birahi satu keluarga (B)

Aku tak menyangka bahwa mendapat tetangga baru, akan memberikan warna baru juga dalam hidup. Membuat pendewasaan dan penglamanku semakin bertambah.

Aku tinggal bersama kedua orang tuaku, mereka berdua bekerja demi mencukupi kehidupana kami. kami tinggal di sebuah kontrakan dipinggiran kota.  Rumah kami terletak di belakang rumah pemilik kontrakan.  Ada 2 rumah dibelakang rumah pemilik,tapi seringnya kosong. Karena memang sedikit jauh dari mana2. Aku sendiri boleh di bilang anak yang supel,bahkan boleh dibilang agak sedikit urakan dan kurang ajar. Hidup sebagai anak tunggal,dimana orang tuaku bekerja,walau tampa pengawasan ketat, aku tidak lantas tumbuh menjadi anak yang bandel. Bahkan,karena jarak rumah temanku yang agak jauh. Menjadikanku seringnya tinggal di rumah.

Ketika usiaku sekitar 11 tahun,aku mendapat tetangga baru, sebut saja keluaraga pak nurdin. Dia bersama istri,2 anak,dan mertuanya pindah ke sebelah rumahku. Yang membuat aku senang,anak mereka yang pertama,baim,usianya hanya terpaut 1 tahun lebih muda dariku. Hingga dari awal kepindahan mereka, kami cepat akrab. Bukan itu saja,orang tuakupun senang dengan kedatangan mereka, dan menjadikan mereka tidak kwatir bila meninggalkanku bekerja.

Makin hari kedekatanku dengan keluarga baim makin terjalin, tiap hari aku bermain bersama baim. Ibu baim,pun akhirnya membantu keluargaku dengan mencucikan pakaian kami. pak nurdin yang bekerja sebagai sopir truk. Memang sedikit harus bekerja extra demi mencukupi kehidupan mereka. Bu nurdin dan nenek baim,bukanya tidak membantu,bahkan selain nenek punya pensiun,akhirnya dia dan bu nurdin,menjadi kuli pengupas bawang. Nenek baim,usianya saat itu belum 50 tahun,katanya beliau kawin muda.selain kelihatan masih segar,nenek termasuk orang yang sangat ramah. Tak jarang beliau suka bercerita kepada aku dan baim tentang  penglamanya ketika menemani kakek. Dan kadang,jika baim malas memijat jika di minta,akulah yang kadang menawarkan diri,dan dia suka member upah. Begitu juga bu nurdin,tak jarang aku menawarkan jasa membantu,jika baim malas.

Setahun setelah mereka tinggal,hubungan kami makin seperti keluarga sendiri.  Aku yang sedikit pecicilan,sering di jadikan bahan candaan,baik oleh orang tuaku atau keluarga baim. Pernah suatu kali,saat ibuku ngobrol di rumah mereka,ibuku bertanya, “seksi mana ibu sama ibu baim?tanya ibuku. “sexy ibu baim”kataku spontan,”kenapa?tanya ibu baim. “dadanya gede,ibu kecil”kataku. Kontan ibuku,ibu dan nenek baim ketawa. “nenek juga masih sexy”kataku. “ah,nenek sih dadanya dah turun”kata nenek yang payudaranya memang besar juga. Bahkan ketika suatu kali,ibu baim sedang di kamar mandi. Aku sengaja nengok2 liat ke wc yang jaranknya hampir berdekatan dengan wc ku. Kami memang menggunakan satui sumur bersama. “hayo,ngapain nengok2?’kata ibu baim. Aku hanya mesem. Pun ketika aku memerhatikan ibu baim yang sedang menimba dengan hanya mengenakan bh, ibu baim hanya senyum2 saja.

Kenakalan aku dengan baim memang kenakalan anak kecil biasa di mata mereka,tapi saat usiaku sekitar 13 tahun dan mengalami mimpi basah. Fikiranku jadi sering kacau. Bahkan akhirnya,aku dan baim jadi sering membicarakan hal2 berbau porno. Sampai akhirnya kamipun melakukan onani bareng.

Dan suatu hari,ketika aku dan baim sedang bercanda,saat itu aku sedang ditarik-tarik celana oleh baim karena tititku bangun,nenek tiba-tiba datang.”hayo lagi pada ngapain’kata nenek. “gak nek,tuh si zaen burungnya bangun melulu’kata baim.”walah suruh tidur aja, gede gak?kata nenek.”gede nek”kata baim. Sejak itu,sesekali,jika tak ada orang,nenek sering becandain aku. “hayo,burungnya bangun gak”kata nenek. aku hanya senyum. “nek kenapa gak nikah lagi,nenekan masih sexy’tanyaku.
gak laku”kata nenek. “apa nenek gak kangen sama anunya cowok?tanyaku. ‘kangen sih,tapi dah lupa”kata nenek sambil senyum. “dulu kakek anunya gede ya nek,kata baim”tanyaku. “wah lupa’kata nenek. “ih nenek”kataku.

