obsesi ibu (B)

•Januari 19, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kata orang,tidak baik jika kita terobsesi terhadap sesuatu,itu akan mencelakai diri kita,bahkan orang-orang terdekat kita. Itulah yang menimpa hidupku. Demi kebahagian ibu dan aku,beliau akhirnya menempuh jalan,yang tampa disadari telah masuk kedalam lubang yang hina.

Waktu kecil,aku hidup dilingkungan yang masih percaya akan orang pintar. Jika ada masalah apaun,baik kesehatan atau kehidupan,tak jarang mereka mengandalakan kepadandaian sebagian orang pintar. Ada yng mengangapnya berhasil,tapi jauh lebih banyak yang gagal, tapi walau demikian,masih saja banyak orang percaya akan kepandaian orang-orang pintar tersebut.

Aku lahir dari pernikahan ibu yang ke dua. Sedangkan ayahku,aku tak tahu pasti,ibu itu istri ke berapa,ibu bilang sih ke 4,tapi saat melihat banyaknya anak ayah,membuat aku tak yakin akan hal itu. Ayah memang hanya sesekali datang ke rumah kami,dalam seminngu dia bisa datang 3 samapi empat kali,tapi hany sesekali saja biasanya dia menginap. Hal itu,menyebabkan kedekatan aku dan ayah tidak begitu erat. Tapi aku selalu menghormatinya. Ayahlupun sebenarnya perhatian terhadapku. Ibu mengenal istri-istri ayah yang lain,tapi  hany satu yang dianngap tua,yang lumayan dekat dengan ibu. Istri pertama ayah meninngal,jadi istri ke dualah yang dianggap tua dan dia sangat dekat dengan ibu di banding dengan istri lainnya.

Sejak kecil,aku sudah tahu bahwa ibu yang hanya lulusan sd,sesekali suka mengunjungi dukun,bahkan dia menggunakan susuk.  Kebiasaan ibu diturunkan dari nenek. tapi sepengetahuanku. Ayahkupun kadang ke dukun. Dan ketika ibu mengetahui ayah punya perempuan lagi,biasanya ibu akan kedukun dan meminta bantuan. Meski tahu bahwa  ibu bukan interi terakhir ayah,karena ayah masih punya satu istri sah selain ibu,tapi ibu sepertinya paling tak rela jika ada perempuan lain hadir dikehidupan ayah.

Dan kebiasaan ibu,makin terlihat,saat itu usiaku sekitar 10 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar,ketika ibu kembali uring2an. Karena mengetahui ayah mempunyai wanita baru. Tapi sepertinya usaha ibu sia2, walau akhirnya ayh sering menginap ditempatku di banding dulu,tapi tak menghintikan ayah untuk kembali mempunyai istri,walau dia nikahi secara siri. Bahkan satu tahun kemudian,ayah kembali dikaruniai anak lelaki,entah yang ke berapa.

Setelah itu,karena factor usia,kulihat ayh sering sakit-sakitan,saat sakit,ayah sesekali beristirahat di rumahku,di rawat ibu dibantu nenek. kami memang tinngal bertiga ketika ayh tak di rumah. Kata ayah masakan nenek enak,jadi saat sakit dia betah di temaptku.

Saat  usia sekitar 12 ,aku makin sering melihat ibu mencari orang pintar. Saat itu kesehatan ayah makin memburuk, dia bahkan hanya bisa berbaring di rumah istri tertuanya. Saat itu,aku makin sering mendengar ibu membicarakan ayah dengan nenek. “kita harus cari orang pintar mbo,kalau ada apa2,si mas bisa meninggalkan warisan buat anaknya,kita harus bikin dia makin sayang sama si eno” kata ibuku suatu hari. Aku hany bisa mencuri dengar dari kamarku.

Akhirnya,suatu hari,nenek member tahu ibu. “ndo,ini ada,katanya bagus,tapi lumayan jauh”kata nenek setelah itu dia bercerita kepada ibu,tentang berita yang didapat dari orang yang member alamt itu. ‘ya gpp mbo,kita coba datangi aja”kata ibu. “Cuma nanti katanya kamu dimandiin2 gitu,malah tampa2 baju gitu”bisik nenek. “ya gpp mbo,kan dulu2 juga pernah”kata ibu. “hati2 aja ya ndok”.”tenang mbo”kata ibu yakin.

Ya ibu memang telah terbiasa dengan ritual-ritual. Bahkan sepertinya dia tidak takut. Bahkan kali ini dia juga berkehendak pergi,meski jauh dan tidak begitu mengenal derahnya. Kali ini,aku yang di ajak, aku pernah dua kali ibu aja,tapi seringnya ibu mengajak nenek. perjalanan yang ditempuh selama 4jam lebih,dengan 3 kali naik umum dan sekali ojek,ditambah satu jam berjalan kaki menaiki bukit,tak membuat gentar,bahkan sepertinya dia antusias. Aku bahkan samapi tidak sekolah.karena dari subuh,kami sudah berangkat.

Akhirnya,kami samapi di tempat yang dituju,tempat yang sepertinya berada di suatu bukit,aku sendiri merasa seram,tapi tidak dengan ibu.lelaki setengah tua berkumis tebal,dengan wajah ditutupi berewok menyambut kami,dia berusaha ramah,tapi mukanya tetap kelihatan seram. Saat pertama bertemu,matanya terus memeloti ibu,seperti hendak menelanjanginya. Dia kemudian duduk,setelah member ibu minum dia berkata. “sepertinya ada wanita muda yang menghalangi keberuntungan kamu ndok”katnya. “mas mbah”kata ibu,dari wajahnya terlihat sedikit kaget,ibu akhirnya mengutarakan keinginanya. “dia ada istri muda kan?kata mbah,ibu mengangguk,”lebih mudah menyingkirkan yang muda,daripada merubah fikiran suamimu,bsiknya. Tak lam ibu akhirnya di suruh masuk ke satu ruangan. Kurang dari satu jam ibu keluar. “tolong ya mba,apapun akan saya lakukan”kata ibu,ditanganya ada secarik kertas. Yang kemudian kutahu isinya syart-syarat. “tapi ini berat ndok,mbah harus tafakur dan puasa dulu”tapi nanti kita coba.lebih bagus malam pas wedal kamu”kata mbah dukun. “saya usahain mbah”kata ibu.

Kembali kami melakukan perjalanan pulang. Tiba di rumah,ibu langsung member tahu nenek.nenek bilang,kalau yakin,laksanakan saja.

Akhirnya 2 mingu dari yang direncanakan,kami kembali pergi. Hari itu selasa siang kami berangkat,karena ibu lahirnya rabu. Kami berangkat selain membawa baju ganti,sesajen,juga sedikit lauk pauk,buat makan nanti,kata ibu.”ibu gak takut kalau nginap”kataku. “gak lah,ini juga nanti buat kamu”kata ibu.aku sama sekali tak mengerti. Tapi aku sendiri percaya dengan orang-orang pintar tersebut. Kepercayaan yang aku tahu sejak kecil tentang kemampuan atau kelebihan mereka. Bahkan aku pernah  di ruat supaya pintar dan jauh dari penyakit,walau terbukti jarang sakit,tapi tetap nilai ku tak bagus2.

Saat itu aku kembali tak sekolah,malah minta ijin 2 hari. Sekitar jam 5 sore kami sampai,wajah senang langsung kulihat di muka mbah dukun saat kami tiba. kemudian ibu ngoibrol,sambil memeriksa semua bawaan disaksikan si mbah. Sesaat kemudian,si mbah menyalakan beberapa lampu cempor dan satu patromak di tengah rumah, aku baru tahu bahwa tidak ada listrik. Sekitar jam 7,kami makan dari nasi si mbah dan lauk pauk yang kami bawa, si mbah sendiri lebih sering berada di ruang belakang sebagai tempat prakteknya. Sungguh sangat sepi. Tak ada barang berharga di temapt itu. Ada radio,yang tergeletak diatas lemari butut. Rumah itu hanya terdiri dari satu kamar keci tampa pintu,hany tirai.l,menempel pada satu ruangan besar tempat si mbah praktek sekaligus tidur.dibelakang ruangan besar ada pintu yang hany ditutup tirai,2 meter dari pintu,ada kamar mandi. Didepan karma kecil,ada sedikit ruangan guna menerima tamu,kemudian ada jalan lebar sekitar 1 meter lebih antara ruang besar dan dinding bilik,yang menghubungkan ruang tamu tersebut ke dapur dan kamar mandi. Bahan bangunan rumah itu hany kayu,bamboo dan bilik. Aku duduk di ruang tamu beralas tikar saat mbah menghampiri kami.”nanti kamu istiraht di sana aja”kata mbah sambil menunjuk kamar kecil dihadapanku,kamar yabf hany berisi ranjang bale dan kasur serta lemari kayu setengah badan menempel bilik. “mbah,nanti mulai jam berapa?kata ibu. “sekitar jam 11 aja,nanti jam 12,kita mulai ritualnya. Sesaat kemudian,si mbah memanggil ibu ke ruanganya. Aku masuk tak lantas masuk,tapi mendekati bilik kamar mbah,sekedar ingin tahu yang dibicarakan.”ndo,apa siap dengan semua ritualnya,kamu harus mantap”kata mbah.”saya siap mbah”kata ibuku.”soalnya kamu harus melepaskan semua penghalang dihari wedalmu.mbah sudah puasa,dan nanti mbah salurkan semua kemapuan dan energy pengasihan mbah suaranya bergeram,tapi jelas.

Entah apa yang di obrolkan,aku beranjak ke kamar,disana ternyat samar-samar suara mbah terdengar juga.sekitar jam 9 ibu masuk ke kamarku,aku lantas pergi ke kamar mandi,di dapur aku ketemu mbah yang tengah memisah-misahkan bunga,saat masuk kamar mandi,2 ember besar air berisi bunga ada di situdidepanya ada bak yang merapatke sumur,lalu ada ruang mandi kecil tertutup tembok bata  setengah badan yang dikerjakan seadanya.”nak tolong angkat inu yuk”kata mbah saat aku keluar wc yang tampa penutup itu. Kami mengangkat satu ember lalu masuk ke ruang si mbah dan meletakanya di samping bale tak jauh dari pintu masuk. Dipojok yang menempel dengan kamarku,ada ranjang berukuran sedang beralas kasurdan berkelambu. Bau menyan dari dupa langsung menyengat, lampu cempor hany menempel didinding tak jauh dari pintu dengan cahaya yang sedikit redup. Selain lemari sedang dan meja kecil,tak ada apa2 lagi diruangan itu,hanya kulihat ada golok,pedang,dan arit mengantung di bilik kamar.

Sekitar jam 10,ibu menuyuruhku tidur,aku asalnya merasa kantuk,tapi kemudian,saat perlahan ibu bangkit,kantuku sedikit  berkurang. Aku kemudian merapatkan badanku ke bilik,sambil pura-pura merem.ternyat percakapan mereka lumayanterdengar. Sesaat terasa hening,tapi sesekali kudengar kemudian kudengar mbah berkata.”ya ndok,ganti pake kain aja”katnya.kemudian kudengar ibu disuruh mengikuti mbah. Hening sejenak,kurasa mereka pergi ke kamar mandi,fikirku. Tak lam kudengar suara mbah kembali. “ya ndok,kita mulai,lepaskan saja tak apa2. Hening kembali terdengarmtapi sesekali kudengar tarikan nafas panjang ibu..”pejamkan matamu ndok,mbah akan memberi semua pengasihan mbah,”katnya sesaat terasa hening,tapi kemudian kedengar nafas ibu  yang mulai seperti terengah .”aduh mbah”kata ibu,saat itu aku mulai penasaran,apa yang dilakukan mbah. Ruang tamu sudah gelap,patromak sudah diredupkan di matikan,perlahan aku bangkit,berjalan pelan kesaping kamar mbah,aku bersaha mencari lubang,tapi  tak ketemu,nafas ibu makin jelas,bahkan desahan mbah terdengar lebih jelas.”matamu jang dibuka ndok”kat mbah gemetar. Aku melihat ke dapur,gelap sekali,perlahan aku berjalan,aku hendak pura-pura kencing fikirku,langkahku aku hentikan,saat melihat tirai sedikit terbuka,aku dekatkan diriku, ya tuhan,dalam keremangan lampu cempor,aku melihat si mbah yang tampa busana sedang berada tepat didepan tubuh ibuku,walau badan ibuku tertutup punggung mbah,tapi aku tahu yang mereka lakukan. Perlahan aku kembali kekamarku dengan jantung deg degan. Entah berapa lama mereka disana,yang jelas aku terus melamun,samapi kemudian kurasakan ada tubuh berbaring disampingku.

Sekitar jam 8 aku baru bangun,kulihat ibu dan mbah sudah bangun. Aku kemudian makan, saat akan pulang si mbah berkata.’ingat ndok,apapun yang terjadi dan terlihat,jangan diceritakan ke siapaun,nanti malah jadi bencana pada kamu”kata mbah,iya mbah.kata ibu. “kamu juga,apa yng dilihat jangan cerita ke orang ya?katnya menatapku.”iya mbah,gak”kata ibuku menyakinkan.

 Saat pulang,kulihat ibu sedikit melamun,tapi aku tak berani tanya. Samapi dirumah,ibu tak banyak cerita,nenekpun tak banyak tanya. Selang 2 hari,ayah mengirimiku uang. Ibu jadi kaget,dan sekaligus bahagia. Wajahnya kembali ceria. “mbok,aku nanti mau kesana lagi,liat hasilnya”kata ibu.nenek keliatan bahagia.”mang kita harus kesana lagi,cape bu”kataku. “kamu nanti gmana kalau gak ada uang,nanti gak sekolah”kata ibu. Aku akhirnya diam.

Seminggu kemudian,kami datang kembali. “ndok,ternyata istri mudanya punya orang pintar juga,tapi gpp,aku sudah minta bantuan teman,nanti kami lawan bertiga”kata mbah dukun. “maksud mbah?tanya ibuku. “iya,nanti nritualnya di bantu mereka”.”tapi mbah”kata ibuku sedikit ragu. “kita sudah setengah jalan ndok,jangan mundur,gmana?kata mbah.”terserah mbah”akhirnya ib uku diam. “bagus,kan hasilnya sudah terlihat,walau belum maksimal”kata mbah dukun,saat itu ibu kembali tersenyum. Sekitar jam 7,ada orang mengeruk pintu dapur. Kemudian datang dua lelaki menghampiri kami,menyalami ibu dan aku, wajahnya tak kalah seram,semuanya berbaju hitam seperti mbah. Satu mbah dukun,terus melihatku, “anaknya ndok”tanya dukun yang kelihatan paling muda.”iya”jawab ibu. “kalau kamu mau apa,nanti si mbah kasih”kata dukun itu. “mau pintar mbah”kataku. Dia tersenyum. “bukan mau kaya atau disenangi cewe2?tnya si mbah. “itu juga mau”katanya. “sini mbah jampein,supaya sehat dulu ajah,katanya kemudian kumat-kamit dan menyembur kepalaku dengan air putih dari gelasku, “nanti mulainya jam 9 atau 10 ajah”kata si mbah dukun pertama ibu. “tapi mbah”kata ibu sambil melihat ke arahku. “gpp,nanti kamu di kamar aja”kata mbah. “kamu nanti kalau dengar apa2,diam dikamar aja ya”kata ,mbah kemudian,aku mengangguk.  “lagain gpp,kan ayahnya supaya sayang sama dia,mungkin nanti dia juga harus didoain”kata mbah ke 2 yang menyemburku tadi. “kamu lahirnya kapan?tanyanya. aku melirik ibu.Si mbah yang lainnya yang ke 3 banyakan diam,hanya sesekali matanya melirik ibu.

Setengah sepuluh,mbah kemudian berkata. ‘hayu,sekarang aja”katanya. Ibu melihatku yang masih terjaga didalam kamar. “kamu disini aja ya,jangan ke mana”kata ibu. “mbah aku boleh liat ga”tanyaku. “boleh aja,gman ibumu”kata mbah.”jangan,kamu di kamar aja ya”kata ibu. Kulihat si mbah ke 2 melirik dan tersenyum kepadaku.

Mereka kemudian meninggalkanku,Suasana kemudian terasa hening,tapi suara mbah sekarang lebih jelas terdengar. “nah,hisap asapnya”katnya kudengar suara mbah. Sedang dukun yang lain,aku tak mendengar suaranya. Aku kemudian mendengar mereka ke kamar mandi,sesaat suasana kembali hening,hanya terdengar gumanan seperti sedang membaca mantra2 tapi kemudian,kudengar tarikan nafas ibuku yang sesekali terdengar,bahkan terdengar suara oh,walau samar. “biar saya dulu yang member pengasihan”terdengar satu lelaki berkata. Setelah itu,sesekali kudengar bunyi kayu berdenyit,dan suara desahan ibu makin sering terdengar sampai akhirnya,satu orang berkata.”disana aja”katnya. Sesaat kemudian kudengar suara ibu mengaduh,bahkan beberapa kali”tahan ya,ilmunya mau diamsukin lagi,coba kasih asap”kata suara yang kutahu dari si mbah ke 2..setelah itu ibu sesekali mengaduh,diiringi bunyi besi yang berdenyit,kufikir mereka sudah pindah ke ranjang besi,gumanku dalam hati. “aduh mbah,aduh mbah”suara ibu makin terdengar lantang.”tahan,nanti juga gpp”bisik mbah ke 2. Rasa penasaran menghampiriku. Kudengar ibu seperti kesakitan tapi sekaligus menikmatinya. Aku kemudian berjalan pelan.lampu petromak telah dipindahkan ke depan rumah. Saat ku melihat dapur,lampu cempor menyala walau sangat redup. Perlahan aku berjalan pelan disamping kamar besar itu.sampai kemudian tepat di samping pintu. Sesaat kemudian aku menberanikan  diri mengintip ke kamar dari sela tirai kain yang tak rapat menutupi pintu. Aku kaget saat samar telihat ibuku berada diantara 2 lelaki. Mbah ke 3 berbaring dikasur,diatasnya ibu tertelungkup,dan diatas punggung  ibu sambil menghentak-hentakan pinggulnya,mbah ke2 berada. Sementara si mbah 1,bersimpuh,dengan menyodor-nyodorkan kontolnya ke muka ibu. “hayo isap,semua lubang harus ditutup”kata si mbah 1. Aku tak berani melihat lebih lama,karena badan si mbah ke 1,menghadap ke arahku.perelahan aku kembali ketempat tidurku. Lama-lama,bukan hanya suara ibu yang mendesah oh,tapi juga suara mbah-mbah itu. Entah berapa lama suara-suara itu terdengar,disela kebingungan aku terlelap.

Entah berapa lama aku terlelap,kemudian aku terjaga karena ingin buang air kecil. Aku akhirnya berjalan pelan. Tapi kemudian saat tiba didapur aku kaget,disana ada si mbah ke 2 sedang meneguk air. Dia tak berpakaian sama sekali. “mau kemana?katanya seperti kaget juga.”kencing mbah”jawabku sambil menguap.walau samar,sekilas aku melihat kontol si mbah sedang berdiri tegang,tapi aku tak berani melihatnya.. Aku menoleh ke arah tirai yang sedikit terbuka,tapi kemudian si mbah bergerak cepat merapatkanya. “ibu mu masih diisi”kata si mbah. Aku kemudian ke kamar mandi. Aku melihat bunga berserakan di sana. Keluar kamar mandi,aku melihat si mbah ke 2 masih berdiri tak jauh dari tirai,tapi sekarang bagian bawahnya telah ditutupi kain. Aku kembali masuk ke kamar dan melanjutkan tidurku.

Mungkin sekitar jam 7 pagi aku bangun,Susana hening. Perlahan aku berjalan ke dapur,sepi sekali. Saat melihat ke dalam dari balik tirai,kulihat seorang tertidur di bale,mataku kemudian beralih ke kasur. aku melihat ibuku masih tertidur dengan hanya mengunakan sarung yang lilitanya didadanya telah terlepas. Mbah ke 2 dan ke 3 berada disamping kanan kirinya,ke duanya bertelanjang dada. Sementara bagian bawah si mbah ke 2 hanya ditutupi sarung dan si mbah ke 3 memakai celana pangsi hitamnya yang tidak dikancingkan,hingga bulu-bulunya Nampak sekali keluar. Akhirnya aku tahu yang tidur di bale si mbah ke 1.diapun hanya mengenakan kain menutupi bagian bawahnya saja.

Aku akhirnya kembali ke kamar,melamunkan kembali kejadian semalam.baru sekitar satu jam kemudian, kudengar di kamar ada yang berbincang. Aku pura-pura tidur,sebelum akhirnya ada satu orang datang dan kutahu itu ibuku,telah berpakaian rapi walau belum mandi.

Sekitar jam 10,mbah ke 3 pamit. Ibu kemudian berbincang dengan mbah ke 1 dan ke 2. “ndo,seperti aku bilang kemarin,gmana,anakmu juga perlu loh ndo”kata mbah 1. “iya mbah,kapan”kata ibu. Setelah menyakan wedalku,yang hari jumat,ibu akhirnya setuju minggu depan aku di ruat. Aku sempat heran. Tapi saat diperjalanan pulang ibu akhirnya menceritakan semuanya. Supaya ayahku sayang dan mewariskan banyak uang,aku juga perlu di beri pengasihan.”tujuan utama kitya ke sana kan buat kamu,jadi memang kamu juga harus di doain”kata ibu. Kulihat wajah ibu Nampak beda,sangat ceria dan berseri-seri. Bahkan beberapa lelaki berusaha ada yang mengajak senyum. “ibu,ibu kok kelihatan lain?bisiku. “masa?ibu diberi pengasihan”bisik ibu didalam bis.”bu,kmarin malam,saat aku pipis,aku melihat mbah didapur tampa baju”bisiku.”sss,ingat kata2 mbah,nati bisa gagal”bisik ibu,aku menganguk. “kalau mengisi ilmu,memang gitu,tubuh kita harus bersih dari apapun”lanjut ibu berusaha member penjelasan. Aku hanya bengong,tapi memang,setelah ke dua kali datang,ibuku sangat berebeda. Kelihatan lebih cantik. Nenekupun merasakanya. Auranya seperti keluar.

Saat pulang,ibu dikejutkan dengan kabar dari nenek bahwa ayahku mencari aku. “suamimu marah2,pergi gak bilang2,mbok bilang mbak yu mu sakit”kata nenek. kami akhirnya bergegas ke rumah ayah. Ayah menyuruhku menginap,itu membuat aku dan ibu kaget.”gpp,nginap aja disini”kata istri tua ayah. Aku sebenarnya belum pernah menginap,tapi ibuku pernah.

Kejadian itu makin membuat aku,ibu dan nenek percaya akan bantuan mbah dukun tersebut. Hingga akupun sedikit antusias menerima ruatan dari mbah. Akhirnya saat yang ditentukan tiba,hari itu hari kamis dan untungnya sekolahku bebas,karena sekitar 2 minngu lagi aku mau ulangan semester pertama di smp ku. Kami tiba sore hari. Begitu samapi kulihat si mbah ke 1 dan ke 2 ada di rumah. Si mbah begitu ramah menyambutku. Ibu seperinya sudah tidak canggung. Dia langsung membuka bngkusan yang kami bawa dan menghidangkanya di meja makan, mbah-mbah itu akhirnya makan. Setelah itu kami ngobrol. “mbah,aku ingin awet muda,kasih yam bah”kata ibuku. “iya,tapi harus banyak gaul ma anak muda,bagus2 bisa ngedapetin yang sepantaran anakmu”kata si mbah. Ibuku hanya tersenyum.”pantanganya banyak yam bah”kata ibuku. “lah,ga ada”kata mbah. “yang kmarin kok ada mbah”kata ibu. “itu kan khusus,dan yang penting dilatih aja”kata mbah,aku tak mengerti pembicaraan mereka. Tapi aku kemudian bertanya.”mbah di ruatnya nanti sakit gak?kataku.”sedikit”kata mbah. “duh mbah,jangan sakit dong”kataku.”takut?kata mbah.”iya bah,”jawabku.”nanti kayak ibu aduh2an”kataku lagi.”hus,gpp sakit dikit,nanti kan yang penting hasilnya”bisik ibu,sambil tersenyum.si mbah hanya mesem2. Saat asyik ngobrol terdengar orang datang,ternyata si mbah ke 2 dan membawa satu lagi,mbah 4,akhirnya mereka memperkenalkannya. “kami memang suka saling tolong,dulu ketika cari2 ilmu,saya ketemu sama mbah ke 3,baru yang ke 2,dan yang terahir paling muda dia ”kata mbah ke 1 menunjuk mbah ke 4 dan memang paling muda walau berewokan juga.”umur kamu berapa? Tanya mbah 1.”sebulan lagi 13 ya bu”kataku,ibu menganguk. “kamu sudah mimpi basah”tiba-tiba si mbah ke 2 bertanya. Aku tak menjawab hanya senyum2. “jangan malu,gpp”kata mbah ke 1. Aku menganguk. “bagus kalau gitu”kata mbah ke 2.”sejak kapan”kata mbah ke 2. Ibuku kelihatan hany senyum.”sekitar 3 bulan yang lalu mbah”kataku. Kemudian saat aku berbincang dengan mbah ke 2,ibuku kemudian ke dapur,berbincang dengan mbah ke 3 dan ke 4.

