarang kesenangan abi atau siapaun dirumah itu. Rasa cinta abi memang dia tunjukan kepada kami bertiga. Bahkan kepadku dia tak malu mengatkanya didepan ibu dan mbok. Bahkan kemudian saat abi memeluki, ibu membiarkan kami bercanda,bahkan saat tanganku aku masukan kedalam celana abi,ibu seakan tak ambil pusing. Dan akhirnya malam itu,mbok sendiri sedang ke tempat saudaranya. Malam itu abi memeluk ibu.tapi kutahu ibu sedang datang bulan. Abi berkata pada ibu.”mala mini aku ingin tidur ah dengan anaku”. Dan akhirnya malam hari,ternyata abi memang datang kekamarku.dan akhirnya meski aku takut,tapi abi menuyruhku tenang,akhirnya dia melampiaskan birahinya malam itu kepadaku. Esoknya ibu sekan tak terganggu dengan sikap abi itu,bahkan akhirnya setelah itu,sesekali abi tidur bersamaku,mbok dan ibu sepertinya biasa saja, bahkan akhirnya mbok menyakanku apa aku menyukai abi.aku hanya diam. “gpp,itu bukan masalah besar”bisik mbok.

Sampai kemudian,siang itu,aku tak mengira mbok akan pulang.saat itu abi sedang menngenjotku dipinggir ranjang. Abi malah sengaja melihat siapa yang datang dn keluar dari kamarku denagn telanjang bulat, “mbok pulang’bisik abi.”aduh gimana,dia lihat abi ga?tanyaku. “gimana?gimana?udah gak apa,tenang aja”bisik abi.”tapi bi”kataku.”udah,gak apa2,lama-lama juga mereka tahu”katanya. Dan meneruskan menyedokku.bahkan suara desahan abi tak berusaha dia pelankan. Aku tak berani turun setelah melakukan itu. Tapi sepertinya mbok mengerti,dia lalu naik keatas dan masuk kekamarku. “hayo makan,ngapain diam aja dikamar,nunggu abi lagi ya?bisiknya. aku hanya senyum.

Setelah itu,akmi bagai keluarga yang kehilangan otak kami. Kami seperti sebuah keluarga yang semuanya gila. Abi makin terang terangan mengauli ibu dan mbok. Bahkan saat nonton tv,dia bernafsu sekali menggumuli ibu dihadapanku. Jika ada yang melihat,gairah abi makin menngebu. Biasanya abi menggauli ibu atau mbok dimalam hari. Dan jika siang,akulah yang jadi korbanya.

Bahkan akhirnya diawal kelas 1 sma,ibu melihat abi tengah asyik menngenjotkan kontolnya ke pantatku. Dsiang hari bolong. Dia hanya tersenyum dan menutup pintu kamarnya sendiri.membiarkan kami berdua sementara dia pergi kedapur. Setelah itu,tak jarang,ketika ibu atau mbok tak bisa memuaskan abi,malam hari dia akan naik kekamarku dan melanjutkan aksi birahinya.

Bahkan akhirnya lama-lama aku dibiarkan menyaksikan abi menancapkan kontolnya ke lubang ibu atau mbok,didepan mataku sendiri. Dan akhirnya,malam itu,satu kebejatan lain kembali terjadi.

Kami asyik menonton tv,ketika kemudian abi menngerayangi ibu,bh dan kain ibu,bahkan celana dalam abi lepaskan,lalu perlahan dia menngauli ibu,tak lama abi membisikan sesuatu,dia kekamar nenek,setelah 15 menit berada dikamar mbok,dia keluar bersama mbok yang sudah juga tampa pakaian. Akhinya dihadapanku abi menngauli mbok dan ibu. Tapi tidak hanya itu,abi kemudian merangkulku dan membuka seluruh pakaianku. Dia menjilati tubuhku dihadapan mbok dan ibu yang hanya tersenyum melihat. Dan kemudian,bahkan,ibu dan mbok tetap diam saat abi mulai memasukan kontolnya ke pantatku. Kenimamtan kurasakan meski tetap merasa aneh digauli dihadapan ibu dan mbok. Abi sendiri seakan ingin memperlihatkan keperkasaanya. Denagn mengacungkan kontolnya yang besar itu,perlahan dia menyuruh kami berjejer,dan bergantian kami akhirnya secara bergiliran mendapatkan hantaman kontol abi itu.

Sungguh malam itu malam yang selalu kuingat. Karena setelah malam itu,aku terbiasa mendapat perlakuan itu dihadapan ibu dan mbok. Dan akhirnya akupun terbiasa ketika kakak kelasku. Setelah beberapa kali menacapkan kontolnya kepantatku. Aku menyetujuinya saat dia membawa teman-temanya ke kamar nya. Akhirnya 4 orang remaja usia 17 tahunan itu,ayik bergatian memasukan kontolnya ke lubanang pantatku.

Tapi sungguh,meski merasakan 4 kontol sekaligus. Ukuranya yang kecil2 dan ceaptanya mereka mengeluarkan cairan kenikmatan,tak memberiku kepuasan penuh. Aku malah lebih menyukai bergumul bersama abi seorang diri dibanding mereka ber 4. Abi jauh lebih bisa memuaskanku,bahkan hingga berjam-jam,dia bagai kuda liar terus menngenjotkan kontolnya kedalam lubang pantatku. Bukan hanya itu,aku bahkan mencoba melakukan hubungan intim dengan wanita. Meski aku dapat memuaskan wanita itu,tapi sungguh,aku merasa hampa dalam diriku.

satu hal tak kusangka terjadi,setelah sekitar 3 tahun abi memperlakukanku tak senonoh,bahkan dihadapan ibuku sendiri. Entah jenuh atau apa. Setelah sekitar 5 tahun pernikahanya,ibu seakan merasa jenuh dengan keadaan di rumah. Apalagi saat itu mbok kembali menjalin hubungan dengan seseorang dan akhirnya menikah dan pindah rumah. Duda beranak 4 itu,yang sudah ditinggal mati istrinya,seakan menjadi pelarian mbok diantara rasa bersalahnya yang makin lama makin menumpuk.

Dan hari itu,mbok akhirnya meminta maaf padaku,setelah kira-kira 4 bulan,mbok meninggalkan kami dan tinggal bersama suami barunya itu. Dirumahnya,mbok akhirnya menjawab semua pertanyaanku setelah beberapa kali berkunjung ke rumah mbok,mbokpun akhirnya mengakui bahwa semua itu kesalahanya.

Mbok sebenarnya telah berhubungan dengan abi sebelum abi menikahi ibu,bahkan mbok pernah tidur bersama abi. Sebelum ibu memutuskan berpacaran dengan abi,mbok sudah menceritakan semuanya. Tapi saat itu karena lagi2 masalah ekonomi, ibu akhirnya menerima lamaran abi,meski sudah tahu abi pernah berhubungan dengan mbok,bahkan abi mengakuinya dihadapn ibu sebelum resmi menikah. Ibu dan mbok bahkan sudah mengetahui kelainan seks abi,dan itu menjadi salah satu alasan kenapa istri pertama abi meminta cerai. 

Setelah  aku masuk sma,aku memang sudah jarang ikut abi keluar kota, dan rupanya. Abipun melakukan hubungan terlarang dengan wanita selain mbok dan ibu. Awalnya ibu menutup mata,tapi setelah mbok pindah,ibu mulai mempermasalahkan hal itu. Dengan alasan yang mungkin sama dengan istri pertamanya. Akhirnya ibu jadi sering menginap di tempat mbok. Begitu juga akhirnya aku. Walau aku seringnya tinggal bersama abi dan menerima semua gairah abi sendirian. Setelah beberpa kali pembicaraan dengan abi,entah,abi akhirnya menyetujui permintaan ibu untuk berpisah. Ibu bahkan berkata tak menintut apapun juga. Ibu hanya meminta membawa tabungan miliknya saja. Mbok pun asalnya mau menyerhakan tokoknya. Tapi kemudian abi ternyata tak banyak menuntut apa2 juga. Dia bahkan memberikan toko itu padaku.

Dipertengahan kelas 3 sma,ibu pindah ketempat mbok,sejak itu dia tak pernah ketemu abi lagi. Berbeda denagn aku yang harus pisah tiba-tiba dengan abi,aku sempat merasa sedih,ibu menijinkanku untuk menemui abi kapanpun aku mau. Abi sempat beberpa kali menemuiku, baik sepulang sekolah. atau kadang sengaja datang ke tempat mbok.  Tapi aku sendiri tak pernah mengunjungi rumah kami dulu yang masih ditempati abi. Meski ingin sekali mereguk kenikmatan bewrsama abi,tapi aku coba tahan. Aku tak mau menyakiti ibu atau mbok.

Tapi kulihat nasib baik ternyata selalu datang kepada kami,meski kami adalah manusia-manusia yang terbilang bejat.  Tak sengaja ibu bertemu teman suami mbok. Warga keturunan afrika itu mempunyai bisnis garmen di semarang dan Surabaya. Pria yang usianya 5 tahun lebih tua dari ibu itu,entah,langsung jatuh hati pada ibu.  

Sungguh.pria itu jauh sekali dari kata tampan,menurutku. Dengan kulit yang sangat legam,seperti cat warna hitam,hidung yang besar dan bibir yang tebal. Awalnyapun tak menarik perhatian ibu. Tapi lelaki yang sudah fasih berbahasa indonesia itu. Rajin sekali mengunjungi kami,untuk sekedar mengobrol dengan ibu. Hati ibupun cepat ditaklukan. Bahkan akhirnya hanya sekitar 6 bulan setelah resmi cerai dengan abi,ibu menerima pinangan lelaki itu.

Pria itu tak pernah berus ha mengambil hatiku, dia bersikap sopan sekali terhadapku. Bahkan dia memperlakukanku sebagai manusia yang punya harga diri dan hormat. Setelah menikah,ibu dibawa ke surabaya,akupun diajak untuk tinggal bersama mereka.walau aku lebih sering pulang ke mbok, Sekaligus untuk melanjutkan studiku. Saat aku bilang tak mau kuliah. Ayah baruku menghormatiku. Dan membebaskanku mencari apapun keinginan yang aku suka.

Setelah lulus sma,aku hanya mengikuti kursus kursus masak. Tapi kemudian,aku bertemu salah satu teman ayah baruku yang sama-sama keturunan afrika. Tapi dia lahir di brazil dan pindah menjadi warga negara francis. Kulitnya sama-sama hitam,tapi menurutku jauh lebih tampan. Dengan hidung mancung dan bibir tak begitu tebal,pria itu kelihatan macho sekali denagn tubuh atletisnya yang diatas 180 cm.

Entah kenapa aku menyukainya,meski kulihat dia adalah lelaki normal. Mungkin karena bisik2 ibu ke mbok yang bilang,ternyata dibalik tubuhnya yang legam,orang afrika mempunyai sesuatu yang diimpikan banyak wanita. Kata ibu,masih dengan berbisik2,kontolnya lebih gede dan jauh lebih nikmat. Gairah seksnya hebat meski tak berlebihan seperti abi.

Lelaki yang bekerja disalah satu perusahaan telekomunikasi itu usianya baru sekitar 25 tahun,yang kemudian berkenalan dengan kami,sebut saja michael. Pria sangat pandai itu setelah beberapa kali bertemu dengan ayah baruku,menyarankanku untuk belajar masakan di jakarta yang menurutnya lebih variatif. Enntah,aku langsung menyetujuinya,meski ibu ragu karena di jakarta aku tak punya siapa2. Tapi ayah baruku dan suami mbok,menenangkan ibu dan mbok,kata mereka banyak teman mereka di jakarta. Akhirnya 6 bulan setelah lulus sma,aku ke jakarta. Saat itu aku diantar suami mbok dan menitipkan aku disalah satu temanya yang kebetulan mempunyai tempat kost.

Baru seminggu tinggal,ternyat michael menemuiku,bahkan bersamanya aku mencari tempat2 kursus memasak. Selain bekerja,michael ternyata melatih  capuera,salah satu olahraga asli brazil. Hampir setiap sabtu minggu selalu bertemu,entah awalnya michael ragu,dan menyakan pendapatku tentang kehidupan gay. Aku bilang tak maslaha,itukan pilihan hidup,aku akhirnya berkata dengan sedikit berbohong,bahwa aku pernah menjalin hubungan setahun bersama teman sekelasku lelaki. Aku berbohong awalnya melihat film,lalu coba-coba dan akhirnya keterusan. Kami berpisah karean harus melanjutkan sekolah,kataku mengarang cerita. Michael sangat bahagia dan tak kusangka dia langsung menyatakan rasa sukanya padaku. Tapi dia meminta aku menutup rapat rahasia itu. Akupun setuju meski aku hanya senyum saja ketika ditanya apa aku menyukainya. Setelah itu micahel mengajaku ke apartemenya. Kami bahkan berenang dan akhirnya tampa malu,dia mandi telanjang dihadapanku. Tubuku bergidik melihat kontolnya. Benar kata ibu.lain sekali ukuranya dengan pria kebanykan.

Beberapa kali pertemuan,aku akhirnya meninap dan untuk pertama kalinya,aku bisa memegang kontol warna hitam itu. Tapi kami tak langsung bergubungan badan,aku  pura-pura takut karena ukuranya itu. Akhirnya saat kedatanganku berikutnya dia sudah membeli kontol2an yang mirip punya abi,hanya warna dan bentuk sedikit beda. Akhirnya setelah beberapa kali hanya menngunakan alat bantu saja. Akhirnya michael menacapkan kontolnya dipantatku. Sungguh saat itu air kental benngku terus mengucur. Lezat sekali kontol yang kurasa sangat kenyal dan besar sekali itu.

Entah,atas nasehat michael,aku akhirnya memutuskan untuk kuliah pariwisata,jurusan makanan. Aku berencana ambil diploma 3. Ibu sangat senang mendengar rencanaku,bahkan juga ayah baruku. Kegembiraan ibu bertambah,saat dia mengetahui bahwa dirinya hamil. Apalgi saat itu.mbok bilang bahwa suaminya mengajaknya pindah ke surabaya. Karena memang anak2 dari suami mbok sudah disana semuanya.Mbok akhirnya pindah ke surabya. Aku sendiri setuju toko itu di jual dan akhirnya memang dijual ke salah satu teman suami mbok.

Kami memang memulainya semuanya serba baru. Mbok akhirnya memulai lagi usaha barunya disurabaya. Dan tentu saja di bantu ibu. Ibu kemudian melahirkan satu anak lelaki berkulit sawo matang. Bahkan setahun kemudian ibu kembali hanmil anak lelaki lagi.Aku sangat bahagia dengan semua itu,tak kukira ayahku yang jelek secara fisik,jauh lebih bisa membahagiakan ibu ,bahkan aku dan mbok. Dibanding abi. Aku memang kemudian kuliah. Aku bahkan berbohong kepada ibu,bahwa aku pindah kost agar lebih dekat dengan tempat kuliahku. Ayah tak memaksa untuk datang ke kosanku,karena aku beralasan tempatnya kecil. Jadi jika dia ke jakarta dan kadang bersama ibu bahkan mbok,kami biasa bertemu di tempat penginapan.

Aku memang sedikit berbohong,karena sebenarnya,jauh sebelum aku kuliah,michael telah memintaku untuk tinggal bersamanya. Dan aku akhirnya menyetujuinya. Bersama michael aku mulai ingin menata masa depanku. Bersama michael,aku selalu merasa dicintai dan dilindungi. Bahkan akhirnya kami seperti suami istri yang mengejar cita-cita jauh dari sanak saudara. Dan bersama michael,aku selalu merasakan kenikmatan yang sempurna dan luar biasa. Mivahel bukan hanya menjadaikanku pelampiasan birahi bagi kontolnya yang sangat menakjubkan itu,tapi dia melakukan gairahnya dengan cinta dihatinya. Dan cinta itu dapat kurasakan dalam dekapan hangatnya dimalam-malam sunyi pebuh gelora birahi.. wisnu/b/magelang

kakak tiriku maniak (n)

•April 27, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Saat usiaku 7 tahun,orang tuaku bercerai, aku kemudian ikut ayah. saat usiaku 9 thn ayah menikah lagi dengan seorang janda yang mepunyai satu anak perempuan,bernama kak caca,yang usianya terpaut sekitar 6 tahun dariku. Meski dar latar belakang berbeda,akhirnya kami dipersatukan dan boleh dibilang keluarga yang harmonis.

 Aku sendiri,boleh dibilang termasuk anak yang baik dan tidak banyak maunya. Selain itu,aku sendiri termasuk anak yang rajin,hingga ibu dan kakak baruku,suka sekali padaku. meski ayah ibuku jarang dirumah,aku tumbuh menjadi anak yang tak menyusahkan sama sekali. Lain halnya dengan kak caca. Kadang dia suka keluyuran setelah pulang sekolah. Tapi hal itu tak menggangu hubungan kami. bahkan aku dan kak caca boleh dibilang sangat dekat,karena seringnya kami berdua tinggal di rumah. Sementar orang tua kami masih sibuk bekerja diluar.

Kak caca seperti menggantikan kakak2ku yang ikut bersama ibu setelah perceraian. Tak jarang dia sering membantuku dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Hubungan kami makin erat,apalgi setelah kak caca memperlihatkan kelakuan buruknya,seperti merokok,dihadapanku,tapi aku tetap merahsiakanya,hingga dia sangat menyukaiku.

Tak terasa,hubungan kami berjalan hingga kemudian,saat itu,aku ada dimasa terakhir sekolah dasarku,sedang kak caca pun sudah berada dimasa akhir sma nya. Kak caca terus membantuku dalam menghadapi ujian akhirku.hingga akhirnya selesai.