Hubungan ku dengan keluarga baim,memang makin erat. Dan mereka menganggap keinginan tahuanku adalah hal yang wajar.heranya.mereka seperti tak sungkan denga segala tindakan jailku. Malah seperti membiarkanya. Atau mungkin mereka merasa gak enak karena sering dibantu oleh keluargaku, bahkan ketika baim akhirnya masuk sekolah smp yang sama denganku. Orangtuakulah yang mendaftarkan bahkan membayari uang sekolah terlebih dahulu. Karena saat itu meski bapak baim sering keluar kota dan tak pulang,tapi uang yang dihasilkan tak cukup untuk membayar uang sekolah baim.

Dan pagi itu,sifat pecicilanku akhirnya membawaku kedalam pengalaman baru. Aku ingat,waktu itu aku masuk siang. Jacketku di pinjam baim.waktu sekitar jam 10 aku hendak mandi,tapi kemudian ingat jacketku. Saat itu aku hanya mengenakan handuk, saat akan mengambil jacket. Aku masuk rumah lewat dapur dan memanggil ibu baim,tapi nenek yang menjawab.”ke pasar”kata nenek. “nek aku mau ambil jacket,katnya dikamar belakang”kataku. Rumah kami memang hany terdiri dari 2 kamar. Rumah baim,kamar depan dipakai orang tuanya,sedang belakang,bersebelahan, biasanya sama nenek dan baim yang tidur dilantai. “cari aja”kata nenek yang suaranya sebelah depan.akupun mencari tapi tak ketemu. Tapi tak ketemu. Aku kemudian nongol ke karma sebelah yang hany ditutp tirai.kulihat nenek yang hanya mengenakan bh dan sarung sedang duduk dan mentisir rambut. ‘gak ada nek”kataku.”ih kamu,nenek kan baru mandi,belum di baju’katnya senyum,aku hanya senyum melihat tubuh nenek. “coba cari disini”kata nenek,aku hany memandangi sekeliling kamar,tapi jacketku tak keliatan.”tuh cari ditumpukan itu”kata nenek sambil menunjuk tumpukan baju diatas kasur. akupun masuk dan mencari jacketku,tapi tak ada. Sesekali aku melihat nenek yang duduk menyamping,payudaranya kelihatan sepotong,membuat jantungku degdegan. “ada gak”kata nenek.”gak ada nek”kataku. “ih,burungnya kenapa tuh”katnya,aku baru sadar,ternyata burungku telah berdiri.membuat handukuku terangkat.aku hany senyum. “gede ya’kata nenek. “nenek mau liat”kataku tersenyum. Aku mendekati nenek. ‘mana coba liat”katanya. Tampa malu aku membuka handuku.”kecil ya nek”kataku. “gak lah,segitu sih gede”katnya. Aku kemudian merapikan handuku lagi.”kok berdiri aja,kenapa?kata nenek. “gak tahu,mungkin liat nenek,jadi gitu”kataku.nenek hanya senyum. “nek,kalau yang cewe kayak gmana?boleh liat gak?kataku. “ih kamu,jangan nanti ketahuan orang”kata nenek. “aku gak akan bilang siap2 nek,sumpah’kataku. “bener?katnya,aku mengangguk,perlahan nenek membuka kainya.”ih,nenek kok gak dicelana”kataku.”nenek baru mandi,mau ambil celana,kamu keburu nongol”kata nenek. “nek,kalau ini ditempelin,gmana rasanya?kataku. “ah,jangan’kata nenek.”nek,sbentar aja,pingin tahu”kataku.”tapi jangan cerita kesiap2”kata nenek,aku mengangguk,nenek akhirnya membuka kainya,dan duduknya dia hadapkan kearahku,dia membuka pahanya lebar.perlahan kontolku yang sudah tegang,ujungnya aku tempelkan ditengah tengah daging yang berbulu. Rasa geli merasuk kedalam kepala kontolku. “nek lubangnya yang man?kataku.tangan nenek kemudian meraba kontolku,dan perlahan dia mengser ujung kontolku,hingga akhirnya kurasakan ada celah yang sangat hangat. Kutekan kontolku sedikit,kulihat nenek hanya diam,aku bergerak makin mendekati nenek.”enak gak?bisik nenek.”enak nek,masukin semua ya”kataku.nenek mengangguk.”maju mundurin pelan2”bisik nenek setelah kurasakan kontolku masuk semua.akupun memaju mundurkan kontolku pelan2. Kudengar nafas nenek makin tak teratur.tanganya kemudian meremas-remas pantatku. Kurasakan nikmat yang luar biasa,samapi tak sadar,aku memeluk tubuh nenek erat karena kurasakan desakan dalam kontol’aku makin mengecangkan genjotanku.”nek..nek..ahh…ahh..’suaraku tertahan dan kurasakn cairan kental keluar dari kontolku disertai denyutan yang luar biasa nikmat. Setelah itu aku tak berkata apa2,nenek juga hanya diam,aku kemudian pergi meninggalkan nenek.