Sekitar jam 9,lebih mbah ke 1 menyuruh ibu siap-siap. “jadi sekarang mau yang awet muda’kata mbah 1. “iya mbah,tapi sekarangkan bukan wedalku”kata ibuku. “gpp,yang penting yang pertma harus sesuai wedal,kesananya gak apa”kata mbah.”oh gitu yam bah”kata ibu.”nanti sekalian ngelanjutin dan ngetes yang kemarin.kebetulan kalau buat awet muda,dia jagonya”kata mbah menunjuk mbah ke 4. “kamu mau sekalian sekarang”kata mbah ke 1. “nanti mas,sekitar jam 11 aja”kata mbah ke 2. “mbah boleh liat gak”kataku.”nanti le,kalau saatnya.boleh”kata mbah.dia kemudian berlalu diikuti ibu. Agak lama mereka dikamar,kemudian aku melihat ibu keluar diikuti mbah ke 1. Ibuku mengenakan kain dililit didada,badanya seperti mengkilat dan rambutnya kelimis.”ibu mau apa mbah”tanyaku. “mau di mandiin,setelah tubuhnya diminyaki dan dijampe2”kata mbah. Lumayan lama mereka di kamar mandi,akhirnya ibuku keluar dengan basah kutup dan di rambutnya ada bunga2. Setelah itu aku melihat mbah ke 3 masuk wc dan keluar dengan basah kuyup,lalu mbah ke 4, dan terakhir mbah ke 1 pun mandi. Suasan didalam hening,tapi perlahan ku dengar sura desahan ibuku. “sudah jangan di dengar,kamu mau minta apa”kata mbah.”ingin ujian saya lancer aja mbah”kataku.

Lama-lam suara ibu makin nyaring,sesekali diikuti suara lelaki.”kita sekarang aja yuk”kata mbah,aku menganguk. Aku disuruh masuk kekamar,tak lam si mbah datang dengan baskom kecil.”buka baju kamu,semuanya”katanya.”semuanya mbah?tanyaku.”iya”perlahan aku melepas semua bajuku,terakhir celana dalamku. Si embah tersenyum. Dia kemudian mengelar plastic diatas kasur,lalu menimpahnya denga sprei. Aku disuruh tertelengkup. Kemudian kurasakan tubuhku dibaluri minya dan bunga-bunga. Mbah seperti mengurut dari ujung rambut samapi kaki. Setelah itu dia mengurut bantatku,bahkan seseai jarinya dia masukan pelan ke lubang duburku.saat itu kurasakan sedikit sakit sekaligus geli. Mbah kemudian menyuruhku berbalik,dia kemudian membaluri seluruh badanku dengan minya dan bunga yang sama. Dia bahkan meminyaki kontolku hingga perlahan berdiri. Si mbah tersenyum. Dia kemudian mengelap tubuhku dengan cairan wangi dari baskom. Akhirnya dia menyuruhku bnagun dan membawaku ke kamar mandi. Air dingin mulai menjalari tubuhku saat mbah menguyurku dengan air bunga.setelah itu kami kembali ke kekamar,aku sempat melirik ke kamar besar,tapi tak keliatan,hanya desahan dan kata oh yang kadang terdengar dari mulut orang2 didalamnya. Setelah mengeringkan tubuhku dengan kain,perlahan mbah membuka satu persatu pakaianya,samapi tak ber sisa sekalipun,dia kemudian menyuruhku berbaring dan meninggalkan. Kemudian dia kembali dengan rambut dan tubuh sedikit basah,dia kemudian mengeringkanya dengan kain yang aku pakai.dia kemudian berbaring disampingku dan menyuruhku memejamkan mata.aku pejamkan mataku.sesaat kurasakan bibirnya menciumi dadaku,lalu teteku dia isap. Tak lama kurasakan jarinya mulai masuk diantara selangkangaku dan kursakan dia membalurkan cairan kental di duburku,setelah itu jarinya dia tekan-tekan dan berusaha masuk,aku mengeliat,menahan sedikit sakit,tapi lama-lam jari itu masuk maju mundur. Kemudian dia membalikan badanku hingga tertelungkup dia menganjal bantal tepat di kontolku.perlahan kurasakan duburku dia jilati dan kembali jarinya dia berusaha masukan.setelah itu kurasakan benda tumpul hendak memaksa masuk.”mbah,sakit”kataku. Sesaat si mbah menghentikanya dan dia kemudian beranjak pergi,dia kemudia kembali dan menyruhku duduk, kamu hisap asapnya. Kata si mbah sambil menaburkan sepertri baku di dupa. Aku merasa sesak,dan akhirnya batuk2 saat asap ku hisap. Setelah beberapa kali,kurasakan agak pening,tapi kurasakan fikiranku tenag juga. Aku juga melihat kontol mbah yang sudah berdiri,percis dihadapanku. Setelah menyuruhku kembali tengkurap,mbah pergi lagi,dan kemudian kembali.kembali dia menciumi duburku dan meminyakinya,setelah jarinya masuk,sesaat benda tumpul kembali berusaha masuk. Sakit masid sedikit kurasa,tapi aku tahan,namun saat benda itu makin dalam,rasa mual menjalar perutku.”mbah,sakit”bisiku.”tahan,mbah lagi masukin ilmu”bisiknya sambil menciumi pipiku.aku terus merintih,saat benda itu mulai maju mundur di pantatku. Lama sekali mbah melakukan itu,sampai akhirnya dia mendekap tubuhku erat,erangan keluar dari mulutnya berbarengan dengan keluarnya cairan hangat di pantatku. Perlahan benda itu keluar dari pantatku. Mbah mengelap pantatku. Dia menyuruhku berbaring sambil menutupi tubuhku denagn kain.dia memeluku dari samping. Kira-kira setenagh jam,mataku teras berat tapi tak begitu ngantuk,kemudian si mbah pergi kekamar sebelah. Tak lama si mbah kembali,kulihat kontolnya mengacung. Si mbah kembali meminyaki pantatku. Tapi kali ini aku terlentang dan pantatku dia ganjal. Setelah jarinya keluar masuk,mbah mendekatkan kontolnya dan kemudian perlahan dia benamkan kontolnya. Saat itu kakiku dia buka lebar2.”aduh mbah”hanya itu yang keluar dari mulutku saat kontol mbah makin dalam dan akhirnya perlahan maju mundur di pantatku. Rasa sakit bercampur geli,kurasakan apalagi saat perlahan tangan mbah memijat-mijat kontolku. aku mengeliat-geliat. Kurasakan kontolku makin mengeras,dan nafasku makin tak menentu,saat itu kurasakan si mbah mencabut kontolnya dan kemudian dia menghisap kontolku dalam-dalam,aku tak kuasa menahan rasa nikmat yang datang tiba-tiba,samapi akhirnya,kontolku mengeluarkan cairan yang begitu melegakan sekaligus member kenikmatan luar biasa. Kulihat si mbah menghisap dala-dalam,dan menelan seluruh cairan kontolku,setelah itu dia kembali menggenjotku,sampai akhirnya dia mencabut kontolnya. Kemudian setelah dia lap dengan kain basah. Dia menyruhku membuka mulut dan akhirnya memasukan kontolnya di mulutku, kemudian menaju mundurkan.saat itu aku baru sadar kontolnya lumayan besar dan membuatku ingin muntah. Tapi kemudian mbah mengejang”kamu harus minum airnya”kata si mbah,dan akhirnya kurasakan cairan kental asin dimulutku,sebagian bahkan langsung masuk tenggorakanku,aku akhirnya menelanya walau rasanya aneh. Setelah itu mbah melakukan ritual,membasa sesuatu,dan terakhir memandikanku. Aku akhirnya di suruh tidur. Dan akupun terlelap.

Saat bangun,hany tinggal ibu,mbah ke 2 dan ke 1 yang ada,mbah yang lain sudah pulang. Kulihat ibu menyiapkan makan,untuku,setelah itu dia bahkan membereskan kamarku dan mencuci sprei2nya. Wajanya kelihatan berseri. Aku sendiri tak menyangka,di kunjunganku yang ke 3,aku akan mengalami ritual macam itu.”burungmu bisa dibikin lebih besar lo le”kata si mbah 2.ibu hany senyum.”masa mbah”kataku.”iya,apalgi kamu masih nubuh,lebih gampang”kata mbah lagi,aku hany senyum. Saat akan pulang,mbah 1 mengingatkan ibuku. “ya kalau mau bagus,harus dapat yang muda2:katnya. Ibuku tersenyum.

 Entah,ibuku jadi ketagihan datang ke tempat si mbah,bahkan meski ayah sakitnya makin parah,ibu bukan menunguinya,bahkan mengajaku kembali menemui si mbah sesegera mungkin. Bahkan baru selesai ulangan hari jumat,dia langsung membawaku pergi menemui si mbah. “kita kan sudah bilang bu,kalau gak jumat ini,jumat depan,sudah jumat depan aja bu”kataku. Tapi akhirnya aku menyerah,memang kurasakan juga hasilnya. Kurasa ujianku keliatan mudah. Dan ayah walau sakit,tetap ingat denga uang sekolahku.

Tapi aku tak menyangka,kunjungan kali ini,merupakan kunjungan yang membuatku makin terperosok ke dalam kenikmatan semu dunia. Bahkan aku terjerumus ke hal yang seharusnya tidak boleh terjadi. Selepas magrib,kamu baru tiba. 4 orang dukun itu sudah menunggu kami. “kirain hari ini gak datang lagi,minggu kemarin kami juga menunggu”kata mbah ke 4.

Waktu belum jam 8,tapi mereka sepakat melakukanya. Aku masuk ke kamr depan,setelah digosok,aku kemudian ke karma mandi,saat keluar,ibu dan mbah ke 1 keluar dari kamar. Ibu tersnyum padaku.dia kemudian masuk ke kamar mandi.saat masuk kamar,kembali mbah 2 menciumi dan menjilatiku,samapi akhirnyamperlahan kembali kurasakan kontolnya mulai menembus lubang duburku,walau sedikit sakit,tapi kali ini,aku bisa menghadapinya,bahakn lama-lama kursakan kenikmatan saat kontolnya maju mundur,samapi kemudian mbah mengerang dan mengeluarkan cairan hangat di duburku.”udag gak sakit kan”bisiknya,aku mengangguk. Dia memeluku. Tak lam aku berkata”mbah,boleh liat ke sebelah gak?bisiku. “ya dah,tapi harus dirahasiakan,kalu gak,kamu akan dapat bencana”katnya,aku mengangguk. Kmaipun tmapa pakaian melangkah. Jantungku berdegup kencang. Aku kaget melihat pemandangan yang kali ini jelas terlihat walau cempor kamar tak begitu terang menyalanya. Saat perlahan,aku melongokan muka ke tirai yang telah setengah terbuka.diranjang besi itu.Mbah ke 3 tengah memaju mundurkan kontolnya di momok ibu.sementara mbah ke 1 dan ke 4 berjongkok dikanak kiri kepala ibu,menyodorkan kontolnya.kontol itu ibu pegang sambil bergantian dia masukan ke mulutnya. Ibu tak menyadari kehadiran kami,tapi mbah 1 yang menghadap pintu melihat kami dan hanya tersenyum. Sesekali ibu cekikikan seperti tidak sadrakan diri. “ibumu lagi diisi. Itu semua demi kamu,ingat”bisik mbah 2 sambil meraba raba dadaku,perlahan kurasakan kontolnya mengeras di punggungku,sambil sesekali dia tekan-tekan di belahan pantatku.”liat kontol mbah,gede kan”katnya. Aku melihat ke kontol mbah ke 1,aku sempat kaget,ukuranya mungkin sama percis pergelangan tanganku.”kamu mau gak kayak gitu”bisik mbah 2.aku hany diam.tak lam kulihat mbah ke 3 mengejang,lalu mbah ke 1 mengantikanya,saat kontol mbah masuk,ibu mengerang hebat.”aduh mbah,enak,yang dalam”katnya. Mbah ke 3 melirik kearh kami.dia kemudian tampa malu mendekati kami,dan hany senyum lalu ke dapur mengambil air. Kemudian mbah ke 1 memeluk ibu dan membuatnya menyamping,membelakangi kami,sesaat mbah ke 4 berbaring di belakang ibu,dan perlahan memasukan kontolnya ke pantat ibu.ibu kemudian mengeliat,sambil teriak ahh,tak lama  mbah ke 4 pun memaju mundurkan pinggulnya di pantat ibu. Tapi kemudian mbah ke 2 melepaskan  pelukanya di dadku,dia menghampiri ranjang itu, “kamu isi anaknya aja”kata mbah 2. Mbah 4 kemdian bangkit,dia melihat kearahku,lalu menghampiriku dan membawaku kekamar depan. Tampa kata dia langsung menelungkukanku dan memasangkan kontolnya di pantatku. Samar2 kudengar ibu mengaduh. Saat itu,aku pejamkan mataku dan menikmati kontol mbah ke 4 yang lebih besar dibanding mbah ke 2. Sesaat kemudian,mbah membalikan badanku,dan kemudian melebarkan pahaku,lalu kembali dia masukan kontolnya ke dubur.tak lama tanganya mulai mengocol kontolku,dan kurasakan nikmat luar biasa sampai akhirnya sperma mengucur deras dari ujung kontolku. setelah itu,mbah pun mengejang dan memuncratkan spermanya di pantatku.

Diantara suara berisik dari kamar sebelah,aku memejamkan mataku dan terlelap. Besoknya,aku bingung saat ibu berkata dia dan aku menginap lagi hari ini. “nanti malam kamu akan diisi lagi”kata ibu. Siang itu,aku akhirnya dibawa mbah 1 ke sawah,mengambil singkong,ikan dan lainya. Sementar mbah2 yang lain pulang dulu sambil membawa keperluan untuku.

Sore hari,mbah2 kemabli datang walau tidak bersamaan.mbah 2 membawakan barang2 untuku. “mbah emang daun bamboo sama daun jadi bisa dipake buat besarin”tnyaku. Mbah menagguk,nanti yang tajam-tajam ini yang akan kita jadikan seperti sosok. “gak gatal mbah’kataku.”awalnya aja,sedikit”katanya. “harusnya dia merasakn perbedaanya sebelum dan sesudah dikasih pengasihan”kata mbah 1. “kamu sendiri gman ndok,harusnya juga di sembur yang masih suci,supaya lebih kelihatan hasilnya”kata mbah 1. “habis gman mbah”kata ibuku. “anakmu sebenarnya bisa membantu,tapi kamu siap gak”kata mbah. “gman mbah aja”kata ibuku. ‘harusnya dia tahu perbedaanya ya’kata mbah 1 menatap mbah 2. “ya sudah mas ,aku kan ada pasien yang belum diisi,nanti biar kita ruwat diisini aja,tapi dia datangnya minngu”kata mbah ke 4. Kemudian mbah ke 1 membaw ibu ke dapur,dia berkata sambil berbisik,kulihat ibu hany mengangguk2.

sekitar jam delapan,mbah 1 kembali membawa ibu. “kamu kalau mau liat,boleh,hayo”kata mbah. Aku kemudian duduk dibale,menghadap ranjang,ibuku duduk di tepi ranjang,dikiri kanan si mbah3 dan 4 duduk besila kumat-kamit. Dibawah kaki ibu ada satu dupa menyala,baunya menyengat,mengasapi badan ibu,saat itu mbah 1 membaluri ibu dengan minyak,sambil jampe. Sesekali mbah menyodorkan dupa yang lebih kecil,sambil menaburkan tembakau,hingga keluar asap,dan sesekali dia mendekatkan asap itu ke hidung ibu. Aku ingat mbah 2 pernah memberiku asap itu. Setelah kira2 setengah jam,mereka membawa ibu ke kamar mandi. Mbah 2 mengajaku keluar. Kulihat jalan ibu sedikit sempoyongan dan sesekali tersenyum saat kembali ke kamar. “liat lagi yu mbah”kataku.”nanti,ada giliranya. Beberapa saat kemudian semua mbah didalam masuk kamar mandi bergantian dan kembali ke kamar besar itu.”giliran dia”kata mbah 1. Aku kemudian disuruh membuka seluruh pakaianku,mbah 2 lalu memadikanku. Setelah itu saat keluar wc,aku disambut mbah 1 dengan tubuh tampa sehelai kainpun, aku kemudian dibawa kekamar. Di ranjang,kulihat ibu berbaring dengan menekuk kaki percis seperti mau melahirkan,disamping kanan kirinya mbah3 dan 4 duduk tampa penutup pakaian. Satu tangan mereka meremas-remas payudara ibu. “naik le,gpp tenng aja”kata mbah 1.mata ibu sedikit  terpejam.senyum sesekali tersungging di mulutnya.perlahan aku disuruh mendekatkan kontolku ke momok ibu,badanku bergetar,mbah 1 memdorong pungguku pelan dari belakang,perlahan aku berjalan dengan lututku makin mendekatkan kontolku.sesaat mbah membaluri kontolku dengan miyak,dan memijat-mijat,kemudian dia mengesek-gesekan kontolku ke bulu hitam ibu. Perlahan kontolku bergerak.berdiri,kemudian oleh mbah ditusuk-tusukan ke lubang momok, kontolku makin mengeras.”bagus le”bisik mbah.dan kemudian tangan mbah mendorong pelan pantaku,hingga pelan kontolku masuk ke lubang momok ibu.”nah ndok,sekarang giliran kamu,hisap kuat kuat”kata mbah saat itu kurasakan momok ibu berdenyut,dan seperti menghisap kontolku. kulihat tangan ibu menekan kuat pahanya,aku membungkukan badanku sedikit.”apa seperti di hisap le”bisik mbah.”iya mbah,ahh”bisiku. Mbah mendorong pantaku,hingga kontolku habis semua masuk kedalam momok ibu.”hayo ndok,hisap kuat-kuat”kata mbah,ibu menarik nafas panjang,kemudian kurasakan kontolku seperti disedot,sementara batangku seperti diremas daging yang sangat hangat.”mbah,mbah”bisiku. “gpp le,rasakan aja,pejamkan mata kamu”akupun menejamkan mataku,kepala kontolku kurasa makin membesar,akhirnya akupun tak kuasa dan,ahh,ahh…aku mendesah sambil terjerembab diatas badan ibuku sendiri. “aduh mbah ngilu,udah”kataku karena kurasakan kontolku seperti terus dihisap,hingga kurasakan spermaku kering.perlahan mbah mencabut kontolku. sudah,kamu pakai baju dan tidur. Aku melangkah lemas. Tenagaku seperti terkuras habis,entah aku langsung terlelap hingga subuh tiba.

saat bangun,aku terus memikirkan kejadian semalam.benarkah yang telah ku perbuat,betapa bejatnya aku,fikirku. Tak lama,kudengar suara berisik dikamar beasr.akhirnya satu persatu mereka bangun. Saat masuk kekamar,kulihat ibuku seperti bercahaya. Dia tersenyum dan menyuruhku mandi. “udah yang terjadi jangan diingat-ingat ya,biarkan aja”kata ibuku saat melihatku melamun.

Pagi itu mbah ke 4 pergi,dan sekitar jam 11 dia kembali dengan membawa wanita muda,usianya sekitar 20 tahun,katanya pasien baru yang ingin awet muda. Siang itu,aku banyak minum ramuan aneh pemberian mbah.setelah makan. Sekitar jam 1,mbah 1 menyuruhku masuk ke kamar. Ibu menunguku di ruang tamu,ditemani mbah 2 dan 3. “gpp,buat bikin kamu nanti gamapang jodoh dan rezeki”kata mbah,sambil melirik ibu kemudian membawaku masuk ke kamarnya. Saat masuk,aku melihat wanita yang dibawa mbah 4 telah berbaring tanpa pakain sehelaipun. Ajntungku berdegup kencang,mbah menyuruhku membuka pakaianku,setelah aku telanjang,mbah berbisik.”semalam kamu ingat kana pa yang kamu rasakan”kata mbah,aku mengangguk.”nah sekarang naik lagi kayak semalam”katnya menuntunku,wanita itu tersenyum malu-malu menatapku. Sesaat kemudian,kurasakan kontolku mulai bergerak saat melihat momok wanita itu,kontolku makin bertambah keras,saat kudekatkan ke momoknya,dan akhirnya,perlahan,aku masukan kontolku ke lubang yang menganga didepanku. Mbah kemudian memaju mundurkan pantatku.aku terus mengenjot wanita itu,sampai kira-kira 15 menit kemudian,tubuhku mengejang,dan spermaku muncrat didalam lubang momok wanita itu.

Mbah memngelap kontolku,lalu menyuruhku berpakaian.dengan penuh keringat,aku keluar dan duduk di kursi dapur.ibu menghampiriku dan member minum.mbah 2 menghampiriku.”nah le,sama semalam enak mana?bisiknya.”yang malam mbah”kataku.”bedanya apa?tanyanya kemudian.”kalau malam kayak dihisap mbah”bisiku. “nah,itu bedanya yang di beri jampe sam enggak”aku hany mengangguk,kulihta ibu hany senyum2 saja.”kamu kan baru seminggu 13 tahun,nah itu hadiah dari mbah”kata mbah 1.”kalau dari mbah,nanti malam mbah bikin besar burungmu le”kata mbah 2.aku hany mangut-mangut.

Sekitar jam 7.mbah 2 memadikanku.dia kemudian mematrai aku. Kamar depan jadi sesak penuh asap. Setelah itu kontolku di bungkus daun bamboo,kira-kira satu jam,aku di rendam di bak berisi bunga. Setelah itu,kontolku diganti di bungkus dengan daun jati.sambil terus asap mengepul dari bawah pantatku. Tubuhkupun dibungkus denagn daun pisang. Semau dikerjakan mbah ke 2 di bantu mbah ke 4. Sementar ibu berada dikamar bersama mbah ke 1,ke 3 dan wanita muda itu.  Mungkin sekitar pukul 2 semua ruatan selesai. Dan aku langsung terlelap.

Baru hari siang kami pulang, saat tiba di rumah,nenek langsung menyambut kami bahagia. “waduh,mbok kira ad apa2”kata neneku. Dia terus melihat wajahku. “kamu kok lain le”kata nenek sambil terus memandang wajahku.saat di kamar mandi,aku terus memperhatikan kontolku,tapi sepertinya tak ada perubahan,walau kepalanya keliatan besar,tapi besoknya,kulihat sedikit berubah,seperti mengembung,dan seminngu kemudian,aku makin melihat perubahanya,apalagi ketika tegang,kepalanya seperti jauh lebih besar dan bulat. Dan makin teras lebih keras. Rasa penasaranku makin bertambah,akhirnya aku kocok kontolku,dan sat keluar air maniku,kurasakan deyutanya hingga ubun2ku,bahakn kulihat kepala kontolku kembang kempis seperti insang ikan.

Perubahan lain,aku lihat ibuku makin banyak teman,bahkan ibu tak pulang tampa member tahu aku atau nenek kemana dia pergi. Kira-kira sebulan setelah kunjungan terahir,kami datang lagi ke tempat mbah.”wah,kirain sudah lupa sama mbah”kata mbah.”ya,kami kan janjinya sabtu awal bulan datang”kata ibu. “yang lain man mbah”kat ibu.”mungkin malam,kalau mereka ingat”kata mbah. Aku lihat ibuku bertingkah aneh di depan mbah,”kamu tunggu disini ya,ibu ada penting sama mbah”kata ibu,kemudian menarik mbah ke kamrnya.hari masih sekitar jam 5,tapi kemudian kudengar desahan ibu di kamr mbah.

Saat  mbah ke 3 dan 4 datangpun,mereka masih di kamar.”mbah itu mana”kataku.”kayaknya baru besok le”kata mbah ke 4. Tak lam ibu keluar diikuti mbah.”gaman ada perubahan le”kata mbah ke 4,aku menganguk.”belum di tes ya”katnya bergurai. Aku mengeleng.”ya dah,gpp,gak ganggu ini gak diapke juga”kata mbah ke 4.

Malam hari,saat mereka bergumul,aku hany diam dikamar,tapi kemudian mbah ke 4,dia lalu membawaku kedalam.disana sambil cekikikan ibu menjilati kontol mbah ke 1 dan ke 3. Mbah ke 4 kemudian mengumuliku di ranjang bale. Ibu hany senyum melihat kami.perlaha kurasakan kontol mbah 4 masuk ke pantatku.sesaat kemudian,aku dibawa mendekati ranjang,aku terus melihat kontol mbah 1 yang besar sekali”kenapa le,mau”kata mbah 1,aku hany senyum.kemudian aku lihat mbah 4 menyodok panta ibu. Dan dibawanya mbah 3 meyodok momoknya.”siini le”kata mbah 1 dan perlahan aku terlentang disamping mereka yang bergumul,perlahan mbah memasukan kontolnya,agak susah,tapi kemudian kenikmatan luar biasa kurasan,walau hany setengah kontol mbah masuk.mbah terus menyodoku lama. Sesaat kemudian kulihat mbah ke 3 dan 4 mengejang,dfan akhirnya perlahan bangkit dan mencabut kontol mereka.kulihat ibu terkulai berbaring di kasur,saat mbah2 itu bernjak turun dari kasur. mbah 1 mencabut kontolnya,dan kemudian berpindah,measukan kontolnya ke momok ibu.aku terus menatap mereka,samapi kemudian mbah menarik tanganku. Hayo le masukan,katanya,perlahan,aku dekatkan kontolku yang sudah tegang ke momok ibu, untuk ke dua kalinya,kembali aku mengenjot ibuku.sesaat kemudian,mbah 1 memasukan kontolnya ke pantatku. Kuraskan nikmat yang luar biasa.”tarik nafas dalam2,supaya air maninya tak cepat keluar”kata mbah 1 mengingatkanku kepada yang diajarkanya dulu. Tapi akhirnya,akupun tak kuasa menahan spermaku dan kemudian,aku terjerembab diatas tubuh ibu,kurasakan spermaku keluar banyak sekali,sampai tumpah dari mulut momok ibu.rasa nikmat luar biasa kurasakan. Akhirnya aku meninggalkan mbah dan ibuku melanjutkan pergumulanya.

Sejak itu,sesekali setiap bulan kami mengunjungi mereka. Bahkan setelah ayahku meninggal dan meninggalkan warisan yang banyak untuku.. Biasanya,aku melayani mbah ke 2 atau ke 4. Dengan ibu,aku tak pernah melakukanya lagi. Sesekali aku merasakan kenikmatan wanita yang datang berobat ke mereka. Sedang ibu sepertinya telah  terpikat oleh mbah 1.bahakn akhirnya ibu bisa samapi 3 kali dalam sebulan bertemu mbah1. Tapi disamping itu,kadang ibu suka mendapat lelaki muda yang masih sekolah. Aku sendiri,makin mudah mendapatkan wanita setelah aku masuk sma bahkan sesekali seorang pria…..(tresno/brebes)

 

kakak ipar (N)

•Januari 19, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sebagai anak paling kecil dari 3 bersaudara,sebenarnya aku tidak merasa mempunyai kekurangan apapun. Jarak kelahiran yang agak jauh dari kakak-kakaku,malah membuat aku mendapat limpahan kasih sayang dari keluarga. tapi jalan hidup manusia siapa yang tahu. kadang apapun yang terjadi pada diri kita. Tidak dapat kita duga.