Dan sore itu,aku baru saja mandi ketika kak caca masuk dan memeluku dari belakang. Kadang dia melakukan itu,tapi biasanya tidak dalam keadaan ku yang hanya sedang mengenakan handuku saja. “nanti kita kedepan yuk beli martabak”bisiknya. Satu tanganya ada dileherku. Aku mengangguk. Tapi sesaat kemudian,santu tanganya meraba daerah kemaluanku.”ih,kakak,jangan,geli”kataku. ‘he he,geli kan enak”bisiknya. Aku hanya tersenyum dan menbiarkan keisenganya. Tapi lambat laun tanganya mulai meremas pelan kontolku yang tertutup handuk. “kak jangan dong’kataku pelan.tapi dia hany tersenyum dan malah membuka handuku.”kak malu’bisiku.”ah,kan gak da siapa2’bisiknya. Perlahan handuku terjatuh dilantai.satu tanganya tetap melingkar dileherku. Sementara yang satunya kembali meraba-raba kontolku. mendapat serangan mendadak,aku hanya diam,dan sesaat kemdian dia mendorongku kekasur. “kaka mau cium kontol kamu ya’katanya.aku belum sempat menjawab,mulutnya sudah berada tepat diujung kontolku,perlahan dia memasukan kontolku kemulutnya,langsung saja kontolku bergerak dan makin bergerak setelah hisapan lembut kurasakan dikontolku. Aku tak dapat berkata apa2,hanya diam dalam kebingungan. “kak udah ah,takut ibu pulang”bisiku.”mereka lembur,tadi bilang ke kakak”kata kak lala dan perlahan dia melepaskan kulumanya. Aku kira dia akan berhenti. Tapi sungguh diluar dugaanku,dia mulai menrunkan roknya lalu celana dalamnya. “kak mau apa?bisiku.”mau kontol kamu”katanya sambil terus tersenyum.”kak jangan ah’bisiku. “udah sini,kontolnya masukin sini”katanya sambil menarik badanku.”udah cepet,nikmat,kamu pasti suka”bisiknya. Aku akhirnya menurutinya karena dengan erat dia menggemgam dan menarik kontolku. dia mengatur posisiku hingga percis didepanya.”udah,cepet masukin kesini”katnya sambil perlahan menarik kontolku,sementara dia telah mennganjal pantatnya dan membuka pahanya lebar2.perlaha aku mulai bergeser dan mendekatkan kontolku dan perlahan tapi pasti,kontolku mulai masik kedalam momoknya. Rasa hangat dan geli langsung menjalar ke seluruh batang kontolku,makin dalam rasa nikmat makin membuat badanku bergetar.”enak kan dorong-dorong”bisikinya.akupun mulai melakukan arahan,benar saja rasa nimat makin tak terelakan.perlahan kak caca mendekap badanku hingga aku merapat ke tubuhnya.pantatku terus aku maju mundurkan.kulihat kak cac terus menngeliat,dan akhirnya kuraskana kontolku berkedut2 kencang,saat itu aku makin memeuk erat kak caca,hingga kurasakan ngilu mulai mermabah kontolku. dan kontolku seperti makinmelemas.”kak udah ngilu”bisiku,sesaat kaka caca menajuhkan kontolku. ada ciran bening tersisa diujung kontolku.”enak ga?bisiknya,aku hanya mengangguk.

Setelah itu aku terus hanya diam,dan semingu kemudian,aku tak dapat menolak kembali,saat kak caca kembali meraba tubuhku dan akhirnya menelanjangiku. Kembali perlahan kumasukan kontolku yang hany sebesar sosis itu kedalam lubang kemaluanya yang sudah dipenuhi bulu hitam.

Kami tak jarang mengulangi perbuatan kami,meski awalnya aku sering berusaha menolak,tapi apa dayaku.dia bahkan memutarkan film-film biru sebelum kami main,sampai akhirnya,saat 4 bulan berjalan,kurasakan kenikmatan itu makin menjadi,saat makin lama,makin banyak cairan kental yang aku keluarkan dan tidak hanya bening,tapi makin lama makin seperti susu kental saja.

Suatu hari,kak caca malah menyruh aku membawa teman-teman ke rumah,jika ada belajar bersama atau tugas kelompok. Bukan hanya itu,sejak awal masuk smp,kak caca menyuruhku memilih-milih teman yang mempunyai wajah yang tidak jelek,dan aku menurutinya. Sampai kemudian suatu hari aku membawa 4 orang teman yang mempunyai kesamaan,yaitu ingin melihat film porno. aku mengajak mereka dengan janji merahsiakan semuanya. Aku sendiri bilang bahwa kak caca adalah anak yang kost di tempat kami. seperti yang sudah aku dan kak caca rencanakan. Saat itu aku dan teman-temanku menonton tv terlebih dahulu,karena kak cac belum pulang. Saat asyik nonton,kak caca pulang. Akhirnya aku masuk kekamarnya. Tak lama kak caca keluar menghampiri teman-temanku. “aduh,kakak gak mau kasih pinjam,takut kalian bilang ke orang’kata kak caca.’gak kak,sumpah’kata anak hampir berbarengan. “ya udah,tapi janji ya,nanti kakak akan panggil satu-satu untuk disumpah,mau gak?katanya. anak2 setuju. Akhirnya kak caca member kami film itu. Setelah diputar,anak2 diam dalam keheningan,matanya tak berkedip sama sekali. Kira-kira setengah jam berjalan,kak caca keluar.”ini ada satu lagi,mau gak?kata kak caca.”mau kak,mau”kata anak2. “ya udah,tapi kamu ikut kakak dulu ya”kata kak caca. Yusuf mengangguk,dia kemudian mengikuti kak caca. Yang lain asyik menonton tv. Sekitar 10 menit yusuf datang menghampiri kami.wajahnya sedikit melamun. kak caca ikut tak jauh dibelakangnya. Sesaat kak caca memangil adi,saat ditanya yusuf menjawab,sudah disumpah untuk jaga rahasia,bisiknya dengan raut muka yang tampa ekspresi. Tak lama dia kembali larut menyaksikan adegan hot di layar tv. Tak berapa lama,adi keluar,lalu dika yang masuk,dan akhirnya ilham. Mereka berada didalam kamar kak caca kurang lebih sekitar 10 menit.ekpresi wajah mereka saat keluar sama.sedikit bengong. Tapi setelah beberapa saat menonton,wajah mereka kembali ceria.

Kak caca kemudian memberi kami makan mie rebus instan. Setelah film selesai. Saat makan,kaka caca bertanya.”ada yang mau nonton lagi gak nanti?katnya.”mau kak mau’jawab anak2 serempak. Ya udah,kapan terserah kalian.

Teman-temanku tak ada yang membuka mulut ketika aku tanya apa yang terjadi didalam,mereka bilang haya disumpah. Padahal aku sendiri sudah tahu dari jawaban kak caca dengan menunjuk momoknya dan berkata.”kakak kasih ini”katanya tersenyum.

Kira-kira seminggu kemudian,kami berkumpul lagi,saat itu kak caca membiarkan anak2 menonton hingga satu vcd habis. Setelah itu kak caca memanggil kami kekamarnya. Dihadapan kami yang berjejer tak jauh dari ranjangnya,kak caca tampa malu membuka satu persatu penutup tubuhnya,hingga akhirnya tak berbusana sama sekali.”hayu,gpp,kalian buka juga”katnya. perlahan kami menurut dan membuka satu persatu pakaian kami. saat celana dalam kami buka,semua anak-anak kontolnya sudah menegang,kami saling melirik. Saat itu,kulihat adi yang paling besar kontolnya,dan ilham yang paling kecil. Kami menuruti kata kak caca dan perlahan,satu persatu kaka caca memasukan kontol kami ke lubang kemaluanya. Kami terus bergumul hingga sore.Meski badan dan kontolnya paling kecil,ternyata ilham yang paling kuat diantara kami. sedang adi,baru nempel saja sudah keluar spermanya. Ilham bahkan tiga kali memuncratkan cairan kenikmatan,sementara yang lain hanya sekitar 2 kali saja.

Sejak itu,sesekali kami berlima berkumpul dikamar kak caca,memasukan kontol kecil kami kelubang kenikmatan wanita dewasa itu. Bukan hanya itu,kami bahkan menacri orang lain,sebagai korban,dengan modus yang sama,mengajak mereka menonton. Bahkan kaka caca membuat jadwal bagi anak-anak.

Hal it uterus berlanjut,bahkan hingga aku duduk di kelas 3 smp. Selama 3 tahun,kami dapat menutup rapi kegiatan terlarang kami. bahkan adik2 kelas pun tak luput dari incaran kami guna memenuhi keinginan kak caca. Dan sungguh,saat itu aku dengan mudah dapat mencari anak2 yang akan dijadikan korban. Keingin tahuan dan rasa nikmat yang didapat membuat mereka tetap bungkam,bahkan akhirnya menjadi kaki tangan kaka caca. Bahkan sutau saat,pernah sampai sepuluh orang anak,bergantian,memasukan kontolnya ke momok kaka caca. Kak caca sangat menikmati hal itu,dia tersenyum puas saat mendapat anak2 yang baru merasakan kenikmatan sesaat itu.  Katanya sungguh sensasi luar biasa ketika melihat kontol yang menegang dan langsung muncrat ketika baru menempel atau bahkan saat hany baru disentuh saja.

Tapi kemudian,diakhirnya masa smpku,kak caca dilamar seorang pemuda tampan berwajah imut. Anak seorang kaya raya itu sangat tergila-gila dengan kak caca. Meski berwajah imut dan bertubuh tidak terlalu besar,kak caca sempat berbisik kepadaku. ‘kontolnya gede banget,segede botol itu”kata kak caca menunjuk botol minuman yang ada di lemari es,”masa kak”bisiku. “sumpah”katnya.  dan memang,saat berenang bersama dan kami berganti baju,tampa malu pacar kaka caca berganti di depanku. Kulihat kontolnya yang tidak sedang tegang saja sudah hampir menyrupai punyaku ketika tegang.

Akhirnya kak cacapun menikah dengan pemuda polo situ. Saat berada di rumah kami,kak caca bahkan terus berada didalam kamarnya,aku bahkan sempat mengintip,dan sungguh takjub melihat kemaluan suami kak caca itu. Bukan hany besar,bahkan sepertinya,pemuda yang usianya 2 tahun lebih muda dari kak caca itu,dapat melayani nafsu birahi kak caca yang tergolong maniak itu. Bahkan mereka sepertinya pasangan yang sangat serasi.

Aku sendiri,terus melanjtkan hidupku,meski kemudian aku bertemu beberapa wanita yang bisa aku gauli. Untungnya,aku tak mempunyai nafsu yang besar,hingga ketiadaan seorang wanita,bukan maslah bagiku…………sultan.n/madiun

diantara tari dan birahi (G)

•Januari 19, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kala itu,awal mulai berkembangnya tv-tv swasta,bahkan di kotaku mulai ada tv local. Dan dalam beberapa tayangan selalu ada penari2 yang mengiringi seorang penyanyi. Hal itu yang awalnya menjadikan sebuah ketertarikan bagi kakakku untuk ikut kursus tari. Waktu itu usianya sekitar 6 tahun atas saran saudara2 ibu,akhirnya kakaku di ikutkan dalam kursus balet. Sejak itu sesekali ibu mengajak aku untuk melihat kakak perempuanku berlatih tari.

Kami memang hany dua bersaudara,aku keturunan cina,usiaku 2 tahun lebih muda dari kakaku.ibu dan ayahku bekerja.   Karena keseringan mengantar kakak,dan ibu lihat lumyan banyak juga anak lelaki yang ikut latihan,akhirnya saat usiaku hampir 6 tahun,ibu mengikut sertakan aku juga latihan.  Sebenarnya aku sama sekali tak antusias,beda dengan kakakku yang akhirnya sering kali dia diikutkan dalam beberapa pertunjukan. Tapi mungkin untuk memudahkan ibu,yng memang mempunyai usaha sendiri,dalam merawat kami,akhirnya aku terus diikutsertakan dalam kursus balet itu,agar selalu bersama kakaku,hingga memudahkan beliau ketika menjemput kami,karena mempuntai aktivitas yang sama. Aku memang selalu disekolahkan di sekolah yang sama dengan kakakku. Hinnga mudah bagi ibu untuk memantau kami. biasanya ibu hanya mengantar kami sekolah pagi. Setelah sekolah,kami diantar tukang becak langganan ke tempat kursus,setelah itu baru ibu menjemput kami di tempat kursus.

Meski malas,tapi aku terpaksa ikut berlatih,hingga tak terasa,sudah hampir 3 tahun,aku mengikutinya,hingga aku benar2 merasa jenuh. Tapi kemudian,aku tertarik pada anak2 yang berlatih tari salasa dan tango. Karena menurutku gerakanya lebih cepat. Akhirnya ibu menyetujui aku mengikuti kelas tari lain,karena tempatnya memang berdekatan,hanya waktunya sedikit berbeda.tapi aku tak betul2 meninggalkan balet,karena kadang aku selalu melihat dan menunggu kakaku selesai berlatih,bahkan tak jarang aku dijadikan patner latihan di rumah oleh kakaku.

Sampai kemudian,kira-kira 1,5 tahun aku mengikuti latihan salsa dan tango,ditelivisi makin banyak orang yang menari tarian kontemporer,semacam hip hop dan lainya. Bahakn di kotaku selalu saja ada kompetisi menari. Dan memang tarian kotemporer itu lebih menarik minatku,karena banyak gerakan yang lebih menantang,apalagi tarian seperti break dance. Aku akhinya kembali meminta kepada ibu untuk berhenti dari kursus yang aku ikuti. Ibu tak keberatan. Akhirnya akupun mulai bergabung dengan sebuat group tari yang lumayan terkenal dikotaku.

Dasarku yang kuat dalam tari,memudahkan aku beradaptasi dengan jenis tarian baru ini. Bagi sebagian teman kursusku,mungkin sedikit sulit melakukan salto,atau gerakan akrobatik lainyya,tapi bagiku tidak,karena memang saat berlatih balet,aku tak jarang melakukanya.  Kelenturan tubuhkupun bagus,hingga aku mudah menyerap semua pelajaran yang di berikan. Akhirnya,hanya berselang satu tahun,aku selalu diikutkan dalam pentas2 yang diadakan oleh group Tariku. Dan tak jarang aku selalu ditempatkan didepan,dan memperlihatkan sedikit aksi2 akrobatiku.

Usiaku saat itu,belum 12,aku memang bukan yang termuda diantara anak-anak kecil lainya. Memang pada dasaranya,saat itu kursus tari yang aku ikuti dibadi dalam 2 kelompok,anak-anak dan dewasa. Biasanya anak2 dibawah 14 tahun,diikutkan dalam katagori ini. Dan diatas itu.dikatagorikan sebagai golongan dewasa. Dan dibanding katagori anak2,golongan dewasa memang jauh lebih banyak pesertanya. bahkan kadang tak jarang ada yang berlatih berkelompok,hanya untuk mengikuti ajang2 yang biasanya ada di kota kamu,atau juga hanya sekedar undangan2 dari panitia tertentu.

Dan saat itu,ada satu group yang sangat menarik perhatian anak2,dan seolah semua ingin bergabung dengan group itu. Group itu didirikan oleh adik pemilik tempat kursus itu. Sebut saja bang pram,pria berusia sekitar 20 tahun itu,awalnya membantu kakaknya dalam melatih anak anak menari. Tapi disamping itu,dia mendirikan group sendiri,dengan mengambil anak-anak didikan tempat itu yang dianggap berbakat.  Kadang group ini mengikuti ajang2 kompetisi local,dan sesekali suka mendapat juara,hingga semakin mengenalkan eksistensi group ini. Tapi semua anggota group ini mayoritas beusia diatas 15 tahun,hingga akhirnya aku harus mengubur dalam-dalam keinginanku untuk bergabung.

Tapi rupaya kesempatan itu terbuka lebar. Saat aku baru saja menginjakn kakiku di awal masa smp ku,saat itu usiaku sekitar 13 tahun kurang. Group itu mengadakan audisi. Awalnya audisi ini diadakan untuk memback up penari inti saja,atau bila mungkin untuk tampil di undangan2 yang diterima,jika kebetulan group intinya juga ada pekerjaan.Atas saran guru Tariku,walaupun kami dari golongan anak2,yang dirasa mempunyai teknik dan tubuh yang menunjang disarankan ikut.. Ada sekitar lebih dari 20 anak dari golonganku yang ikut. Belum termasuk yang digolongan dewasa yang jauh lebih banyak. Tapi rupaya,mas pram yang kadang memang sering melihatku berlatih,dia langsung mengistimewakan aku. Ada sekitar 5 anak yang tak perlu ikut audisi awal. Audisi awal memang hanya mengetes benerapa teknik tari,dan teknik2 tersulit yang bisa diperagakan.

Akhirnya selain 5 anak itu,tak ada lagi yang bang pram ambil untuk tes selanjutnya. beberapa anak dari golongan dewasa pun akhirnya lolos ke audisi ke dua. Kemudian,dihari lain,kami melanjutkan tes ke 2. Saat itu kami dites mengenai pengetahuan kami tentang tari. Selain itu,kami di tes mengenai dasar-dasra dari berbagai tari yang kami ketahui. Terus terang,saat itu,aku lumayan menonjol dibanding anak lain,bahkan orang dewasa sekalipun. Banyak yang kagum,ketika aku memperlihatkan teknik Tariku,terutama ballet,yang mereka anggap sulit,dengan mudah aku pergakan.

Diakhir audisi,diumukan hanya 4 yang lulus ke audisi berikutnya dari,sedang anak2 dewasa,ada sekitar 10 orang. Dan audisi terakhir adalah,kami harus memperlihatkan tari kreasi kami sendiri. Kami diberi waktu 2 minggu sebelum pertunjukan itu untuk menciptkan kreasi kami.

Sungguh,saat itu aku benar2 bahagia,bahkan nama kami ber 4 mendadak terkenal dikalangan anak,saat aku latihan tari regular,selalu ada anak yang tersenyum dan menyapaku. Tertutama anak2 wanita. Memang diantara anak-anak yang lulus,aku mungkin yang memiliki fisik yang bagus dan tampangkupun mungkin paling tampan,bahkan diantar semua yang lolos audisi terakhir. Diantara golongan dewasa.ada 3 perempuan yang lolos. Hal ini memang kudengar saran dari kakak bang pram, untuk memberikan variasi. Karena selama ini,group tari pimpinan bang pram hanya terdiri dari para lelaki saja. Tapi bang pram berpendapat lain,dia lebih memilih menempatkan ank kecil yang punya kemapuan hebat untuk menari,disamping beberapa penari dewasa. Akhirnya kedua hal itu di ambil bersama.

Tak sulit bagiku menciptakan satu kreasi tari,karean koleksi vcd tari kakaku lumayan banyak,aku Cuma mencopot sana-sini. Aku terus berlatih,keluargaku tak jarang menjadi penontonya. Seminngu berlattih dirumah menciptkan tari,kakaku berkata. “ih,kayaknya bosen,gitu2 aja,coba kamu kombinasikan,dengan tari lain,yang kontradiktif,jadi penonton kaget’katnya. atas saran kakaku pula,akhirnya diawal tari,aku mempertontonkan tarian balet,dengan music yang lambat,baru kemudian tari kontemporer denag music yang berisik sekali. Sunnguh,ide kakaku dianggap bagus oleh semua, akhirnya kakaku melatih beberapa tari balet sebagai awal. Saat itu semua keluargaku yakin,aku pasti lolos.