Setelah kejadian itu,aku sedikit agak malu bila ketemu nenek,walau dia sepertinya biasa2 saja. Sampai kira-kira seminggu kemudian,kami berpapasan di kamar mandi.”pada gak ada ya nek”kataku pagi itu.”iya,biasa ke pasar”kata nenek. aku terus melihat nenek. “kenapa?kata nenek.”gak,nek inget yang kemarin gak?kataku.”ingat,kenapa?tanya nenek.”gak,enak gak nek?kataku.”enak,habis sudah lama nenek gak ngerasaian,kenapa,kamu mau lagi”katnya.aku menganguk. Akhirnya pagi itu,aku masuk ke kamar nenek. perlahan kulihat nenek berbaring diaksurnya sambil membuka kainya.”hayo cepat,nenek gak tahan”katnya.perlahan,aku menurunkan celana boxerku. Kontolku langsung tegang. Dan dengan perlahan dibantu tangan nenek,aku mulai mendekatkan kontolku dan kemudian kmasukan pelan-pelan kedalam momoknya. Kembali aku mengenjot wanita itu.sampaii akhirnya air maniku kembali muncrat didalam ruang kenikmatan wanita tua itu.

Sesekali jika rumah sepi,kami mengulang perbuatan kami. kenikmatan yang kudapat,membuatku sedikit ketagihan.padahal usiaku saat itu belum genap 14 tahun,tapi rupaya nenekpun seakan tak peduli. Setelah kira-kira 6 bulan kebersamaanku dengan nenek,tak kusangka kenikmatan lain dapat aku reguk. Aku telah bersekolah pagi lagi,tapi baim yang giliran siang. Hari itu aku pulang agak cepat,sekitar jam 11 aku sudah sampai rumah, aku sebenarnya ingin menemui nenek, saat masuk rumah ku lihat bu nurdin sedang menetei adik baim,padahal usiany sudah sekitar 4 tahun,diruang tamu sambil tiduran.“nenek mana bu”kataku.’tadi mau ke saudaranya,ada apa”kata bu nurdin. “gak da apa2”kataku. “bapak dah berapa hari pergi bu,perasaan dah lama”tanyaku.”seminguan”kata bu nurdin.”bapak jadi jarang pulang ya bu?kataku. ibu mengangguk. Memang sudah setahunan belakangan pak nurdin jarang di rumah. Aku sebenarnya basa-basi mengajak ibunya baim ngobrol,aku sebenarnya sedang memperhatikan dia menyusui.dadanya yang besar,asyik dikeyot anaknya,memberiku pemandangan luar biasa. Tapi rupanya bu nurdin menyadarinya.”ngapain liatin aja,mau nete juga”katanya tersenyum. “boleh”kataku. Bu nurdin tersenyum.”kasian ya ibu jadi kesepian ditinggal bapak terus”kataku. “iya”katanya. Aku terus memperhatikan bu nurdin,sesaat dia mencabut putingnya karena adik baim sudah terlelap. “jangan liatin aja,malu”kata ibu nurdin.”gpp bu,ibu sexy”kataku.dia seperti sengaja meremas-remas payudaranya sebelum memasukanya kedalam bhnya. “coba diijinin pegang”kataku. “kenapa,mau?katnya. aku menganguk.”jangan ah,nanti kamu bilang ibu kamu”katnya.”gak kok bu,sumpah”kataku.kemudian kulihat bu nurdin melambaikan tanganya menyuruhku mendekat,aku mendekat,dia kemudian kembali membuka kancing depan bh nya setelah tadi dia tutup.dia kemudian mewmberikan dadnya kepadaku.perlahan aku menyuntuh dada kirinya. “mau nete juga ga?bisik bu nurdin,aku mengangguk.”tapi janji gak kasih tahu siapa2”bisiknya,aku mengangguk.”didalam aja yuk”katnya,aku menganguk lagi.perlahan kami masuk kekamranya. Dia kemudian berbaring,akupun berbaring disisinya,dan kemudia mulai mendekatkan mulutku ke putingnya. Sesaat aku mulai menyedot-nyedot putting payudaranya,persis seperti bayi.kulihat sesekali mata bu nurdin terpejam. Tak lama kurasakn tanganya menyentuh kemaluanku.”ih,bangun,ibu liat ya”bisiknya,aku menganguk,dia kemudian membuka seleting celana sekolahku.dia tersenyum saat melihat kontolku muncul .”celanya buka aja ya’katnya,aku mengangguk,kemudian aku membuka celanaku.”mau yang enak gak,tapi harus dirahasiain”bisiknya,aku mengangguk.kulihat bu nurdin membuka kainya dan kemudian menurunkan celanya.”sini naik ke ibu”bisiknya.perlahan aku mulai naik,dia kemudian memegang kontolku dan mengarahkanya ke lubang momoknya.kontolku pelan tapi pasti masuk kedalam lubangnya hingga makin lama makin dalam. Rasanya lebih enak dari punya nenek,fikirku.perlahan aku mulai memju mundurkan kontolku mengikuti gerakan tangan bu nurdin di pinggangku.”bu enak ya’bisiku.”iya gitu’kata bu nurdin.”iya bu,enak banget”bisiku dengan nafas tersengal-sengal.’jangan samapi siapaun tahu ya’katnya.aku mengangguk.”ibu kesepian ya”bisiku.”iya,ibu dah lama gak gituan ma bapak,untung ada kamu”katnya. “bu tapi aku mau keluar nih’kataku.”gpp,keluarin aja”katnya.dan sesaat kemudian,akupun mengejang diatas tubuh bu nurdin,ibu sahabatku. “bu enak banget,nanti mau lagi ya?bisiku.”iya,tapi ingat pesan ibu”katnya,aku mengangguk.”bearti nenek lebih kasian lagi ya bu,dah lama menjanda”kataku. “mang kamu mau gituin nenek juga?kata bu nurdin.”kalau dia mau,boleh aja,kasian”kataku. “ih dasar,tapi awas jangan bilang2 kamu sudah gituan ma ibu”katnya. Aku mengangguk.’cepat pulang,ganti baju,takut ada yang pulang”katnya. Akupun kembali ke rumahku. Tapi siang itu,saat bu nurdin datang mengantarkan pakaina yang sudah dia cuci, aku kembali mengodanya dan akhirnya siang itu,dikamarku,aku kermbali menghantamkan kontolku ke momoknya.