Semua berawal dari kakakku yang paling besar, sebut saja mas amran. Mas amran semenjak smp memang diklenal playboy. Banyak wanita yang mudah dia pikat. Kelakuannya bahkan sering memusingkan orang tuaku.  dulunya,ayahku bekerja Di sebuah pabrik tekstil,tapi karena factor kesehatan,beliau pensiun dini,lalu buka warung kecil2an depan rumah,sedangkan ibuku seorang pns. Usia aku dengan kakak tertuaku sekitar 13 tahun,kata ibu,kehamilanku justru tidak disengaja. Tapi beliau menerimanya dengan gembira.

Saat lulus sma,kakaku mengambil program d3, kuliahnya baru berjalan kira-kira 3 bulan, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya,karena telah menghamili anak gadis orang.padahal waktu itu usia kakaku baru sekitar 18 tahun. Orangtuaku saat itu sangat terpukul,apalagi diketahui,kehamilan wanita itu telah memasuki bulan ke 6. Akhirnya mereka dinikahkan secara diam-diam. Pernikahan mereka tidak berjalan lama,saat bayinya lahir dan baru berusia sekitar 5 bulan,mereka berpisah. Sejak itu,banyak sekali wanita yang dia bawa ke rumah.

Kira-kira 2 tahun kemudian,kakaku kembali memutuskan menikahi seorang wanita yang usianya terpaut 2 tahun lebih tua darinya. Waktu itu kakaku baru diterima bekerja di pabrik bekas ayah dulu bekerja.Orang tuaku tak bisa berbuat apa2.. Wanita yang dinikahi kakakupun sudah bekerja disebuah bank. Pernikahan baru berjalan 6 bulan,tetapi istri kakaku sudah melahirkan. Asalnya kakaku yang nomer dua,perempuan,yang kadang suka mengasuh anak kakaku,tapi semenjak dia menikah dan diboyong suaminya,akhirnya mereka menyuruh tetangga untuk mengasuh. Belum setahun usia bayi,istri kakaku kembali hamil. Dan akhirnya dikarunia anak kembali..

Tapi kembali, pernikahan kakaku dilanda masalah,tabiat kakaku yang suka main perempuan dan seringnya dia bekerja keluar kota,membuat istrinya tak tahan,dan akhirnya mereka memutuskan berpisah. Belum setahun perceraian,diketahui istri kakau sudah menikah lagi dengan teman sekantornya,anak-anak sendiri karena masih kecil,dibawa oleh istri kakaku.

Kembali kakakku suka membawa wanita ke rumah. Warung ayah yang sudah tutup semenjak kakak ke duaku menikah dan seringnya dia hanya bisa berbaring di kamar serta ibuku yang bekerja,membuat kakaku leluasa membawa wanita,apalgi disiang hari. Sesekali aku suka memergoki kakaku berduaan dikamar belakang dengan wanita,tapi sepertinya kakakku suka tak acuh. Malah beliau suka memberiku uang tutup mulut. Akupun menerimanya dengan senang hati.

Ya, aku memang termasuk anak yang polos dulunya. Pergaulanku sendiri hanya sebatas teman-teman sekolah. Di rumah,aku jarang sekali main,karena ibuku selalu menyuruhku menjaga ayah. Kadang aku merasa iri dengan kakaku yang sepertinya bebas kemanapun dia mau. Akhirnya saat usiaku 13 tahun,waktu itu aku baru masuk smp,kembali kakakku menikahi seorang wanita. Pernikahan siri yang dilakukan kakaku,berdasarkan kesepakatan keluarga. wanita yang sebaya kakakaku,sebut saja mba yeti, bekerja sebagai pelayan sebuah toko baju. penampilanya sangat ramah. Cara berpakainyanyapun sangat rapid an sopan. Walau menurutku tubuhnya agak berisi,tapi menurut teman-teman ibu,bahkan sebagian teman sekolahku yang kadang datang kerumah,bilang bahwa kakak iparku seksi.

Meski rumah kami agak jauh dari tetangga lain. Tetapi wanita yang dinikahi kakaku kali ini sesekali suka mendapat pujian dari tetanggaku,terutama dari para lelaki muda. Malah ada teman sekampungku yang bilang,kalau dia yang jadi adik iparnya,pasti tiap hari akan mencoba ngintip kalau dia mandi,begitu candanya kepadaku. Aku sendiri sama sekali tidak mengubrisnya. Tapi memang setahun pertama pernikahan,kakaku sepertinya betah dirumah. Pulang kerjapun tak pernah telat. Ibuku sendiri merasa senang,meski mba yeti bekerja,tapi dia selalu membantu menyiapkan makanan,bahkan membersihkan rumah. Jika mba yeti masuk pagi,biasanya baru sore harinya dia mencuci baju suaminya,bahkan kadang bajukupun dia cuci,jika dia kerja siang,paginya selain memcuci,beliau membantu mempersiapkan makanan. Hal itu membuat ibuku senang,kehadiran mba yeti,sungguh memperingan kerja rumah tangga ibuku.

Aku sendiri biasanya membantu beliau menimbakan air jika beliau hendak mencuci, ibuku yang menyuruhku,agar kerja mba yeti gak kecapaian. Lama-lam,aku dan mba yeti memang jadi akrab. Beliau malah sering menyuruhku makan jika di membuatkan sesuatu. Katanya supaya tubuhku gagah kayak kakaku,tidak kurus seperi sekarang. Ya,tubuhku memang agak kurus,apalgi tinggi badanku yang lumayan,membuat aku keliatan agak ringkih.tapi aku sendiri tidak begitu peduli,tuh tidak kurus-kurus amat. Selain itu,tak jarang mba yeti memberiku uang jajan.

Awalnya,kami berfikir kakaku sudah berubah,kehadiran mba yeti,yang membuat dia betah dirumah,menyenangkan hati ibuku.  Bahkan jika kebetulan mba yeti libur,kakakku sering datang siang hari,dan bersenda gurau dikamar dengan mba yeti. Tingkah mba yetipun suka aneh, biasanya jika mereka bedua,kulihat cara bicara mba yeti suka berbeda,menjadi sedikit genit. Beda jika ada ibuku.

Tapi ternyata waktu berkata lain, setahunlebih  pernikahan beliau,kesibukan kakakku menjadikan beliau kadang jarang ada di rumah,semenjak mendapat tugas pengawas pemasaran.kakaku jadi makin sering keluar kota. Meski tidak mengagangu keharmonisan mereka,tapi kadang hal itu membuat mba yeti jadi sering melamun. Awalnya tidak begitu kelihatan,maklum jika didepan semua orang,sepertinya tidak ada apa2,tapi jika beliau sendiri,tak jarang aku memergokinya sedang melamuan. Bahkan sesekali sering aku mendengar keluhanya,walau awalnya aku tidak mengerti,saat dia sedang berdua kakaku,”mas jangan cape terus dong mas”katanya.

Dan semenjak kakaku mba yeti seperti mencari kesibukan juga,beliau kadang mengambil lembur. Dan kemudian,siang itu,awal dari makin dekatnya hubunganku dengan mba yeti. Siang itu,hari begitu panas, aku sebenarnya baru pulang sekolah dan makan,tapi karena udara panas aku memutuskan untuk mandi. Aku lihat bak mandi kosong,akhirnya,aku yang sudah tak berpakaian,menimba air. Sedang asyik menimba,tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.aku sendiri tidak begitu kaget. Saat kemudian mba yeti nongol dan senyum. “maaf,kirain gak ada orang;katanya.aku gak merasa malu dan biasa aja,bahkan saat mata mba yeti terus memandang kelaminku.”mba mau apa?kataku. sambil kemudian aku perlahan mengambil handuk yang mengantung tak jauh dariku. “mba gak kuat,sakit perut”katanya. “ya dah,mba dulu aja”kataku. Akupun kemudian keluar.

Setelah itu,tak ada hal yang luar biasa,hanya kulihat mba yeti selalu tersenyum kearahku. “mba,kok pulang cepat?kataku. “iya,minta ijin,gak enak badan”katnya. Setelah itu,aku langsung masuk kamar,mengerjakan tugas2 sekolah,bahkan ketika ibu pulang,aku masih asyik dikamar.

Besoknya,saat pulang kerja,mba yeti mengetuk kamraku.”mba bawa martabak”katnya. Aku langsung keluar,hari sekitar jam 3,setelah kulihat mba yeti membawa martabak kekamar depan,”biasa,ayah lagi baca di kasurnya”kata mba yeti tampa ditanya. “dari kemarin panas aja ya?katnya. “iya mba,padahal tadi aku dah mandi,tapi tetep keringatan”kataku.’jadi tadi nimbnya bugil lagi?kata mba yeti,aku hanya nyengir. “kamu gak malu ya kepergok mba?katnya. “gak sadar mba,tapi gpp,mba kan bukan orang lain”kataku.tiba-tiba tangan mba mengusap-usap pundaku. “mba juga mau mandi,baknya penuh gak?katnya.”tadi sih setengah lagi,gpp,nanti aku isi”jawabku sambil makan martabak.”ya dah makan dulu aja”katanya.kemudian dia masuk kekamarnya,tak lam dia keluar. Saat itu kulihta dia berpakaian daster dengan belahan sangat rendah. Ditanganya ada handuk,bh,dan celana dalam. Dia kemudian duduk disampingku. “duh panas ya?katnya sambil mengipas-ngipas tanganya. Sama sekali ini baru pertama kalinya aku melihat dia berpakain seperti itu,tapi semua itu sama sekali tak mempengaruhiku. Meski kemudian dia mengajaku bicara dengan sedikit lain dari biasa. Agak genit,dan banyak usapan dipahaku.

Sejak itu,tingkah mba yeti agak berbeda,terutama jika kami sedang berdua, tak jarang dia mengelus kepalaku,bahakn pahaku saat bercanda, awalnya aku agak riskan,tapi kemudian aku acuhkan,saat itu,aku sama sekali tak mengerti,bahkan ketika beliau menyakan sesuatu yang berbau dewasa,aku menjawabnya dengan polos. “kamu punya pacar belum”katnya. “belum mba”kataku.”tapi udah mimpi kan?katnya.aku mengangguk.”pertam kali kapan mimpinya?tanya.”awal kelas dua kemarin mba”kataku. “mimpinya sama siapa hayo,pasti cewek?katnya. “gak tau mba,lupa”kataku. “enak gak mimpinya?katnya. “gak tau mba,lupa,ujug2 basah aja”kataku. Ya,kadang mba yeti menayakan hal-hal sensitip,tapi aku mersa biasa aja,walau kadang kulihat dia kadang cekikikan sendiri mendengar jawaban polosku. Lama-lama,kulihat mba yeti pun makin tidak malu dihadapanku,aku jadi sering melihatnya keluar kamar mandi,hanya mengenakan handuk sedada,membiarkan paha mulusnya kemana-mana. Bahkan seperinya dia sengaja melakukan itu,walau seringnya aku sendiri tak begitu memperhatikanya.

Dan siang itu,saat dia terus memperhatikanku,aku menganggapnya biasa.”mba liat kamu garuk2 itu aja,kenapa,gatal?katanya saat aku hendak ke kamar mandi. “iya mba,numbuhnya makin banyak”kataku tampa sungkan,karena dia pernah menyingungnya,dan saat itu,aku bilang kata temanku cukur aja supaya gak gatal,tapi mba yeti bilang jangan,bisa makin gatal.”cukur aja kali ya mba’kataku. “ya dah,tapi biasanya makin gatal,nanti mba beliin bedak”katnya.aku kemudian kencing,selesai kencing,kulihat mba yeti keluar dari kamarnya.”nih,kalau mau cukuran make ini aja,tapi jang bilang2 kakak kamu,nanti masa alat cukurnya dipake nyukur bulu titit kamu’katnya cekikikan.’iya mba’kataku.”nanti alatnya bersihin lagi ya,supaya gak ketahuan bekas make”katnya,aku mengangguk.”hati hati luka,atau mau mba cukurin”katnya senyum2. “gak mba,malu,biar aku aja nanti”kataku.”ya dah,cepat sekarang aja’kata mba yeti.. Aku kemudian kekamarku,dan membawa handuk.aku kemudian mencukur bulu kelaminku. Aku kemudian mandi,tapi benar,kurasakan rasa gatalnya tidak hilang,malah semakin terasa.dan kulihat aku tidak bisa mencukur bersih. Saat keluar kamar mandi,kulihat mba yeti sudah ada dekat pintu kamaar mandi,bajunya sudah berganti daster dengan belahan rendah. “sudah?katnya,aku menganguk.”kok cepat?masih gatal?katnya. “iya mba,gmana ya mba?kataku.tanganya kemudian mengusap pundaku.”kata mba apa,mending diamin aja”ktanya.’mau dikurangi gak supaya gak gatal amat”katnya.aku mengangguk.”tapi janji jang bilang siapapun”bisiknya,aku mengangguk.”sini”katnya,dia menarik tanganku,kemudian kami berdiri dibalik pintu kamar mandi. “kamu merem,awas jangan ngeliat”katnya,aku yang waktu itu masih handukan menuruti apa katanya. Tiba-tiba kurasakan tubunya merapat ketubuhku. Satu tanganya kurasakan mulai meraba kelaminku. Aku hany diam,saat kemudian kursakan tanganya masuk kedalam handuku. Sesaat kemudian,kurasakan kontolku menempel pada benda berbulu.”mba”kataku. “gpp,diam aja,nanti gak gatel,kamu pasti suka”katnya.perlahan kurasakan ujung kontolku di gosok-gosok ke benda berbulu itu,ada geli kurasakan,selain hangat yang menjalar kontolku,yang akhirnya membuat kontolku bergerak.”mba geli ah”kataku.”gpp,bentar lagi juga gak”katnya.aku tak berani melihat,walau saat itu sebenarnya aku tak begitu memejamkan mataku.wajahku ada dipundak mba yeti.kurasakan kontolku makin mengeras,dan saat itu,mba yeti makin menekan kontolku,melewati ruang hangat.”mba,udah ah,jangan”kataku. “gpp,tenag aja,nanti gatalnya hilang”katnya. Sebenarnya rasa gatal sudah tak kuingat,aku hanya merasakan nikmat yang menjalar tubuhku,apalgi saat kontolku makin dalam masuk ke lubang hangat itu.tiba-tiba,kurasakan pnatat mba yeti bergerak pelan,maju mundur.”mba,ngapain”kataku. “gpp,tenang aja,kamu agak turun’katnya sambil menekan pundaku,aku pun sedikit menurunkan kakiku. Rasa geli makin menjalar di kontolku,nikmat yang baru pertama kali kurasakan,mengerayangi seluruh batang kemaluan,samapi akhirnya,aku merasa tak kuasa..”mba,aku ada yang mau keluar”kataku. “keluarin aja”katnya.dan,ahhh,ahhh…kudekap tubuh mba yeti erat2.”kamu merem terus ya”katnya,kemudian kursakan kontolku dia elap.”sudah”katnya. “gman,ilang gak gatalnya?katnya,aku menganguk”ingat jang bilang siap2 ya”katnya,aku mengangguk.

Saat selesai bepakaian,mba yeti masih dikamar mandi,aku kemudian makan. Saat makan mba yeti,selesai mandi,dia tersenyum kearahku. Aku selesai makan saat dia telah berpakain rapi dan menghampiriku. ‘masih gatal?katnya.”dikit mba”kataku. “mba,tadi ngapain sih?kataku.entah saat itu aku tak tahu mau bicara apa.”enak ga?katnya,aku mengangguk. “mba,masukin ke situ nya”tnyaku.”iya,jangan bilang2 ya?katnya,aku menganguk. Kemudian tanganya meraba boxerku.”coba liat”katnya,dan entah,aku hanya diam saja”pantes,kamu gak rapi’katnya.”udah mba ah,gpp,diamin aja”kataku.

Peristiwa itu,terus aku ingat,bahkan samapi ibu pulangpun,aku masih melamunkan kejadian tadi. Dan esoknya,aku bahkan ingin cepat-cepat pulang,walau aku tahu mba yeti masih bekerja. Jantungku berdegup kencang ketika jam menunjukan sekitar pukul 2,aku terus melihat ke jendela,bahkan ketika sosok mba yeti terlihat dari jauh,jantungku makin berdegup kencang. Ketika kudengar pintu depan dibuka,aku malah masuk kekamarku.

“kamu dah makan’katanya saat melintas kamarku,aku menganguk,pura-pura membaca buku.dia kemudian berlalu kebelakang. Entah apa yang ada difikiranku saat itu.aku akhirnya keluar dan menungunya di meja makan,tak lama dia muncul. “mba gak makan?kataku saat kulihat dia minum dan hendak masuk kamar lagi.”tadi sudah makan bakso,masih kenyang”katnya. Kulihat dia masuk kekamar lagi,aku terus duduk menungngunya keluar,saat itu,entah,kurasakan kontolku bergera. Pintu kamar mba yeti terbuka,aku melihat kearahnya,tersenyum. ‘lagi apa,kok masih disana?kata mba yeti. “gak mba,kenapa gatal terus ya mab?kataaku saat itu,mba yeti tersenyum,kemudian menghampiriku. Dia tersenyum melihat celanaku yang sedikit mumbul.perlahan dia meraba dan tersenyum.”mau kyak kemarin gak?katnya,aku mengangguk.”dikamar mba aja yuk”katnya,aku mengangguk. Akhirnya akupun mengikuti langkanya,sampai dikamar,mba yeti menyruhku berbaring,aku menurut,perlahan dia menarik celanaku dan tersenyum.”ih,kok bnagun”katnya. “gak tahu mba”jawabku malu. Aku sempat merasa kaget saat kemudian tampa malu mba yeti membuka satu persatu pakaian.kulihat payudaranya yang besar,dan kemudian benda hitam dibawah pusarnya. Dia kemudian berbaring disampingku.”sok,naik,tempelin tititnya”katnya,aku kemudian naik diatas tubuhnya,mba yeti memeluk tubuh kurusku,jantungku bergejolak,kontolku kudiamkan menempel.saat itu mba yeti meneka-nekan payudaranya diadadaku.”kontolmu gede ya”bisiknya.”mba,masukin ya”kataku,dia menganguk,dan kemudian meraba kontolku,dengan bantuan tanganya perlahan kontolku mulai masuk keruang hangat yang aku inginkan sejak tadi.”nah,gerakin naik turun”katnya,aku menurut,perlahan aku mulai mengerakan pantataku mengikuti tanganya yang ada dipinganggaku,rasa nikmat menjalar tubuhku,nikmat yang kudapatkan dari wanita yang menjadi milik kakakku. Diatas ranjang kakaku,aku mendapati kenikmatan luar biasa,saat kontolku mulai bergerak cepat diatas momok istri kakaku. Nikmat yang selalu terbayang dikepalaku ketika aku berda di atasnya. Mba yetipun seakan tak mau hanya pasrah menerima sodoka-sokan,perlahan mulutnya mulai menghisap teteku,memberi kenikmatan lain,yang menjadikanku semakin tidak peduli,bahwa aku telah menikmati kenikmatan terlarang dari seorang wanita.’mba enak mba”kataku.”masukin yang dalem”katnya.’oh,terus,oh terus”mba yeti terus mendesah.”mba jangan bilang siap2 ya mba”kataku. “iya,kontolmu enak,terus,oh”kata mba.”mba oh mba..ahh.ahhh….akhirnya aku ta kuasa menahan air ,maniku,dan akhirnya kubiarkan keluar dilubang kemaluanya….perlahan aku terkulai diatas tubuh mba yeti.”mba enak mba”bisku.”mau lagi?minum dulu gih”katnya.”aku istirahat dulu ah”kataku.aku berpakaian,kemudian minum,akhirnya makan,setelah itu aku mandi.fikirku supaya seger.mba yeti hany tersenyum,setelah dia minum,dia menghampiriku”bentar lagi ibu pulang”katnya. “iya mba,gmana nih?kataku.entah aku masih ingin,akhirnya mba mengunci selot pintu,agar saat ibu datang tak langsung masuk,kami sepakat mainya dikamarku,saat samapi kamar,mba yeti langsung mengulum kontolku,kurasakan nikmat luar biasa.’mba,cepet mba,masukin sekarang’kataku tak kuasa. “sabar dong”katanya. Hari itu akhirnya 2 kali aku mengenjot tubuh sintal mba yeti. Dan itu bukanlah terakhir kalinya. Karena setelah itu,kamu terkadang mengulanginya. Bahkan diawal-awal bersebuhku dengan mba yeti, hampir tiap hari aku berusaha mengaulinya. Mba yetipun menerimanya dengan suka cita. Ketidak hadiran kakakku menjadi hal yang tidak mengangunya lagi. Karena kini dia bisa mendapatkan kenikmatan yang sama dari saudaranya. Perlahan akupun dapat mengerti,kenapa kakaku sangat suka main  perempuan,ternyata kenikmatan ragawi memang telah membelenggu kakaku dan sepertinya telah membelennguku pula. Saat itu,usiaku belum genap 15 tahun,tapi aku sudah merasakan kenikmatan seorang wanita.

Hubunganku terbilang cukup lama,sekitar 2 tahun,sebelum akhirnya kakaku memutuskan bercerai dengan mba yeti. Meski mba yeti memberiku kebebasan untuk menemuinya,tapi aku tak berani,takut dicuragai. Untungnya,aku bertemu dengan wanita-wanita yang nakal bahkan kesepian. Selain tmencari kenikmatan dari teman wanita disekolahku,sesekali akupun mencari kenikmatan dari tante-tante kesepian,yang kebetulan aku jumpai…….(ade/trenggalek)

 

saat ayah berpetualang (G)

•Desember 2, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sebenarnya aku bukanlah seorang anak yang nakal,bahkan sangat baik, tapi entah,lambat laun tabiatku berubah seiring berjalanya waktu. Aku sendiri tak tahu kenapa,sebenarnya tingkahku baik,bahkan banyak orang yang mengangapku anak yang sopan dan berbudi pekerti yang baik. Tapi dibalik itu semua, ada hal negative yang berkembang dalam diriku.

Aku sebenarnya menyadari perubahan itu. Semua mungkin berawal dari tabiat ayah. Ya, ayahku seorang don juan sejati, seorang pria yang bisa memamfaatkan kelebihan dalam dirinya,hingga banyak wanita terpedaya. Dengan tutur kata yang sopan dan ramah,banyak wanita yang terpikat kepadanya. Bahkan rela menyerahkan segalanya. Ibuku, merupakan salah satu korban pesona ayah. Dengan badan tinggi dan tegap, senyum ramah,dan wajah yang Nampak hijau akibat bulu yang selalu dicukur tiap hari,baik dikiri kanan pipi atau diatas bibir,membuat banyak wanita bertekuk lutut terhadapnya. Aku sendiri tak tahu,ibu merupakan istri siri yang keberapa, yang jelas ketika aku duduk di bangku kelas satu sd, ayah sudah jarang menemui ibuku, samapi akhirnya saat,usiaku 9 tahun,ibu menyerahkan pengasuhanku sepenuhnya kepada ayah,karena dia mengadu nasib di Jakarta. Hidup bersama ayah bukan hal yang mudah, ada 3 orang anak lagi dari perkawinan terdahulu,yang kadang menemui ayah. Ayah sendiri bekerja sebagai sopir pengantar barang di sebuah perusahaan yang lumayan besar, hingga semakin memudahkanya untuk berpetualang. Kami sendiri tak jarang sering berpindah kontrakan,semenjak tinggal dengan ayah, sudah 2 istri muda yang ayah nikahi,tapi akhirnya kudengar ayah ceraikan juga,dan 3 kali berpindah kontrakan. Sungguh,hidupku awalnya kurasa berat, tapi lama2 aku berusaha menjalaninya saja. Dan entah kenapa,tiap kontrakan yang ayah tempati,pasti selalu agak jauh dari tetanga yang. Mungkin itu cara ayah menjauh dari gunjingan tetangga. Untungnya,sekolahku tidak sampai ikut berpindah, walau terkadang kurasakan terlalu jauh dari kontrakanku.

Tak terasa 3 tahun lebih aku mengikuti ayah,sampai akhirnya di kontrakan ke tiga, ayah memperkenalkanku dengan seorang wanita yang usianya hampir setengah usia ayah.sebelumnya ayah memang telah berbicara padaku,bahwa akan ada wanita yang menemaniku. Supaya aku tidak selalu sendiri. Aku sendiri tidak keberatan. Ayah memang gampang mengambil hati hatiku,tapi lama2,aku sendiri jadi membenci ayah,terutama kelakuanya. Aku sebenarnya tidak betah tinggal bersama ayah, tapi aku tak punya pilihan lain. Wanita muda berparas ayu dan berkulit kuning langsat itu,sebut saja ba ayu, usianya baru sekitar 25 tahun, ayah sendiri saat itu sudah sekitar 45 tahun. Meski muda,tapi pembawaanya sangat dewasa,bahkan kulihat,dapat menyeimbangi ayah. Di mataku, mba ayu wanita yang baik, aku sendiri merasa kasihan kenapa dia bisa terpedaya oleh ayahku. Apalagi kulihat,adik2nya dan ibunya sepertinya tak keberatan menikah dengan duda,begitu ayah selalu mengaku,dan beranak yang tak diketahui jumlah pastinya.

Singkat kata,kami akhirnya tinggal bersama,pekerjaan ayah,yang mengharuskanya jarang di rumah,sudah diketahui mba ayu, bahkan ayah menuruh adik2nya mba ayu untuk menginap jika ayah tak ada. Mba ayu mempunyai 3 adik,2 laki,bungsu perempuan. Salah satu adik mba ayu,sebut saja mas tono,yang usianya hany terpaut satu tahun,yang sedikit sering mendatangi kami, sekedar mampir atau membawa makanan bikinan ibunya, ayah mba ayu sendiri sudah meninggal. Mba ayu sendiri,tidak pernah banyak bertanya mengenai keberadaan aku atau ibuku, dia hanya memperhatikan keadaanku sehari-hari, baik mengenai makan atau sekolah, lambat laun aku jadi menyayanginya,karena kurasakan kasih sayangnya tulus untukku. Dia sama sekali tidak mengangapku orang lain. Sejalan waktu,kedekatanku dengan mas tono pun makin terjadi, aku tak menyangka,ternyata kehadiran mereka yang nantinya merubah sedikit demi sedikit tabiatku.

Tak terasa hampir setahun aku hidup dengan bak ayu, dan tak jarang mas tono menginap ketika ayah tidak ada. Aku sangat senang,karena mas tono menganggapku adik,bahkan tak jarang aku selalu dia bawa bepergian,baik hanya jalan-jalan,atau mengajaku berenang. Adri berenang itulah,kedekatan kami makin erat. Pertama berenang,mas tono banyak mengajariku. Karena memang aku tidak pandai. Saat selesai kami mandi terpisah. Dan pada saat ke dua kalinya. Karena kulihat kamar mandi tak ada yang kosong. Mas tono menarik tanganku. “sudah,disini aja,supaya cepat pulang,mas laper’katanya. Kami akhirnya mandi satu kamar mandi. Waktu itu,aku mandi mengenakan celana pendek,begitu juga mas tono,tapi saat terakhir,tampa malu mas tono menurunkan celanya membasuh,lalu memengambil handuk,aku pura2 menghadap bak mandi,tapi sesekali aku berusaha melirik kearak kontol mas tono. “hayo cepat”katnya,diapun bergegas memakai handuk,aku akhirnya memakai handuk,dan berusaha melepaskan celana. “kenap,malu ya?gak usah malu,pada2 punya burung ini”katnya tertawa.aku hany senyum,mas tono akhirnya keluar,supaya aku tak malu”katnya. Dan akhirnya saat berenag ke tiga kalinya,akupun akhirnya mandi bareng dan berani membuka celanaku. “wah,lagi gatal2nya tuh kalau bulunya kayak gitu”kata mas tono,aku mengangguk. “iya mas,suka gak tahan garuk”kataku. “jangan digaruk,diusap aja”kata mas tono sambil memperagakn ke burungnya. “mas bulunya lebat ih”kataku. “dari sononya”katnya. Sejak itu,kami sesekali bercengkerama mengenai hal-hal tabu,mas tono yang bekerja sebagai sales,tak jarang mentraktirku jika dapet bonus atau gajihan.

Sampai akhirnya,pada suatu hari ketika kami berenang,dan kemudian selesai,kami mandi bersama lagi. “tolong gosokin punggung mas ya?katnya,akupun melakukanya,kemudian tampa diperintah,dia mengosok pungguku. “kapan pertam kali kamu mimpi”katnya tiba-tiba. “setahun lalu mungkin mas,lupa”jawabku. “oernah onani”tanyanya,aku menganguk,mas tersenyum.”mas juga suka,habis enak”katnya. “punya mas gede ya?kataku. “gak tahu,gak pnh ukur”katnya. “kamu segimana?katnya.”kira-kira segini mas”kataku.”masa”kata mas tono sambil perlahan kurasakan usapan pelan dikelaminku. ‘geli ah mas”kataku.dia tersenyum.”mau liat punya mas bangun ga?katnya. aku mengangguk,perlahan dia meraba-raba kontolnya dengan busa sabun.”coba kamu bantuin,supaya cepat”katnya sambil menarik tanganku,aku akhirnya mengusap-usapnya juga,dan tak lama,kontolnya berdiri tegang,warnaya yang sedikit gelap,berbeda denagn kulit mas tono yang agak terang.”ih keras”kataku. ‘kamu coba berdiriin”katnya sambil perlahan mengusap kontolku,aku hany diam,dan tak lama kontolkupun berderi,panjang juga ya,katanya. Tiba-tiba mas tono jongkok dihadapanku. “kamu merem aja,supaya enak”katnya.akupun memejamkan mata,dan tak lam kurasakan kuluman halun menjalar dikontolku,aku sempat mundur perlahan karena geli,tapi kemudian badanku menyentuh tembok,hingga tak bisa begerak. “mas geli”kataku pelan,tapi sepertinya mas tono tahu bahwa aku menikmatinya,hisapannya sedikit2 dia kuatkan,hingga rasanya tak karuan.akhirnya dia berdiri dan mengesek-gesekan kontolnya di kontolku,.kemdian dia masukan disela pahaku. “jepit ji’katnya aku merapatkan kakiku,dia memaju mundurkan kontolnya,tak lama dia kembali jongkok dan mengisapku lagi,hany 5 menit sampai akhirnya kurasakan ada aliran yang mau keluar. “mas udah,mas”kataku,tapi sepertinya mas tono tahu,dan malah makin kuat menghisap kepala kontolku,akhirnya, ahh,ahh,spermaku tumpah di mulut mas tono,kulihat mas tono menelanya tampa jijik. “obat awet muda”katanya.kemudian mas tono duduk dipinggir bak,dia mengocok kontolnya yang sudah berdiri keras,tak lama spermanyapun mengucur deras dari kontolnya.

Itulah awal terjadinya hubungan khususku dngan mas tono, tak samapi seminggu,kami mengulanginya di rumah,bahkan saat itu,dengan paksa,mas tono menumpahkan spermanya didalam mulutku,hingga sebagian tertelan olehku. Lama-lama mas tono makin nekat terhadapku, aku seperi mainan baru baginya. Tapi entah,aku biasanya tak bisa menolak sama sekali,mungkin karena,setelah melampiaskan hawa nafsunya,aku selalu diberi uang oleh mas tono.

Samapi akhirnya suatu sore, ayahku sedang bekerja dan mba ayu pergi kerumah orang tuanya. Saat itu mas tono telah ada sejak aku pulang sekolah. Saat mba ayu pergi,mas tono langsung merangkulku, aku yang pada waktu itu juga memang telah pingin,langsung menyambut ciumanya dan langsung mengulum kontol mas tono. Tapi kurasakan tingkah mas tono agak garang,dia langsung menurunkan celanaku,dan merapatkanku kepinggir ranjang,asalnya aku mengira dia akan memaju mundurkan kontolnya disela selankanganku,tapi ternyata berbeda,kurasakn kontol mas tono yang telah dibaluri pelumas,mulai menekan lubang pantatku. Aku berusaha memberontak,tapi mas tono kuat sekali menahan pinggangku,hingga akhirnya,pelan-pelan,kurasakan benda tumpul mulai masuk kedalam lubang pantatku,sunnguh pertama kurasakan sakit,tapi mas yono menyruhku tenang dan melemaskan  badanku,rasanya geli saat kontol mas tono mulai lancer maju mundur dipantatku. Aku merasa geli lantaran tangan mas tono meremas-remas kontolku,kulihat kontolku banyak mengeluarkan cairan bening.”apa mas bilang,kalu tenang pasti enak”katnya sambil terus mengenjotku,akhirnya kurasakan cengkeraman kuat tangan mas tono dipinggangku,sesaat kemudian dia mengejang dan berteriak ahh,ahh….mas tono masih memaju mundurkan kontolnya pelan,saat itu kontolku yang makin keras dia kocok pelan,kenikmatan luar biasa menjalari tubuhku,sampai akhirnya,denagn baju kugunakan menutup kontolku,spermaku kutumpahkan,kenikamtan luar biasa kudapatkan,walau perutku kurasakan agak kembung. Kulihat ada sedikit darah saat mas tono mengelap kemaluannya. “gpp,nanti makin sering,makin nikmat dan gak sakit”katnya. Aku hany diam,malamnya,mas tono langsung mengajaku nonton.

Sejak itu,kami selalu berusaha saling memuaskan jika salah satu dari kami ingin. Tapi aku tak menyangka,bahwa mas tono akn berbuat tega kepadaku,saat itu aku dibawa ketempat temanya,kami menonton vcd porno bertiga,akhirnya mereka mengauliku berbarengan. Awalnya aku merasa benci tapi kenikmatan yang kudapat sepertinya berlipat ganda. Hinnga kadang,jika ada teman mas tono mau berbuat bareng,aku tak kuasa menolaknya,apalgi jika uang telah menjadi bahan untuk sex yang aku sanggupi.

Seringnya ayah pergi,menjadikan mba ayu sering melamua,tapi belakangan,aku melihat dia agak suka keluar,dengan alasan ke rumah orang tuanya,tetapi aklhirnya,aku beberapa kali melihat dia jalan bersama seorang pria. Entah,aku sama sekali tidak marah,aku menyadari bahwa setiap orang punya kebutuhan batin,yang kadang kalu tak terpenuhi,bisa bikin pusing kepala,itu yang aku rasakan akhir-akhir ini.

Rupaya pengalamnku belum tuntas,kira-kira 6 bulan hubunganku dengan mas tono,ayah makin jarang dirumah,ya sudah 1,5 tahun lebih mereka menikah,dan kulihat mereka makin jarang bertemu dengan alasan pekerjaan ayah,aku sendiri telah curiga ayah pasti berselingkuh lagi. Aku jadinya tak tega melihat mba ayu yang kadang suka murung. Padahal sifat mba ayu sendiri agak genit kalau bersama ayah. Lebih tak tega lagi,jika badanku sakit,mba ayu yang jadi penjagaku,sementara ayh entah di mana. Melihat itu,aku jadi berusaha agak rajin sekolah demi mba ayu,dulu jika ayah tak ada,aku sering sekali bolos,pura-pura sakit. Yang memang seringnya aku ditinggal sendiri. Bagiku pendidikan bukan hal penting. Tapi semenjak ada mba ayu,aku berusaha untuk selalu sekolah,walau kadang akhirnya aku bolos juga.

Sampai akhirnya hari itu,aku merasa malas sekolah,sudah hampir sebulan ayah tak pulang juga, mas tono sedang keluar kota juga,aku akhirnya pura-pura sakit dan tiduran dikamar. Mba ayu tak banyak tanya,hanya membelikanku obat,yang terpaksa aku minum. Tapi kulihat tingkah mba ayu sedikit aneh,sesekali dia suka meliriku dan tersenyum genit.  Tingkah mba ayu itu kurasakan sudah hampir sebulan belakangan,semenjak tak sengaja dia masuk kekamarku,dan aku sedang telanjang hendak ganti baju. Saat itu sebenarnya aku berada dibalik pintu,mba ayu masuk tak melihat aku,aku bilang ada dibalik pintu. “tapi mba jangan masuk dulu”kataku. “mang kenapa?katanya tak menghiraukan omonganku,dia langsung melihat kebalik pintu,saat aku aku sedikit blingsatan,menutupi kontolku dengan tangan yang memang sedang sedikit bangun,karena aku garuk. Mba ayu tersenyum,matanya terus menatap kontolku. “mba mau bilang,cepet makan,mba mau kluar bentar”katanya. “iya mba”jawabku sambil menarik kembali baju seragam yang kugantung,dan kupakai menutupi kontolku.

Dan hari itu,selain tingkahnya sedikit lain,dia berpakaian sangat sexy,dengan daster berbelahan sangat bawah,dan aku tahu tampa memakai bh. “panas ya”katanya ketika aku melintasi dapur,hendak ke air. “sudah diminum obatnya?tanyanya.aku menganguk,saat keluar,aku melihat dia melirik ke arah celanaku,karena waktu itu aku hanya mengenakan kaos dalam dan boxer. Hari belum menjelang magrib,tapi aku kembali berbaring,supaya pura2 sakitku kelihata beneran.tapi kemudian pintu kamarku terbuka,aku pura-pura terlelap,memakai selimut,padahal sebenarnya aku merasa gerah,makanya aku tak mengenakan baju dan kaosku sudah kulepas. Kudengar pintu lemariku dibuka,pasti dia memasukan bajuku. Fikirku. Kemudian perlahan kudengar langkah mendekat,lalu kurasakan orang duduk disebelahku.selimutku kurasakan ditarik keatas sedikit. “duh,sakit kok malah tidur gak make baju”guman mba dewi. Sudah hampir 2 jam semenjak aku keluar dari wc diam didalam kamar,mungkin dia menyangka aku tidur,karena memang,setelah minum obat,mataku agak ngantuk. Kemudian kurasakan tangan mba dewi memijat-mijat pahaku,tapi 5 menit kemudian,kurasakan tanganya masuk kedalam selimut dan mulai menjamah kemaluanku,aku bingung,akhirnya kuputuskan untuk tetap pura-pura tertidur. Perlahan kurasakan kontolku mulai bereaksi,sampai akhirnya,tangan mba dewi,masuk kedalam boxer,menarik sedikit celanaku.sesaat kemudian kurasakan mulutnya mulai mengulum ujung kepalaku,sunggu,aku hanya bisa diam.dan perlahan selimutku mulai dia geser,hingga angin dingin kurasa menerpa kemaluanku,kurasakan badan mba dewi mulai nai diatasku,sangat perlahan,sampai akhirnya,aku pura-pura bergerak dan membuka mata pelan. “mba,mau apa?bisiku sambil memegang pinggang mba dewi. “gpp,kamu merem aja”katnya,aku akhirnya memjamkan mataku,dan kurasakan tubuh mba dewi mulai merapat diatas tubuhku,akhirnya kurasakan kontolku memasuki daerah yang hangat,sesaat kemudian,benda hangat itu lembut sekali naik turun diatas kontolku. geli kurasakan,hinnga akhirnya walau mataku terpejam,aku tetap mendesah karena tak kuasa menahan nikmat. Uhh..sesekali kata itu keluar dari mulutku,samapi akhirnya hanya berselang kurang dari 20 menit,kontolku mulai berdenyut kencang dan akhirnya spermaku muncrat di kemaluanya.

Mba dewi sempat mengelap kontolku,sebelum akhirnya dia pergi. 2 jam kemudian,mba dewi masuk lagi. “ji,makan dulu gih”katnya. “ya mba”jawabku. Saat makan,mba dewi mendekatiku. “maafin mba ya ji”katanya. “gpp mba”kataku.’mba hilaf”katnya. “aku ngerti mba,mungkin gara2 ayah juga jarang di rumah”kataku. “ya ji,aku dengar ayah juga sudah punya yang lain”katanya lirih. “maafkan dia ya mba,aku senang kalau bisa bantu mba”kataku. Selesai makan aku nonton tv,tapi beberapa kali kulihat mba dewi lalu lalang beberapa kali. Saat dia duduk di dapur,aku akhirnya masuk kekamar,aku kenakan handuk dan bertelanjang dada keluar. “kok mandi malam-malam”kata mba dewi. “gerah mba’kataku.”pake air panas aja”kata mba dewi dan langsung mengambil panci. Aku akhirna duduk di kursi,mba dewi melihatku dan hendak pergi. “mba,ngbrol disini’kataku,mba dewi akhirnya duduk. “mba kok bolak balik aja?tanyaku. dia hanya senyum dan perlahan matanya melihat ke handuku. “mba mau lagi ya?tanyaku tersenyum,kulihat dia tersenyum.’mang boleh? Katanya,aku mengnguk. Dia kemudian menarik handuku,sesaat dia langsung jongkok dan mengulum kontolku. Tak lama kontolku kembli menegang “mba didalam yuk takut ada orang,dia setuju,kami berjalan kekamarnya,saat itu,aku mulai mengesek-gesekan kontolku di kemaluanya. “ji,kompornya matikan dulu gih?katnya,aku akhirnya keluar kamarnya tamap sehelai benangpun,saat kembali kulihat mba ayu telah terbaling dengan bantal menganjal pantat, aku langsung mengarahkan kontolku dan ahh,kudengar mba ayu mendesah saat kontolku mulai menerjangnya. “duh,enak ji”katnya,saat tetenya aku kulum,kami bergumul hampir setengah jam lebih,diatas ranjang ayahku sendiri dan juga istrinya,sampai akhirnya akupun mengejang diatas perut mba ayu. :gara-gara mba liat kamu telanjang,mba jadi gak tahan’begitu katanya ketika aku tanya kenapa dia mau berhubungan denganku. Aku sendiri tak mempedulikan alasanya,dan tak tahu mengapa aku menerima godaanya. Mba dewi masih sempat mengodaku,saat aku berjalan keluar kamarnya. “besok lagi ya?katnya.

Tapi kemudian esoknya,ayah sudah pulang,hinnga dua minggu kemudian,dia tak juga pergi,kulihat mata mba dewi selalu berkaca-kaca,rupaya mereka memutuskan untuk berpisah. “ji,nanti ayah pergi dulu semingu,kamu beresi baju,kita pergi ke mes ayah dulu”katnya.

Dan kemudian saat aku pulang sekolah,ayah sudah pergi,kulihat mba ayu juga sudah mengepak,hampir semua barangnya. Setelah makan,aku langsung menghampirinya. “maafkan ayah mba?kataku. “gpp ji,mba juga gak begitu sakit,kamu kan sudah pernah liat,mba jalan ma yang lain”katnya tersenyum. Rupaya mba ayu pnh melihatku juga. Mba ayu kemudian berdiri dan merangkulku. “mba pasti kangen sama kamu’katnya. ‘gampang mba,nanti kita janjian aja”kataku. “bener ya?kata mba ayu. Dia kemudian memeluku dan mencium bibirku. “kamu mau ga”katnya,aku hany menganguk,dan kubuka seleting celanaku,mba ayu senyum samba mengangkat roknya,sambil berdiri,akupun menngenjot mba ayu. Malamnya kami mengulanginya lagi,kami bahkan berlarian  telanjang bulat. 2 hari setelah itu, man tono datang,dia sudah dengar semuanya dari mba ayu. Sore itu,saat mba ayu pergi,mas tono terus mengempurku,sebelum pulang dia berbisik kepadaku. “enak mana sama mba ku?bisiknya,aku kaget. “gpp ji,buat pengalaman dan perbandingan”katnya.”mas 2 hari lalu kesini,asalnya mas kaget ngiliat kamu keluar telanjang dari kamar mba ayu”katnya. Aku hany diam dan tak mepedulikan ceritanya.

Dan pagi itu,aku telah mengenakan seragam sekolah,tapi mba ayu kemudian mengeluarkan kontolku dari dalam seragamku dan memasukanya kedalam momoknya. “nanti siang mba sudah gak kesini lagi”katnya. Setelah berjanji saling member kabar,aku akhirnya pergi sekolah. Siangnya saat pulang,ayah sudah berada di rumah. Besoknya kami langsung pindahan ke mes ayah

“kebetulan ji,tempat paling pojok kosong,dulu dsini bekas keluarga juga”katnya.

Akhirnya sejak itu,aku tinggal di mes ayah,dan sejak itu pula aku tak pernah bertemu dengan mas tono atau mba ayu. Hari-hariku kembali sepi,tapi kemudian,tak lama,aku kenal dengan teman-teman ayah yang tinggal di mes depan,mes yang diperuntukan bagi yang sendiri atau tidak membawa keluarga. Pertama,aku knal dengan pak makno,salah satu sahabat ayah. Pria kekar hitam,dengan kumis yang lumayan tebal. Lama-lam karena seringnya aku mampir ketempat mereka,kami jadi akrab. Kurasakan tingkahnya agak berbeda jika dekat dengan,entah perasaanku kuat,bahwa dia mempunyai kelainan sex juga, dan benar saja,hanya butuh 2 kali menonton vcd bokep,yang dia putar untukku,karena rayuanku. Akhirnya malam itu dia tak kuasa menahan syahwatnya juga. Saat aku mulai pura-puar ingin melihat kemaluanya,dia dengan senang hati memperlihatkanya. Kontol yang lebih besar dari mas tono itupun akhirnya dapat aku elus2,sampai akhirnya. ‘pak,masukin aja,tapi pelan2 ya?kataku. dengan sumeringah dia mengangguk,akhirnya malam itu,kami bergumul dikamarnya. Saat pulang,dia gembira,bahkan saat isi dompetnya aku ambil,dia sama sekali tak keberatan.

Dari dia,aku akhirnya diperkenalkan dengan sahabatnya. “minta duit yang banyak aja sama dia ji”bisik pak makno waktu itu,akhirnya aku bertemu pria yang tak kalah kekar dari pak makno,pria yang kata pak makno mempunyai kontol yang besar,ternyat benar. Dan hari itu,selain pak makno,pria itu denagn suka hati kulayani. Ya,aku mendapat sensasi lebih jika disetubuhi tak hany satu lelaki. Bahkan lebih dari 5 teman ayah yang tinggal di mess itu,telah menjadi alat pemuas sekaligus sumber uang bagiku.

Aku sendiri tak mengerti,mengapa aku lebih menyukai bergumul bersama pria-pria,daripada wanita,aku pernah merasakan keperawanan seorang wanita,tapi tak memberiku kenikamatan penuh,seperti yang kudapat bersama para lelaki..

Bahkan pernah,dalam satu malam,didalam kamar pak makno, aku nonton bokep berbarengan dengan lima teman kerja ayah. Mereka meneguk bir,sambil makan kacang, sampai akhirnya,salah satu teman pak makno ingin melihat kontolku yang bangun,akupun mengeluarkanya,tapi kemudian dia mengelusku. Saat dia minta ijin mengesekan kontolnya di pahaku,aku mengangguk asal dengan upah,salah satu teman ayah yang lain bilang,dia mau bayar lebih,kalau mau hisap,akhirnya aku setuju,kemudian ketika ada yang menawari uang untuk di sodomi,akupun mengangguk,malam itu,aku tak hanya melayani satu pria,tapi secara bergiliran,mereka menyodomiku. Disela tawa dan bau alcohol,kulayani gairah mereka denagn penuh kenikmatan, entahlah. saat itu aku berfikir, mungkin ayah sedang tidur juga bersama wanita lain, dimana disaat bersamaan,aku telah menjamu teman-teman ayah dengan tubuhku beliaku……………….(aji/tegal)

ayahku seorang gay (G)

•November 25, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Waktu kecil,sungguh,adalah masa yang sangat membahagiakan bagiku. Limpahan kasih sayang kurasakan dari orangtuaku. Pun secara materi,kami juga tidak kekurangan, hingga seringkali aku dihadiahi mainan2 yang membuatku merasa anak paling beruntung di dunia ini. Kasih sayang yang kuterima bertambah komplit,karena aku merupakan cucu pertama,maka ke dua kakek nenekupun sangat memanjakanku.

Kebagian yang kuterima lambat laun kurasa berkurang. saat usiaku sikitar 10 tahun, ibuku makin jarang di rumah karena kesibukanya. Tetapi ayahku,yang membuka toko dirumah,selalu mencoba menghiburku. Ya, ayah bagiku adalah sosok paling sempurna di mataku, belaiau selalu ada jika aku butuhkan, aku seperti tak berdaya jika tak ada ayah. Walau menurut orang lain,ayah terlalu santun dan lembut untuk ukuran seorang lelaki,tapi bagiku beliau adalah segalanya. Ketidak hadiran ibu yang makin sering,dengan alasan pekerjaan,tak berpengaruh banyak bagiku,walau aku merasa sedikit terabaiakn. Belakangan,seringnya ibuku sibuk,kerap membuat orang tuaku bertengkar. Walau ayah selalu membawa ibu ke kamar jika mereka beradu mulut,tapi aku mengetahui bahwa mereka ada masalah. Kadang aku merasa kasihan terhadap ayah,beliau selalu mengalah,jika ibu ada di rumah,ibuku bak seorang ratu yang terus dilayani oleh ayahku. Bahkan untuk mengambil air minumpun,kadang ibu menyuruh ayah. Sesekali aku suka merasa jengkel terhadap ibu. Tapi kepadaku,ibu juga selalu lembut dan tidak pernah marah meski ibu sedang kesal terhadap ayah.

Akhirnya,di usiaku yang 12 lebih,mereka memutuskan untuk berpisah, aku ingat betul waktu itu ibu baru pulang,karena memang sudah sekitar 3 bulan ibu memutuskan dian di rumah orang tuanya dulu. Sore itu mereka memanggilku, mereka tidak mengatakan cerai,tetapi akan tinngal  terpisah. Mereka mengijinkan aku untuk tinggal dimanapun kalau aku suka. Tak lebih dari seminggu,ayah meninggalkan rumah,pindah kerumah kontrakan,untuk sementara. Disana ayah kembali membuka toko. Sedang rumah yang kami tinggali,mereka akan jual. Ibu kemudian pindah kerumah nenek. saat itu,aku bingung,tapi karena sekolahku lebih dekat ke rumah nenek,aku jadi ikut ibuku untuk sementara.

Saat itu,merupakan mimpi buruk bagiku,hal yang tak pernah aku bayangkan sama sekali, ketika aku bertanya kepada ibuku,kenapa mereka tinggal terpisah,ibu hanya bilang suatu saat aku pasti mengerti,karena mereka sudah tidak ada kecocokan. Ayahku sendiri selalu mengajaku bicara. Menyakan perasaanku ketika itu. Beliau berusaha supaya aku tidak merasa menjadi korban. “mungkin ayah menyesali senua yang terjadi,tapi satu hal yang tak pernah ayah sesali dalam hidup ayah,yaitu,ayah mempunyai kamu,kamulah harta ayah yang paling berharga”. Begitu kata ayah ketika dia pertama kalinya membawaku ke rumah barunya. Saat itu ayah terus memeluku,dan kulihat matanya merah. Mata ayah memang sudah seminngu ini sembab. Jika ditanya,ayah hanya merasa bersalah terhadapku. Kata-kat ayah itu selalu aku ingat dan membuatku kuat.

Aku tahu bahwa mereka dijodohkan oleh orang tua. Tapi kulihat mereka cocok dan bahagia. Walau ibuku lebih dominan. Waktu itu aku bertanya dalam hati,apa benar rumor tetangga yang mengatkan ibuku mempunyai kekasih lain. Pertanyaan it uterus berkecamuk di kepala.

Hari pertama tinggal dirumah nenek,sungguh membuatku tersiksa,pagi hari,ibu membangunkanku,biasanya ayah yang melakukanya. Dengan langkah terseret aku berjalan menuju kamar mandi. Biasanya jika aku malas,ayah yang mengendongku,bahkan memandikanku. Ya, ayah tak jarang memandikanku,meski usiaku bukan anak balita lagi. Ayah memang  selalu melakukanya jika aku malas mandi.  Jika bujukanya tidak mempan,beliau akan mengendongku,dan mau tak mau aku mandi.

Hari itu,aku langsung ke rumah ayah,dan mengadu tentang kejengkelanku. “ya sudah,tak baik kalau selalu mengeluh,disini dulu aja,nanti sore ayah antar pulang.”katanya. hari sabtu pertama perceraian mereka,aku langsung menginap dirumah ayah. Ayah bersikap seolah tak terjadi apapun. Sore hari aku bahkan dimandikanya. ‘kamu kan sudah besar,harus belajar mandiri”kata ayah waktu itu.

Dan selang beberapa bulan,saat kurasakan burungku mulai gatal dan kemudian aku mengalami mimpi basah,aku tak ragu membicarakanya kepada ayah,karena kami sudah berjanji untuk saling terbuka dan tak boleh ada rahasia. Ayah bicara lembut sambil membelai rambutku. “nah,bearti kamu sudah besar,sudah balig,jadi harus hati-hati dalam bergaul.”katnya. meski begitu,sifatku tetap saja manja.selain itu banyak  Sifatku yang kata sebagian orang banyak sekali mirip ayahku.

Akhirnya kira-kira setahun setelah mereka berpisah,tak sengaja aku melihat ibu berjalan dengan seorang pria yang usianya mungkin sama dengan ibu.saat itu aku melihat mereka didalam mobil. Amarahku langsung mendidih, inikah jawaban atas semua pertanyaan ku, ternyata benar,selama ini ibu merasa kurang mendapat materi dari ayah, itu yang kufikirkan saat itu. Waktu itu,aku langsung ke rumah ayah,dan berdian diri di kamar. “ada apa,dari tadi gak makan?kata ayah. Ayah samapi menelpon ibu dan bilang aku akan menginap setelah aku bilang ke ayah tak mau pulang. Ayah terus membelaiaku,akhirnya aku bercerita tentang apa yang ayah lihat. “yud,ayah dan ibu sebenarnya sudah bercerai,jadi ibu berhak mendapat yang lebih baik,bukan salah ibu,itu sudah diatur Tuhan”itu kata-kata ayah,selainkata-kata lainya yang diucapakan ayah,guna member pengertian terhadapku. Akhirnya,akupun sedikit luluh,saat ayah menyuapiku didlam kamar. “ayah juga harus cari istri,buat urus ayah”kataku. “kalau ayah masih lebih suka sendiri,lagian nanti takut gak cocok sama kamu,mending kosentrasi cari uang buat sekolah kamu nanti.begitu kata ayah waktu itu.”apa ayh gak kespian?tanyaku. “kan ada kamu”kata ayah. “hayo mandi,ayah juga mau mandi,,dah mau magrib”kata ayah. Sore itu,dengan rasa sayang dan iba terhadap ayah,aku mengosok punggung ayah, hal yang bukan pertam kalinya aku lakukan,tapi saat itu,aku benar2 merasa sangat sedih. “kok ngelamun,cepat gosokinya,ayah keburu dingin,nanti kamu juga masuk angin”kata ayah.

Perlahan,aku mencoba untuk tidak selalu mengingat perpisahan orang tuaku, ayah menyuruhku untuk giat belajar,daripada mengingat  kejadian buruk dalam hidup. Ayah malah menyuruhku untuk meminta pendapat orang lain,sebagai bahan pertimbangan jika aku ada masalah. Dan biasanya aku bertukar pendapat dengan sahabatku,amir,yang setahun lebih tua dariku. Kebetulan orang tua amir juga bercerai,bahkan semenjak amir kelas 3 sd. Ayahnya yang keturunan arab,sudah meninggalkan ibunya demi wanita lain.”kamu masih lebih beruntung,keluarga kamu semuanya menyanyangi kamu’kata amir,yang mulai akrab denganku sejak aku ikut pramuka,walau akhirnya aku tidak melanjutkanya.

Dan akhirnya kira-kira tahun kedua perceraian ayah,terjadi hal yang diluar nalarku,hal yang akhirnya mengubah jalan dan pandangan aku akan hidup ini.

Pagi itu,ayah menelponku dan mengingatkanku untuk sekolah,dia malh menyakanku apa akn datang kerumah,aku bilang tidak. Tapi pagi itu jam pertam dan keduaku gurunya tidak ada,entah fikiran apa yang terbersit,aku akhirnya pulang tampa ijin. Asalnya aku mau pulang kerumah,tapi kira-kira jam 8 lebih,aku akhirnya memutuskan kerumah ayah. Saat sampai,kulihat toko ayah masih tutup,padahal waktu sudah jam 9 lebih. Aku akhirnya membuka pagar,dan kulihat di belakang toko,tersembunyi ada becak.aku sempat heran,mungkin ayah dibelakang,fikirku,saat itu kulihat keanehan lain,tirai jendela tertutup setengah.akhirnya dengan melewati celah sempit samping rumah,aku berjalan pelan,hendak aku panggil dari dekat kamar ayah,fikirku saat itu. Tapi saat mendekati kamarnya,aku samar mendengar orang cekikikan,akhirnya pelan aku dekati jendela kamar ayah,yang letaknya memang paling belakang. “kamu kamngen ya?kata ayah. “iya mas”kata orang menjawab,yang bikin aku kaget,yang menjawab suaranya seorang pria,sedang ayah suaranya sedikit dimanja-manjakan. Rasa penasaran menyelimutiku,pelan-pelan,aku mendekati jendela,dan mengintip di balik celah tirai. Sunnguh,pemandangan yang sangat tak biasa aku saksikan,saat itu seorang pria yang kebetulan aku kenal,sedang berdiri bertelanjang dada,dan mengenakan celana training. Yang menjijikan,ayah tengah asyik mengulum putting susu pria yang aku kenal sebagi tukang becak yang kadang mengantar ayah belanja. Sebut saja bejo,pria berusia sekitar 27 tahun itu,aku bahkan mengenalnya,karena pernah beberapa kali bertemu,bahkan aku tahu kira2 8 bulan lalu,ayah meminjamkan uang untuk pernikahanya. Ayah seperti bukan yang aku kenal,dia seperti seorang yang kelaparan dan terus menjilati tubuh kelam mas bejo,tubuh yang urat2nya seperti mau keluar itu,bagai mainan bagi ayah. Bahkan tak lama kemudian,ayah menurunkan celana mas bejo,dan tampa ragu langsung mengulum kontol mas bejo,kulihat mas bejo hany memejamkan matanya. “enak mana sam istrimu”kata ayah manja. “enak hisapan mas”kata bejo,seperti seorang penjilat yang berusaha menyenangkan ayah.tak lam ayah membuka sekuruh pakainya,saat itu mas bejo juga menurunkan celanaya. Dan untuk pertam kalinya,aku melihat kontol ayah yang tegang. Padahal selam ini,meski kadang  mandi bersama,tak pernah sekalipun aku melihat kemaluan ayah berdiri seperti itu. Mas bejo langsung berbaring dan ayah kembali mengulum kontol mas bejo,aku sebenarnya ingin pergi,tapi entah,kakiku kurasakan berat sekali. Sesaat kemudian,ayah naik diatas tubuh mas bejo,perlahan dia mengoleskan sesuatu di kontol mas bejo,kembali aku terbelalak,dari belakang dapat kulihat ayah berusaha memasukan kontol mas bejo, dan tak berapa lama,kontol itu dengan mudah masuk ke pantat ayah. Kulihat ayah mengerakan pinggul,percis wanita yang ada di film,yang aku tonton secar sembunyi-sembunyi bersama amir.

Melihat itu,aku seperti bukan melihat ayah,tapi melihat orang asing,tak lama,aya bergeser kesamping dan nungging,mas bejo seperti sudah tahu,langsung menancapkan kontolnya dan mengenjot ayah sambil memegang erat pinggang ayah.satu tanganya kulihat mengocok kontol ayah,adegan it uterus kusaksikan,sampai akhirnya ayahku mengambil baju miliknya dan menutup kemaluanya,dari mulutnya keluar kata-kata. “ahh,enak,enak”.sesaat kemudian,mas bejo pun mendesah hebat,hingga tubuhnya tersungkur di punggung ayah. Aku cepat-cepat pergi,dengan beribu fikiran di benaku.

Sejak kejadian itu,hampir seminngu aku tak ke rumah ayah,dan itu tentu saja membuat ayahku terus menelponku. Akhirnya aku fikir,nanti ayah curiga. Jadi aku kemudian datang. “ayah langsung percaya saat kubilang gak enak badan,jadi gak keman2 takut sakit”. Tapi sesekali dia menanyaiku tentang aku yang sesekali terlihat melamun. Aku bahkan sedikit menolak waktu diajak mandi bareng. “aku kan dah besar,mau belajar mandiri”kataku. Ayah sangat senag mendengar itu,walau tiap malam dia tetap berusaha mengeloni aku. Akhirnya sejak kejadian pertama itu,aku beberapa kali berusaha datang pagi jika ada waktu bebas,tapi tak pernah kupergoki ayahku lagi,samapi akhirnya,kira-kira 3 bulan kemudian,aku kembali mengintip dia bersama lelaki muda lain yang aku tak kenal,tak samapi 3 minngu,giliran mas bejo kembali yang aku lihat mengagauli ayahku.

Dan kemudian,suatu hari,aku sengaja memancing ayah berbicara. Malam itu,aku sudah dikamar ayahku menyaksikan tv. “yah,boleh tanya gak?apa ayah waktu nikah sama ibu masih perjaka?kataku. “iya’ mang kenapa. “gak,temanku cerita,dia sudah gak perjaka”kataku. “oh ya,tapi kamu masih kan?kata ayah. “iya”. “tapi yah,gimana kalau aku gak kuat nahan,dan kebabaslan”tanyaku. “ya,mudah2an jangan,nanti berabe kalau wanitanya hamil,mang dah punya pacar ya?kata ayah. “ada sih ya yang aku taksir,cantik”kataku berbohong. “iya,tapi hati2 ya,jangan berdua2 aja”kata ayah. “tapi gmana ya yah,kan kadang nafsu seringnya gak bisa dikendaliin?tanyaku. “ya iyah,susah juga”kata ayah. “temenku banyaknya bilang onani aja’kataku. “oh,mungkin lebih baik dari pada main perempuan,?kata ayah. ‘bahaya gak sih yah kalau kebanyakan onani”kataku. “kan dulu ayah bilang,biasanya persaan bersalah aja yang timbul,mang kenapa sih nanya2 gitu,kamu dah mulai onani ya?kata ayah. “gak ko yah”jawabku,aku tahu ayah pasti tidak percaya,dia kulihat hanya senyum. Pernah suatu kali ayah bertanya kenapa aku lam di kamar mandi,aku berbohong kencing. Tapi ayah senyum saat memakaikan celana dalam dan melihat kontolku  merah. “kalau nyabunin burung,jangn kenceng,nanti perih,pelan2 aja”kata ayah waktu itu,aku hany senyum. “soalnya aku suka diledek terlalu kalem yah,jadinya aku berusaha punya pacar”kataku. “ya,jangan alsannya itu,alasan harus cinta,supaya lanngeng”kata ayah. “nanti kaya ayah ya,kan dijodohin,jadi gak cinta bener”kataku. “gak juga”kata ayah sambil mencubit pinggangku. “yah,ada anak sma,ngajak ken alan,tapi cowok,terus mau kasih2 hadiah gitu,aku gak mau,kata teman-teman jangan2 dia homo”kataku. “iya,kamu harus hati,tapi ingat,kamu jangan sampai meperlihatkan ketidak sukaan kamu,kan gak ada orang yang mau jadi homo”kata ayah. Aku agak tertegun mendengar jawaban ayah,kalau gak ada yang mau,kenapa ayahku homo. “lalu kenapa dia jadi homo”tanyaku. “banyak factor,ada bawaan,salah gaul,coba-coba”kata ayah, “dulu aku ada yang ngeledek gitu juga ya,gara-gara akrabnya ma amir,jadinya males lagi pramuka”kataku. “yang ledek jangan didengerin”kata ayah. “kalau aku homo,ayah gimana?tanyaku. “wah,jangan samapi,amit,tapi apaun kamu,kamu tetap anak ayah dan ayah akan selau sayang kepada kamu. Entah,ayah selau bijak dalam menjawab, tapi ketika bersama pria,kulihat ayah seperti seorang gadis dilanda cinta,aku jadi bingung.

Hal-hal yang kusaksikan pada ayah,membuatku terus melamun,sesekali,bayangan badan mas bejo,yang berotot,dan berkontol besar,kadang menganggu fikiranku. Meski akhirnya aku mempunyai pacar wanita cantik,tapi disisi lain,bayangan pria yang menyetubhi ayah,atau bayangan wajah ayah yang sepertinya melambung ke angkasa kadang selalu terlinta. Hingga akhirny,rasa penasaranku mengalahkan segalanya. Hari itu aku sengaja menyakan amir tentang kaset,meski dia telah ke sma,tapi kami tetap berhubungan baik. “ada nanti kerumah aja ‘kata amir siang itu.

Akhirnya sore hari,aku main ke tempatnya. “ibu kamu ke mana?tnyaku. “biasa,jam 8 malam baru pulang. Kata amir. Akhirnya kamipun menyaksikan adegan demi adegan. Biasanya kami hany diam dan menonton tampa membahas.  Tapi saat itu aku bertanya kepadanya. “duh,gmana ya rasanya di isap gitu?kataku. “iya”kata amir. “mir kamu bangun gak?tnyaku. Amir mengangguk, aku juga.kataku. “arab katanya gede ya?kataku. “ah,biasa aja,tapi bulunya mayan banyak,sejak 6 sd,aku dah berbulu”katnya. “aku sih sekarang aja masih jarang. “lait coba”kata amir. “tapi kamu dulu aku liat”kataku. Amir akhirnya membuka seletingnya,perasaanku saat itu campur aduk,dan benar saja,kontol amir ternyata diatas rata2 anak sma,dengan sedikit melengkung dgn bagian atas batang lebih lebar. “aku mah kecil”kataku. “mana?kata amir melihat kearah kontolku,perlahan akupun membukanya. Itulah lama ini kalau nonton saling diam.”ah,mayan juga lagi,lurus lagi’kata amir.tiba-tiba amir meraba kontolku.akupun melakukan hal yang sama,kami saling cekikikan. “dah pnh ma cewe?kataku. “blum lah,takut hamil”aku mengangguk. “berani gak ngisap”kataku. “berani,asal kamu juga,aku kan lum pnh”kata amir. “tapi kamu duluan”kataku. Akhirnya perlahan amir mendekatkan mulutnya,aku antusias,malah celanaya makin lebar ku buka. Kurasakan nikmat saat amir mengulumnya,walau hanya gerakan ringan naik turun mulut,kemudian amir berhenti. “aku sekarang”kata amir,akupun melakukan hal yang sama,juga hanya naik turun mulut dan sebentar. “ih,rasanya aneh”kataku,dan kurasakan ada bulu nyangkut di gigiku,amir mengangguk dan tersenyum. “lagi yuk,tapi bareng”kata amir,aku mengangguk, akhirnya pelan tapi pasti,kamipun saling mengulum kontol,sampai akhirnya kurasakan ada aliran yang akan keluar. “aku mau keluar”kataku dengan nafas terengah. Amir cepat mengambil handuk,lalu,ahh,ahh, spermaku kutumpahkan di handuk. Kulihat amir mengocok kepala kontolnya,tak lama diapun mengambil handuk yang sama,akhirnya ahh ahh,sperma ami kulihat tumpah,jauh lebih banyak,malah kulihat urat-uratnya samapi seperti mau keluat saat kepala kontol amir kembang kempis. “enak ya,tapi janji,jangan bilang siapa2 siap ya?katnya,aku mengangguk.

3 hari kemudian,kami mengulangnya,bahkan kami berani saling mengisap payudara,saat itu aku berfikir,inikah yang ayah rasakan.usiaku belum lima belas,tapi aku mulai memahami nikmatnya bercinta dengan sesama. Lebih gilanya,hati kecilku berkata,aku ingin bercerita kepada ayah,hal yang selalu aku lakukan jika mengalami sesuatu,bahkan mimpi basahpun aku berani cerita,tapi apakah untuk hal ini aku berani, aku mungkin akan di kira ayahku gila.

Tapi akhirnya,akupun mencobanya,biar ayah fikir aku gila. Malam itu,aku tidur dikamar ayah,hawa sedikit panas,aku membuka bajuku dan hanya mengenakan boxer tampa celana dalam. Kupeluk ayah dari belakang,akupun bersikap tenang dan berusaha jail seperti dahulu waktu kecil. Kuraba-raba perut ayaah. “kamu ya,becanda ajah”kata ayah.”sana pake baju,nanti masuk angin”kata ayah. “panas gini’kataku. Pelan,aku mulai meraba bagian pusar ayah. “yah,burung ayah kalau bangun gede ga?kataku. ya biasa aja,kamu bukan dah liat”kata ayah,kemudian berbalik menghadapku,lalu dia menarik tanganku dan meletakanya dipinggangya. “belum kalau bangun,soalnya tidur melulu”kataku. “mang gak bisa bangun ya yah”kataku. “bisa,tapi harus sama cewe”kata ayah. ‘kalau sama aku dipegang,bangun gak?kataku. “ya gak lah,anak sendiri masa bangun”kata ayah.”aneh,ada apa nih,hayo cerita”kata ayah,aku asalnya menolak,tapi bujukan ayah kembali menenagkanku. “tapi ayah jangan marah”kataku,dia mengangguk. “aku dipegang2 orang yah,jadi keluar”kataku. Ayahku sedikit kaget,tapi kulihat dia tenag kembali. ‘Cuma dipegang aja kan?katanya,aku mengangguk. “siapa,pacar kamu?tanyanya,”hati2,awalnya megang,lam2 kebabslan”sambung ayah. “bukan yah,teman sekelas,co,waktu kemarin renag”kataku bohong. “wah,hati2,nanti melakukan lagi,lama-lama,kami jadi lebih jauh sama cowo”kata ayah. “ayah marah ya?kataku. “gak,tapi hati2 aja,kan kamu takut jadi homo”kata ayah. “kalau aku homo,ayah pasti gak ngaku anak lagi ya?tanyaku. “jangan ngomong ngelantur ah,ayah akan selau sayang,tapi jangan jadi homo ya?katanya. “mang napa ya?kataku. “kan dilarang agama”kata ayah.aku sempat diam,tapi kemudian kupeluk ayahku.”yah,kok aku jadi bangun ya?tanyaku sambil kukeluarkan kontolku. “ih nih anak,masukin,mana bulunya dah hitam lagi,malu dong”kata. Ayah. “aku ma ayah gak malu,kan kata ayah kalau ada apa2 ayah ingin ayah yang oertama tahu. Kataku. “iya,makasih ya dah jujur,mudah2 seterusnya kamu tetap terbuka sama ayah”kataku. “tapi ayah terbuka juga gak ma aku”kataku.kesempata fikirku waktu itu.”ya iya,mana ayah ada rahasia”kata ayah. “coba jujur,apa ayah benar2 cinta ibu?kataku. ‘kalu jujur,kamu marah gak?kata ayah. ‘aku janji gak akan marah apapun yang ayah ceritakan”kataku. “ayah sebenarnya tidak begitu cinta,tapi ayah gak tega menolak keinginan orang tua”kata ayah. “lalu ayah kenapa mau dinikahkan”kataku. “ayah hanya ingin menjadi anak baik,karena selam ini hidup ayah penuh dosa”kata ayah. “maksud ayah”tnyaku. “ya iya,ayah belum bisa balas kebaikan orang tua,jadi ayah merasa dosa”kata ayah.aku tahu bahwa ayah sedikit berbohong juga. “ada satu lagi,tapi ayah jangan marah,dan akupun gak akanmarah dan akan berusaha memahami ayah”kataku,”maksud kamu”kata ayah bengong sambil membelai rambutku. “aku png ngintip ayah sama mas bejo”kataku. Kulihat muka ayh merah. ‘kamu”kata ayah. “aku gak sengaja,tapi aku gak akan marah kok yah”kataku. Kami akhirnya diam,entah,aku hany menunggu ayah bicara. Tapi dia terus diam,malah memandang langit2 dan tak berani melihatku,kulihat sudut matnya mengeluarkan air mata. “ayah jangan nangis,mungkin sebaiknya aku tadi tak bilang. “gpp,ayah malah aneh,merasa lega,tak menyangka kamu sedewasa itu,mafkan ayahmu yang bejat ini ya?kataku. “aku juga dah sedikit bejat ya,he3’kataku. “maksud kamu,pasti kamu gak hanya megang”kata ayah mendelik. “sumpah yah,Cuma onani bareng,tapi kemudian megang punya teman?kataku berbohong. “sama siapa?kata ayah. “nanti kalau sdh siap pasti aku kasih tahu”kataku. “ah,paling amir”kata ayah. “ada deh’kataku.aku kembali memeluk ayah,sesekali aku iseng merba kontol ayah.  “kamu benar baru megang2 aja?tanya ayah lagi. “bener yah,sebenarnya kan ayah bilang,apapun ayah harus yang pertama tahu,asalnya aku malah ingin ayag yang onanin,tapi pasti ayah sangka aku gila”kataku. “iya,nanti ayah dikira ayh bejat dan gila”kataku. “tapi yah,kalau aku sih,lebih baik tahu dari ayah dulu dari pada orang lain”kataku. “maksud kamu ayah yang nyabunin ini kamu”kata ayah sambil meremas kontolku.aku mengangguk. “saraf kamu ya?katanya tertawa. “kan turunan ayah”kataku.’’ya mas bejo kontolnya gede ya?apa aku bisa segede itu nanti”kataku. “kamu kan masih numbuh,pasti bisa,sekarang aja gede mau ngalahin ayah”kata ayah .”masa”kataku sambil meraba-raba daerah kemaluan ayah. “ayah jangan marah yah kalau aku jujur dan gila”kataku. “gak lah,semua juga mungkin karena ayah juga’kata ayah. “aku sebenarnya maunya ayah yang pertam merasakan tubuh aku,atau sebaliknya, aku gak mau orang lain”kataku. ‘tapi mana mungkin,kita sedarah,nanti katanya bisa gila”kata ayah. “gpp,kalau gilanya bareng ayah,nanti satu rumah sakit”kataku,ayah tersenyum. “yah,sebenarnya aku mau tahu yang lain,aku mau tahu rasanya nyodok atau mungkin disodok,tapi sama siapa,sama teman aku gak mau, mereka takutnya dah pernah sama orang lain,masa mereka dapet yang baru aku sisa”kataku. “terus,maksudnya”tanya ayah. “ajarin aku yah,sodok aku”kataku pelan. “kamu ini,mana mungkin”kata ayah sambil meraba rambutku lembut. “gpp,aku rela,aku ingin tahu rasanya”kataku.ayah merangkulku. “ya yah..kataku.ayahku diam,entah,saat itu,itu merupakan tanda dia mengijinkan fikirku saat itu. Tanganku akhirnya kugerakan mencoba mrngusap pusar ayah,ayah diam dan hanya senyum,saat tanganku makin masuk,diapin hanya diam. “ayah marah gak?tanyaku,dia mengeleng.perlahan aku melepaskan celanaku,kulihat kontolku telah berdiri. “ayh buka juga dong”kataku, perlahan ayahku mulai menurunkan celanaya,kaosnya aku yang bantu buka,kami akhirnya telanjang bulat,kami sempat cekikikan. “ayah gak tega”kata ayah. “gpp ya”kataku. “terus habis gini ngapain”kata ayah. “kok ayah yang tanya?kataku sambil berbring diatas tubuh ayah.tiba-tiba,saat kontolku berdempetan dengan kontol ayah,kurasakan kontolnya bergerak. “ih,katanya gak bisa bangun”kataku. Ayah hanya senyum. “kamu sudah besar ya,ayah gak merhatiin,burungnya gede juga’kata ayah. “ayah mau,boleh”kataku, aku kemudian menyuruh ayah tengkurap,aku lalu memijat punggung ayah. “ayah,lotionya ditauh di mana?kataku. “ayah menunjuk lemari”aku membuka lacinya. ‘kok kamu tahu’kata ayah. “ngintip ayahnya kan bukan sekali,tapi ayah komk orangnya item2”kataku. “dasar”kata ayah. Saat aku mengoleskan lotion di kontolku dan kemdian menganjal perut bawah ayah. Ayah sempat berkata. “yud,mending jangan,kita dah terlanjur jauh,ayah gak mau kamu jadi rusak”kata ayah. “kalau gak sama ayah juga,nanti rusak ma orang,kalu mau rusak2 aja yah”kataku. Akhirnya ayah diam,. Ayah menyuruhku mematikan lampu,hanya ada cahaya samar2 dari luar karma. Saat perlahan aku mulai memasukan kontolku ke pantat ayah,kulihat ayah hanya memejamkan mata sambil terus tertelungkup,perlahan aku mulai memaju mundurkan kontolku ,sesekali keluar kata ah dari mulutnya. Hany kira2 15 menit,aku mengenjotkan kontolku di lubang pantat ayah. “yah aku mau keluar”kataku. Ayah kemudian bergerak,hingga kontolku lepas,dia kemudian enghadap kontolku. “keluarinya di mulut aya”katanya. “ayah gak jijk”kataku. “gak,ayah mau jadi yang pertama menelan sperma ank sendiri. Akhirnya kuraskan ayah menghisap kontolku,lembut,tapi kuat dan nikmat,akhinya akupun meregang dengan tangan ayah mendekap pantatku. Perlahan kuperhatikan kontol ayahpun sudah memerah,aku lalu menghisapnya walau ayah awalnya menolak,tapi kemudian,dia hany bisa meremas kepalaku lembut. Diapun kemudian menumpahkan spermanya,tapi diatas bantal. “jangn yud,jangan dimulut kamu,ayahkan sudah sering keluar”kata ayah.

Sejak itu,sesekali kami mengulangnya,bahkan kemudian,ayah yang pertama menyodomiku,walau dia terus terang berkata,tidak suka,lebih suka menjadi yang di sodomi. Aku sendiri akhirnya melakukanya dengan amir. Amir menjadi korban pertama kontolku,dia yang memang belum pernah dan tak suka di sodomi,terpaksa mau melakukanya jika aku minta,karena kesepakan kami yang harus menerima satu sama lain,walau akhirnyai aku kemudian menjadi lebih banyak di sodok amir. Bahkan bersama ayah,aku membuat sebuah kesepakantan. Aku membawa amir ke rumah,saat dia menyodoku,ayah yang berpura2 tak di rumah, mengintipku, begitu juga ayah,jika ada mas bejo,atau yang lain,tampa sepengetahuan mereka aku mengintipnya.  Bahkan ketika amir memperkenalkan dengan teman arabnya,yang berkontol jauh lebih besar dari mas bejo,tapi usianya lebih muda ,dan berbulu sangat banyak. Ayah dengan diam2 menyaksikan anak kesayanganya di gempur oleh 2 orang pria. Ayah sendiri menyukai teman amir,tapi kesepakatan kami untuk tidak saling membuka kebobrokan kami,membuat ayah hany bisa meniru adegan kami denag orang lain.

Aku sedikit lebih beruntung di banding ayah,karena rasa sukaku kepada wanita tetap ada,bahkan aku ingin suatu hari menikah dan berkeluarga……(yudi/pekalongan)

ketika paman pergi (N)

•November 24, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar


 

aku dibesarkan disebuah desa yang boleh di bilang tidak begitu ramai. Akan tetapi karena nenek memiliki anak yang lumayan banyak. Sehingga keadaan di rumah kami sedikit berbeda dengan tetangga yang lain. Aku sendiri sebenarnya hanya anak ke 2 dari 2 bersaudara,kakaku perempuan terpaut beda sekitar 5 tahun denganku. Keadaan keluargaku sedikit kurang beruntung di banding saudara-saudar ibu yang lain, ayahku hanya seorang pekerja serabutan,sedang ibuku sesekali menjadi tukang cuci. Oleh sebab itu,sejak kecil kami telah banyak ditolong oleh saudara2 ibu yang lain, kakakku sendiri sejak kecil sudah tinggal bersama kakak perempuan ibuku yang paling besar. Meski saudara-saudara ibu sudah mempunyai rumah sendiri,tetapi jarak yang tak begitu jauh,menjadikan anak2 mereka lebih sering tinggal di rumah nenek.

aku sendiri tinggal bersama nenek. diantara semua cucu nenek,aku termasuk anak yang sedikit kurang pintar,atau dengan kata lain bodoh dan polos. Sehari-hari,sudah menjadi makananku,jika aku menjadi bahan ledekan,atau jahilan dari saudara-saudaraku. Meski begitu,aku tidak pernah merasa sakit hati. Diantara semua saudara ibu,aku paling dekat dengan pamanku,adik ibu paling kecil. Belaiau merupakan paman yang baik. Sebenarnya paman menyangi semua keponakan, tapi perasaanaku mengatakan aku jauh lebih disukai di banding anak lain,terbukti jika member uang,aku selalu mendapat lebih.

Pernah suatu kali,aku tidak naik kelas,ketika semua mencemooh,pamanlah yang berusaha menenangkan hatiku. Kata paman,tidak semua orang pintar dipelajaran,mungkin di hal lain,seperti aku,kata paman, sifatku lebih baik dibanding keponakan lain.aku orangnya jujur,begitu kata paman. Itu lebih penting di banding pintar tapi gak baik.

Paman sendiri bekerja di luar kota,biasnya sabtu mingu baru pulang. Saat usiaku 9 tahun,paman akhirnya menikah,denagn seorang wanita yang usianya 8 tahun lebih tua dari paman,saat menikah,paman sudah berusia sekitar 34 tahun.dan ternyat,paman menikahi seorang wanita yang baik juga dimataku. Menurutku paman sangat beruntung. Awalnya 1 tahun pertama pernikahan,mereka tinggal bersama kami,dirumah nenek,tapi kemudian,mereka pindah,walauapun rumahnya tidak begitu jauh,hanya 15 menit jika mengunakan sepeda dari rumah nenek. menjelang tahun ketiga pernikahan mereka,pekerjaan paman mengharuskan paman sering berkeliling kota kota besar,,hingga kadang baru dua mingu bahkan sebulan paman baru pulang.

Entahlah,karena mungkin ketidak hadiran momongan yang tak kunjung datang,membuat mereka jauh lebih memperhatikanku,bahkan secara terus terang,paman bilang ke ibuku,untuk biaya sekolah,orang tuaku tak perlu kwatir. Memang sejak menginjakan kaki di bangku sekolah,pamanlah yang banyak membantuku. Hingga akhirnya,permintaan paman untuk menemani bibi jika dia tidak ada,tidak aku tolak,begitu juga dengan orang tuaku,mereka malah kelihatan jauh lebih bahagia dibanding aku.

Lamakelamaan,hubunganku dengan bibiku makin terjalin erat,bahkan akhirnya sejak masuk smp,aku memutuskan untuk tingal dengan mereka sepenuhnya. Tak jarang bibi selalu tertawa melihat tingkahku,atau mungkin kebodohanku, dari aku juga,bibi kadang dering berusaha mengorek masa lalu paman,terutama mengenai gadis2  dikampung yang pernah dekat dengan paman, jika keponakan lain kebanyakan berusaha member kesan bagus untuk paman,aku sendiri bicar apa adanya,karena paman yang menyuruhku. “gpp,bilang aja semuanya,kan masa lalu ini”katnya waktu itu. Ya,sebenarnya pamanku termasuk orang lumayan juga,pacarnya bahkan banyak,kata ibuku sejak smp,paman memang banyak disukai orang teman-teman wanitanya. Kata ibu,paman sepenarnya tidak pintar,tapi dia sangat rajin. Kepolosankulah yang mungkin membuat bibiku senang juga terhadapku.

Sejak pindah,perhatian bibiku,kurasa makin besar. Bukan hanya perhatian sekolah,tapi kasih sayangnya kurasakan besar pula. Tak jarang dia mengusap kepala dan menbelai kepalaku,jika aku melakukan hal bodoh atau menjadi ledekan orang lain. Mungkin,hanya badanku yang besar,tapi perkembangan tingkahku agak telat,aku malah lebih sering main dengan anak-anak sd dibanding teman sebaya.

Dan suatu hari,aku paman dan bibi asyik menonton tv,tiba-tiba paman bertanya. “kamu sudah liat bokep ya,andi yang bilang”kata paman. Aku menganguk.”tapi dia juga pernah”kataku. “kamu liat di mana?tanya paman. “dulu sih,waktu sd,di saudaranya pak rosid”kataku. “kalau andi?tnyanya,menayakan salah satu saudara kami juga. “gak ah paman,aku dah janji gak bilang,pokonya masih disaudara liatnya’katnya.mata paman mendelik,tapi kemudian dia berkata,”ya sudah”kata paman,sambil tersenyum.

Ketika paman pergi bekerja,bibi menyaiku juga. “mang andi nonton di rumah siapa,pasti ical,yang nakal kan dia?kata bibi. “aku dah janji gak bilang bi”kataku. Bibiku tersenyum.”ngomong2 kamu dan mimpi?tanyanya,aku menganguk,”sejak kapan,?.”akhir sd bi”jawabku. “wah lum lam juga”katnya,”mang kenapa bi?tanyaku. “gpp,hati2 aja kalau bergaul,dan jang sering nonton yang gitu”katnya. “baru 2 kali kok bi”jawabku tampa dosa.

Dan akhirnya,dua minguan setelah itu,aku ingat betul,paman baru pulang,malam hari aku telah terlelap,aku terbangun dan ingin kebelakang.tapi niatku membuka pintu aku batalkan,karena kudengar suar desah orang di ruang tv yang tak begitu jauh dari kamarku. Akhirnya rasa penasaranku membawaku mendekati jendela dan berusaha mengintip,untung kamarku selalu aku matikan lampunya jika tidur,jadi didalam aku leluasa bergerak.jantungku degdegan saat kulihat,tv menyala dan adegan mesum telah diputar disana,sementar di bangku panjang yang menghadap tv,kulihat paman telah melakukan sesuatu. Aku tahu dia sedang apa,walaupun badan bibi tertutup sandaran kursi panjang,dan hanya ujung kepalanya yang terlihat dipinggir kursi,tapi melihat posisi paman yang duduk dihadapanya,dengan bagian atas tampa penutup,aku tahu dia sedang menggauli bibi.paman sepertinya kosentrasi dengan bibi daripada adegan di tv, sesaat kulihat paman menengadahkan kepalanya sambil bersuara ahh, kemudian dia berjalan mendekati meja dan mengambil remote,dan benar dugaanku,karena paman tak berpakaian sama sekali.

Itu pertama kalinya aku melihat adegan paman dan bibi,esok harinya,saat bibi ke pasar,aku pura-pura merapikan tv,karena ku tahu,ada kaset tergeletak diatasnya. “paman,katnya jangn sering liat,ini apa?kataku sambil memperlihatkan 2 kaset bergambar tak seononh. “ih,pamankan sudah menikah”katnya. “pantes semalama rebut”kataku. “oh,kok kamu tahu,ngintip ya?katnya. “gak,aku mau pipis,jadi gak jadi”kataku. “kamu ini,badan kamu aja yang gede,tapi masih oon”kata paman. Paman memang kadang meledeku begitu. “ya sudah,jangan certain samasiapa2 apa yang kamu liat ya,paman nanti malu”katnya. “aku mengangguk,setelah sekali lagi menyakinkanku,paman akhirnya tersenyum,ya dia memang tahu,aku akan merahsiakan apapun,jika aku di minta,dan paman memang sangat mempercayaiku. “paman,boleh liat ga”kataku. “jangan ah,nanti ketahuan orang”katnya. “gak bilang sapa2 kok,ke bibi juga gak kan bilang”kataku. “bentar aja ya,nanti bibi kamu pulang”katnya. Akhirnya hanya sekitar 10 menit aku melihat,sebelum paman mematikan dan membawanya ke dalam kamar,aku sempat agak ngambek.tapi kemudian tersenyum,saat paman meraba burungku,. “tuh,gak baik,jadinya tegang burung kamu “katanya. “biarin aja,nanti juga tidur lagi”kataku. “kamu dah pernah onani?katnya, aku menganguk,”sekali paman,tapi gak mau lagi,perih,kencing jadi sakit”kataku. “mang kamu make apa?tanyanya. “aku gsok pake sabun,temanku bilang gitu”jawabku. Pamanku hanya tertawa,tapi kemudian kami diam,karena kudengar pintu diketuk.bibi pulang.

Sejak itu,ketika ada paman,aku jadi lebih dekat,aku selalu menyakan paman kaset jika dia ada dirumah,tentu saja tampa sepengetahuan bibi,tapi rupaya pamanku tak pernah membawa lagi. Begitu katanya.hubunganku dengan bibi pun makin tak canggung,malah kadang,mereka berbicara menyerepet hal porno. Membuat kami bertiga tertawa. Bahkan suatu hari,ketika aku tak sengaja mengaruk kontolku waktu mau mandi dan hanya andukan,bibiku berkata,”tuh liat,pasti bulunya dah banyak”katnya sambil mencolek paman.”masih gak ada kok bi’jawabku. “masa,kan sudah mimpi”katnya. “ya,kalau diperhatiin sih mungkin ada’katnya. Pamankua tiba2 merangkul aku dari belakang. “kita buktiin”katnya hendak menarik handuku,aku menahanya erat.”paman jangan,malu”kataku agak marah.”ha ha ha. Iya sih dia masih lum jelas benar”katnya.mungkin sebentar lagi. Pamanku memang pernah beberapa kali melihatku kencing,kadang jika diajak berenag,aku dan paman suka mandi bareng. Dan biasanya jika kita membicarakan hal-hal porno,paman selalu mengingatkanku untuk tidak bercerita ke orang lain,aku selalu mengiyakanya.

Sampai akhirnya suatu hari,aku kembali terlibat percakapan dengan pamanku,saat itu,bibi pergi ke orangtuanya membawa oleh2 dari paman. Entah siap yang memulai,saat itu aku bertanya mengenai malam pertama paman,akhirnya paman cerita,bahwakan dia sepertinya mengajariku jika nanti aku menemukan wanita. “tapi bibi memang sexy ya paman,terus kalau tidur,suka berantakan”kataku. “iya,malah pernah,waktu tidur,paman kerjai,sampai pagi dia gak sadar,gak tahu?katnya. “masa sih paman?kataku.”iya,waktu itu dia kan tidur menyamping,apaman buka aja kainya,terus pelan-pelan paman masukin,gini”katnya,sambil meperaktekan ke bantak guling. Aku cekikikan.”kan pake celan paman,gman masuknya?kataku. “bibi kamu kalau tidur jarang make celana,panas katnya,liat,kan kadang bh juga gak pake’kata paman,aku hanya mengangguk. “eh,nanti jangan kamu cobain ya”katnya tersenyum. “ya gak lah paman”kataku. ‘tapi paman suka kasian,cewek biasanya 2 kali semingu pingin gitu,tapi paman Cuma bisa sebulan sekali”kata paman. “mas sih pama?tanyaku. “iya,malah waktu awal nikah tiap hari,makanya suka kasian,kamu coba perhatiin,pasti dia kadang suka cemberut sendiri”kata paman. “iya paman,kalau aku tanya kenapa?katnya kangen paman”jawabku. “tuh kan,sebenarnya itu tandanya mau”kata paman. “iya,jadi kasian ya paman,coba kalau bias aku bantu”kataku. “he he,iya ya,coba kalau kamu bisa bantu,”kata paman. “tapi paman berterima kasih kok,kamu dan nemani bibi selama ini”katnya. ‘paman juga bayarin aku sekolah”kataku. ‘ngomong2 gmana ya supaya kamu bisa bantu”begitu kata paman,aku hany melongo. “eh,kalau gak,kalau lagi cemberut,kalau lagi tidur,kamu gituin ja,he4,pasti gak sadar dan besoknya pasti senyum. “ih,paman,gak berani ah’kataku. ‘paman gak marah nanti”kataku. ‘he5,kalau orang lain,paman pasti bunuh,kalau kamu sih,gpp”katnya tertawa. “ih paman”kataku. “kalau bibi bangun,pasti aku dibunuh”kataku. “ah,gak bakalan bangun,malah dia merem,sambil pegang burung paman bantuin masuk,trus dia ngorok lagi,mungkin fikirnya mimpi,kamu kan kalau mimpi juga kayaknya bener terjadi kan?kadang bangun,terus tidur lagi”kata paman,aku mengiyakan,karena memang kadang mimpiku begitu. “paman,kok gak pnh bawa kaset lagi,akukan ingin liat”kataku. “sebenarnya suka bawa,tapi diputarnya di kamar,takut ada yang ngintip”kata paman tertawa.”paman liat dong”kataku merajuk.akhirnya setelah mewanti-wanti obrolan tadi,akhirnya pamanpun memutarnya walau katnya hanya satu adegan saja,aku setuju,akhirnya kamipun melihat,paman mengusap-usap kepalaku saat itu.

Saat hari senin subuh,ketika paman akan berangkat,saat bibi di kamar mandi,paman berbisik. “jagain bibi ya,kalau bisa tolongin dia kalau cemberut”katnya sambil tersenyum. “paman ih’kataku. ‘paman kasetnya di bawa pulang ya?bisiku. “gak,di laci bawah,dikamar,liat aja kalau mau,tapi ingat,pas bibi gak ada,dan jangan kasih tahu siapa2,awas kalu ada yang tahu,paman akan balikin kamu ke ibumu dan bilang kamu nakal bongkar sendiri”katanya,aku mengguk sambil mengacungkan jempolku. “ada apa nih senyum2 “kata bibi yang baru keluar wc. “gak,katnya dia tadi malam mimpi basah”jawab paman. “masa?mimpi ma siapa?kata bibi. “gak bi,bohong”kataku,mereka hanya tertawa.

Sebenarnya aku sudah lupa percakapan dengan paman,difikiranku hany ingat kaset bokep,tapi sungguh,karena aku masuk pagi dan bibiku kepasarnya pagi juga,aku jadi gak ada kesempatan. Bibiku heran tiap siang aku selalu dirumah,padahal bias any bersepeda keluyuran,tiap hari aku membuat alasan berbeda.bibiku hany senyum dan geleng2 kepala. Lebih 2 minggu setelah paman pergi,bibiku terlihat murung,aku langsung ingat cerita paman. Sore itu akupun mengajaknya ngobrol. “bibi rindu paman ya?kataku. ‘iya sih,tapi sebenarnya bukan pamanya yang bibi kangenin”katnya. “apaya bi?kataku antusias. “ah,kamu pasti gak ngerti,ini masalah orang menikah. “oh,”kataku.padahal aku sedikitnya tahu.”pokoknya ingin dipeluk aja”kata bibi.”di peluk di ranjang ya bi”kataku. “he3,kamu tahu aja”katnya. “coba kamu bisa bantu”kata bibi. “yak an pasti beda bi meluknya”kataku. “bibi hanya tersenyum”senyum. “eh,bibi mau ke jalan dulu,mau beli makanan,kamu ikut yuk?katnya. “gak bi ah di rumah aja’kataku.”tumben,hayo ikut”katanya,bibiku memaksa,tapi aku pura2 mau kerjakan pr, bibiku agak bengong kulihat. Tapi dia kemudian berkata. “ya dah,paling sejaman pulang,kamu mau apa?katnya. apa aja bi. “kataku. Saat pergi,aku langsung membuka laci kamar,hari sudah magrib,saat aku mulai menutup jendela. Dan kemudian cepat aku memutar film. Hany setengah jam aku putar,karena takut bibiku pulang,akupun cepat-cepat merapikan kasetnya. Bibi benar,jam 7 an,bibi sudah kembali membawa bakso dan maratbak, aku langsung melahapnya,tapi fikiranku penuh dengan adegan2 tadi.

Kira-kira jam 9,kami menonton tv,.”nanti tiduran ditengah dsini aja ya,temani bibi,didalam panas.aku mengangguk,kami kadang memang suka berleha2 di depan tv.saat itu tak sengaja,bibi yang mengenakan kain,pahanya sedikit terlihat,entah fikiranku jadi sedikit kacau. ‘kalau nanti bibi ketiduran,gak sah dibangunin,bibikan susah bangunya,kamu nanti pindah aja,atau gak tidur disini aja temani bibi”katanya. “iya bi”jawabku.”kamu kalau tidur suka kedengeran orang ga?kata bibi. “gak bi,aku juga kalu tidur suka gak ingat,malah kalau ada yang nampar gak kerasa”kataku. “masa?bibi juga,malah kalau ada yang merkosa,bibi gak tahu,he3”kata bibi,aku mengangguk, karena aku takut ketahuan waktu malam bangun dan gak bisa tidur. Jam 10 lebih,kulihat bibiku tertidur,entah jantungku terus deg-degan,lampu dekat tv dimatikan,hanya ada lampu dari dapur dan samping rumah.tiba-tiba kulihat paha bibi kelura dari kainya. Jantungku berdegup kencang,teringat kata2 paman, perlahan aku bergeser ke bawah dekat kaki bibi,rasa penasaranku menyergapku,aku menoleh,berusaha mengintip,kulihat muka bibi ditutupi bantal dari samping. Akhirnya aku menyalakan lampu. Perlahan aku duduk kembali sambil pura2 megang buku. Sunnguh,jantungku berdegup kencang,benda hitam berbulu milik bibiku Nampak,walau tertutup kain,tapi lumyan jelas. Aku tak lama melihat,cepat2 aku matikan lampu kembali. Aku akhirnya mematikan tv,dan berbaring disamping. Mataku tak bisa aku pejamkam.waktu jam 11 lebih,tapi mataku tak dapat tidur,kulihat  posisi bibi agak menyamping,dgn badan sedikit melengkung,dengan kaki kebelakang,hingga seperti menonjolkan bagian momoknya,saat itu,kainya terkulai,hingga paha dalamnya terlihat. Perlahan aku menarik kain yang ada di bagian bawah paha,dengan gerakan pelan,aku menariknya,dan dengan mudah,bagian yang menutupi momoknya terbuka,jantungku kembali berdegup kencang.entah apa yang menbuatku berani,pelan,aku mecoba meraba bulunya,dan kemudian aku makin merepatkan tanganku pelan,kuperhatikan muka bibiku masih tertutup bantal bagian pipinya. Sesaat tanganku aku letakan di lutut,untuk memastikan dia terlelap,dan benar saja dia tidak berobah,akhirnya kembali pelan-pelan aku meraba momoknya,lembut sekali kurasakn bulu-bulu itu,lalu aku mencoba mencari lubang denagn ujung telunjuku,aku menemukan belahankusentuh pelan2 sekali. Saat itu kurasakan kontolku sudah mengeras juga.akhirnya perlahan aku mengeluarkan kontolku,aku kemudian mendekatkanya ke momoknya. Posisi bibi yang sedikit melengkung dan menyamping,memudahkanku mendekatkan kontolku,kain yang membuka lebar ditengah,bagian atasnya aku rapikan hinnga menutup sedikit bagian samping momoknya. Aku berusaha memancari lubang dan menekanya,tapi sungguh susah,aku takut bibiku terbangun,5 menit aku hany mendiamkan kontolku,sesekali hany bergeser naik turun,tapi tiba-tiba kulihat tangan bibi bergerak diletakanya satu tangan dip aha atasnya,aku sempat cepat-cepat menarik kontolku,tapi saat kulihat setelah itu dia diam,aku kembali mendekatkan kontolku.kembali aku berusaha memasukanya ke lubang yang aku temukan,tapi tetap sulit,tiba-tiba,perlahan tangan bibi bergerak,aku tak sempat menghindar,saat lembut tanganya memegang kontolku,kemudian perlahan dia tekankan ke momoknya,dan sunnguh,kurasakn nikamt,apalgi saat kontolku makin dalam,perlahan tubuh bibi bergerak maju,hingga kontolku makin dalam,gerakan halus,tapi membuat badanku bergetar,kontolku sudah masuk setengah ketika dia kembali meletakan tanganya dip aha,aku teringat pergaan paman ke bantal guling,pelan aku mulai menancapkan kontolku lebih dalam,kemudian menariknya,nikamt kurasakan,kontolku berdenyut, munkin hany sekitar sepuluh kali aku memaju mundurkan kontolku,samapi akhirnya kursakan cairan keluar didalam momok bibi,dibarengi denyut kontolku. Aku sempat merasa kwatir bibiku bangun,tapi saat pelan-pelan kontolku terkulai keluar,aku mersa lega dan nikmat luar biasa masih kurasa dikepala kontolku. Aku sampai mengambil handuk,dan pelan-pelan aku usap momok bibi. Aku tak merasa takut,karena kata paman,paling bibi merasa mimpi basah.

Aku cepat-cepat kembali ke kamar,malam itu aku tak dapat tidur,saat subuh ketemu bibi,aku tak berani menatapnya,tapi kulihat pagi itu bibiku ceria sekali. Aku jadi agak tenang,apa kata paman ku benar fikirku,tapi apa aku bilang paman?sungguh aku tak berani. Siang hari saat pulang,bibiku telah membelkanku makanan banyak,aku akhirnya semakin merasa yakin. Kira2  empat hari setelah itu,kami kembali asyik ngobrol depan tv, “bibi kangen paman lagi,rh tahu ga?katnya. “apa bi’tnyaku. “kemarin ini bibi mimpi ketemu paman,jadi rindu bibi terobati,mudah2an mala mini bibi mimpi lagi”katnya. “emang mimpi apa bi?kataku. “mimipi basah”katnya. “mang perempuan bisa mimpi juga?tnyaku. “emangnya Cuma lelaki aja”katnya. “kamu kalu tidur,kalu ada yang jail kerasa gak?kata bibi, “gak suka kerasa bi”kataku. Waktu belum jam 9 tapi aku telah pura2 terlelap depan tv,bibiku mengikutinya. Mungkin sekitar 1 jam,tiba-tiba kurasakan usapan-usapan di pahaku. “duh,dasar,kok sudah tidur”kudengar bibiku berguman. Aku hanya diam saja. Tapi lama-lama kurasakan usapanya makin mendekati daerah kemaluanku,aku hany diam,saat itu,aku tahu bibiku sudah mematikan lampu,bahkan lampu dapur dia matikan.usapan bibi makin berani,dia malah meremas-remas kontolku,kemudian kurasakan dia membuka seleting celanaku,kembali dia meremas celana dalamku,saat itu kontolku telah muali bangkit. Sungguh,saat itu,aku hany bisa pura2 tidur,samapi kemudian kurasakan tanganya mengeluarkan kontolku pelan,sesaat kurasakan kontolku seperti di hisap-hisap,sunnguh nikmat,tapi aku tak kuasa,rasa geli menjalar,akhirnya,kurasakan spermaku muncrat didalam mulutnya. Kurasakn tangan bibi merapikan celanaku,sebelum akhirnya langkah kaki berjalan menjauh,dan kudengar pintu kamar ditutup.

Aku tak pindah ke kamar,ku dengar bibi berkata. “kamu sudah bangun,cepat nanti kesiangan”katnya. Aku langsung mandi,bibiku tak berkata apa.aku masih tak bicara,karena bingung mau apa yang akan diomongkan. Tapi bibi bersikap seolah tak terjadi apa2. Sore hari saat aku hendak mandi dan hany memakai handuk,bibi menyapaku pas melintas dapur . “to,sini”katnya.aku mendekati bibi.”ada apa bi”kataku. “bibi mau liat penasara,boleh ya”tiba-tiba bibi bilang begitu,aku hany diam. Aku tak sempat menjawab,dan mendiamkanya meraih handuku dan membukanya. “ih,dah keliatan ya bulu nya?katnya,aku mengangguk. “bi,udah ah,nanti paman tahu”kataku. “ya kalau kamu gak bilang,dia gak tahu,gpp,tenang aja”katnya.”bibi kamrin mimpi paman masukin ininya,jadi bibi kfikiran terus”katnya.deketin ya?katnya menarik kontolku mendekat ke bagian momoknya. “tapi bi”kataku. “sudah gpp,kamu sntai aja”katnya,aku hany diam dan menurut,pun ketika bibiku menyelipkan kontolku masuk kedalam belahan kainya,aku hany diam,kurasakan ujung kepala kontolku menyentuh benda berbulu,membuat kontolku langsung mengeras.perlaha bibi menyingkapkan kainya,dan kulihat momoknya telah rapat denagn kontolku.bibiku menariku mengikuti tubuhnya yang berjalan mundur mendekati meja.saat pantatnya menyentuh meja,ikatan handuku dia lepaskan,kemudian dia melepaskan ikatan kainya,tampa basa basi,bibi meraih kontolku dan memasukanya,kurasakan nikmat,setelah masuk,kurasakan tangan bibi mencengkeram pantatku dan memaju mundurkanya,aku mengikuti gerakan tanganya,samapi akhirnya dua tanganya dia lingkarkan dileherku.aku terus mengenjotnya maju mundur. “to,enak gak?katnya,aku mengangguk,dia kemudian menciumi bibirku. “makasih dah bantu bibi,bibi Cuma pingin ini aja”katnya sambil meraba batang kontolku. ‘enak banget to,gak nyangka kontol kamu gede”katnya.aku hanya terus mengenjotnya,sesekali dia mengeliat.kurasakn momoknya makin basah,peluhku terus mengalir,sampai akhirnya,akupun mendekapnya erat,dibarengi dengan desahan ahh dari mulutku.

Sejak itu,kami tak ragu mengulangnya.diusiaku yang baru berjalan 14,aku telah merasakan nikmatnya dunia. Entah,aku sendiri sangat menikmatinya,bahkan hampir tiap minggu kami melakukanya. Yang mebuatku heran,setiap paman akan berangkat kerja,dia selalu menitipkan bibi,dan menyuruhku untuk membahagiakanya. Tahun ke 6 pernikahan paman,akhirnya ku dengar bibi hamil,paman sangat senang,bahkan dia mengadakan syukuran. Saat aku di sma,aku kemudian berkenalan dengan wanita lain selain bibi, rata2 usianya lebih tua dariku. Sejak kelahiran bayi,hanya 2 kali kami melakukanya lagi,setelah itu,aku tak mau lagi,walau bibi kadang menayakanku,apa aku ingin bersenggama. Karena setelah itu,aku bisa mendapat kepuasan dari wanita lain,selain bibiku…..harto/jambi

orang tua asuh (Bi)

•November 24, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

tak kusangka hidupku berubah ketika aku menolong seseorang, dan ketika niat untuk menolong juga aku mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupku.

Aku terlahir dari keluarga yang boleh dibilang sedikit kekurangan, di sebuah dusun yang penuh dengan persawahan. Bapaku seorang petani sewaan,sedangkan ibuku,hanya membuka warung mie instan kecil di pinggir jalan. yang boleh dibilang jarang sekali lalu lalang kendaraan. Walau demikian,hidupku kulalui dengan kesahajaan. Aku yang memiliki dua adik perempuan yang masih kecil,sehari-hari membantu ibuku atau kadang membantu ayahku jika dia minta.

Kisahku berawal ketika dipertengahan kelas 6 sd, ada sebuah mobil mogok tak jauh dari tempat kami berjualan. Kulihat seorang pria,berbadan bersih,berusia sekitar 35 tahun,keluar dari mobil dan berusaha mengesampingkan kendaraanya. Aku yang berjarak sekitar 200m, merasa tak tega melihatnya,lalu aku berlari kearah mobil tersebut . “saya bantu ya pak”kataku waktu itu,si bapak menganguk. Setelah mobil berada dipinggir,kulihat bapak tersebut menendang-nedang ban belakang. Kemudian dia membuka kap mobil depan dan sedikit asap mengepul disana. ‘wah,disekitar sini ada air gak ya?tanya si bapak. “ada pak,biar aku ambilkan?kataku.”jauh ga?katnya sambil melihat sekitar.”gak pak,diwarung sana ada sumur”kataku.”itu warung mie ya?biar bapak ikut”katnya, kamipun berjalan. Bapak tersebut membawa 2 botol besar bekas minuman kosong.

Akhirnya bapak itu,sebut saja pak arif, memesan mie,setelah itu dia ngobrol bersama ibu,dan kemudian sesaat kemudian saat ayahku datang,dia ngobrol bersama ayah,aku sendiri setelah menolongnya mengisi air ke botol, langsung duduk didalam warung. “kelas berapa de?katanya. “6 pak”jawabku. “oh,kirain dah smp,bongsor juga kamu ya?katanya,bapak hanya tersenyum. Kemudian dia asyik kembali ngobrol bareng ayah. Akhirnya ayh menolongnya menganti ban mobil,aku sendiri disuruh ayah mengembalikan cangkul,sekalian melihat adiku yang dijaga nenek.

Dari situ,aku sendiri tak tahu apa yang dibicarakan pak arif dengan ayah,yang jelas malam harinya bapak dan ibu kelihatan gembira. “do,kalo mau,kamu nanti ikut pak arif ke kota,beliau mau menyekolahkan kamu,sambil kamu bekerja”kata ayah.” Syukur ya do,akhirnya kamu gak usah takut gak bisa melanjutkan ke smp,tapi terserah kamu aja mau apa ga?begitu kata ibu. Entah,aku mesti senang atau tidak, yang jelas saat itu aku merasa hanya ingin bisa sekolah.

Singkatnya,setelah aku selesai mengikuti ujian terakhir kelas 6,bapak menelpon pak arif,dia bilang setuju. Pak arif sendiri akhirnya datang kembali,karena memang tugas dia sering keliling kota,saat itu pak arif membawa aku dan ayah bersama,untuk sekedar melihat tempat beliau. Sungguh,saat itu adalah saat perjalan jauh pertama ku dan juga ayah. Kami berkendara,dari ujung jawa timur,samapi pusat jawa barat. Aku bahkan sampai 2 kali muntah diperjalanan. Kami akhirnya samapi di sebuah perumahan yang lumayan besar,tapi sangat sepi,saat itu kami tiba sekitar jam 12 malam,aku sendiri sedang terlelap.

Saat pintu gerbang di buka,seorang wanita seusia pak arif,dengan ramah menyambut kami,kami tahu itu istrinya,karena pak arif bilang,di rumah mereka hanya berdua. “pegawai-pegawai lagi pulang”kata pak arif waktu itu. Bu arif adalah wanita cantik berkulit putih,dar badanya,aku tahu dia merawat tubuhnya,beda sekali dengan emaknya. Kami Cuma tinggal 2 hari,setelah itu kami pulang diantar pak arif ke stasion kereta. Kalo dari Surabaya,ayah sudah tahu jalan ke kampung sendiri. Saat pulang,bapak dibawakan oleh2 baju bekas yang masih bagus2 untuk bapak dan ibu.

Akhirnya, di waktu yang direncanakan,setelah pembagian ijazah,pak arif menjemputku, kali ini aku tak ditemani ayah. Ayah sendiri sudah tak kwatir,karena dia tahu alamatku. Setelah itu,akupun tinggal bersama pak arif, rupaya mereka sudah menyiapkan segalanya,dari langsungnya aku daftar di smp,sampai baju2 barupun telah ada dilemariku.

Minggu pertama,sungguh sangat berat bagiku,karena ini pertam kalinya jauh dari orang tua,tapi sikap bu arif yang sangat ramah dan memperhatikanku,membuatku sedikit terobati. Waktu itu,aku merasa sedikit heran,pak arif hanya tinggal sehari menemaniku,kemudian dia pergi untuk kerja,yang akhirnya aku tahu bahwa dia sales marketing diprusasahaan tekstil. Bu arif sendiri punya usaha sendiri,selain jualn baju,membuat asesories,juga souvenir2. Hal lain yang aku heran,rumah bu arif selalu sepi,tak ada pegawai,apalgi jika pagi dan siang hari,bu arif pergi ke rukonya,aku ditingal sendiri,ketika aku tnay kenapa gak ada orang,bu arif bilang sekarang pegawainya bekerja di ruko,jadi di rumah biar buat istirahat.

Aku sendiri asalnya kaget melihat situasi sekolahku,betapa ramai lingkungan sekitarnya,jauh sekali dengan kampungku. Tapi di tempat tinggal baruku,keadaanya selalu sepi,kata bu arif,orang2 banyaknya bekerja. Letak rumah bu arif yang termasuk paling dalam,menambah sepi suasanaya.apalagidisamping rumah bua arif,sepertinya hanya di jadikan tempat penyimpanan barang oleh pemiliknya,sendang di hadapan rumah,masih kavling2 kosong yang ada.

“kamu bisa naik sepeda kan,nanti dari sini kamu naik sepeda,nah di depan perumahan,kamu titipin sepedanya ke toko roti,ibu dah bilang kok,dia teman ibu,supaya kamu gak cape?katnya. “kenapa gak kesekolah pake sepeda aja bu?tanyaku. “jangan ah,disini angkutanya banyak yang seenaknya,taku kamu kenapa2,udah dari depan ke sekolah naik angkutan aja ya?katnya,aku akhirnya setuju.

Sunnguh,aku merasa beruntung,selain dapat bersekolah,akupun mendapat perhatian layaknya dari orang tua sendiri,walau pak arif sibuk,tapi bu arif sepertinya sudah menganggapku anak sendiri,apalagi memang belaiu belum dikaruniai anak,padahal pernikahan mereka berjalan hampir 10 tahun. Bu arif malah kufikir sangat memanjakanku,tiap pulang,dia selalu membawakanku makanan,bahkan dia mendaftarkanku untuk mengikuti les inggris,supaya tidak boas an di rumah,katanya. Malah beliau menyuruhku untuk bermain dulu sepulang sekolah,karena dia merasa kasihan,di komplek aku tak ada orang sebaya denganku.semau kebaikan bu arif,kubalas denag rajin membersihkan rumahnya. Bahkan mencuci piringpun aku lakukan. Hal itu membuat bu arif makin sayang. Aku malah diajarkan membuat asesories. dan biasanya aku mendapat upah untuk pekerjaan itu,walau aku menolak,tapi bu arif bilang,semua yang membantu membuat.pasti dapat upah,akhirnya aku membeli celengan.

Jika di ruimah,pak arifpun suka memperhatikan ku,dari sekolah,atau hal-hal lain,katanya jangan malu untuk bertanya atau minta tolong jika ada perlu.”kalo ada pr yang susah,tanya ibu aja?kat pak arif, “iya pak,aku suka tanya kok”kataku. Tapi seringnya pr ku sudah selesai sebelum samapi rumah. Hal itu membuat mereka senang. Hal lain yang kuperhatikan jika pak arif ada dirumah,tingkahnya selalu mesra terhadap bu arif,bahkan dimataku seperti orang yang baru pacaran,hal itu kadang membuatku agak risih,pernah suatu pagi ketika aku makan,dan bu arif mencuci gelas,pak arif merangkul dari bealang dan menciumi tengkuk bu arif,bu arif bilang malu dong dilihat aku, tapi pak arif bilang,gpp,aku kan sudah jadi anak mereka,gpp melihat orang tuanya mesra. Begitu katanya. Bahkan suatu malam,ketika aku hendak kencing,saat ku buka pintu kamar,aku mendengar desahan nafas bu arif di ruang tv,aku jadi gak jadi. Bahkan pak arif tak malu,ketika mereka bertiga nonton tv,pak arif menarik tangan bua arif,kemudian memeluk dan menciumi nya sambil berjalan masuk kekamarnya. Aku sendiri sudah merasakan apa yang akan mereka lakukan dikamar,kaena samar2 kudengar cekikan dari mulut bu arif. Kemesraan pak arif,lambat laun menjadi hal biasa bagitu.

Lalu,dipertengahan kelas satu,ketika aku selesai ujian,dan kebetulan hari raya,akupun dibawa pulang oleh pak arif,sungguh,itu kepulangan pertamaku setelah kuarng lebih 6 bulan tak bertemu keluargaku. Aku membawa oleh2 banyak terutama untuk adik2ku,”takutnya nanti pas kenaikan kelas,saya gak bisa bawa pulang?begitu jawab pak arif ketika ayah merasa bersalah karena sudah merepotkan pak arif.

aku pulang sekitar 2 minggu,akhirnya aku kembali ke rumah bu arif,sebelum kembali,bapak terus menasihatiku untuk mematuhi bapak dan bu arif,jangan mengecewakan beliau yang sudah baik,akupun berjanji pada ayah untuk tidak akan mengecewakan beliau. “jangn ssekali-kali menolak kalau dimintai tolong ya?kata yah waktu itu. saat pulang,bu arif memeluku seperti sudah lama sekali tidak ketemu,entah akupun merasa begitu juga.

Setelah aku kembali kerumah,lambat laun ada sedikit perubahan dari diri mereka,kulihat mereka tidak  malu2 lagi,bahkan saat berada di rumah,walau sebulan hanya sekitar2 atau 3 hari,pak arif sesekali pak arif suka keluar kamar mengambil minum,hanya mengenakan celana dalam. Bu arifpun sesekali mengunakan daster yang belahan dadanya rendah sekali,hingga setengah payudaranya keluar. Bahkan pernah saat siang hari,aku pulang sekolah,aku yang sudah diberi kunci sejak awal tinggal,langsung masuk,dan ketika aku hendak ke dapur,kulihat pintu kamar mereka terbuka,sungguh aku langsung kembali kekamar depan,karena kulihat pak arif telah telanjang diatas tubuh bu arif. Malam haripun kadang mereka seperti lupa mengunci kamranya jika sedang bermesraan. Kadang sesekali,bu arif pun suka masuk kamarku,ketika aku baru saja mandi dan hendak memakai seragam,biasanya dia mengingatkan makan atau membawa pakainku. Dia pun tak canggung lagi untuk merapikan bajuku,bahkan seleting celanaku,jika dia ras kurang rapi. Asalnya aku merasa risih,tapi lambat laun,aku merasa terbiasa juga. Sesekali bu aruif juga suka melamun jika pak arif tidak dirumah, biasanya dia hanya bilang kangen pak arif,dan langsung mengerjakan sesuatu kalau aku tanya.

Kira-kira kurang dari 2 bulan sebelum kenaikan ulangan kenaikan,bu arif mengajaku pergi,kami akhirnya pergi ke toko,dia menyuruhku memilih sepatu baru,padahal sepatu sekolah masih baru juga. “gpp,buat ganti2,supaya gak bosan”akhirnya akupun memilih,tapi tidahk hanya itu,dia membelikanku tas,baju dan celan jeans selutut.”besok kan kamu ulang tahun ya?katnya ketika kutanya kenapa dibelikan baju lagi,padahal yang lalu juga masih ada yang belum kepakai. Entah bagaiman perasaanku waktu itu,selama ini boro2 dirayakan,seringnya lupa dan lewat begitu saja. Tak henti2nya aku ucapkan terima kasih.

2 minggu setelah itu aku sedikit deman,mungkin karena masuk angin,bu arif terus berkata. ‘makanya nanti kalau hujan,jangan naik sepeda,naik beca aja,kan ibu dah bilang,biar sepedanya dititip”katanya, kulihat di matanya penuh kekawatiran,membuatku jadi tak enak,padahal menurutku,Cuma sakit biasa.

Esok harinya,aku di suruh mandi pake air hangat,setelah selesai,aku masuk kamar,aku baru saja memakai celana dalamku,ketika bu arif masuk,untung handuku tidak aku buka,fikirku saat itu. Kulihat bu arif membawa minyak kayu putih,dia menghampiriku,kemudian duduk di pinggir ranjang. “sini ibu gosok dulu badanya?katanya. “biar  aku aja bu”kataku. “kenapa?tanyanya. “gpp,malu”jawabku seenaknya. “kok sama ibu malu,jangan gitu ah”katnya,dia akhirnya membalurkan minyak kayu putih dipungungku, lalu dia membalikan badanku,giliran dadaku dia usap,”sini oerutnya juga”katnya.tanganya kemudian melepas handuk yang menutupi setengah perutku,saat itu aku benar-benar merasa risih,karena kemudian aku hany mengenakan celana dalam,tapi kulihat bu arif serius menumpahkan minyak ketanganya,lalu dia balurkan diperut,hingga mencapai bawah pusar,bahkan celana ku dia tarik sedikit,hingga ujung jarinya sedikit masuk. “udah,sana cepat make baju,terus makan”katnya,setelah dua tiga usapan pelan yang membuatku gugup. Aku buru-buru memakai handuk lagi.

Saat makan dia berkata. “awas ya,jangan malu lagi sama ibu”katnya,”mang kenapa malu”kataku. “gpp bu,dah gede aja,jadinya kayak bayi”jawabku. “oh,mang kamu dah gede ya?katnya tersenyum.”mang kamu sudah akil balig?katanya,aku mengangguk malu.”oh sejak kapan”katnya,di akhir kelas 6 bu?kataku. “oh iyah,kamu kan dah 13 tahun”katnya.

Dan setelah itu,bu arif jadi lebih sering meraba pundaku,menyakan,apa aku sudah sehat,bahkan ketika aku belajar di depan tv,dia memijit-mijit pundaku.mengusap tengkuku. Sungguh,aku meras geli,tapi aku menafsirkanya sebagai ungkapan ras sayangnya terhadapku,karena menurutnya,sejak aku datang,dia jadi tidak begitu kesepian. Dan hari itu saat aku belajar untuk ulangan kenaikan kelas, kami sedikit bercakap-cakap,sampi akhirnya,bu arif berkata. “do,kalau suatu hari ibu minta tolong,kamu mau gak tolongin ibu?katnya. “pasti bu,apapun,pasti aku bantu”jawabku. “bener?kalau ibu nyuruh kamu terjun dari gebteng”tanyanya snyum.”siap bu”jawabku.”walah,bener,gak takut patah”tanyanya. “gpp bu,ibu kan dan banyak nolong”kataku. “tar kalau bapak kamu tanya?.”aku bilang jatuh sendiri,bukan disuruh ibu”jawabku, bu arif tersenyum. “takutnya nanto kamu bnayk tanya lagi,kenapa ibu minta tolong”katnya. “gak bu,aku akn laksnakan,tampa bertanya apapun”kataku.

Sungguh,aku tak menyangka,bahwa pertanyaan itu,ternyata akan menjadi hal yang benar terjadi,walau sesunguhnya aku sudah sedikit lupa dengan percakapn tersebut.akhirnya ujianku selesai, seminngu setelah itu,aku mendapat undangan perayaan ulang tahun temanku,karena masih bebas,aku pulang agak pagi,sekitar jam 10 aku sudah sampai rumah. Jam 12 bu arif pulang. “jadi ke ulang tahunya,mendung loh,nanti panggil taksi aja ya?katnya. “gpp bu,masih lama jam 4,lagian kalo hujan gak usah aja?kataku. “ya jangan,kalo bisa pergi aja,kamu kan jarang pergi rame2 teman”kataku. Aku menganguk. Ternyat benar,jam 1 hujan turun,kulihat bu arif lebih banyak di kamarnya,kalaupun keluar dia hanya mengambil minum,wajahnya terlihat kurang sehat. Dia mengenakan kimono,dengan dada dibiarkan sedikit membuka. Aku akhirnya merangkai asesories. “do,mending nanti kamu ganti bajunya lebih awal,jangan mepet2,kalau berenti,langsung berangkat saja”katnya,aku mengangguk.”ibu sakit ya?katnya. “gpp,hanya rindu bapak”katnya,kemudian dia msuk kamar. Kira-kira setengah 3,aku mandi dan berpakaian,hujan masih turun,malah makin deras. “do panggil taksi aja ya?kudengar bu arif berteriak.aku cepat keluar kamar,kulihat bu arif berjalan ke dapur.”gak usah bu,kalau hujan terus,teman2 yang lain juga pasti batal”kataku.bu arif melihatku, “duh,ganteng banget”katnya,aku hanya tersenyum,aku mengenakan baju hadiah ultahku. Saat itu,entah,mataku melihat belahan kimono bu arif terlalu lebar,akibat talinya melorot,aku sempat malu,karena kulihat bu arif merapikanya.” Sini”katnya. Akupun duduk di sofa dekat tv,dia merapikan kerahku,dan kemudian menarik sedikit bajuku. Dia kemudian duduk disampingku,satu paha terlihat jelas.  “bu kayaknya gak jadi aja ya,malas,pasti di depan banjir” kataku. “terserah kamu aja,ya udah dirumah aja”katnya. Dia melihat wajahku terus,dan kemudian tersenyum,akupun tersenyum, “do,ibu mau minta bantuan,boleh”katnya,aku mengangguk. “tapi janji kamu jangan bertanya apapun”katnya,aku kembali mengangguk. “nanti kamu tidur dikamar ibu ya?katnya, aku mengganguk,karena pernah 2 atau 3 kali,aku mengerjakan accessories, kemudian menonton tv,lalu ketiduran dikamarnya. Tapi waktu itu,aku terbangun malam2 dan kemudian pindah,sementara bu arif masih terlelap. “tunngu sebentar,kamu selotin kunci pintu depan”katnya.dia kemudian berdiri dan masuk kamar, tak hanya 5 menit dia keluar dan berjalan,membiarkan kamar pintunya terbuka. Diantara kamr dan sofa, dia berdiri. “sini”katnya,aku menghampirinya dan berdiri di dekatnya. “bener mau bantu?janji gak tanya dulu,ya?katnya. aku mengangguk. Tanganya perlahan mendekati kancing bajuku,kemudian melepas kancing paling atasku,perlahan ke kancing berikutnya. Sungguh,fikiranku saat itu melayang,ada pertanyaan sederhana,mau apa bu arif,tapi aku kemudian berfikir,mungkin dia mau menyuruhku ganti baju. Aku tersadar dari lamunan,saat bajuku ditarik,hingga kancing terakhir keluar dari lilitan celanaku,perlahan dia melepaskan bajuku,lalu tanganya  membuka ikat pingganku dan kancing celanaku,lalu melebarkanya. Fikiranku makin tak karuan. Dia menurunkan celanaku hingga lantai dan kakiku dia angkat dengan tanganya,akupun mengangkat satu persatu kakiku hinnga celanaku keluar. Aku masih berdiri hany mengenakan kaos dalam putih dan celana dalam putih merk gt man.ke duanya masih baru,sama seperti pakainaku. Lalu dia menarik kaos dalamku keatas,aku mengangkat tanganku. “ya tuhan,apa aku mau dia telanjangi?tapi untuk apa?fikiranku terus tak karuan, dan benar saja,perlahan bu arif menurunkan sisa penutup tubuhku, aku sempat malu dan menutupi kemaluanku dengan satu tangan. Akhirnya celanakapun lepas,dia menarik tangan yang menutupi kemaluanku denagn tanganya dan menutunya kearah pintu kamarnya. Aku ganti tangan satuku kupakai menutupi kemaluanku. “kamu berbaring di bantal itu ya?katnya. aku melihat di ranjangnya hanya ada satu bantal terletak ditengah-tengah kasur. tampa bertanya aku mendekati ranjang dan berbaring. “iya gitu”katnya,saat aku perlahan terlentang di tengah ranjang. Satu tangan tetap kugunakan menutupi kemaluanku.walau sia2. Dia berjalan perish dihadapanku,berdiri didepan ranjang,kemudian dia membuka ikatan kimononya,jantungku berdetak kencang,sesat kusaksika dia hanya mengenakan bh dan celana dalam. Aku alihkan pandanganku ke langit2. “liat sini do”katnya. Perlahan aku kembali melihatnya. Satu persatu tali bh dia buka, kulihat bulu2 hitan Nampak dari celana yang tembus pandang,perlahan kontolku seperti bereaksi,aku cepat mengunakan tangan satunya lagi untuk menutupinya. Tpi ujungnya tetap tak bisa kututpi,karena gugup.“biarin,jangn ditutupin tangan”katnya,perlahan aku menurunkan tanganku disamping badanku.perlahan dia bembungkukan badan,tanganya menyentuh ujung ranjang,dia kemudian merayap mengunakan dua lututnya. Aku hany bisa diam menyaksikan liukan tubuhnya seperti ular yang mau memangsa.perlahan dia bergerak diantar dua kakiku,kulihat dia melebarkan jarak pahanya,hingga kakiku berada ditengahnya,wajahnua mendekatiku,lalu perlahan dia merapatkan tubuhnya hingga dadanya menyentuh dadaku,lalu kurasakan bulu-blunya merapat di kemaluanku,sambil bergerak pelan.kemudian dia mencium keningku. Dia tersenyum sambil mnekan kemaluanku denan momoknya,rasa geli menjalar tubuhku,aku tak bisa berbuta banyak,tiba-tiba bibirnya mencium bibirku,dan perlahan melumatnya,saat itu kurasakan sat tangan meraba kemaluan dan perlahan kurasakan tangannya mulai memberdirikan kontolku. Sunnguh,tubuhku terus bergetar dan keringat mengucur didadahiku,perlahan kurasakan kontolku memasuki lubang hangat,nikmat sekali,hinnga tak kurasa aku manarik nafas ku, ahh,kutahan nafasku.pinggul bu arif kulihat bergerat pelan,meninbulakan gerakan hangat.akhirnya,aku tak kuasa,tanganku aku kepal, dan ahh,ahh, aku tak kuat menahan nafasku, kuarsakan kontolku berdenyut hebat,sambil mengeluarkan saiaran diadalamya momoknya.bu arif tersenyum,membasuh dahiku. Sesaat dia mengulingkan badanya disampingku. “maafkan ibu ya do?katnya,aku hany tersenyum. ‘kamu diam dulu aja”katnya,dia kemudian bangkit,berjalan keluar dan kembali membawa handuk kecil dan minuman. Dia memberiku minuman itu,sementara ku minum,handuk dia lapkan di kontolku,rasa dingin menerpa kemaluanku. Dia mengambil satu bantal lagi,dan menambahkan di bantalku,kami tiduran berdampingin,dengan tubuh tampa busana.tanganya kemudian meraih remote tv,dan menyalakanya. Aku sempat terkesiap,karena ternyat adegan mesum langsung Nampak di tv. “maafkan ibu ya do,ibu rindu bapak,tadi ibu liat,gara itu,ibu jadi nyusahin kamu,kamu boleh ngomong kok .”katnya. “gpp bu,aku gak marah kok”kataku pelan. Malah mungkin didasar hatiku paling dalam aku menikmatinya. “ibu tadi liat kamu make baju itu,cakep bgt”katnya. Aku hany senyum,perlahan kurasakan tanganya mulai meraba-raba pusarku,mataku terus tertuju pada adegan yang baru pertama kalinya aku liat.”kontol kamu kepalanya gede ya do,nikmat”katnya,aku hany senyum,kulihat kontolku mulai bereaksi lagi,dan bulunya msih jarang walau sudah hitam.perlahn badan bu arif bergerak turun,hingga wajahnya pas dekat kontolku,kemudian dia menciumnya pelan,lalu dia mulai mengulum kontolku,percis seperti yang ada di tv,aku sempat menarik nafas beberapa kali lantaran geli,samapi kurasakn kontolku kembali keras.”do,ibu mau lagi bisa?katnya. “iya bu,bisa,terserah ibu”kataku.dia tersenyum lalu membarinkanbadan disampingku. “tapi kamu diatas ya,kayak itu”katnya menujuk tv,aku menurut,perlahan aku bergerak,satu bantal bu arif gunakan menganjal pantatnya. Dan kemudian,denagn bantuan tanganya kontolku dia arahkan ke lubang momoknya,dan hups,kontolku langsung masuk.”bu,takut bapak datang”kataku sesaat setelah kontolku masuk. “gak do,dia di jawa’kata bu arif sambil memgang pinggangku dan mengerakanya maju mundur,akhirnya tamap bantuanyapun,aku bisa mengerakan kontolku maju mundur.sesekali bu arif mendesah sambil mengankat kakinya tinggi-tinggi,sesekali aku memegang pergelangan kakinya. “pantatmu keras juga do”katanya,aku hany diam dan hanya terus memju mundurkan kontolku,karena kurasakan makin dalam kontolku masuk makin nikmat. Gemuruh petir bergelegar,seiring desah nafasku diata tubuh bu arif,peluh terus membanjiriku,diiringin desahan panjang dan dekapan erat bu arif,samapi akhirnya akupun terjerambab diatara payudarnya yang telah basah aku lumati sambil kemudian kakiku mengejang. “bu,oh,bu…”desahku saat itu.”terus keluarin do,gpp,terus”katnya,sambil mendekapa leherku erat. “do,ibu sayang kamu,kamu gak marah kan”tnayana. “gak bu,bener’kataku. “nanti kalau ibu mau lagi”gmana.”ibu bilang aja,tapi aku takut sama bapak bu”kataku. “gpp,do,tenang,lagian salah dia sering ningalin ibu”katnya berusaha menenagkanku.

Hari itu,untuk pertama kalinya,aku mandi dikamar mandi bu arif,bu arif memandikanku,akhirnya kami saling mengosokan badan. Hanya selang 2 hari,kami melakukanya lagi,kali ini di ruang tengah,saat itu aku sedang nonton,dan dia terus naik,aku hanya mendiamkanya saja. Hari-hari selanjutnya,dengan mudah kami mengulanginya,bahkan kami berdua telanjang bulat berjalan,berpelukan,didalam rumah. Sampai akhirnya,hampir satu bulan,saat yang kuresahkan datang,pak arif pulang,aku hany diam di kamar,dia meminta maaf karena liburan panjang aku tak dapat pulang, tapi aku bilang gpp. Pak arif hanya sehari bermalam,dan kemudian pergi lagi. Bu arif bertingkah seperti tidak  ada apa2,hanya kudengar mereka sering tertawa didalam kamar. Sungguh,liburanku kuhabiskan hanya dengan desahan hawa nafsu. Sampai akhirnya masa kelas 2 ku baru berjalan 2 minngu. Pak arif kembali pulang,kali ini 2 hari sebelum pergi, dia berkata kepadaku. “makasih ya sudah menemani dan membahgiakan ibu,’katnya. Aku sedikit aneh,apa dia curiga terhadapku. Begitu pak arif pergi,bu arif berkata. “do,bapak sebenarnya dah lama punya istri baru,dia malah sekarang punya bayi,makanya jarang sekali pulang”kat bu arif,ibu arif bilang,dia menyetujuinya,karena bu arif belum juga bisa memberinya keturunan. Aku merasa ibu. “ibu tenang,kan ada aku”kataku waktu itu,membuat dia tersenyum.

Dan kemudian suatu hari pak arif kembali pulang,sikapku sudah tak merasa canggung lagi,malam itu kami asyik menonton tv,sampai akhirnya,bu arif berjalan kekamarnya. Pak arif mendekatiku. “do,bapak mau minta tolong?katnya tersenyum.”apa pak,air?kataku melihat gelasnya yang kosong.”bukan,sini”katanya,aku mengikutinya  dan masuk kekamarnya.kulihat bu arif berbaring mengenakan baju tidur  panjang,denagn satu tali dan belahanya sangat bawah,putingnya tercetak jelas,sepertinya dia tak mengenakan bh.pak arif yang berkaos oblong dan bercelana pendek,naik keranjang dan mendekap bu arif. “sini,naik ranjang”kata pak arif,aku sempat heran tapi aku kemudian duduk disamping. ‘kamu jangn kaget ya,bapak sudah tahu kok hubungan kamu sama ibu,bapak gak marah,malah terima kasih”katnya tersenyum,lalu bangkit dan membelai rambutku. Sungguh,aku tak mempercayai yang aku dengar. “kamu jangan cerita ke siapa2 ya?katnya,aku mengangguk. “mala mini ibu katanya ingin sama kmu”kata pak arif,fikiranku makin kacau,tapi kemudian bu arif mengankat baju tidurnya,momoknya Nampak kemudian.pak arif mengankat badanku hinnga bergeser mendekati ibu,perlahan kepalaku di dorong mendekati momok bu arif,bu arif memegang kepalaku,dan meletakan bibirku pas kemaluanya,sementara pak arif langsung menjilati tete bu arif,akupun akhirnya menjilati momok bu arif,sesaat kulihat pak arif menurunkan celanaya,kontolnya yang lebih panjang dibandingku,langsung dia arhkan kemulutnya,setelah itu dia berbaring disamping bu arif. “do bapak hisap dong”katnya,aku sempat kaget,tapi bu arif tersenyum,gpp,gini nin,kayak ibu kekamu,katnya,dengan terpaksa aku akhirnya mendekatkan wajaku ke kontolnya,kurasakan asin dan aneh,tapi aku tak begitu peduli,karena kurasakan bu arif mulai menurunkan celanaku dan menjilati lubang pantatku,kontolku langsung makin mengeras,kulihat pak arif malan menekan kepalaku,hingga tenggorakanku ingin muntah,tiba-tiba pak arif bangkit,bu arif kembali terlentang. Pak arif,melepaskan bajuku,kemudian celanaku,setelah itu dia melakukanya pada pakaianya,bu arifpun melepaskan bajunya,akhirnya kami beriga telanjang bulat,pak arif memeluku dari belakang,dia menciumi leherku,dan meremas lembut teteku.”udah nanti dia kburu keluar”kat bu arif,akhirnya pak arif memegang lembut kontolku,dan mengarahkanya ke lubang momok bu arif,sesat dia ke laci meja mengambil sesuatu dan kembali.kurasakan dia menjilati pantaku,dan kemudian,tanganya membalurkan sesuatu di pantatku,rasanya dingin,pertama kurasakan jarinya mendorong pelan masuk duburku,aku merasa sedikit sakit.kemudian kurasakn kontolnya mulai menempel di pantatku. Bu arif hany diam memdekapku,sampai akhirnya kurasakan pak arif mendorong kontolnya berusaha masuk. “pak,jangan sakit”kataku. “gpp,tenang aja”katanya.”iya tenang,pelan-pelan pak”kata bu arif,lambat laun dorongan kontolnya makin kuat,aku hendak bangkit,tapi bu arif mendekapku erat,rasa sakit perlahan mendera pantatku,tapi rasa geli di kontolkupun terasa campur aduk,akibat terdorong kelubang momok bu arif. Pak arif makin kuat menekannnya,dan akhirnya,lambat laun,dia mulai meaju mundurkan kontolnya di pantatku.hentakan pak arif,disambut goyangan lembut pinggul bu arif,menjadikanku gelagapan,dan akhirnya kurasakan spermaku tumpak.saat itu pak arif terus menggenjotku denag dua tangan menekan erat 2 bibir pantatku,hingga akhirnya diapun terjerambabt di punggungku. “duh enak,duh enak”hanya itu yang keluar dari mulut pak arif. Pak arif membersihkan badanku dengan kain.tv dinyalakan,dan adegan porno di putar,kami semapt minum,dan menonton,aku hany diam saat pak arif memeluku dan menciumiku. Akhirnya kira-kira setengah jam kemudian,pak arif mengulum kontolku. “kasian,ibu belum puas’kata pak arif.sunnguh,kuluman pak arif tak kalah nikmat di banding bu arif,akhirnya kontolkupun berdiri,perlahan aku kembali mengauli bu arif,sesaat giliran bu arif di sodok pak arif,tidak hanya itu,akupun di suruh menyodok pantat bu arif,sementara momoknya,pak arif yang menggenjot. Kami terus mengenjot bu arif,samapi akhirnya,akupun terkulai,kemudian pak arif menuyusul.

Malam itu,malam yang menjadi momen tergelap dalam hidupku, setelah itu,tiap ada pak arif,kami main bertiga. Bahkan pernah ketika bu arif belum pulang. Kami hany melakukanya berdua.ketika suatu hari bu arif pulang,dan melihatku telah di genjot pak arif di meja makan,bu arif hanya tersenyum dan berkata, “wah,gak nungu ibu”katnya. Kami hidup seperti di negeri atah berantah,jauh dari ketakutan dan norma. Lama-lam,aku tahu,ternyata,aku bukan ank asuh pertama mereka,sebelumnya telah ada,tapi mereka tak pernah bilang sudah berapoa anak,bahkan aku secara tak sengaja mendengar,setelah aku lulus smp dan kembali, sudah ada beberap anak yang akan dipilih untuk di asuh mereka.

Ya,memang berdasarkan kesangupan pak arif,aku di biayai hany semasa smp,setelah itu aku kembali ke kampungku. Melanjutkan sma,pak arif tetap membantu biaya poko sekolahnya saja. Aku sendiri tak tahu akan hal itu,ayahku yang tahu.yang ternyata sudah dibicarakan jauh2 hari

Akhirnya kupun lulus smp, aku kembali ke keluargaku. Semua rahasia aku simpan baik2. Sejak itu,aku tak pernah lagi bertemu dengan bu arif, diakhir kelas 1 sma, pak arif datang dan memberiku uang sekolah. Aku sempat menyampaikan salamku dan bilang rindu kepada bu arif sambil bisik2. Setelah itu,kami tidak pernah bertemu lagi. Tinggal aku melaui malam-malamku merindukan mereka berdua…terutama merindukan bu arif….dodo/lumajang

.

 

 

guru lesku (G)

•November 18, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Orang bilang hidup penuh misteri. Kita tak tahu apa yang akan terjadi. Dan kita tak bisa menghindar dari apa yang telah digariskan. Begitu juga dengan hidupku, takdir memang tak melihat siapa yang hendak dia datangi.

Aku sebenarnya terlahir sebagai anak yang boleh dibilang beruntung. Secara financial,aku tidak kekurangan,karena kedua orangtuaku bekerja. Pun secara kasih sayang,meski mereka sibuk,mereka dapat tetap memperhatikanku. Aku anak bungsu dari 2 bersaudara.kakaku perempuan.

Pendidikankupun merupakan perioritas utama bagi kedua orang tuaku,itulah sebabnya kenapa semenjak kelas satu sd, aku telah diikutkan berbagai tambahan pelajaran yang dirasa perlu. Aku sendiri tergolong anak yang biasa saja. Aku tidak punya kelebihan di bidang akademik,nilaiku biasa-biasa saja.

Awal kelas 4,oleh orangtuaku,aku dipanggilkan guru ke rumah,guna membantuku dalam belajar.hal itu juga terjadi pada kakaku. Sampai akhir kelas 6,aku tak pernah ganti guru les.

Sampai akhirnya saat memasuki awal smp,sebenarnya aku sudah sepakat untuk dilanjutkan oleh guru lesku terdahulu. Tapi kemudian rencana berubah,karena aku masuk kelas siang,guruku tidak bisa melanjutkan karena masalah waktu, akhirnya beliau memperkenalkan kami kepada temannya.

Di sinilah awal masalah hidupku terjadi,hingga merubah semua pemikiran bahkan sifatku.

Sebut saja kak robby,mahasiswa akhir sebuah universitas ternama,akhirnya menggantikan guru sebelumnya. Alasan guru terdahuluku memilih dia,selain dia jago cara menerangkan matematika,pelajaran yang sangat lemah aku kuasai.beliau juga guru yang sangat ramah.Memang,pertama kami diperkenalkan,aku langsung bisa akrab,begitu juga orang tuaku. Kakakupun bahkan memuji ketampanan dia.

Ya,kak robby memang memiliki semua kriteria yang diidamkan oleh semua wanita,selain pintar,juga tampan,pembawaanya yang tenang dan senyum ramahnya,menjadi tambahan tersendiri bagi siapapun yang melihat atau mengenalnya. Badanyapun terawat dengan benar,terlihat dari badanya yang  bugar dan berotot,tapi tidak besar.menurut kakaku,dia lebih pantas jadi model.

Aku sendiri saat itu sedang dalam tahap perkembangan,badanku yang sedikit lebih besar dibanding teman yang lainya,membawaku terlihat lebih dewasa. Aku ingat saat pertma kak robby memberi pelajaran. “badan kamu bagus,pasti nanti bisa jadi tim basket”katnya,aku hanya senyum. 2 bulan pertama,kami seringnya hanya membahas pelajaran,sesekali diisi percakapan ringan,seperti apa aku sudah punya pacar atau apa. Barulah saat masuk bulan ketiga,percakapan kami jadi lebih seru,saat itu kami sedang membahas biologi,ketika kak robby bertanya. “kamu sudah mimpi basah?tanyanya. aku mengangguk pelan,”tengah2 kelas 6 kak”jawabku. Akhirnya aku bertanya hal-hal lain mengenai pertumbuhan dan sebagainya. Lama-lama bahkan aku bertanya hal yang lebih jauh lagi,seperti masturbasi dan lain2. Bagi kak robby,wajar katanya diusiaku serba ingin tahu,itu membuatku tenang.

Akhirnya suatu hari,secara tak sengaja,aku melintas kamar mandi yang biasa digunakan oleh tamu. Hari itu sekitar jam 9 pagi,jam dimana kak robby datang untuk memberikan lesnya.si mbok sedang ke pasar. Entah,aku merasa penasaran,karena kulihat pintunya setengah terbuka,aku agak kaget,walau dari samping,aku dapat melihat jelas kak robby sedang kencing dan burungnya keliatan. Aku bahkan dapat melihat bahwa ukuranya bukan termasuk ukuran kecil.dia kemudian melihatku dan hanya senyum.

Saat belajar dimulai,saat aku menulis tugas,kak robby berkata,”kamu tadi ngintip ya?katnya. “gak kok kak,tadi gak sengaja,kakak kok gak ditutup”kataku. “ya kebelet,lagian gak da siapa2 ini”katnya. “ka nada aku”jawabku. “lah,kamu kan cowok juga,ngapain malu”katnya tersenyum. “kaka kok gede ih”kataku. “ah,biasa aja”katnya. “kayak yang difilm”jawabku.aku memang pernah cerita,bahwa pernah melihat film di rumah temanya,kak robby hanya bilang,hati2,jangan ketahuan atau ketagihan nonton. “kakak kok disunat?kataku. “iya,supaya sehat aja”katnya. Aku tahu bahwa dia bukan muslim.”selain itu bisa keliatan jauh lebih gede”katnya. “masa sih kak”kataku. Dia akhirnya menerangkanya. “kamu sendiri pasti gede ya”katanya. “gak kok kak,biasa aja”jawabku. “kakak jadi ingin tahu”katnya. “jangan ah kak,malu”kataku. “kan gak da siapa2,kamu sendiri dah liat punya kakak’katnya. Entah,dengan sedikit rayuan,akhirnya aku memperlihatkanya,walau sebentar,diapun sepertinya cuek,atau pura-pura cuek.”gak bangun sih ya,jadi gedenya gak tahu”katnya.”lucu,bulunya masih gak da”katnya lagi. “iya,kalo kakak item banget”jawabku. “coba liat lagi bangunya ya?katanya senyum.”tapi sudah ah ayao lanjutkan”katnya. Sejak itu,sesekali kami ngobrol tentang alat kami,kadang membahs cara memperbesar. Dan kemudian,suatu hari saat belajar akan dimulai,dia berbisik. “kakak dipinjamin majalah loh”katnya. Aku antusias,akhirnya setelah pembantuku pergi,dia setuju memperlihatkan majalhnya dulu. Halaman demi halaman antusias aku bolak-balik. “seru ya ka?kataku,dia mengangguk. Tiba-tiba tanganya kurasakan meraba pangkalku. “ih,bangun ya?katnya. aku mengangguk dan menghindar.”eh liat berdirinya dong”katnya.”malu kak”kataku. “gpp,kaka gak kan bilang2,penasaran aja”katnya, entah akhirnya aku perlahan menarik celanaku menjauh,sehingga kontolku keluar.”wah,gede juga,merah lagi”katnya,perlahan tanganya mengelus pelan batangku,perasaan geli menjalar.”geli kak ah”jawabku,sambil kututup celanaku kembali.”bangun juga ya”kataku,dia mengangguk,aku sebenarnya ingin melihatnya,tapi aku malu bertanya.”kak ada lagi gak majalhnya”tanyaku. “besok aja ya lagi,tapi janji,kamu liatin lagi burung kamu”katanya sambil tertawa,aku akhirnya senyum.

Malam itu,aku tak bisa tidur,besoknya saat bibi pergi ke pasar,aku langsung memberhentikan pelajaranku.”ih dah gak tahan liat ya’katanya.akupun akhirnya membuka kembali,kak robby terus mewanti2 untuk gak da yang tahu.aku setuju.samapi kemudian saat selesai dia merabaku. “liat ya’katnya,akhirnya diapun menurunkan celanaku,pelan sekali.tanganya mengelus lembut,aku hany diam duduk disampingnya.kuraskan kontolku makin keras saat elusanya mulai meraba-raba bijiku.”keluarin aja mau ya?katanya.”takut kak ah,nanti belepotan dan ketahuan orang”kataku,sambil kurapikan celanaku . “tenang aja “katnya.  Perlahan mulutnya mulai mendekati bawah pusarku,diapun mengecupnya lembut,kemudian celanaku kembali dia turunkan.perlahan sampai kurasakan tekanana ujungnya. Saat celanaku menutup setengah batang kontolku,dia mengecup ujung pangkal kontolku,pelan dan lembut dan kemdian  kontolkupun telah keluar dari celanaku. Kak robby tersenyum. Ujung kontolku dikecupnya lalu kontolku mulai memasuki mulutnya,aku hanya diam,sesekali kupejamkan mataku menahan rasa geli. Entah karena rasa nikmat yang datng secara perlahan,aku hany bisa berdiri terpaku merasakan hisapan mulutnya. Hisapan yang member getaran keseluruh tubuhku. Lalu degan dua tanganya,pinngangku dia pegang,lalu aku didudukan di sofa. Kurebahkan badanku hisapan kak robby makin kuat,aku sempat kelinjangan. “kak geli’kataku. “tapi enak kan?katnya,aku hanya senyum,tiba-tiba,kurasakan ada dorongan kuat dari dalam kontolku. “kak kayaknya mau keluar”kataku. “keluarin aja”katnya,kurasakan hisapan kak robby makin kuat,dan akhirnya, ahh ahh, aku merintih sambil memegfang kepala kak robby, denyutan kuat kurasakan diujung-ujng kontolku,dan kurasakan kak robby tetap menghisap,tapi pelan sekali. “ih kakak gak geli?tanyaku saat kulihat sepertinya dia menelan spermaku. “gpp,dari pada belepotan”katnya.

Setelah itu aku belajar,tapi sesekali aku malah melamun,kak robby mengusap rambutku sambil berucap, “gpp,tenang,gak bakalan kenapa2 kok,pasti nanti juga mau lagi”katnya. Benar saja,hanya berselang dua hari,saat tangan kak robby merabaiku lagi,aku hanya diam,dan kembali dia mengulumku,tapi kali ini spermanya dia tumpahkan di wc.

Yang ketiga kali,justru aku yang minta,tapi kali ini kak robby berkata, “gantian dong,kaka juga mau”katnya,akhirnya aku setuju,perlahan walau pertamanya kurasakan agak aneh,akhirnya aku membiarkan kontol kak robby maju mundur di mulutku,bahkan saat kontolnya akan mengeluarkan sperma,dia seperti senganja menahan kepalaku hingga akhirnya sebagian spermanya kutelan,sungguh aneh rasanya.

Sejak itu,kami sesekali mengulang. Bahkan aku membiarkan kak robby mengesek-gesek kontolnya di sela pantatku ketika dia minta. sesekali sambil mengisap kontolku,jari-jari kak robby dimasukanya ke pantatku,sungguh,lama-lama aku terbiasa dan menikmatinya. Sampai akhirnya,ketika suatu ketika dia memaksaku untuk mau dia sodomi,aku hany bisa pasrah,dan membiarkanya melampiaskan keinginanya diatas sofa. Diakhir masa lesku denganya,kami makin rutin melakukanya.

Dan akhirny saat ujian  kenaikan kelas satu berakhir,diapun berakhir mengajariku,karena dia tidak bisa memberi  les sore hari,walau aku mememaksanya. Sungguh,setelah itu aku selalu merindukanya,akhirnya suatu saat aku memberanikan diri menelponya, kamipun membuat janji ketemu. Tapi kita bertemu bukan ditempat kos nya,dengan alasan tempat kak robby rame, aku sungguh bahagia,karena aku fikir,dia pasti ingin juga,makanya dia carikan tempat yang sepi. Kami bertemu di sebuah mall,dia menjemputku dengan motor. Akhirnya kami pergi kesebuah kos an. Sepi sekali suasananya,tempatnya hanya ada satu kamar,dan depanya satu ruangan. Aku sempat malu karena disana telah ada teman kak robby. “gpp,tenang aja,kakak juga dah tahu kelakuan kak robby”kata teman kak robby. Aku langsung ditarik kekamar oleh kak robby. “kakak kangen”katnya tampa mempedulikan temanya yang duduk nonton tv depan kamar,kak robby merapatkan pintu. ‘kak malu ah sama teman kakak”kataku. Tapi kak robby hanya senyum,dia malah menciumiku,aku akhirnya diam,perlahan dia melepaskan satu persatu pakaianku,kemudian  diapun membuka seluruh pakaiannya. Sungguh,itu pertama kalinya aku melihatnya telanjang bulat, otot2nya  perut Nampak sekali diatas kontolnya yang sudah mencuat.”kak jangan terlau berisik,malu ma teman kakak”kataku.”gpp,atau kita suruh dia ikutan’kata kak robby.”ih kakak ada2 aja”katnya. Tiba-tiba pintu terbuka. “iya,gak usah malu ikutan ya”katnya,teman kak robby kemudian membuka pakaianya,aku sempat kaget,kak robby malah menciumiku,ketika kulihat temanya mendekati tubuhku,lalu menciumi pantatku,kulihat kontolnya telah tegang juga.”aku gak tahan dengar kalian dari luar’katnya. “iya,gpp kan say?kata kak robby kepadaku. Aku belum sempat menjawab,kulihat gak robby menganggukan kepalanya,kearah temanya,sementara tanganya membalikan badanku hingga telungkup. “tapi kak”kataku.”udah diam aja”kata kak robby.saat itu kurasakan bagian kontolku diganjal bantal oleh teman kak robby. “kak mau apa?kataku. “mau pantat kamu”kata teman kak robby,aku sempat menolak,tapi kak robby malah menahan punngungku sambil mencium mukaku,perlahan kurasakan kontol memasuki pantatku denagn pakas,aku semapt mengelinjang,tapi tak kuasa,kak robby malah menciumiku mukaku terus,akhirnya aku hany pasrah,bahkan ketika kemudian temanya berhenti,giliran kak robby yang menyodoku,kemudianbadanku dia telentangkan,bantal masih mengganjal saat dua kakiku dia lebarkan,saat itu teman kak robby memegangi badanku hingga susah bangkit sambil sesekali menghisap teteku,kak robby tak peduli saat aku merintih,bahkan dia makin seperti kemasukan setan menghantamkan kontolnya dipantaku. Teman kak robby kemudian menghisap kontolku,dan sungguh,saat itu baru kurasakan kenikmatan yang luar biasa,sampai akhirnya spermaku megucur deras di atas perutku,kak robby terus menggenjotku,bahkan ketika aku berkata cape,dia sepertinya tak peduli. Sampai akhirnya,diapun mendapatkan kepuasan yang dia inginkan.

Setelah kejadian itu,sekali aku kembali ketemu kak robby,kami bertemu hanya berdua,dia meminta maaf kepadaku,dan sekalian katnya mau prakter kerja lapangan, saat kak robby memintaku melayaninya,entah aku tak kuasa menolak. Dan kemudian kami tidak pernah bertemu lagi,saat aku telpon,kak robby sudah pibdah kosan.

Sejak itu,lama sekali aku selalu memikirkan kak robby, sebelum akhirnya aku menemukan pria-pria lain yang menuntaskan keinginan birahiku….(ray/depok)

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.