Akhirnya akhir audisi tiba. bang pram bahkan menyiapkan panggung kecil. Bahkan sengaja menyebar beberapa undangan kepada orang tua siswa kursus tersebut. Sungguh,diluar dugaan,banyak orang tua siswa yang hadir,selain siswa sendiri,ada juga siswa latihan tari tradisional dari tempat kursus sebelah yang ikut menyaksikan. Ruang lebar yang biasanya digunakan untuk kami berlatih,serasa sedikit sumpek.

Giliran pertama 5 orang,dari kelompok dewasa,mempertontonkan kemahiranya. Sesekali penonton bertepuk tangan,saat masing memperlihatkan kemapuanya,terutama saat berakrobatik,tepuk tangan pasti terdengar. Setelah lima orang pertama, giliran 4 orang yang awalnya diambil dari kelompok anak2.

Aku kebagian ke 4, jantungku terasa biasa saja.hanya kostumku yang memang sedikit aneh dimata mereka. Kalau semuanya rata2 memakai celana gombrang,ada yang selutut juga,dengan jacket dan baju lonngar.,tak ketingglan,topi,atau bandana,bahkan kalung,dan asesories lain. Aku malah berpakaian seperti pemain kartun. Aku mengenakan celana jeans juga,tapi pendek. Didalamnya,aku mengenakan baju dan celana senam ketat warna hijau,dan berdandan ala peter pan dengan topi bulunya. Penampilan bajuku saja sudah membuat teman2 yang melihat tersenyum.

Aku sama sekali tak gugup,saat namaku mulai di panggil,hanya sebagian penonton terdiam,karena music awal yang kuperdengarkan jauh berbeda dengan music2 yang tadi mereka dengar. Belum lagi aku membawa gantungan baju,yang kuletakan di samping kiri agak belakang panggung,disana tergantung topi biasa dan jacket . perlahan aku mulai mengerakan tubuhku,mempergakan beberapa teknik baletku, lama-lama penonton yang diam,mulai bertepuk tangan. Setelah beberapa saat,aku mulai melempar topi dan sebagian barng yang tergantung didaaku,perlahan kudekati jacket dan topi,sambil tetap mempergakan gerkan balet,music berhenti,kukenakan jacket dan topiku. Music kembali mengalun,awalnya pelan,lama-lam temponya makin cepat dan cepat,bahkan terdengar orang yang bernyanyi rap, mulailah aku mempergakan tari hip hop dan breakdance,tarian ank muda yang sedang booming. Aku melakukan akrobatik,bahkan aku memutarkan badan dengan hanya bertumpu pada kepalaku saja. Tepuk tangan terus bergenuruh,bahkan hingga aku selesai menari. Yang membawa acara menghampiriku,menyakan hal-hal yang juga ditanyakan kepada konstentan sebelumnya,seperti nama,umur dan sebagainya. “ tari kamu ada ceritanya gak?tanya pembawa acara. “ya,hanya bercerita tentang anak muda yang jenuh dengan kemapanan saja”kataku. Saat itu tepuk tangan kembali terdengar.

Sungguh,akhirnya penampilanku seperti menenggelamkan penampilan2 yang lain,bahkan sisa penampil berikutnya,seakan biasa saja. Itu pendapat semua keluargaku yang melihat. Aku terus memeluk kakaku saat itu.

Pengumuman peserta yang lulus,direncankan 2 minggu berikutnya,aku kira semua selesai,tapi kudengar satu persatu peserta ada yang dipanggil juga. Kata temanku,itu hany audisi tambahan dan wejangan saja,khusus dari bang pram,katanya. Aku sempat deg-degan,karena kudengar hampir semuanya sudah dipanggil,tapi aku belum.

Sampai kemudian,suatu siang,saat aku menunggu latihan regular,bang pram menghampiriku. “kamu selesai latihan langsung pulang?dijemput ga?tanyanya. memang kadang biasanya aku ada yang menjemput. “gak bang,aku nanti ke tempat kakaku latihan dan nunggu disana”kataku. “ya sudah,selesai latihan kamu ke ruang abang”katnya. aku mengangguk.

Akhirnya selesai latihan,saat teman-temanku satu persatu pulang,sebagian ada yang mandi dulu.aku naik ke lantai dua,disana ada 2 ruang yang digunakan untuk kantor bang pram dan satunya kakakny. Dihadapanya ada ruang ukuranya hampir setengah ruang latihan bawah dan kadang di gunakan untuk latihan juga. Bang pram dan kelompoknya yang sering latihan di situ. Disampingnya memang ada kaca yang berukuran lumayan besar,hingga menari sambil bisa melihat gerakan kita. Selain itu ada dapur kecil dan kamar mandi.

“oh masuk,kamu gak buru2 pulang kan?tanyanya. “gak bang”jawabku. “ seberapa besar sih kamu ingin gabung dengan group abang”tanyanya. ‘waduh’aku diam sebentar.”ingin sekali aja bang,supaya bisa nari di mana2”jawabku bingung. “disini bukan hany group tari,tapi kami berusaha jadi saudara,susah senang ditanggung bersama”katnya kemudian dia berceloteh dengan beberapa wejangan. “jangan-jangan,kamu nanti menceritakan kelemahan2 anggota group kamu ke pada orang lain”katnya. “saya janji bang gak akan gitu,terus saya juga akan patuh apapun yang disuruh para senior,dan tidak memberitahu apapun kepada siapaun” kataku setelah mendengar beberpa kisah yang dilakukan anggotnya yang kufikir hal biasa saja,seperti mandi bersama dan lain2. “bener nih kalau disuruh apapun mau dan berani melakukan tantangan”tanyanya.”iya bang siap’kataku.”dan tetap jaga rahasia’tnyanya. Aku mengangguk mantap. “ya sudah,cba sekarang abng tes,kalau nari dipanggung besar kan biasa,coba kamu nari di pojok sana,bisa gak menunjukan gerakan di tempat yang gak begitu luas”katanya. Aku mengangguk. Aku meletakan tas dan sepatu yang aku tenteng dalam kantong plastic,di dekat pintu. Kemudian aku berjalan ke pojok tak jauh dari meja bang pram. ‘et,tunngu,tantanganya,coba kamu buka baju dan celana kamu”katnya. aku sempat kaget,tapi kemudian kuturuti,saat itu bang pram mengunci pintu. Aku letakan baju dan celanaku tak jauh dariku,aku kembali berdiri tegak hanya mengenakan celana dalam putih. “pergakan beberpa gerakan baletnya,yang kayak kemarin,yang kaki memutar diatas”katnya. aku kemudian berdiri diatas dua tanganku,lalu kakiku perlahan aku putar,dan kemudian aku renggangkan. Dan kemudian beberapa gerkan lain. Lalu saat aku meregangkan badan kebelakang,seperti mau salto,dan menahan badanku dengan tangan,membentuk huruf u,bang pram berkata “stop”katnya. bisa kaki dan tangan lebih berapat’tanya,aku perlahan bergerak,tapi saat itu kursakan sentuhan tangan bang pram diperutku,bahkan mengusapnya hingga kemaluankupun dia usap.”nah,begini bagus,kamu bisa berapa lama”katnya. “lumyan bang,”kataku terbata-bata. “ya sudah”kata bang pram dan membantuku berdiri dengan meraih punggungku. Aku berdiri tak jauh darinya. Tiba-tiba tangan bang pram meraih ujung celan dalamku dan menariknya. “udah ada bulunya”katnya. “dikit bang”kataku. “iya,baru 5 lembar,he3,ih,kok kamu sunat?katnya. aku mengangguk,mungkin dia heran,karena aku keturunan cina. ‘ya dah,dibaju sana”katnya. akupun berpakaian. “bener kamu mau merahsiakan semuanya,kalua samapi bocor,abang gak akan masukin kamu ke group abang’katnya. “sumpah bang,janji”kataku. Akupun keluar dari ruang bang pram.

Saat itu,aku mulai bertanya,apa semua temanku mendapat hal yang sama,fikiran2 itu lantas terlupakan setelah 2 hari kemudian,saat aku akan berlatih,anak2 bergerombol di depan papan pengumuman. Ternyat mereka melihat hasil audisi tari,dan ada 2 anak yang masuk dari kelompok anak, 2 wanita dan 4 pria dari kelompok dewasa.

Bang pram meminta aku dan adi,membawa orang tua kami menemui bang pram. Akhirnya minggu berikutnya ibuku datang. Orang tua adi sudah terlebih dahulu menemui bang pram. “gini ci,ken kan masuk kelompok kami,tapi kami kadang melakukan latihan tambahan,bahkan sampai malam,biasanya jam 7 sudah selesai.kecuali kalau ada lomba,pernah kami latihan samapi jam 9,tapi jarang. Gimana,apa ci kebertan?tapi tenang pulangnya pasti kami antar kalau gak ada yang jemput”kata bang pram. “ci,terserah anaknya aja”jawab ibuku,aku langsung mengangguk. “ken kan masuk tim inti,jadi mungkin biasanya sampai jam 5 kami melatih tim tambahan,baru tim inti jika diperlukan,eh,ken jangan bilang ada 2 tim ya?solnya adi masuk tim tambahan,buat jaga-jaga ken gak bisa tampil’katnya aku mengangguk,kulihat ibu tersenyum bahagia mendengar itu. “terus ken mau pindah jadwal,atau mau latihan berturut-turut 4 kali,kami kan latihanya kamis jumat”tanya. “udah mending sekalian aja,tapi ada istirahatnya kan,kasian”tanya ibuku. “tenang ci,ada,malah dia jadi untung,yang duanya kan jadi gak banyar,lagian yang sorenya dia jadi masuk katagori dewasa”kata bang pram. “ya sudah,ken mau gitu?katnya.aku mengangguk. “tapi ken harus kerja keras ya?soalnya abang ingin ken mempertontonkan keahlian baletnya juga’”kata bang pram,aku mengangguk.

akupun berpindah jadwal,jam 2 aku mulai berlatih bersama anak2 sebaya,biasanya pemanasa dan gerakan-geraka dasar,baru masuk ke gerakan lanjutan.  Biasanya latihan berakhir jam 4,tapi seringkali aku dan adi  sebelum itu sudah diminta bergabung dengan bang pram,  kami naik kelantai atas naik kelantai atas,disana biasanya kami istirahat dulu sambil mendengar beberapa pengarahan,yang biasanya diberikan oleh beberapa tim inti senior bergantian. Mereka memang dilatih juga agar suatu saat bisa melatih dan mengarahkan,jadi bukan sekedar tari. Ada 8 orang anggota tim inti,termasuk bang pram, bang pram memang sudah agak jarang membri pengarahn,hanya saat2 penting saja,begitu juga dengan tarian,biasanya hanya kepada tim inti saja,baru anggota tim inti memberikanya kepada kami. disana aku mengenak kak robi,kakak paling tampan,dan memang semua mengenalnya,usianya sekitar 16 tahun,dia bukan yang termuda,masih ada satu anak usianya 15 tahun,kak robi masih duduk di kelas 1 sma,semua anak mengagguminya. Rata2 usia mereka 18 tahun,masih sekolah,dan awal2 kuliah,dan mayoritas memang teman bang pram juga.

Awal-awal latihan,aku agak sedih juga,karena kulihat adi lebih sering dipasangkan dengan mayoritas group inti. Biasanya aku dan adi berada di depan,baru dibelakang adi anak-anak tim inti,sedang aku biasanya dibelakangku anak-anak yang baru audisi lalu,paling ditambah satu atau dua orang tim inti di belakang kami.

Tapi kesedihanku sedikit terobati,karena setelah beberapa kali latihan,sore itu,kak rangga,salah satu senior kepercayaan bang pram menghampiriku. “ken,besok pulangnya jam 6 man lebih,kasih tahu ibu kamu mau di jemput,atau kami antar pulang’kata kak rangga. Aku menganguk,”tapi kamu jang bilang siapa-siapa,terutama anak tim tambahan”bisiknya,aku mengangguk.

Besoknya,saat mereka pulang aku pura-pura menungu di jemput ketika anak-anak lain bertanya.Sesaat setelah istirhat,anak-anak tim inti menuyuhku mempergakan beberapa tarian balet. “wah,keren,ajarain kakak dong”katanya,sebagian memang ada yang serius mengikuti arahanku. Tak lama bang pram datang. Suasana tempat latihan sudah sepi.karena sudah semuanya pulang. “mau disini atau diatas’kata bang pram. “diisini aja,diatas panas’kata anak-anak. Akhirnya bang pram memberi pengarahan sambil memberi beberapa  gerakan baru. “mending dia balet dulu,baru kita,kayak2 kemarin audisi’kata satu anak tim inti. “iya,tapi mending itu disimpan buat kalau ada lomba,kalau untuk undangan,atau penampilan di mall,yang biasa aja langsung”kata kak robi. Akhirnya memang anak2 setuju. Aku hany diam. Tapi kak robi kemudian bertanya. “kamu ada ide apa ken”tanyanya, aku sempat kaget. “huu malah bengong”teriak anak2. “gak tahu,tapi kalu bosen depanya balet,aku bisa salsa sama tango,tapi biasanya harus ada cewek,supaya seru’kataku. “wah,yang bener coba gimana gerakanya”kata satu anak. Biar aku jadi ceweknya kata kak rangga. “hei2 maafnya akyu mu dansa dulu”kata kak rangga sambil berlenggok kaya perempuan. Anak2 tertawa. Aku sungguh merasa kagum dengan kekompakan mereka,dan merasa bahagia bisa bergabung.

Kami kemudian berlatih bersama,aku berada didepan. Sungguh,anak2 tidak merasa sirik,meski aku anak baru. Itulah awal kebahagianku bergabung dengan mereka. Tapi itu pula awal yang membuatku sedikit aneh,denagn cara mereka bergaul. Siapa yang mau anter ken,kata bang pram,biar aku aja,kata kak tedi. Kak tedi termasuk salah satu yang serius diajarkan teknik balet. “bang aku pulang duluan,ada perlu’kata kak robi. “iya,tapi jangan sering2,harus bareng anak2 lain’katnya,kak robi mengangguk. Bang pram pun pamit,tapi sebagian anak,6 orang,amsih mau mandi dulu. “hayo mandi’kata kak tedi. “gak ah kak,nanti aja”kataku. “eit,ingat,harus kompak’katnya,akupun mengangguk. Awalnya kami biasanya saja masuk,sambil bercengkrama.”sejak kapan latihan balet”kata kak tedi. “6 tahun”kataku.”kok brenti”tanyanya. “bosen,gak seru,tapi masih sering diajarin kakaku”jawabku.

Tapi kemudian,aku serasa gak enak berada diruang itu,satu persatu,anak-anak mulai membuka baju dan celana,bukan hanya itu,mereka akhirnya membuka celana dalam juga,sambil bercengkrama,mereka mandi di bawah guyuran shower bergantian. Memang hany ada 3 pancuran. Aku awalnya mengenakan celana dalam,tapi anak2 bilang gak kompak,mereka bahkan mengerubutiku dan menarik celanaku. Aku hanya meronta,tapi tak menolak dibuka celanaku. “kasian,bulunya paling dikit”kata kak rangga. “iyah,tapi pantatnya nonjol,seksi”kata amir,sambil mencubit pantatku. Aku bahkan disabuni dan dikeramasi oleh mereka.

Awalnya memang terasa risih,tapi  lama-lama aku merasa biasa saja dengan sikap mereka,mungkin begitulah cara mereka menjalin kebersamaan,tanpa ada malu sekalipun. Tapi itu memang baru awal,sebelum akhirnya aku mengalami hal-hal yang diluar nalarku sebagai seorang anak. Meski aku merasa menjadi terbiasa atas gurauan mereka,bahkan saat mereka mencolek-colek kontolku waktu mandi bersama,kadang ada yang memangkuku supaya kepalaku lebih dekat pancuran. Kuanggapa semua hal wajar. Samapi kemudian kurang dari 5 bulan berjalan,bang pram mengumkan sesuatu. “hei,ada undangan,dua lagi,dari mal,dan dari pergaan busana,mal biasa launcing produk”katnya. anak bersorak.”duit,duit,duit”katanya. “sekitar sebulan setengah dan 2 bulan lagi” katnya. “mau aksi yang mana,ken diajak gak’kata tedi. “latih aja yang 2 versi,tar kita liat’kata bang pram.

Aku sungguh ingin mengikutinya,hal itu bisa membuat ku bangga di keluargaku. Selesai berlatih beberpa gerakan,kamipun mandi bersembilan,hal yang bukan pertama kalinya terjadi. Aku sudah tahu,ternyat kak robi mempunyai kontol paling besar diantara mereka,karena aku pernah melihatnya tegang waktu mandi. Dan hal itu menjadi hal tak aneh,jika kudpati salah satu anggota tim inti ereksi saat mandi bersama. Saat itu,aku kembali menjadi bulan-bulanan sebagian anak tim inti. Selesai mandi bang pram berkata. “biar ken abang antar”katnya. anak-anak akhirnya pulang,aku menunggu bang pram membereskan sesuatu. Sesaat kemudian bang pram menghampiriku yang duduk di depan mejanya. Dia lalu duduk di kursi belakang meja dihadapanku. “kamu mau ikut pentas?katnya. “mau sekali bang,gak apa2 aku gak dibayar juga”kataku. “gak gitu,semua pasti mendapat jatah seadil-adilnya”katnya. “abang liat,kamu bisa langsung berbaur dengan anak2,abang suka itu,dan kamu tetap tak menceritakan yang kamu alami kepada yang lain,abang banyak mata2nya loh”katnya,aku hanya senyum. ‘tapi abang gak yakin,kamu akan patuh gak dan terus menjaga rahasia-rahasia kelakuan anak”katnya. “aku janji bang terus patuh”kataku. “ya sudah,abang tes lagi ya?katnya.aku mengangguk. ‘sini,berdiri disini”katnya. akupun beranjak dan berdiri diantara abang dan meja. “kamu mau ikut pentas dua2nya atau satu saja”tanyanya. “dua2nya bang kalau bisa”kataku tersenyum lebar. “ya sudah,abang tanya,kamu sudah mimpi basah?tanya. aku heran,tapi aku menagguk. “boleh liat lagi kontol kamu”tanyanya,aku menagngguk lagi. “buka dong kalau boleh”katnya sesaat kemudian. Perlahan aku mulai membuka kancing celanaku lalu melebarkanya. Aku kemudian menurunkan celana dalamku,hingga kontolku keluar sebagian. Fikirku,ini hany tes keberanian saja. “turunin dong celanya,gak jelas”kata bang pram sambil terus duduk di kursinya dan memandingi kontolku. akupun menurunkanya hingga lutut,dan kontol merahkupun keluar,segar karena baru mandi. Abang menyuruhku duduk di pingir mejanya,dia kemudian lebih mendekatiku. “abang cium kontolnya ya?katanya,aku hanya diam.”boleh gak’tanya. “aku mengangguk. “ah kok gak jawab”katnya. “iya bang boleh”kataku. Sesaat abang makin mendekatkan mukanya ke bagian kontolku,tak lama dia mengecupku,tapi tak hanya itu,lantas dia mengulum kontolku dan menyedot-nyedotnya pelan. “bang geli’kataku.perlahan kontolku bereaksi dan mengeras.”gpp,sebentar saja”kata bang pram. Dai terus mengulumku dan mengerakan mulutnya naik turun di batang kontolku,akupun akhirnya tak kuasa menahan desakan yang akan keluar. “bang,bang”kataku sambil memegang kepala bang pram,akhirnya,ahh,ahh…kurasakn cairan memuncrat dari kontolku didalam mulut bang pram,bang pram menghetikan gerakan mulutnya,membiarkan kontolku berdenyut beberapa saat di dalam mulutnya. Perlahan abang mengeluarkan kontolku,dia spertinya menelan semua cairan dari kontolku. sungguh,ini baru pertamnya kalinya aku mersakan spermaku keluar tanpa mimpi,aku memang belum pernah onani,anak2 tim inti pernah menyakan itu,dan meledeku bohong ketika kujawab pertanyaan mereka. Tapi kali ini,sungguh diluar dugaanku rasa yang aku terima,ada rasa sakit dihati sekaligus rasa enak juga. Bang pram mengelap kontolku dengan handuknya,lalu merapikan celanaku. “kamu sudah resmi jadi tim abang,nanti kamu boleh ikut pentas yang peragaan busana”katnya. saat itu,fikiranku langsung tergantikan oleh rasa bahagia. “kalau yang di mall”kataku.”itu nati abang fikirkan”katanya.

Saat pulang,aku mengabarkan kabar bahagia itu,orang tuaku bahagia,begitu juga kakaku. “wah,nanti kamu dapet duit ya”kata kakakku,aku menagngguk. Memang bagi kakakku,bukan hal aneh mendapat uang,karena dia juga sering pentas,tapi pasti bahagianya sama seperti yang kurasakan kala menerima uang hasik keringat sendiri. Aku sedikit lupa dengan kejadian bersama bang pram,tapi saat aku hendak tidur,bayangan tadi terus melintas dikepalaku. Hingga akhirnya aku terlelap kelelahan.

Besoknya kami kembali berlatih hingga larut.abang memang memintaku untuk tak memberitahu anak2 dulu atas keputusanya itu. Sampai kemudian,saat mandi bersama abang berkata.”anak-anak,dia akan ikut pentas,dia resmi jadi tim kita”katanya. “anak-anak bersorak”wah sudah tes kesetiaan”kata kak tedi,abang mengangguk sambil memluku erat dari belakang dan meraba kontolku. “tinggal kesetiaan pada kami ya bang’kata kak rangga.”jadi aku bisa coli depan dia sekarang”lanjut kak rangga sambil mempergakan gerakan orang mengocok kontol. Semua tertawa,aku yang bingung dengan kata-kata mereka. Tapi setelah anak-anak mandi dan hendak berpakaian ,bang pram menariku,kamu nanti aja, sini,katanya. Anak-anak sempat melihat itu dan hany tersenyum,lalu mereka meninggalkan kami keruang ganti baju sebelah shower. Bng pram membawaku masuk ke toilet tak jauh dari shower,kulihat kontolnya sudah sedikit menegang akibat gosokan sabun saat mandi tadi. Tanpa malu setelah merapatkan pintu,dia berkata. “hisap abang,kayak kemarin abang lakukan”katnya. “tapi bang”kataku kaget. “ini tes buat pentas ke dua’katnya. perlahan akupun embuka mulut,tak lama kursakan benda keras itu masuk ke mulutku,akupun mulai menghisapnya seperti yang diperintahkan.lambat laun kurasakan dia mengerakan kontolnya naik turun dimulutku,ludahku sampai keuar menahan rasa aneh dimulutku,tapi sepertinya bang pram tak peduli,dia terus mengerakan kontolnya,sambil sesekali mengeliatkan tubuhnya sambil merapat ketembok. Sampai akhirnya kurasakan gerakanya makin cepat,aku sempat kewalahan untuk terus membuka mulut.sesaat kemudian,dia bahkan menekan kepalaku,hingga sepertinya seluruh kontol akan masuk tenggorakanku. Aku hendak muntah,apalagi saat kurasakan cairan kental asin menyemprot tenggorakanku,diiringi desahan panjang dari mulut bang pram. Aku menarik cepat mulutku dan berusaha memuntahkan cairan kental itu,walau ada sedikit yang masuk tenggorokanku juga. “aduh,sedap”katnya. lalu dia mengusap kepalaku. ‘kamu bole ikut pentas dua2nya”katanya. Entah perasaanku saat itu bagaimana,aku sendiri tak tahu,sepanjang perjalanan pulang,aku hanya diam.

Tapi kembali,latihan tari sedikit melupakanku akan kejadian yang aku alami,aku bisa langsung lupa segalanya ketika menari. Akupun akhirnya tak lagi peduli dengan kelakuan2 anak2 dikamar ganti,bahkan saat ada yang ngocok depan matapun aku hany senyum,kadang bahkan ada dua orang masuk kedalam toilet dan hany terdengar desahan dari dalam sana,aku tak peduli. Sampai akhirnya,aku tak peduli ketika bang pram memintaku melakukan hal di toilet itu lagi,aku dengan rela melakukanya,bahkan akhirnya kami saling bergantian menghisap kontol kami diruang kerjanya.dan seminggu sebelum pentas pertama dimulai,dia kembali melakukan itu,bahkan akhirnya dia dapat memasukan jari tanganya kepantatku,yang awalnya kursa sakit,tapi akhirnya rasa nikmat kurasakan juga saat jarinya mulai lancar maju mundur dipantaku,sambil terus dia mengulum kontolku,ada desakan luar biasa disana. Selesai melakukan hal itu,bang pram berkata. “semingu ini jangan bucat ya?nanti lemes di panggung”katanya. Hal yang tadi dia sudah pesankan pula depan anak2.

Sebulan belakangan,kami memang lebih agak rutin berlatih,terutama aku karena aku baru pertama kali pentas engan mereka. Tapi keraguan mereka akhirnya sirna setelah mendengar tepukan penonton saat kami tampil,sungguh,bahagianya aku saat itu. Keluargakupun banyak yang ikut melihat.  Kebahagian lain,oleh bang pram di wujudkan denag memeluk dan menciumi tubuhku di saat latihan usai,kembali kurasakan jari jemarinya di lubang pantatku. Dan kurasaka kembali rasa yang aneh dimulutku yang keluar dari kontolnya.

Kami belum menerima upah dari kerja pertama kami,tapi anak-anak sepertinya tak risau hal itu,karena semua upah tak pernah bang pram rahasiakan. Perhitungan pengluaran yang direncanakan,telah diberitahukan kepada ank2 jauh-jauh hari. Biasanya memakai uang bang pram dulu,atau sebagian uang yang diserahkan panitia pentas.

2 minggu setelah pentas pertama,pentas ke dua dilakukan,hal itu lebih membahagiakanku,karena penontonya jauh lebih banyak, bukan hany itu,teman-teman sekolahku ada yang aku undang untuk melihat,aku awalnya hanya memberitahukan teman sebangkuku,tapi diluar dugaan,hampir seisi kelas ikut menyaksikan acara yang memang mengundang banyak perhatian itu. Sungguh teriakan namaku oleh teman-temanku,membuat aku makin mantap memperlihatkan aksi dance ku. Sorak sorai terkadang bergemuruh.

Akhirnya pentas ke duapun berakhir sukses. Hari minggu itu,sungguh hal yang tak terlupakan bagi diriku. malamnya aku tak sabar ingin cepat hari kamis,karena,katanya bang pram akan mulai membagikan uang. Aku sudah minta ijin ibu akan pulang telat,karena akan dibawa makan-makan oleh group Tariku,ibuku mengijinkanya asal jangan terlalu larut. Tapi rupaya batal,baru hari jumat sore bang pram membisiku sesuatu. “nanti biar anak lain pulang,tim inti jangan”katnya.

Setelah berlatih bersama tim inti,yang dilakuakn hanya sebentar,bang pram menyruh kak rangga mengambil dus di mobil yang dibawa bang pram. Hari sudah hampir jam 6,tempat latihan sudah sepi dari tadi. Kak rangga membuka dus lumayan besar itu,mereka bersorak saat mengeluarkan makanan dan minuman kaleng. ‘bang katanya makan diluar”kata rangga. “iya,nanti”katnya. kamipun bersorak. Bang pram membagikan selembaran biaya dan hal lainya. Anak2 sepertinya tak begitu serius melihat,mereka langsung membuka amplop putih lantas tetawa sambil mengibar-ngibarkan uang keatas kepala. “kalian tak keberatan kan kalau abang kasih sedikit bonus sama ken,karena dia paling banyak gerak”katnya,anak2 setuju. Aku bahagia membuak dua amplop. :buka ken”kata kak robi. “gak ah,dirumah aja”kataku. Wuu,kata anak. “wah dah layak dapet jaket dong”katnya. memang ada jaket kebanggan group,tapi jarang digunakan.

Dan akhirnya,bang pram menyuruh kami mandi setelah memberekan bekas makanan kami. saat mandi itulah kak tedi berkata sesuatu,”bang boleh ceremoninya sekarang”katanya. “boleh”kata bang pram setelah semuanya saling menguyur dan menyabuni badan. “ken,ada satu trasisi group kami,sebelum kamu menerima jaket”kata kak rangga.”kami akan menciumu bergantian’katnya. kulihat tedi bahakn asyik memainkan kontolnya hingga merah,begitu juga 2 yang lainya. “huhui,asyik”kata kak tedi. Mereka akhirnya berjajar,bahkan saling berdempetan sekali. Aku diberitahu bahwa mereka berjajar berdasarkan kesenioran. Kulihat kak robi berdiri kedua terakhir. Bang pram hany berdiri di belakangku. kemudian satu persatu,dimulai kak rangga mencium biirku,baru yang lain,aku berjalan selangkah demi selangkah,saat kak tedi menciumku,dia sedikit lama,bahkan menghisap bibirku percis seperti yang dilakukan bang pram waktu itu. Begitu juga kak robi. Aku fikr selesai,tapi ternyata belum.  Aku disuruh kembali ke dekat kak rangga. “nah sekarang paling sacral,kamu harus mengulum kontol kami’katnya. sontak saat itu aku kaget. “Cuma sebentar aja kok,gpp”katnya. saat itu kulihat bang pram meninggalkan kami dan mengenakan handuk,lalu berlalu.perlahan,aku mulai membuka mulutku,satu persatu kontol itu singgah didalam mulutku,sesekali kurasakan asin. Aku sedikit kewalahan memasukan kontol kak robi,karena saat didalam mulutku,kontol itu makin membengkak. Setelah kontol terakhir kumasukan dalam mulutku,lalu beberapa saat kekuluarkan,semua anak bersorak. Sekarang resmi kamu jadi gank kami,nah ini bagian terakhir. Katnya,kulihat bang pram datang membawa plastic yang didalamnya jaket. Dia kemudian membukanya dan langsung memakaikan jacket warna coklat konbinasi bahan jeans dan kulit itu,yang merupakan kebanggan mereka. Kemudian aku diberdirikan di bawah shower. “jangan,nanti basah,sayang,dibuka dulu jaketnya ya”kataku. “gpp,nanti jemur aja”kata kak tedi. Akhirnya air shower di nyalakan,dan hanya mengenakan jaket,akupun basah kuyup.  Tapi kemudian kulihat kak rangga jongkok dihadapanku.”ini yang terakhir’katnya. perlahan kak rangga mendekatkan mulutnya,dan mengulum kontolku,aku hany diam,aku bergerak maju,supaya air shower tak membasahi terus badanku. Entah siapa yang ematikan shower,yang akhirnya berhenti,hanya sebentar mengulum,lalu satu persatu,bergantian ank2 mengulumku. Kembali kak tedi yang sedikit lama,bahkan dia mengulum bijiku hingga kegelian. Lalu akhinya anak terakhir mengulumku,setelah itu mereka mengerubutiku,bang pram yang terakhir jongkok dihadapnku. Ada yang menghisap putingku,meraba-raba ku,tapi saat itu,kak robilah yang terus mengulum bibirku,kursakan kontolkupun mulai dihisap-hisap bang pram. Hal itu makin membuatku kegelian,tapi aku tak bisa berontak,banyak tangan memegangku. Perlahan kursakan satu tanga masuk kedalam pantatku,aku makin mengeliat,akhinya. Ahh,ahh,akupun memuntahkan cairan kentalku,anak-anak bersorak sorai.

Penglaman tak lazim itu aku lalui dengan persaan tak menentu,ada rasa gembira menerima uang,ada rasa sedih juga. Sebelum bang pram mengantar pulang dia mengumukan sesuatu. “tadi ada 2 panitia menelpon abang,mudah2an dapet job lagi sekitar 2 bulan lagi.”katnya,anak2 bersorak. Sungguh mereka menganggap aku dewa keberuntungan. “bang ken gak diajak aja”kata kak robi,”gak,takut kemalaman,kapn2 aja”katnya. “ya’kulihat kesedihan ada dimata kak robi. “biar aku anter,nanti aku nyusul ke rumah rangga”katnya. akupun diantar kak robi. “kamu pasti kaget ya melihat kelakuan kami”katnya saat memboncengku. “iya kak”kataku. “kakak sih gak gitu kaget,karena memang awal2 kenal mereka dah pada gila,tapi mereka jago2 nari,jadi biasa aja akhirnya”katnya. “kamu tetap jaga rahasi kita kan?tanyanya. “iya kak’jawabku. “memang di rumah kak rangga ada apa kak’tanyaku. “ada deh,nanti juga mungkin kamu tahu,jangan bilang2 kaka yang kasih tahu ya,gak jauh kayak tadi lah”katnya,aku mengangguk.

Belum jam 8,aku sampai rumah,aku langsung membuka amplop depan mereka. “kirain ibu pulangnya malam sekali”katnya. aku langsung masuk kamar dan melamun semalaman.

Setelah itu,kami memang mendapat kerjaan lagi,bahkan akhirnya hampir tiap bulan ada saja undangan,kami tak lakukan semua,kadang anak tambahan yang disuruh beraksi,sesuai dengan kesepakata kak pram dengan panitia,dan biasanya menyangkut harga. Bang pram memang memfokuskan kami untuk ikut pertandingan yang akan di adakan di kota kami.  saat masuk kelas 2 smp,aku menjadi sedikit sibuk,pelajaranku agak saedikit ketinggalan,untunglah nilaiku masih masuk rata2. Orang tuaku sepertinya tak menghiraukan itu.  Tapi diawal kelas 2 itu pula aku menglami hal lain atas perlakuan bang pram.

Setelah latihan,kembali bang pram memanggilku ke kantornya,anak-anak sudah pulang,aku bahkan masih mengeringkan badanku,saat bang pram mengajaku masuk ke kantornya.”gpp,ganti bajunya di dalam saja”katnya.aku sudah tahu kemana tujuannya. Sesaat setelah aku berdiri dihadapanya,bang pram langsung mengulum kontolku,sesekali jarinya kursakan masuk ke lubang pantatku. Sesaat kemudian,dia duduk di bangku,dan seperti seorang ahli,aku mulai jongkok dihadapannya dan mulai mengulum kontolnya,tapi tak lama,kemudian bang pram beranjak mendekati matras yang tergeletak tak jauh dari kami,dia seperti sudah mempersiapkanya. Dia berbaring,lalu akupun beranjak diatasnya,kembali mengulum kontol,sementara itu bang pram menjilati biji dan lubang pantatku,sesekali jarinya dia masukan ke lubang pantatku sambil mengunakan pelicin. Sesekali aku mengeliat,tak lama dia menyuruhku berbaring disampingnya,aku menurutinya,kemudian dia mengulum bibirku,kurasakan jarinya terus menusuk-nusuk pantatku,yang asalnya satu,menjadi dua lalu tiga. Dan akhirnya dia beranjak keatasnya dan mulai mengarahkan kontolnya ke lubang pantatku. “bang mau apa?kataku. “gpp,sebentar,enak kok lebih enak dari jari”bisiknya. Aku berusaha menahan rasa sakit saat benda tumpul itu berusaha masuk secara perlahan kedalam lubang pantatku. Percuma aku melawan,fikirku,aku hanya mengaduh,saat sakit kurasakan,tapi seakan bang pram tak peduli,sampai akhirnya,pelan-pelan,kontol itu mulai naik turun di pantatku. Rasa diperutku tak karuan. Aku terus menekan badanku ke matras menahan rasa aneh. Bang pram malah asyik mendesah sambil menindihku,sesekali dia menciumi leher dan pipiku. Lama-lama sakit mulai berkurang,apalgi saat bang pram mulai mengocok kontolku pula,posisi kami perlahan menyamping,dan tak lama,ahh,ahh,aku mendesah dibarengi keluarnya air kenikmatan dari kontolku. bang pram mempercepat genjotanya,membuatku kewalahan,dan akhirnya,ahh,ahh..diapun mengejang sambil mendekapku erat. Cairan hangat kurasakan didalam pantatku. Bang pram terus menciumiku,sebelum akhirnya menyuruhku berpakaian.

Dan itu menjadi awal,bagi bang pram,dan akhirnya tak ragu mengulanginya lagi dilain kesempatan.aku sendiri tak tahu kenapa,hanya menerimanya saja. Sampai suatu saat,kak rangga membawaku ketempatnya.dan diapun melakukan itu terhadapku,setelah aku diajaknya menonton film dewasa. Dan akhirnya,akupun merasakan genjotan kontol kak robi,dikamarnya,yang memberiku kenikmatan luar biasa. Semua sepertinya ingin mencoba diriku. dan mungkin hanya kesempatan saja yang bisa mengwujudkanya.  

Uang yang kudapat memang boleh di bilang lumayan,tapi itu tak menjadi tujuanku,karena memang aku bukan orang yang kekurangan materi.  Sampai kemudian,perlombaan yang diadakan oleh suatu tv local diadakan. kamipun antusias mengikutinya. Dan sungguh,diluar dugaan kami,kami memengkan juara 2. Sungguh kami sangat bahagia waktu itu. Menjadikan kami lebih percaya diri untuk ikuta lomba tari di Jakarta.

Hadiah yang kami dapat diantara uang tunai. Kami sepakat untuk memakainya berlibur bersama. Awalnya rencana itu akan gagal,karena ternyata,aku tak diijinkan orang tuaku. tapi entah,setelah selesai bertemu bang pram,orang tua kami akhinya mengijinkan aku ikut. “wah,kalau ken gak ikut,kami semua batal,karena ini hadiah sama”kata kak robi waktu itu kepadaku. Akhirnyakami memyuskan berangkat ke toba. Sabtu pagi kami berangkat,setelah aku ijin dari sekolah. Samapi di toba, kami langsung main sepuasnya,sambil makan2. Malamnya kami menginap di salah satu hotel yang lumayan bagus.

Kami sebenarnya menyewa 4 kamar,tapi seringnya kami malah ngobrol di satu kamar. Kami terus bercanda,hingga kira2 jam 9,kak rangga memutarkan vcd dari portablenya. Adegan syurpun mulai di putar. Udara memang agak panas,sebagian anak akhinya membuka kaos.sambil menikmati minuman kaleng yang kami bawa,bahkan ada bir segala. Kami terus memperhatikan film yang diputar.lama-lama anak2pun terpengaruh,bahkan tak ragu saling meraba. Kamar yang lumayn lebar itu,jadi teras agak sempit. Kak robi langsung merangkulku,dan menciumku,begitu juga kak tedi.”bang kita angetin sekarang yah’katnya. bang pram hanya tersenyum. Satu persatu anak-anak saling membuka baju,dan akhirnya semuanya telanjang,akupun tak ketinggalan. Satu persatu,kak robi membantuku membuka baju. mereka berpasang pasangan,saling menjilat kontol,sedang aku,di gerayangi kak tedi dan kak robi,”jangan dulu kontolnya,nanti bucat gak seru’kata kak tedi,saat melihat mas robi menjilati bijiku. Lantas kak robi menjilati lubang pantatku,lalu menusiknya dengan jari. Yang lain asyik dengan hingga lancar. Sudah pada keras belum “kata bang pram.’sudah bang”kata anak-anak menjawa hampir bersamaan. Bang pram lalu menghampiriku,mereka semua melihat kearahku,lalu pantatku dia ganjal dengan bantal,dan kemudian kak robi dan kak tedi memegang pangkal kakiku hingga terbuka lebar.perlahan bang pran mengarahkan kontolnya,dan saat kupejamkam mataku,kursakan kontol ban pram masuk perlahan kedalam pantatku. “sebentar saja bang,kasian takut dia gak kuat”kata kak robi. “iya’jawab bang pram bang pram tak lama menggenjotku.kemudian kulihat rangga mulai menggantikan posisi bang pram,lalu satu persatu,bergantian mereka memasukan kontolnya ke pantatku.saat itu,akupun melihat bang pram akhirnya menusuk pantat kak rangga. Lalu anak lainpun mulai berpasangan lagi setelah beberapa saat mereka menngenjotku. Akhirnya anak terakhir menngenjotku. Tapi kemudian,diapun melepaskanku,dan kak robi balik menghamtamkan kontolnya untuk yang ke dua kali. Sunnguh perasaanku tak karuan,aku tak menyangka akan merasakan 8 kontol sekaligus malam itu,sebelum akhirnya,kak robi lah yang mengenjotku kemudian,dia melakukan itu lumyan lama,kulihat bang pram sudah terkulai,kemudian anak yang diatas tubuh kak tedipun sudah mengejang.

Entah,saat itu,aku hanya terus menahan agar sepermaku tak keluar,aku ingin terus merasakan genjotan yang makin lama kuraskan makin nikmat,akhirnya kak robi mengejang diatas punggungku,cairan hangat kursakan saat itu,”amsih kuat,kakak masukin ya?kata kak rangga,aku menagnguk,dan kak rangga mulai menggenjotku,tapi hany beberapa saat,karena saat itu kak tedi mulai mengenjot pantar rangga,hingga akhirnya kak rangga mengejang. Setelah kak rangga,kak tedi menusuk,amir melakukan hal yang sama,dengan menusuk pantat kak tedi. Akhirnya kak tedipun terkulai lemas,lalu amir mengantikanya,”wuih,kamu hebat,kuat juga”kata bang pram melihatku terus melayani mereka,akhirnya anak kelima menusuku,saat itu kak robi mulai mengulum kontolku,aku terus mengelinjang. “udah cabut dulu,gentian “katnya kak robi,akupun menusuk pantatnya,tapi hanya beberapa genjotan,akupun mulai mengejang kuat-kuat,karena aku tak kuasa menahan tusukan jari kak robi dipantatku. Aku terkulai lemas,tapi anak terakhir itu,akhirnya menyodoku lagi dan memuntahkan spermanya di pantatku. Setelah berpakaian dan makan,Aku terus tertidur lelap kecapaian,hingga besok menjelang.

Saat bangun,ada kak robi yang masih tertidur memeluku. Aku akhirnya bergegas mandi. Tapi tak lama,diapun bangun dan ikut mandi,bahkan menggosok badanku. “kamu cape gak?katnya. aku mengangguk. “nanti mungkin kamu akan sering menerima perlakuan mereka begitu”katnya. “gpp,siap kok”kataku.

Ya memang,akhirnya sesekali,selalu ada yang meminta layananku ketika jam latihan selesai. Bahkan tak segan,kami beradegan doi hadapan yang lain. Tapi mereka tak memaksa,jika salah satu dari kami tak mau. Satu persatu,akupun mulai mersakan lubang pantat mereka.

Tapi sungguh,dua bulan sebelum keberangkatan kami ke Jakarta,kak robi mengundurkan diri,dengan alasan ingin focus belajar,karena memang nilai-nilainya turun,saat itu,dia sudah akan masuku ke kelas 3 sma. Berhentinya kak robi,tak membuat tim kami kewalahan,karena akhirnya bang pram yang ikut turun. Saat itu,adi juga diikutkan.

Kami hanya mendapat harapan satu,tapi kami puas, wakil kota kami yang awalnya juara satu,bahkan tak masuk final sama sekali. Sejak itu,tempat latihan kami makin ramai dengan anak2 yang mendaftar.

Disela-sela ramainya latihan,dan saat satu persatu mulai meninggalkan gedung,disanalah biasanya dimulai adegan lain yang lebih mengiarahkan birahi. Aku akhirnya terbiasa mengumbar syahwat dengan mereka. Sampai kemudian,saat diakhir kelas 3,kurasakan aku makin berat mengikuti belajar,ada rasa malu dalam diriku,apalgi sebenarnya prestasiku di sd jauh lebih bagus dan aku termasuk anak yang lumayan pandai. Saat gundah itu,tak sengaja aku bertemu kak robi. Kami akhirnya ngobrol,akupun menceritakan masalhku. “kakak setahun lalu merasa seperti kamu,kakak akhirnya memilih belajar,karena dengan melihat hubungan antar kami,itu benar2 sudah jauh dari batas seorang yang normal”kata kak robi. “kamu belum terlambat,putuskan yang menurut kamu baik,lanjutkan kalau kamu suka tari,tapi kalau bisa pindah sanggar”kata kak robi.

Akhirnya,akupun memutuskan keluar dari sanggar tari,aku masuk sma yang bukan favorit,tapi tak apa menurutku. Saat itu,aku benar-benar meninggalkan tari,orang tuaku sedikit heran,tapi mereka memaklumi ketika aku berkata lebih baik belajar,karena aku tak bisa menjalankan keduanya.

Di smaku yang terkenal untuk anak anak nakal,aku dengan mudah menemukan teman-teman wanita yang nakal,tapi akhirnya saat kelas satu,aku mencoba menjalin kedekatan denagn cindy,dia sebenarnya sudah kelas 3,tapi taka pa,hubungan yang kami jalin diam-diam,bagiku hanya sebagai bahan tes apa aku lelaki normal. Sampai akhirnya,diakhir kelas satuku,cindy mengajaku berhubungan intim,dan akupun menyanggupinya. Ada rasa lega,karena kulihat cindy merasa puas setelah aku gumuli. Dan itulah untuk pertama kalinya aku mengauli wanit. Tapi sungguh,ada sesuatu yang sepertinya kurang bagiku. Bahkan ketika untuk yang kedua kalinya,cindy membiarkan aku mengaulinya,tetap aku tak merasa puas. Samapi kemudian diapun pindah ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya.

Akhirnya,tak terduga,aku kembali bertemu kak robi,ditengah masa kelas 2 smaku. “loh,katanya kaka kuliah di Jakarta”tanyaku. “gak jadi,enak disini”katnya. “kak aku ingin ngobrol,tapi gak ditempat terbuka kayak gini”kataku. Akhirnya kak robi mengajaku kerumahnya. Kenangan masa lalu melintas difikiranku. Tapi sungguh kamar kak robi telah dirubah total dekorasinya. Entah aku akhirnya bercerita. ‘kak,aku ingin jadi normal,aku berusaha,bahkan menjalin hubungan intim dengan wanita,tapi hati kecilku mengtakan gak suka,gimana kak?tanyaku dan tak tersa air mataku mengalir. Perlahan kurasakan kak robi memeluku. “kita kayaknya harus menerima takdir atas apa yang terjadi pada diri kita,kita hanya bisa pasrah,dan yerus berusaha menjalani masa depan. Kakak merasakan hal yang sama. Samapi sekarang kakak juga sedang berusah melupakan masa lalu,tapi sulit,apalagi berhubungan dengan birahi. Tapi mudah2 kita berhasil kembali menjadi manusia normal”katnya. “jujur,hany kamu yang menjadi kenanagn indah masa lalu kakak”katnya. “kakak selau ingat kamu terus,tapi disamping itu,kaka ingin jadi lelaki normal,tapi kayaknya tak bisa,apalagi setelah bertemu kamu lagi,kakak juga sama sudah mencoba wanita,ada rasa suka sih,tapi entah,lebih suka saat bersama kamu”katany.

“kak,aku kadang ingin digauli lelaki,tapi bingung”kataku. “ya udah,nanti cari kakak aja”katnya sedikit bercanda. “kakak ikut tari lagi,tapi salsa ma tango,banyak orang tuanya,tapi gak apa,kamu juga harus nari lagi,kalau kamu suka,jangan tingalin”katnya.. ‘selain itu,kakak ikut yoga juga”katnya.

Akhirnya,aku kembali ke sanggar lamaku,aku ikut tari salsa dan tango. Bahkan bersama kak robi,aku ikut yoga juga. Saat kakaku memutuskan untuk sekolah di luar negeri,aku terus ingin melanjutkan studiku di kotaku sendiri. Bersama kak robi,aku banyak menjalani hari-hariku. Kami memcoba berusaha menjadi manusia normal. Walau pada akhirnya,sesekali kami saling memuaskan birahi kami juga berduaan………………..ken/g/mdn

birahi satu keluarga (B)

•Januari 19, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku tak menyangka bahwa mendapat tetangga baru, akan memberikan warna baru juga dalam hidup. Membuat pendewasaan dan penglamanku semakin bertambah.

Aku tinggal bersama kedua orang tuaku, mereka berdua bekerja demi mencukupi kehidupana kami. kami tinggal di sebuah kontrakan dipinggiran kota.  Rumah kami terletak di belakang rumah pemilik kontrakan.  Ada 2 rumah dibelakang rumah pemilik,tapi seringnya kosong. Karena memang sedikit jauh dari mana2. Aku sendiri boleh di bilang anak yang supel,bahkan boleh dibilang agak sedikit urakan dan kurang ajar. Hidup sebagai anak tunggal,dimana orang tuaku bekerja,walau tampa pengawasan ketat, aku tidak lantas tumbuh menjadi anak yang bandel. Bahkan,karena jarak rumah temanku yang agak jauh. Menjadikanku seringnya tinggal di rumah.

Ketika usiaku sekitar 11 tahun,aku mendapat tetangga baru, sebut saja keluaraga pak nurdin. Dia bersama istri,2 anak,dan mertuanya pindah ke sebelah rumahku. Yang membuat aku senang,anak mereka yang pertama,baim,usianya hanya terpaut 1 tahun lebih muda dariku. Hingga dari awal kepindahan mereka, kami cepat akrab. Bukan itu saja,orang tuakupun senang dengan kedatangan mereka, dan menjadikan mereka tidak kwatir bila meninggalkanku bekerja.

Makin hari kedekatanku dengan keluarga baim makin terjalin, tiap hari aku bermain bersama baim. Ibu baim,pun akhirnya membantu keluargaku dengan mencucikan pakaian kami. pak nurdin yang bekerja sebagai sopir truk. Memang sedikit harus bekerja extra demi mencukupi kehidupan mereka. Bu nurdin dan nenek baim,bukanya tidak membantu,bahkan selain nenek punya pensiun,akhirnya dia dan bu nurdin,menjadi kuli pengupas bawang. Nenek baim,usianya saat itu belum 50 tahun,katanya beliau kawin muda.selain kelihatan masih segar,nenek termasuk orang yang sangat ramah. Tak jarang beliau suka bercerita kepada aku dan baim tentang  penglamanya ketika menemani kakek. Dan kadang,jika baim malas memijat jika di minta,akulah yang kadang menawarkan diri,dan dia suka member upah. Begitu juga bu nurdin,tak jarang aku menawarkan jasa membantu,jika baim malas.

Setahun setelah mereka tinggal,hubungan kami makin seperti keluarga sendiri.  Aku yang sedikit pecicilan,sering di jadikan bahan candaan,baik oleh orang tuaku atau keluarga baim. Pernah suatu kali,saat ibuku ngobrol di rumah mereka,ibuku bertanya, “seksi mana ibu sama ibu baim?tanya ibuku. “sexy ibu baim”kataku spontan,”kenapa?tanya ibu baim. “dadanya gede,ibu kecil”kataku. Kontan ibuku,ibu dan nenek baim ketawa. “nenek juga masih sexy”kataku. “ah,nenek sih dadanya dah turun”kata nenek yang payudaranya memang besar juga. Bahkan ketika suatu kali,ibu baim sedang di kamar mandi. Aku sengaja nengok2 liat ke wc yang jaranknya hampir berdekatan dengan wc ku. Kami memang menggunakan satui sumur bersama. “hayo,ngapain nengok2?’kata ibu baim. Aku hanya mesem. Pun ketika aku memerhatikan ibu baim yang sedang menimba dengan hanya mengenakan bh, ibu baim hanya senyum2 saja.

Kenakalan aku dengan baim memang kenakalan anak kecil biasa di mata mereka,tapi saat usiaku sekitar 13 tahun dan mengalami mimpi basah. Fikiranku jadi sering kacau. Bahkan akhirnya,aku dan baim jadi sering membicarakan hal2 berbau porno. Sampai akhirnya kamipun melakukan onani bareng.

Dan suatu hari,ketika aku dan baim sedang bercanda,saat itu aku sedang ditarik-tarik celana oleh baim karena tititku bangun,nenek tiba-tiba datang.”hayo lagi pada ngapain’kata nenek. “gak nek,tuh si zaen burungnya bangun melulu’kata baim.”walah suruh tidur aja, gede gak?kata nenek.”gede nek”kata baim. Sejak itu,sesekali,jika tak ada orang,nenek sering becandain aku. “hayo,burungnya bangun gak”kata nenek. aku hanya senyum. “nek kenapa gak nikah lagi,nenekan masih sexy’tanyaku.
gak laku”kata nenek. “apa nenek gak kangen sama anunya cowok?tanyaku. ‘kangen sih,tapi dah lupa”kata nenek sambil senyum. “dulu kakek anunya gede ya nek,kata baim”tanyaku. “wah lupa’kata nenek. “ih nenek”kataku.

Hubungan ku dengan keluarga baim,memang makin erat. Dan mereka menganggap keinginan tahuanku adalah hal yang wajar.heranya.mereka seperti tak sungkan denga segala tindakan jailku. Malah seperti membiarkanya. Atau mungkin mereka merasa gak enak karena sering dibantu oleh keluargaku, bahkan ketika baim akhirnya masuk sekolah smp yang sama denganku. Orangtuakulah yang mendaftarkan bahkan membayari uang sekolah terlebih dahulu. Karena saat itu meski bapak baim sering keluar kota dan tak pulang,tapi uang yang dihasilkan tak cukup untuk membayar uang sekolah baim.

Dan pagi itu,sifat pecicilanku akhirnya membawaku kedalam pengalaman baru. Aku ingat,waktu itu aku masuk siang. Jacketku di pinjam baim.waktu sekitar jam 10 aku hendak mandi,tapi kemudian ingat jacketku. Saat itu aku hanya mengenakan handuk, saat akan mengambil jacket. Aku masuk rumah lewat dapur dan memanggil ibu baim,tapi nenek yang menjawab.”ke pasar”kata nenek. “nek aku mau ambil jacket,katnya dikamar belakang”kataku. Rumah kami memang hany terdiri dari 2 kamar. Rumah baim,kamar depan dipakai orang tuanya,sedang belakang,bersebelahan, biasanya sama nenek dan baim yang tidur dilantai. “cari aja”kata nenek yang suaranya sebelah depan.akupun mencari tapi tak ketemu. Tapi tak ketemu. Aku kemudian nongol ke karma sebelah yang hany ditutp tirai.kulihat nenek yang hanya mengenakan bh dan sarung sedang duduk dan mentisir rambut. ‘gak ada nek”kataku.”ih kamu,nenek kan baru mandi,belum di baju’katnya senyum,aku hanya senyum melihat tubuh nenek. “coba cari disini”kata nenek,aku hany memandangi sekeliling kamar,tapi jacketku tak keliatan.”tuh cari ditumpukan itu”kata nenek sambil menunjuk tumpukan baju diatas kasur. akupun masuk dan mencari jacketku,tapi tak ada. Sesekali aku melihat nenek yang duduk menyamping,payudaranya kelihatan sepotong,membuat jantungku degdegan. “ada gak”kata nenek.”gak ada nek”kataku. “ih,burungnya kenapa tuh”katnya,aku baru sadar,ternyata burungku telah berdiri.membuat handukuku terangkat.aku hany senyum. “gede ya’kata nenek. “nenek mau liat”kataku tersenyum. Aku mendekati nenek. ‘mana coba liat”katanya. Tampa malu aku membuka handuku.”kecil ya nek”kataku. “gak lah,segitu sih gede”katnya. Aku kemudian merapikan handuku lagi.”kok berdiri aja,kenapa?kata nenek. “gak tahu,mungkin liat nenek,jadi gitu”kataku.nenek hanya senyum. “nek,kalau yang cewe kayak gmana?boleh liat gak?kataku. “ih kamu,jangan nanti ketahuan orang”kata nenek. “aku gak akan bilang siap2 nek,sumpah’kataku. “bener?katnya,aku mengangguk,perlahan nenek membuka kainya.”ih,nenek kok gak dicelana”kataku.”nenek baru mandi,mau ambil celana,kamu keburu nongol”kata nenek. “nek,kalau ini ditempelin,gmana rasanya?kataku. “ah,jangan’kata nenek.”nek,sbentar aja,pingin tahu”kataku.”tapi jangan cerita kesiap2”kata nenek,aku mengangguk,nenek akhirnya membuka kainya,dan duduknya dia hadapkan kearahku,dia membuka pahanya lebar.perlahan kontolku yang sudah tegang,ujungnya aku tempelkan ditengah tengah daging yang berbulu. Rasa geli merasuk kedalam kepala kontolku. “nek lubangnya yang man?kataku.tangan nenek kemudian meraba kontolku,dan perlahan dia mengser ujung kontolku,hingga akhirnya kurasakan ada celah yang sangat hangat. Kutekan kontolku sedikit,kulihat nenek hanya diam,aku bergerak makin mendekati nenek.”enak gak?bisik nenek.”enak nek,masukin semua ya”kataku.nenek mengangguk.”maju mundurin pelan2”bisik nenek setelah kurasakan kontolku masuk semua.akupun memaju mundurkan kontolku pelan2. Kudengar nafas nenek makin tak teratur.tanganya kemudian meremas-remas pantatku. Kurasakan nikmat yang luar biasa,samapi tak sadar,aku memeluk tubuh nenek erat karena kurasakan desakan dalam kontol’aku makin mengecangkan genjotanku.”nek..nek..ahh…ahh..’suaraku tertahan dan kurasakn cairan kental keluar dari kontolku disertai denyutan yang luar biasa nikmat. Setelah itu aku tak berkata apa2,nenek juga hanya diam,aku kemudian pergi meninggalkan nenek.

Setelah kejadian itu,aku sedikit agak malu bila ketemu nenek,walau dia sepertinya biasa2 saja. Sampai kira-kira seminggu kemudian,kami berpapasan di kamar mandi.”pada gak ada ya nek”kataku pagi itu.”iya,biasa ke pasar”kata nenek. aku terus melihat nenek. “kenapa?kata nenek.”gak,nek inget yang kemarin gak?kataku.”ingat,kenapa?tanya nenek.”gak,enak gak nek?kataku.”enak,habis sudah lama nenek gak ngerasaian,kenapa,kamu mau lagi”katnya.aku menganguk. Akhirnya pagi itu,aku masuk ke kamar nenek. perlahan kulihat nenek berbaring diaksurnya sambil membuka kainya.”hayo cepat,nenek gak tahan”katnya.perlahan,aku menurunkan celana boxerku. Kontolku langsung tegang. Dan dengan perlahan dibantu tangan nenek,aku mulai mendekatkan kontolku dan kemudian kmasukan pelan-pelan kedalam momoknya. Kembali aku mengenjot wanita itu.sampaii akhirnya air maniku kembali muncrat didalam ruang kenikmatan wanita tua itu.

Sesekali jika rumah sepi,kami mengulang perbuatan kami. kenikmatan yang kudapat,membuatku sedikit ketagihan.padahal usiaku saat itu belum genap 14 tahun,tapi rupaya nenekpun seakan tak peduli. Setelah kira-kira 6 bulan kebersamaanku dengan nenek,tak kusangka kenikmatan lain dapat aku reguk. Aku telah bersekolah pagi lagi,tapi baim yang giliran siang. Hari itu aku pulang agak cepat,sekitar jam 11 aku sudah sampai rumah, aku sebenarnya ingin menemui nenek, saat masuk rumah ku lihat bu nurdin sedang menetei adik baim,padahal usiany sudah sekitar 4 tahun,diruang tamu sambil tiduran.“nenek mana bu”kataku.’tadi mau ke saudaranya,ada apa”kata bu nurdin. “gak da apa2”kataku. “bapak dah berapa hari pergi bu,perasaan dah lama”tanyaku.”seminguan”kata bu nurdin.”bapak jadi jarang pulang ya bu?kataku. ibu mengangguk. Memang sudah setahunan belakangan pak nurdin jarang di rumah. Aku sebenarnya basa-basi mengajak ibunya baim ngobrol,aku sebenarnya sedang memperhatikan dia menyusui.dadanya yang besar,asyik dikeyot anaknya,memberiku pemandangan luar biasa. Tapi rupanya bu nurdin menyadarinya.”ngapain liatin aja,mau nete juga”katanya tersenyum. “boleh”kataku. Bu nurdin tersenyum.”kasian ya ibu jadi kesepian ditinggal bapak terus”kataku. “iya”katanya. Aku terus memperhatikan bu nurdin,sesaat dia mencabut putingnya karena adik baim sudah terlelap. “jangan liatin aja,malu”kata ibu nurdin.”gpp bu,ibu sexy”kataku.dia seperti sengaja meremas-remas payudaranya sebelum memasukanya kedalam bhnya. “coba diijinin pegang”kataku. “kenapa,mau?katnya. aku menganguk.”jangan ah,nanti kamu bilang ibu kamu”katnya.”gak kok bu,sumpah”kataku.kemudian kulihat bu nurdin melambaikan tanganya menyuruhku mendekat,aku mendekat,dia kemudian kembali membuka kancing depan bh nya setelah tadi dia tutup.dia kemudian mewmberikan dadnya kepadaku.perlahan aku menyuntuh dada kirinya. “mau nete juga ga?bisik bu nurdin,aku mengangguk.”tapi janji gak kasih tahu siapa2”bisiknya,aku mengangguk.”didalam aja yuk”katnya,aku menganguk lagi.perlahan kami masuk kekamranya. Dia kemudian berbaring,akupun berbaring disisinya,dan kemudia mulai mendekatkan mulutku ke putingnya. Sesaat aku mulai menyedot-nyedot putting payudaranya,persis seperti bayi.kulihat sesekali mata bu nurdin terpejam. Tak lama kurasakn tanganya menyentuh kemaluanku.”ih,bangun,ibu liat ya”bisiknya,aku menganguk,dia kemudian membuka seleting celana sekolahku.dia tersenyum saat melihat kontolku muncul .”celanya buka aja ya’katnya,aku mengangguk,kemudian aku membuka celanaku.”mau yang enak gak,tapi harus dirahasiain”bisiknya,aku mengangguk.kulihat bu nurdin membuka kainya dan kemudian menurunkan celanya.”sini naik ke ibu”bisiknya.perlahan aku mulai naik,dia kemudian memegang kontolku dan mengarahkanya ke lubang momoknya.kontolku pelan tapi pasti masuk kedalam lubangnya hingga makin lama makin dalam. Rasanya lebih enak dari punya nenek,fikirku.perlahan aku mulai memju mundurkan kontolku mengikuti gerakan tangan bu nurdin di pinggangku.”bu enak ya’bisiku.”iya gitu’kata bu nurdin.”iya bu,enak banget”bisiku dengan nafas tersengal-sengal.’jangan samapi siapaun tahu ya’katnya.aku mengangguk.”ibu kesepian ya”bisiku.”iya,ibu dah lama gak gituan ma bapak,untung ada kamu”katnya. “bu tapi aku mau keluar nih’kataku.”gpp,keluarin aja”katnya.dan sesaat kemudian,akupun mengejang diatas tubuh bu nurdin,ibu sahabatku. “bu enak banget,nanti mau lagi ya?bisiku.”iya,tapi ingat pesan ibu”katnya,aku mengangguk.”bearti nenek lebih kasian lagi ya bu,dah lama menjanda”kataku. “mang kamu mau gituin nenek juga?kata bu nurdin.”kalau dia mau,boleh aja,kasian”kataku. “ih dasar,tapi awas jangan bilang2 kamu sudah gituan ma ibu”katnya. Aku mengangguk.’cepat pulang,ganti baju,takut ada yang pulang”katnya. Akupun kembali ke rumahku. Tapi siang itu,saat bu nurdin datang mengantarkan pakaina yang sudah dia cuci, aku kembali mengodanya dan akhirnya siang itu,dikamarku,aku kermbali menghantamkan kontolku ke momoknya.

Dalam semingu,setelah itu.aku biasanya menyodok 2 wanita berbeda. Nenek ku genjot dirumahnya,ketika semua orang tidak ada. Atau ibunya baim yang mengantarkan cucian kerumahku, dan aku genjot di kamraku. Kelakuanku tak ada yang mencurigai atau mengetahuinya. Bahkan antara ibu dan nenek baim,mereka tidak tahu bahwa mereka berdua menjadi pelampiasan nafsu bejatku.

Sampai akhirnya,keisengan laingku timbul, tapi justru membuatku menjadi manusia yang tidak normal. Hari itu,kami libur sekolah.bersma baim,dirumahku kami memutar kaset porno yang kami pinjam. Setelah beberapa saat,aku kemudian merba-raba kontol baim. “im,cobain isep mau gak”kataku. “gman,tapi gantia”kata baim,aku mengangguk,aku akhirnya menyodorkan kontolk,baim kemudian mengisapanya,lebih enak ibu kamu,fikirku saat itu. Kemudian setelah beberapa saat,baim membuka celananya,dan kemudian perlahan,akupun mulai menghisap kontol baim. Akhirnya kami saling hisap hingga akhirnya sperma kami sama-sama keluar.

Sesekali kelakuan itu kami ulang,samapi suatu hari,baimpun tak menolak ketika aku ajak mencoba saling sodok pantat. Awalnya kami memang sama-sama kesakitan. Tapi lama-lama,kami bias saling menikmati. Hingga akhirnya sesekali kami suka saling menggenjot pantat kami bergantian. Entah kenikmatan yang kudapat bersama baim,serasa berbeda dengan yang kudapat bersama wanita,tapi dua2nya aku menyukainya. Bahkan akhirnya,kami mengajak teman kami yang lain untuk melakukanya.

Lama sekali aku melakukan hubungan terlarang dengan keluarga baim,bahkan saat aku masuk sma, dan banyak mengenal dan meniduri wanita2 nakal baik teman sekolah atau yang lain. Sampai kemudian,orang tuaku bisa membeli rumah dan kemudian kami pindah…..(zaen/Kapuas)

gairah sunyi (N)

•Januari 19, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

aku lahir dari keluarga yang sederhana,disebuah desa yang masih dipenuhi persawahaan dan hutan.  Aku anak pertama dari dua bersaudara,usiaku adiku kurang dari sekitar 3 tahun. lebih muda dariku.

Kami tak punya rumah sendiri,kadang kami tidur di orang tua ayah,atau di orang tua ibu,karena jarak rumah mereka tidak begitu jauh,kampungnya bersebelahan. Tapi saat aku kelas 3 sd.kami lebih menetap di temapt orang tua ibu,karena ayah kemudian pindah ke kota besar,untuk mencoba merubah nasib sebagai pedanag nasi goreng.

Sehari-hari aku biasanya membantu kakaek. Kakek mempunyai ladang yang tak begitu besar,ladang itu sebagian dia jadikan tempat memelhara ikan. Dan bagian lain,dia jadikan temapt bercocok tanam sayuran,seperti kol,kadang bawang,atau cabe dll. Kampung kami memang sangat sepi,apalagi saat itu belum ada listrik. Saat diperetengahan kelas 5 sd. Nenek,ibunya ibu meninggal. Hal itu sempat membuat keluarga kami shock,apalagi nenek meninggal secara mendadak.

Tapi kemudian,suatu hari,saat itu nenek,orang tua ayah,membawa tetangganya,yang kampungnya bersebelahan dengan kampung nenek,ke rumah kakek. Niatnya membeli ikan untuk pernikahan anak semata wayangnya. Sebut saja mbok darsih. Wanita sekitar 37 tahun lebih itu,akhirnya memang membeli ikan mas peliharaan kakek. Tapi entah ide siapa,ibu dan mertuanya akhirnya berusaha menjodokan mereka,padahal saat itu,usia kakek sendiri saat itu bedanya mungkin sekitar 20 tahun dengan mbok darmi. Tapi kakek memang kelihatan gagak,mungkin karena kebiasaanya bekerja di ladang,hingga badanya terlihat berotot dan awet muda. Dan entah,ternyata mbok darsih setuju. Akhirnya mungkin baru sekitar 7 bulan sejak ditinggal nenek,kakek menikah lagi.

Mbok,akhirnya sepakat tinggal bersama kami,dan ternyata mbok,orangnya baik,diapun secara ekonomi sangat mapan,jauh dibanding kakek,hingga tak jarang akhirnya sering membantu keuangan keluarga kami,apalagi ibu,yang memang tak tentu mendapat kiriman ayahku.mbok mempunyai beberapa rumah peningglan suaminya,yang dia kontrakan. Akupun tidak susah jika disuruh dia,karena kadang mbok member iku upah,meski kadang aku harus pergi melintasi kampung lain untuk berbelanja atas suruhan mbok.

Mbok pun bukan orang yang malas,tak jarang,dia malah mencuci pakaian aku dan adiku. Saat dia bekerja,aku sering kali membantunya menimba air,hal yang memang sudah rutin aku lakukan,bahkan mungkin semenjak aku kelas 2 sd. Hal itu,makin membuat mbok suka padaku. Aku yang kadang suka di ledek oleh teman-temanku,bahkan saudarasaudaraku sebagai anak yang sedikit bodoh dan polos,tapi di mata mbok,aku baik-baik saja. Tapi ada satu kebiasaanku yang kadang membuat ibuku marah,jika sudah tidur,aku akan sulit sekali dibangungkan. Apalgi kalau baru saja terpejam,mungkin butuh satu ember air,baru aku bisa bangun.

Sampai akhirnya saat aku diakhir kelas 6 sd,ayah meminta ibu pindah mengikutinya,karean kata ayah,usahanya lumayan rame,dan daripada membayar orang untuk membantu,mending mengajak ibu. Saat itu,alasan lain,mungkin ayah tak kuat harus jauh dari ibu. Akhirnya ibu setuju,awalnya kami akan dibawa,tapi kata nenek,mending ditinggal dulu,karena ibu belum benar2 mapan,sayang  katanya buang2 uang untuk kami pindah sekolah. Apalagi saat itu,aku memang sudah mendaftar ke smp di kotaku. Adiku saat itu masih kelas 5 sd.  Akhirnya,aku dan adiku setuju untuk ditinggal.kami bebas disuruh memilin mau tinggal dimana. Adiku yang perempuan,karena memang sangat dekat dengan oorang tua ayah,dia akhirnya tinggal dengan mereka. Aku sendiri,karena sering membantu kakek,akhirnya lebih memilih tetap tinggal dirumah kakek.

Kepindahan ibu,tidak membuatku merasa kehilngna,karena kadang tiap malam minggu,ibu juga pulang,selain itu,semenjak mbok ada,dia yang selalu memjaga kami berdua,sedang ibu biasanya lebih suka bekerja,mencari tambahan uang dengan bekerja apa aja.bahkan sekarang aku lebih leluasa tidur dikamar,kalau awalnya seringnya aku tergeletak diluar. Kamar di rumah kakek memang hanya dua. Kamar nya berhadap-hadapan,walau kamar kakek sedikit lebih besar.Rumah nya berbentuk panggung,walau bagian dapur dan kamar mandi ,sudah menyentuh tanah. Kata ibu waktu kecil,kamar itu serasa sempit,karena harus ditempati tiga orang yang badanya lumayan gemuk2. Ibu memang mempunyai 2 saudara kandung yang semuanya wanita.tapi mereka sudah menikah dan dibawa suaminya.

Akhirnya,aku melalui hari-hari bersama mbok dan kakek,hal itu makin membuat aku dekat dengan mbok,karena jika kakek pergi ke kota menjual hasil panennya,itu biasanya dia gunakan untuk menginap di rumah adik2nya juga. Tapi kadang,jika aku bosan,aku menginap di rumah orang tua ayah. Aku kadang ingin sekali ikut kakek ke kota,tapi kakek tak pernah ajak,karena kata dia sayang uang. pernah suatu kali,mbok meminta aku menemaninya kekota. Malam itu,aku tertidur di ruang tengah. Paginya mbok kembali kesulitan membangunkanku,hingga aku kesiangan. ‘kenapa sih,kamu dibangunin susah,semalam mbok mau suruh kamu pindah kekamar,karena udara dingin,takut kamu sakit”kata mbok. “ya,dia,mana bisa bibangunin,ada bom juga tetap ngorok”kata kakaek. Akhirnya mbok tahu kebiasaan tidurku yang susah dibangunkan itu. Dan hari itu,meski kesiangan,mbok tetap membawaku ke kota,itulah untuk pertama kalinya aku keluar kampung.

Akhirnya mbok juga yang melunasi semua biaya sekolahku,tapi ibu berjanji menggantinya.  Kemudian saat dikelas 1 smp,akhir,aku mengalami mimpi basah,dan itu sebenarnya membuat aku heran dan ingin bertanya,tapi tak tahu ke pada siapa. Seiring dengan itu,suaraku mulai berubah,membuat aku malas bermain dengan teman2 lain,selain bulu2 halus di dibawah hidungku yang mulai tambak,yang kadang menjadi bahan ledekan teman. Memang aku awalnya juga anak yang jarang suka bermain,paling haya di sawah tak jauh dari rumahku,itupun,kadang hanya musim layangan saja,aku memang lebih suka melihat kakek berkebun,atau memberi makan ikan. Kadang kakek memberikan ilmunya kepadaku.

Biasanya,setelah adzan magrib berkumandang,kampung kami menjadi sepi,kegelapan terlihat di mana2,hanya lampu2 minyak, atau petromak,yang menjadi penerang bagi warga kampung,yang letak rumahnyapun tak begitu berdekatan. Hanya mesjid yang biasanya rame hingga sekitar jam 7. Setelah itu,desa kami benar2 sepi dan kebanyakan langsung terlelap dalam mimpi.

Dan dipertengahan kelas 2,kulihat kaki kadang suka merasa kelelahan,mungkin memang usia. Aku memang kadang suka di minta kakek,atau bahkan mbok,memijat mereka. Tapi kulihat di saat itu,hampir seminggu sekali kakek menyruhku melakukanya. Mbok pun biasanya kadang diminta pertolonganya,tertutma jika kakek ingin dikerok. Mbok memang kadang melakukan itu,jika kami masuk angin. Dan pagi itu,kulihat kakek tak keladang. “sakit lagi ya mbok?tanyaku.”ah,biasa,memang harus istirahat dulu,seminggu lalu  baru kuras kolam,eh malah tanam tomat”katanya.”iya,aku aja cape mbok’kataku. Kulihat mbok melihat aku yang hanya mengenakan celana dalam menimba air. Aku tak merasa aneh,karena ksesekali aku memang begitu jika menimba. Dan saat suatu hari,secara tak sengaja mbok melihat handuku jatuh,akupun hany biasa saja,melihat mbok yang cekikikan. Aku tak merasa risih,karena,saat sd dulu,sesekali dia membantu ibu mengelap,badan aku atau adiku jika selesai mandi.

Tapi beberapa hari kemudian,saat aku merasa gak enak badan,mbok mengeroki aku,dia berkata. “kamu tuh udah gede,kalau mandi tutup pintu,jangan seenaknya,gak malu?kata mbok. “malu sama siapa,kan gak ada orang,paling kakek”kataku. “iya,tapi kali aja ada tetangga datang’kata mbok.

Sampai kemudian,saat itu,aku baru saja selesai menyelesaikan ujian akhir kelas 2 smpku,usiaku mungkin sekitar 14 tahun. Hari itu,kakek memang kekota hendak membeli benih.jam 8,saat mbok masih asyik mendengarkan radio,akupun sudah sangat terlelap. Dan perlahan,aku merasa bermimpi. Mimpi yang kadang aku nantikan. Tapi entah,malam itu mimpi itu terasa nyata,aku merasa kontolku memasuki lubang yang sangat hangat.enak sekali,dah aku mengejang,entah saat itu serasa ada orang diatas pangkuanku,tapi akhirnya aku terus terlelap. Paginya,aku langsung memeriksa celanaku.tapi heran,tak ada kerak,hal yang biasnya aku temukan jika sudah bermimpi. Akupun mersa heran,karena mimpiku sepertinya nyata sekali. Dan kurang dari 2 minggu,aku mengalami mimpi itu lagi,tapi kali ini aku agak mersa sadar.kurasakan seperti ada orang diatasku,tapi aku tak berani membuka mataku,aku hanya berusaha menikmati rasa yang sungguh luar biasa yang menjalar dibatang kontolku. rasa hangat dan seperti dipijat-pijat oleh benda yang sangat lembek sekali. Sekitar 10 menit aku merasa kan itu,sungguh,lama sekali fikirku,dan aku tak mau berakhir. Tapi kemudian,aku mengejang,sebelum akhirnya,aku kembali terlelap.

Hal itu,terus menggangu fikiranku,benar,aku terasa nyata sekali,dan seperti bukan mimpi. Tapi dilain itu,aku tak merasa yakin. Sampai akhirnya,saat hari terakhir masa liburanku,kakek kembali kekota. Dia akan menginap di rumah adiknya. “besok senin,pagi2 kakek sudah pulang”katnya kepada si mbok. “kamu istirahat aja,besok kan sekolah”kata kakek,yang saat itu,badanku memang sedikit kurang enak. Kakek menyuruh mbok mengeroki aku,tapi aku gak mau,”bentar juga gak apa2”kataku. Tapi sore itu,saat kudengar hujan rintik2 turun,mbok menghampiriku. “udah dikerok aja,kamu juga gak usah mandi dulu,takut masuk angin”kata mbok,aku hany diam dan tetap berbaring tengkurap. Mbok langsung mengangkat kaosku,hany beberapa kerikan.”ah,gak merah,kamu mungkin telat makan aja,jadi kembung,makanya jangan telat makan”kata mbok.

Mbok akhirnya memijat punggungku. Saat itu aku kemudian disuruh berbalik,dia memijat dadaku,dan perutku.dan saat itu,sungguh,akupun mulai merasa geli,dan perlahan kontolku bergerak. 
kamu tuh pake celana yang bener,clana dah rusak masih di pake”kata mbok. Aku saat itu memang memakai celana bekas sd ku,dan bagian seletingnya memang rusak,hinnga hanya dikaitkan atasnya saja. Saat mbok memijat bawah perutku,kontolku makin tak karuan,terus mengeras,mbok pun hany senyum.”ih,tu kan,clanaya dah sempit,sampai nonjol gitu”kata mbok,dengan bahsa jawanya yang msih sangat kental. Mbok,sehari-hari selalu berbahasa jawa,bahkan bahasa jawanya asli sekali,hingga kadang aku tak mengerti. “ih,kayaknya dah sesak ya,sampe nonjol gitu”aku kira mbok membicarakan celanaku.”iya mbok”jawabku”dibuang aja”kata mbok.”gmana mbok aja”kataku. Perlahan mbok memijat pahaku,dan entah sadar atau tidak,dia menyenggol bagian bawahku.”ih,bener,kayaknya sesak banget,hih,ingin dig anti kali’katnya.”bener mau dibuang,he3”tanyanya. “gimana mbok aja”jawabku. “eh,tapi kamu jangan bilang kakek”bisiknya. “ya mbok,masa bilang kakek”kataku.aku masih berfikir,mbok membicarakan celanaku,karena bahasa jawa mbok.”tapi kamu tutup muka kamu dengan bantal ya”katnya. aku menurut,walau sedikit heran. “kita buang semuanya ya?katnya,aku sedikit heran,tapi aku hany jawab,terserah mbok.akhirnya kurasakan celanaku dia tarik,tapi aku rasakan celana dalamkupun ikut tertarik,sungguh,aku mersa kikuk,malu,mungkin mbok mau ganti semuanya karena aku gak mandi,tapi aku malu,karena kontolku sedang sedkit menegang,dan makin keras saja kurasakan,saat tangan mbok merabanya.”ih,bulat amat’katanya,aku fikir,mbok sedang bercanda. tapi tak beberapa lama,aku mersakan tubuh mbok sepertinya mengangkangiku. Bahakn kemudian,kursakn kontolku kembali di gemgamnya,tapi kali ini dia dekatakan kes sesuatu yang aku rasa tidak aneh,ya tuhan,apa mbok ku sedang menempelkan kontolku ke momoknya. Aku semakin bingun,disela kebingungan,perlahan tapi pasti,kontolku kurasakan memasuki derah sangat hangat,denag dinding lembek terus mengerogoti batang kontolku. aku mulai teringat mimpiku yang terakhir beberpa hari lalu,sungguh,seperti itu,nikmat.akhirnya aku hany bisa menutup terus mukaku dengan bantalku. Kudengar nafas mbok semakin sedikit terdengar tak teratur,akhirnya akupun tak kuasa menahan gejolak kontolku,akhirnya,akupun mengejang perlahan,cairan hangat keluar dari kontolku,dibarengi deyutan nikmat. Mbok merapikan celanaku. “udah,boleh di buka,gak sesak lagi kan?katnya,aku hany diam,mbok kemudian pergi dari kamarku.

Aku tak mengerti apa yang terjadi,sesekali aku jadi melamun jika sendirian di kamar,atau di gubuk diladang kakek. Tak sampai sebulan,hari itu kakek pergi ke undangan,aku tiduran dikamar. “kamu sakit?katanya lagi.”gak mbok’kataku.”kok di kamar aja’katnya. aku hany diam, hari itu masih sekitar jam 1 siang.”apa sesak lagi?kata mbok.”ah gak juga mbok’jawabku,karena memang aku mengenakan celana lonngar. “ya udah,perutnya di minyakin aja”katnya. tampa disuruh,diapan meminyaki perutku,dan memijatnya,dan hal itu kembali  membuat kontolku terbangun.”ih,dalamnya sih kayaknya sesak,”katnya. saat melihat perubahan didaerah kontolku.“iya kali mbok,”kataku.karena kufikir dia membicarakan celana dalamku yang memang agak kecil.”tegang ya?bisik mbok.”iya kenapa ya mbok”kataku. “gpp,normal’katnya.”mau dibuang’katnya.”jangan mbok,sayang”kataku.”gpp,nanti juga ada gantinya.katnya. “terserah mbok”kataku.akhirnya kembali mukaku ditutup bantal.perlahan,kembali kursakan nikmat menjalari kontolku. “mbok,kakek pulang jam berapa?tanyaku.”gpp,nanti juga gedor pintu”katnya.”mbok,maksud sesek apa?tanyaku.”ah,pura2 gak tahu?katnya.”iya coba apa?tanyaku masih dengan muka tertutup.”maksud mbok,ininya dah penuh”katnya meraba biji kontolku. “oh,kirain aku celanaku yang sesek”kataku. Mbok dan aku akhirnya tersdara,kami sempat salah pahan.”mbok terdiam,menghentikan gerkanya diatas kontolku.”aduh,gimana dong?kata mbok. “gpp mbok”kataku. “iya,dah tanggung,mbok pinjam seentar ya ininya”kata mbok.”iya mbok”kataku.akhirnya mbok melanjutkan gerakan halus naik turunnya diatas kontolku,hingga akhirnya kontolku kembali memuntahkan cairan kenikmatanya.

Sejak itu,sesekali,jika mbok ingin,mbok suka berbisik,boleh pinjam gak.atau jika aku yang pingin,aku terkadang berkata,mbok,kayaknya sesek. Begitulah,akhirnya hubunga terlarang kami terjalan. Bahakn kami seakan tak peduli,jika hasrat kami sudah tak terbendung,kami selalu berusaha menuntaskanya. Bahkan pernah,dimalam hari,mbok masuk kekamarku dan naik kaeatsku,akhirnya aku tahu,bahwa mbok sesekali melakukan itu jika kakek sudah terlelap,dan akupun kadang sudah berada dialam mimpiku,hingga hal yang dilakukan itu,aku sering anggap hanya mimpi saja. Tapi walau akhirnya tahu,aku tak keberatan melakukan.

Tapi kami tak pernah melakukan kontak lain,kami tak pernah saling berciuman,atau saling meraba dulu. Jika ingin,aku langsung menusukan kontolku ke momoknya,atau jika mbok ingin,biasanya dia hanya meremas-remas dulu baru memasukanya kedalam lubang kenikmatanya.kami tak pernah melakukan pemanasn apaun sebelumnya. Sesekali aku memang kadang meremas payudara mbok disela-sela genjotan kontolku,tapi tak lebih dari itu. Sungguh,walau diperlakukan begitu,tapi sepertinya,mbok menikmati hal itu,dia sangat merasa puas,jika aku datang,menusukan kontolku,dan meninggalnya jika sudah usai. Baginya,itu hal yang paling nikmat,setelah dia hampir tak pernah merasakan kepuasan dari kakeku setelah pernikahanya berjalan setahun lebih. Tapu untungnya,menurutnya ada aku,hingga disela-sela kesepianya,dan kesepian kampungku,dia tetap bisa meraih kenikmatan ragawi dan berpacu dimalam-malam gelap dan sunyi bersamaku….sawal/n/situbondo

 

 

antara kuli dan tukang beca (G)

•Januari 19, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku anak semata wayang dari keluarga keturunan cina, masa kecilku sebenarnya sangat bahagia. Walau kesedihan datang tiba-tiba. Ketika usiaku 9 tahun, ayahku meninggal karena sakit. Tinggal ibu yang kemudian merawatku. Selain itu, ibu jadi sendirian mengelola toko bangunan sepeninggalan ayah.

Secara fisik,aku boleh dibilang sempurna,wajah ku tampan khas keturunan cina. Tak sedikit orang yang memujiku. Ketika berusia 10 tahun,aku ikut klub bela diri wushu di kotaku. Fisiku yang memang lebih besar dibanding anak lain,menjadi keliatan lebih bagus saat aku mulai ikut klub tersebut.

Aku berkembang sebagai manusia normal pada umunya,walau sosok ayah tak lagi ada untuku. Paman,adik ibuku, biasanya yang kadang menggantikan ayah.  Ibuku memang dekat dengan keluarga paman. Pamanku seorang ahli bangunan, beliau tak jarang mengambil barang dari toko ibuku. Kerja sama itu memang telah dirintis semenjak ayahku ada. Selain beliau kake nenek dari ibu juga sangat dekat,begitu juga dengan keluarga ayah,hanya saja dengan mereka aku jarang ketemu karena berada diluar kota.

Di akhir kelas 6 aku menglami mimpi basah,usiaku saat itu padahal baru jalan 11 tahun lebih. lambat laun hal itulah yang menjadi penggangu fikiranku. Perubahan fisik yang datang perlahan diusiaku yang masih sangat belia, membuat aku menjadi galau. Tak ada tempat untuk bertanya. Kepada ibu,aku sama sekali tidak bisa bertanya,karena beliau perempuan. Selain itu,aku sering gusar  melihat alat vitalku. Ukuranya menurutku terlalu kecil. Bahkan dibanding temanku yang mempunyai badan lebih kecil dariku. Meski secara fisik luar aku boleh dibilang tak kurang satu apapun.

Saat kelas 6 sd,tak sengaja aku melihat rohim,salah satu pegawai ibu,ketika buang air kecil. Pria hitam berbadan sedikit kurus itu membuatku iri. Ukuran alat vitalnya sungguh luar biasa.jauh sekali dibanding aku,walau kulihat tinngi badanya hampir sama meski usianya jauh diatas aku. Hal kecil itulah yang kadang mengangguku,tapi akhirnya aku berusaha tak begitu peduli lagi.

Sampai akhirnya,saat aku diakhir kelas satu smp,ibuku membangun bagian belakang rumahku.sekaligus memperbaiki kamar ibu yang sudah rusak.Ibu meminta bantuan paman.diantara pegawai paman,ada satu orang,sebut saja ucup,pemuda berusia sekitar 20tahuanan,yang kemudian mengenap ditempatku.sebelumnya,aku memang sudah mengenal dia,walau tidak begitu akrab. Beliau awalnya diminta menjaga saat kami tidak ada,tapi kemudian daripada pulang jauh, ibu menyuruhnya untuk tidur di rumah saja. Pemuda berbadan kekar itu pembawaanya tak banyak bicara. Hanya senyum yang selalu menghias wajahnya. Tapi tiap hari ketika dia ada dirumah,aku selalu bertegur sapa,bahkan ketika sore hari ibu belum juga pulang,dan s mbo yang bekerja sudah pulang ke rumah.kami kadang ngobrol kesana kemari. Bahkan pembicaraan kita kadang menjurus ke hal-hal yang berbau porno. Dari obrolan,aku jadi tahu,bahwa terkadang ucup juga suka minum2.

Dipertengahan perbaikan rumah,ibu mendapat kabar nenek dari ayah sakit.karena aku belum libur, Ibu asalnya menyuruhku tidur di tempat paman,aku setuju,tapi setelah ibu pergi.aku merasa malas. Akhirnya aku tak jadi ke rumah paman.

Sampai kemudian,hari itu hari sabtu,saat semua pegawai sudah pulang. Matahari sudah terbenam. Kulihat ucup beres2 tas. “mau kemana mas?kataku. “besok kan libur,aku mau ke tempat teman dulu ya,kalao bisa nanti malam pulang,tapi kayaknya besok”katanya.”kamu nginap dipaman kamu aja”katnya lagi. “ya,malas mas,mang mau apa mas”kataku.”mau ini,mau nyetel bokep”katnya.”punya siapa mas?tanyaku. “arif,tadi kasih pinjam”katnya menyebut anak yang kerja ditempatku juga.”liat mas”kataku. Mas ucup mengambil tas ranselnya,dia kemudian mengeluarkan 3 keping vcd bergambar menantang.”mas setel disini aja”kataku. “ya,gman,mas dah janji ma temen kemarin”katnya. “mas juga mau ini”kata dia memperlihatkan botol minuman. “gpp,mas disini aja,besok kan gak da siapa2 ini”kataku. Akhirnya entah,ucupun setuju untuk tidak pergi. Kami akhirnya makan dulu setelah yakin mengunci semua pintu.selesai makan,aku langsung membawa mas ucup ke kamarku,sambil membawa vcd player.

Film pun diputar, adegan demi adegan keluar,saat itu,aku malah mengingatkan mas ucup tentang minumanya. “gpp mas,asal jangan muntah”kataku. “gak kok,mas minum dikit aja buat ngangetin,jarang samapi muntah2’katnya.seiring film diputar,kami hany diam.”mas enak gak minumanya”kataku. “gak,pahit,coba aja”katanya.”biasanya kalau minum,suka nambah tegang”katnya. “mas sih”kataku. Aku kemudian mencicipinya,dan benar pahit,,tapi badanku merasa hangat. “mas tegang dong?tanyaku. “dari tadi,gak kuat nih”katnya. “mana liat?kataku. tampa malu ucup langsung menurunkan sedikit celana trainingnya.benda hitam yang tak begitu besar tapi sudah tegang itu nongol.”bucatin aja mas”kataku.”gak ah malu”katnya. “kamu liat”katnya.aku asalnya malu,tapi mas ucup menarik boxerku. “ih merah amat”katnya. “kecil yam as”kataku. “gak lah,cukup,kamu kan masih numbuh”katnya. “paha kamu sexy banget ih,kayak cewe”kata mas ucup sambil tiba-tiba meraba-raba pahaku. Aku hany senyum.”kamu bucatin juga,mau?katnya. entah,tiba-tiba aku mengangguk,akupun akhirnya mengambiil lotion.kulihat mas ucup menegak minumanya saat melihat aku menurunkan celanaku,matanya terus menatapku,diapun menurunkan celanaya.paha kekarnya namapk legam selegam kontolnya.dia kemudian menyender di tembok,ditepi kasur. tanganya kemudian menengadah saat aku menumpahkan lotion.perlahan dia membaluri ujung kontolnya.”sini,ini kebayakan”katnya,akupun mengeser duduku mendekat,perlahan dia membalurkan lotion itu ke kontolku.sambil memijat-mijat kontolku pelan.kontolku makin memerah.tiba-tiba ucup meraba pahaku,”mas gesek2 di sini ya”katnya,aku asalnya ragu,tapi entah,akhirnya aku menurut. Ucup membalurkan lotion keselangkanganku,perlahan aku sedikit berbaring dan menyamping.diapun berbaring menyamping.kurasakan kontolnya bergerak diantara selankanganku. Kurasakan samar-samar bau minuman,dan mata ucup sudah sedikit merah. Sesatt kurasakan tanganya membaluri pantanku dengan lotion,samdi memijat,setelah itu kurasakan jarinya menyentuh lubang pantatku dan menggosoknya. “mas,jangan dimasukin,takut sakit”kataku. “gpp,pelan-pelan,gak sakit kok”katnya. Perlahan kurasakan tanganya mulai menekan-nekan,dan lama-lama sepertinya semakin dalam, rasa geli menjalar,walau sesekali tak enak. Sesekali tangan lain yang telah masuk dibawah pinggangku,meremas-remas kontolku,dan itu mengurangi rasa sakit di pantatku. Sampai akhirnya kurasakan ujung benda tumpul menyentuh lubang pantatku.”mas jangan’kataku. “gak,Cuma di temple aja,gak kan dimasukin kok”katnya,sesaat kurasakan jarinya telah mengangtikan kontolnya.nafas mas ucup makin tak karuan,saat itu kurasakan kontolnya kembali berusaha menempel lebih dalam. “mas jangan”kataku.tapi entah saat itu ucup tidak berhenti,malah makin berusaha menekan,aku berusaha meronta,tapi malah dia makin menekan hingga tubuhku makin tertelungkup,perlahan benda itu makin dalam masuk kedalam lubang pantatku. “mas’hanya itu yang keluar dari mulutku,sebelum akhirnya kurasakan kontol mas ucup,pelan tapi pasti,sudah maju mundur dipantatku. Dia terus melakukan itu,bahkan makin lama genjotanya makin kencang.”kamu tuh sexy,mas gak kuat nahanya”katnya sambil terus mengenjotku.aku jadi teringat wanita difilm yang sedang kutonton. Sakit masih terasa walau lama-lama makin bercampur denga rasa geli.”mas udah ah,sakit”kataku. “sebentar lagi,tahan,gpp kok”katnya,dia terus menggengotku,satu tanganya kemudian berusaha meraba kontolku dan kemudian mengocoknya. Saat itu rasa mual diperutku perlahan hilang. Samapi akhirnya ucup mendekapku erat dan. Ahh..ahh…ahhh desahnya,kurasakan hangat mengalir dilubang pantatku. Ucup tak langsung mencabut kontolnya,dia kemudian mengocok kontolku,sambil sesekali menamcapkan lebih dalam lagi kontolnya,akhirnya akupun taku kuasa,setelah cairan bening yang terus keluar,akupun kemudian mengejang seiring dengan cairan kental keluat dari ujung kontolku. perlahan kurasakan kontol ucup keluar dari pantatku. ‘aduh..aduh..enak kan”katnya.matnya kulihat makin merah, aku tahu itu akibat pengaruh minuman.aku hany terbaring saat ucup bergerak ke lantai,dan kemudian terlelap di karpet.

Aku terus memutar kaset. Perlahan rasa sakit hilang. Entah,sesekali aku malah melihat kearah ucup. Berharap dia bangun. Tapi hingga pagi hari,kulihat dia tetap tidur dikarpet itu. Saat bangun, dia keliatan diam sekali. Bahkan sepertinya tak mau menatapku. Tapi akhirnya dia mengajaku bicara. ‘maaf semalam ya,mas ga sadar”katanya. Aku hanya diam. Sejak itu dia jadi menghindariku. Bahkan hingga rumahku selesai diperbaiki,dia tak pernah menyapaku. Hanya senyum jika kebetulan beretemu.

Sejak peristiwa itu,aku jadi selalu teringat akan kelakuan ucup. Bahkan kadang aku berharap mengulanginya. Sesekali jika birahiku tak tertahankan,aku melakukan onani. Bahkan kadang,aku sengaja menusuk-nusukan jariku ke lubang kemaluanku. Sesekali jika main kerumah paman,aku kadang melihat ucup,tapi aku tak berani menyapanya.hany senyum yang biasa kami lakukan. Kira-kira 4 bulan setelah peristiwa pertama. Aku akhirnya memberanikan diri menyapa ucup,saat itu aku sedang bermain ke rumah pamanku. “mas,pinjam kasetnya dong”kataku. “ada sih,tapi di temen,nanti dipinjamin”katanya. “mang mau nyetel di mana,kan ada si mbo”kata ucup. “hari minggu si mbo sekarang datanya suka siang”kataku. “oh,ya dah,nanti dipinjamin”katanya. Entah setelah bercakap-cakap,ucup akhirnya setuju mengantarkanya kerumahku hari minggu pagi.

Akhirnya setelah ibuku berangkat ke toko sekitar jam 8, tak lama setelah itu ucup datang memakai motor. Asalnya dia akan terus pulang. “mas,tunggu aja,nanti langsung bawa aja lagi,aku gak berani simpan”kataku. Dia akhirnya setuju. Di tengah rumahku,akupun memutar kaset yang dibawa ucup. Kami hanya diam ketika adegan-demi adegan berjalan, bahkan ketika keping ke dua selesai dan berganti judul baru. Ucup sesekali hanya meliriku dan senyum.akhirnya aku beranikan diri bertanya.”mas bangun gak?kataku. “ya bangunlah,dari tadi,katanya sambil melirik, aku juga,jawabku.”keluarin yuk”kataku,ucup melirik dan tersenyum.”sok aja kamu”katanya. “barengan”kataku. Ucup akhirnya setuju,perlahan dia membuka celana jeansnya,akupun menurunkan celana pendeku. Saat itu,dia langsung merba-raba pahaku,akupun dengan berani meraba-raba kontol ucup yang sudah mengeras. Sesaat aku beranjak dan mengambil lotion dikamar ibu. Setelah itu,kubasuhkan sedikit ditanganku,lalu aku mengocok pelan kontol ucup. Perlahan ucupun mulai meraba-rba kontolku. tapi kemudian dia menundukan mukanya dan mencium pantatku. Duh,putih banget,sexy,katanya,aku hanya senyum.aku hany senyum dan membiarkanya.tapi perlahan ciuman ucup mengarah kelubang pantatku,aku akhirnya sedikit menunduk. Tampa geli,kurasakan lidahnya menjilat lubang pantatku. Kurasakan geli yang amat sangat. Hingga badanku makin mendekati sofa yang kami duduki.”naik aja,lurusin kakinya”kata ucup. Aku akhirnya menaikan kakiku dan tertelungkup diatas sofa.ucup berjongkok disamping sofa,tepat disebelah pantatku. Dia kemudian melanjutkan lagi jilatanya,bahkan denag membuka bibir pantaku lebar-lebar. Setelah itu dia menuyuruhku berbalik dan kemudian menganjalakan bantal kecil di pantatku. Akhirnya dia kembali menjilati pantatku. Sambil akhirnya tanganya mengambil lotion dan membalurkanya di jarinnya,lalu perlahan dia mulai mengusap-usap lubang pantatku denga jari  telunjuknya. “sakit ga?katanya,aku mengeleng,ucup melakukanya pelan-pelan.”mau dimasukin ini gak?kata ucup sambil mengusap-usap kontolnya.aku menganguk”tapi pelan2 ya mas”kataku. Kulihat muka ucup langsung berubah sumeringah,perlahan dia mulai bergerak naik keatas sofa,setelah melumuri kontolnya dengan lotion,dia mulai merapatkan ujung kontolnya ke lubang pantatku, ucup melakukanya hati-hati sekali,kadang dia berhenti ketika melihat wajahku meringis,aku sendiri merasa sakit,tapi entah,aku ingin sesuatu yang pernah aku rasakan dulu. Lama-lama kontol ucup makin dalam dan makin lancer masuk ke lubang pantatku. Akhirnya perlahan-lahan,dia mulai memaju mundurkan kontolnya. Kupenjamkan mataku sambil kurasakan persaan yang campur aduk. Antara mual,geli,gatal,nikmat,semua bercampur jadi satu,hingga akhirnya hanya desahan kecil yang bisa keluar dari mulutku. Akhirnya kubuka mataku,kulihat ekpresi wajah ucup yang penuh kegembiraan,perlahan aku memegang pergelangan tangan ucup yang Nampak Nampak mengeluarkan otot2nya. Sesekali aku mengusap dadanya yang penuh peluh. Semua kuperhatikan dengan sangat seksama,sungguh,otot2 kelam ucup,memberiku kekaguman lain. Perlahan ucup merpatakan tubuhnya,kemudian dia mengulum teteku. Tindakanya yang tiba-tiba,menyentakan dadaku,hingga jantungku berdegup makin kencang. Akhirnya kupeluk badan ucup kuat-kuat,sambil kurasakan otot2nya yang keras. Gesekan perut ucup dikontolku memberikan kenikmatan luar biasa,cairan bening kurasakan terus mengalir dari ujung kontolku,sampai akhirnya kedekap ucup erat-erat supatya perutnya menekan kontolku yang memberiku nikmat sampai akhirnya aku tak kuasa dan kontolku akhirnya berdenyut kencang hingga cairan kental kurasakan telah tumpah dari kontolku. saat itu gerakan ucup makin cepat samapi akhirnya dia pun mengejang-ngejang diatas perutku. Saat itu cairan mulai terasa membanjiri pantatku.”duh,nikmat,nikmat”desah ucup sambil terus menekankan kontolnya walau kurasa kontol ucup mulai mengecil.aku terus mendekap ucup,pelunya yang banyak membanjiri tubuhku. Perlahan ucup bangkit dari atas tubuhku. Aku meraba pantatku dan kurasakan basah. Ucup mengelapnya dengan celan dalamku. “nanti jongkok aja,kayak mau buang air besar,kalau mau mani yang didalam keluar”katanya,aku mengangguk. Aku langsung mengenakan boxerku,begitu juga denga ucup. Setelah itu,aku langsung merapikan kaset dan mengembalikanya ke ucup. “nanti kalau mau pinjam2 lagi bole gak?kataku. “bole,nanti kalau ada yang baru aku kasih tahu”kata ucup.

Tak sampai sebulan,ucup memberi tahuku kalau ada kaset, akhirnya kami mengulang perbuatan kami,kali ini aku diajak kerumahnya. Tentu saja dengan sedikit berbohong kepada ibuku. Sore itu,dengan leluasa ucup kembali mengaguliku dengan penuh nafsu. Sesekali kami mengulang,walau tidak sering karena ucup harus bekerja. Sampai akhirnya suatu hari kami bercakap.”tahu edi kan pegawe paman kamu juga”katnya. Aku mengangguk”dia juga sama,suka ce,suka pantat juga”ktanya.”masa?kataku. “iya”katnya.”yang bener mas”kataku. “iya,tititnya juga gede”katnya. “mas ngasih tahu ya tentang aku”kataku. “gak,sumpah,tapi dia pernah bilang gini,gila paha kamu putih amat”kata mas ucup. “kalau kamu kasih,pasti dia kaget”katanya. Entah akhirnya aku setuju. Atas saran ucup,ucup mau datang kerumah edi,bawa temen,pinjam kaset,tapi ucup tak member tahu edi,bahwa temanya itu aku. Supaya dia kaget,katanya. Benar saja,saat kami tiba dirumahnya,edi seolah tak percaya. Dia bahkan grogi saat memberiku minum. Pria berusia sekitar 27 tahun itu keliatan gugup sekali. “dah aja nontonya disini,nanti mas edi yang antar kamu pulang”kata ucup,mas edi setuju,walau wajahnya msih kelihatan bingung. Akhirnya ucup pergi,kamipun menonton tv. Kulihat mas edi sopan dan tidak bertanya macam,hanya matanya sesekali melihat kearah pahaku. Samapi akhirnya dia kaget dengan pertanyaanku. “mas,katanya punya mas gede ya?kataku. mas edi sempat bengong,samapi akhirnya tersenyum. “ah,kata siapa,biasa aja”katanya.”kata ucup”kataku.”mas liat dong”kataku.”liat apa?katnya.”liat kontolnya” akhirnya dengan sedikit rayuan,mas edi mau memperlihatkan kontolnya setelah aku setuju meperlihatkan kontolku juga. Dia diam saja ketika aku mengusap-usapnya. “mas disini aman gak,takut ada orang”kataku.”gpp,aman,dijamin”katnya. “atau mau dikamar aja”katnya,aku menganguk,kulihat wajahnya seperti kaget. Tapi kemudian kamipun masuk kekamarnya. Walnya mas edi hany mengesek-gesekan kontolnya dipahaku,percis seperti ucup dulu,tapi akhirnya aku memintanya untuk diamsukan kedalam pantatku pelan-pelan.”kamu serius”kata mas edi,aku menganguk.akhirnya denga penuh birahi mas edi memasukan kontolnya kepantatku. Tangan-tangan kekarnya terus mendekap tubuhku erat sampai akhirnya air kenikmatan tumpah dari ujung kontolnya.

Sejak itu sesekali  mas edi kujadikan pelampiasan birahiku. Tapi kelakuanku tidak hanya sampai disitu. Tukang beca yang mangkal didepan kompleku juga kadang menjadikan birahiku bergolak,salah satunya bang arif. Lelaki berstatus duda berusia 30 tahun itu,bagiku memiliki keindahan luar biasa. Keringat dan otot2 yang keluar saat mengayuh beca,membuat bulu kuduku terkadang berdiri. Setelah mengenal ucup,bang arif menjadi perhatianku. Bahkan,lebaran  dan perayaan lain,dan ibu kadang membagikan makanan,bang arif selalu aku beri. Sampai akhirnya,suatu hari dia mengantarku ke rumah. Seperti biasa,sesekali aku menyuruhnya masuk dan memberinya minum..”si mbo keman’katnya. “pulang kali.”eh bang,gak kesepian menduda”tanyaku.”kesepian sih,tapi gmana lagi”katnya. “trus kalau mau gituan gmana?kataku.”ya paling kekamr mandi”katnya tertawa.”bang arif kontolnya gede ya/tnyaku. “ih,tahu dari mana?katnya.”kmarin,waktu kencing aku intip”kataku tertawa.”walah,nanti gak ikut numpang kencing lagi ah”katanya.entahlah,kami akhirnya ngobrol ngalor ngidul,sapai ke hal porno,akhirnya saat aku mreminta melihat kelaminya,dia setuju,bahkan ketika aku remas-remas dia hanya diam saja.samapi akhirnya aku membisikan sesuatu yang membuatnya sedikit kaget.”bang,masukin ke pantaku mau ga?kataku. “ih,mana bisa”katnya.”bisa,di coba”kataku.entah akhirnya dia setuju,bahkan saat aku menyuruhnya mandi dulu,dia setuju. Sore itu akhirnya kerasakan kenikmatan kontol bang arif,dia masih tak percaya apa yang terjadi,tapi kemudian dia tersenyum saat aku memberinya uang untuk rokok.

Sunguh,aku sendiri tak menyangka,waktu itu aku masih smp,tapi kelakuanku sudah sangat tidak wajar bagi anak seusiaku. Tapi entah,dalam diriku selalu ada gejolak ketika melihat orang2 berkulit gelap dan berbadan kekar. Bahkan akhirnya,kontol rohim pegawai ibu yang besar itupun akhirnya dapat aku nikmati setelah aku iming-imingi uang. Dan setelah itu,saat kontolnya aku hisap,dia tak pernah menolak walau tak diberi uang

Dan petualanganku tak hanya sampai disitu, suatu hari,aku mendengar mas edi punya kaset baru,aku minta diajak menonton. “jangan jim,soalnya nontonya sama temen”kata mas edi. ‘gpp,nanti aku pulang sendiri”kataku. Akhirnya mas edi setuju,dan saat aku tiba ditempat mas edi,sudah ada dua kawan mas edi,sesama kuli bangunan juga.badan mereka tak kalah kekar dan gelap dibanding mas edi.awalnya mereka agak kikuk dengan kehadiranku. Tapi kemudian,film biru mencairkan suasana. Dan saat itu,mas edi berkata. “jim tau gak,diantara kami siapa yang paling gede’aku mengeling. “tuh,dia sama teh botol aja gedean dia”katnya. “masa”kataku. “iya,liatin aja no”kata mas edi. “ora ah,malu”katanya.tapi berkat bujukanku akhirnya tarno mau memperlihatkanya,aku begitu terkesiap,udin,teman mas edi yang lain,akhirnya memperlihatkanya juga,walau tak sebesar yang lain,tapi masih besar dia di banding aku. Dan entah,karena pengaruh film,atau minuman yang mereka teguk,dengan sedikit paksa tarno memintaku membuka celanaku,awalnya dia hanya ingin melihat kontolku. tapi saat celana jeansku telah turun selutut,mereka sepertinya telah dirasuki birahi.perlahan tak hanya tarno,udin juga malah meraba-raba pahaku,bahakn denagn bantuanya,tarno dapat melepas semua celanaku. Mas edi hany tersenyum pura-pura tak peduli.hhingga akhirnya dia merangkulku juga saat udin menciumi dadaku. Kejadian itu tak dapat aku kira,tapi perlahan aku hanya pasrah,ketika akhirnya mereka membopongku kedalam kamar setelah seluruh pakaianku mereka lucuti.aku sedikit kewalaha,udin yang nampaknya tak kuasa menahan gejolak,langsung menjilati lubang pantaku,dan kemudian mengarahkan kontolnya ke lubang pantatku setelah dia lumuri lotion.tarno dengan paksa berusaha memasukan kontolnya kemulutku,yang akhirnya aku terima dan aku hisap dalam-dalam.mas edi menghisap putingku,sambil satu tanganya memegang jariku yang dia rapatkan dikontolnya.kupejamkam mataku dan kunikmatai semua perlakukan mereka. Saat kontol udin mulai cepat maju mundur bahkan akhirnya terlepas setelah memuntahkan cairan kenikmatan,dengan penuh antusias,kuterima sodokan kontol mas tarno kemudian,dan sungguh,aku tak menyangka,bahwa kontolnya bisa memberiku kenikmatan luar biasa hingga kepalaku seperti melayang diawan.hendakan2 kerasnya membuatku terkulai tak berdaya didera rasa nikmat luar biasa. Akhirnya mas edi yang terakhir memberiku sodokan kontolnya.walau tak seenak sebelumnya,tapi tetap aku nikmati,kocokan tangan mas tarno dikontolku,memberi nilai tambah,disaat kurakan kontol mas edi sepertinya terlalu mudah untuk keluar masuk. Dan akhirnya berbarengan dengan muntahnya cairan kental dari kontol mas edi,akupun menumpahkan cairan kenikmatan diatas perutku.

Tak teras hampir 2 jam aku dikamar bersam mereka,hari sudah hampir gelap,mereka berebutan ingin mengantarku pulang.dan akhirnya aku setuju mas tarno yang mengatarkanku pulang. Bukan tampa alasan,karena setelah itu,aku berusaha menikmati kembali hentakan-hentakan kontol besarnya,dan dengan senang hati dia melakukanya.

Sejak itu,terkadang aku melayani banyak lelaki secara bersamaan,mereka adalah kuli2 yang aku kenal,baik pegawai paman,atau lainya. Tidak hanya itu,setiap tukang beca yang aku pakai jasanya,atau aku jumpai disekolah atau diempat latihan,aku berusaha mengkrabkan diri kepada mereka. Dengan begitu,aku bisa memuaskan keinginan birahiku terhadap mereka.

Walau disekolahku aku terkenal kalem dan tak banyak tingkah,tapi dibalik itu semua,ada sisi kelam yang tak mereka ketahuai. Sisi itu terus aku sembunyikan,bahkan hingga aku mempunyai pacar dalam hidupku. Lebih dari 5 wanita yang telah aku pacari,sampai akhirnya aku bertunangan dengan seorang gadis anak pengusaha sukses dikota. Dia sebenarnya adik kelasku waktu di smp. Kepadanya aku berusaha melabuhkan cinta terakhirku. Walau disisi lain,aku tetap melayani lelaki yang melabuhkan birahinya ditubuhku……….(jimi/Pontianak)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.