Dalam semingu,setelah itu.aku biasanya menyodok 2 wanita berbeda. Nenek ku genjot dirumahnya,ketika semua orang tidak ada. Atau ibunya baim yang mengantarkan cucian kerumahku, dan aku genjot di kamraku. Kelakuanku tak ada yang mencurigai atau mengetahuinya. Bahkan antara ibu dan nenek baim,mereka tidak tahu bahwa mereka berdua menjadi pelampiasan nafsu bejatku.

Sampai akhirnya,keisengan laingku timbul, tapi justru membuatku menjadi manusia yang tidak normal. Hari itu,kami libur sekolah.bersma baim,dirumahku kami memutar kaset porno yang kami pinjam. Setelah beberapa saat,aku kemudian merba-raba kontol baim. “im,cobain isep mau gak”kataku. “gman,tapi gantia”kata baim,aku mengangguk,aku akhirnya menyodorkan kontolk,baim kemudian mengisapanya,lebih enak ibu kamu,fikirku saat itu. Kemudian setelah beberapa saat,baim membuka celananya,dan kemudian perlahan,akupun mulai menghisap kontol baim. Akhirnya kami saling hisap hingga akhirnya sperma kami sama-sama keluar.

Sesekali kelakuan itu kami ulang,samapi suatu hari,baimpun tak menolak ketika aku ajak mencoba saling sodok pantat. Awalnya kami memang sama-sama kesakitan. Tapi lama-lama,kami bias saling menikmati. Hingga akhirnya sesekali kami suka saling menggenjot pantat kami bergantian. Entah kenikmatan yang kudapat bersama baim,serasa berbeda dengan yang kudapat bersama wanita,tapi dua2nya aku menyukainya. Bahkan akhirnya,kami mengajak teman kami yang lain untuk melakukanya.

Lama sekali aku melakukan hubungan terlarang dengan keluarga baim,bahkan saat aku masuk sma, dan banyak mengenal dan meniduri wanita2 nakal baik teman sekolah atau yang lain. Sampai kemudian,orang tuaku bisa membeli rumah dan kemudian kami pindah…..(zaen/Kapuas)

About these ads

~ oleh ceritalelaki pada Januari 19, 2012.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: