gairah imut (BI)

Orang sering bilang,jangan menilai buku dari sampulnya,sampulnya bagus,belum tentu isinya bagus. Begitu juga dengan seseorang,jangan dinilai dari penampilan fisiknya. Pepatah itu,mungkin berlaku juga bagi diriku. Dibalik wajahku yang tampa dosa,dan dibalik fisiku yang kelihatan tidak terlalu besar,di balik itu semua,dalam diriku tersimpan sesuatu yang sangat buruk dinilai dari moral seseorang. Ya,walau wajahku imut dan fisiku keliatan tidak membahayakan,tetapi aku memiliki nafsu dan fikiran yang sangat kotor dan mungkin boleh dibilang biadab. Aku sendiri tidak mengerti,kenapa diriku seperti itu,tapi mungkin akibat hal buruk yang menimpaku sewaktu kecil.Selain ditinggal ibuku saat usiaku masih kecil,ada hal lain yang terus membekas di ingatanku hingga kini.

Aku terlahir dari keluarga yang boleh dibilang serba kekurangan,tapi walau begitu,tidak membuat orang tuaku patah semangat dalam membesarkanku.mereka berusaha membahagiakanku semampu mereka. Ayahku bekerja membantu seorang juragan yang mempunyai banyak tanah dan sawah. Selain sebagai penggarap,kadang ayahku membantu majikanya menjual hasil panennya. Ibuku sendiri kadang bekerja sebagai seorang pengupas bawang.  Kehidupan kami di asalnya baik-baik saja,walau memang desa kami termasuk desa kecil dan rumah kontrakan kami jauh dari mana-mana,tapi kami dapat melewatkan hari hari kami hampir tampa keluhan,walau ada dalam kekurangan.

Tapi kebahagian kami,terutama aku dan ibu,menjadi terganggu setelah kejadian yang menimpa kami,terutama ibuku.aku ingat betul,saat itu usiaku sekitar 8 tahun dan aku duduk di pertengahan kelas satu sd,saat itu aku sedang libur sekolah,sedang ayahku pergi keluar kota,disuruh majikanya,ayah memang kadang keluar kota mengantar hasil panen,dan kadang tidak pulang,walau hanya untuk sehari,paling lama 2 hari. Malam itu,seperti malam yang lain,aku lalui dalam keheningan,ibuku sudah tidur sekitar jam 9 malam,sedang aku masih asyik menonton tv,hingga sekitar jam 11,aku merasa ngantuk,akhirnya aku masuk kekamar ibuku,satu2nya kamar dirumah itu,dan berbaring disamping ibuku,kami tidur dilantai yang beralaskan tikar dan kasur. Rasanya belum lama mataku terlelap,tapi kemudian aku mendengar ibu seperti bicara,”ambil aja yang ada,kami tidak punya apa2’katanya.perlahan aku membuka mataku,seorang pria bertutup kepala,membawa golok berdiri disamping ibu yang tengan duduk disebelahku.aku ketakutan dan langsung merangkul ibu,badanku gemetar,ibu berusaha menenangkanku,dengan mengusap-usap kepalaku,sambil berbisik,gak apa2.”kalian tenang saja,jangan rebut”sambil berkata begitu orang itu,mengacak-ngacak lemari kami,sesaat kemudian,satu orang lagi hadir didepan pintu kamar.mereka sepertinya kecewa tidak menemukan apa2,bahkan dompet ibupun hanya berisi uang sekitar 50 ribu.”udahlah cepet,pasti gak ada yang berharga”kata orang yang berdiri dekat pintu.dan orang yang mengacak-ngacak lemari tiba-tiba jongkok disamping ibu,dia meraba paha ibu.”mau apa?kata ibuku,”sudah janga rebut,diam kalo gak”dia berkata begitu sambil mengacungkan goloknya dekat kepala ibu,satu tanganya mendorongku menjauh ibuku,merapat ke dinding,saat dia mulai hendak membuka kain ibuku,ibuku berkata”zi,kamu keluar sana,gpp,tunggu ibu didapur”katanya,aku bergegas keluar,aku tidak berani melihat orang yang berdiri  dekat pintu,dia juga mengenakan kupluk dan membawa golok. Saat keluar kamar,aku melihat satu lagi orang dekat pintu dapur yang memang bersebelahan dengan kamar ibu,karena takut,aku akhirnya duduk didekat tv,menghadap kamar ibu,yang tirainya setengah terbuka. Akhirnya aku dapat melihat apa yang mereka lakukan terhadap ibuku,dengan penuh nafsu,pria itu menurunkan celanaya,dapat kulihat jelas kontol pria itu terlihat,karena dia menghadap kearahku,sedang ibu,tampa daya,berbaring pasrah,aku hanya dapat melihat kepala ibuku dari belakang,yang sebagian terutup bantal.perlahan pria itu merapatkan badanya ketubuh ibu,setelah itu,aku hanya bisa mendengar desahanya dengan sangat jelas,sementara badanya terus menindih tubuh ibuku.malam itu,secara bergantian,3 lelaki bertopeng memperkosa ibuku,aku sendiri tak bisa berbuat apa-apa,hanya terduduk lemas,dan hanya bisa mendengarkan desahan nafas yang sungguh menyakitkan hatiku.sampai akhirnya,dengan rasa puas,mereka pergi meninggalkan kami lewat pintu dapur.

Setelah itu,aku cepat-cepat menghampiri ibu,setelah dia merapikan pakaianya,kulihat air matanya berlinang,”gpp,kamu tidur aja,ibu ke sumur sebentar”katanya,tapi aku mengikuti ibu,pergi ke wc dibelakang rumah kami,ibu merapikan palang yang tergeletak.mereka mencokel palang yang menghalangi pintu dapur.

Setelah rapih,ibu memberiku minum,dia kemudian berkata,”zi,kamu janji,jangan ceritakan kejadian ini sama siapapun,ayah kamu juga jangan sampai tahu ya?katanya,aku mengangguk.”bu,kenapa tv nya gak mereka ambil?kataku.”gak tahu,mungkin tujuan mereka memang untuk mencelakai ibu,sudah,kamu jangan membicarakan masalah ini lagi,kita lupakan saja,janji ya?kata ibuku,aku mengangguk.

Sejak itu,kami tidak pernah membicarakan lagi,seolah-olah tidak pernah terjadi apapun,tapi kemudian ibu menjadi agak pendiam,terutama disaat ayah bekerja,akupun demikian,sering kejadian it uterus hadir lagi diingatanku,terutama saat malam hari. Sampai akhirnya saat aku di akhir kelas 3 sd,ibuku terserang demam berdarah,dan akhirnya nyawanya tidak dapat tertolong lagi. Sungguh,itu pukulan yang paling berat selama hidupku,kehilangan orang yang sangat aku cintai,diusiaku yang masih kecil.

Ayah memutuskan untuk pindah ke rumah nenek,ibu dari ayah,kakek sendiri sudah meninggal.aku sendiri tidak begitu terpengaruh dengan kepindahan itu,karena memang kadang aku suka menginap di rumah nenek,malah sekolahku menjadi agak lebih dekat,walau masih agak jauh dari kota.jarak antar rumah yang agak berjauhan,menjadi suasana tidak lebih rame dari asal tempat tinggalku. Asalnya nenek ditemani  oleh adiknya,tapi setelah beberapa hari kepindahan kami,atas permintaan anak tertua nenek,adik nenek pindah ke rumah bibiku,yang jarak rumahnya sekitar  100m dari rumah nenek. Bibiku,kaka tertua ayah,mempunyai kehidupan ekonomi yang lebih baik,bersama suaminya dia membuka ruamh makan di pasar ,bibiku banyak sekali membantuku,terutama dalam urusan sekolah,baik biaya atau keperluan lainnya.

Nenek sendiri sekarang bekerja membantu sebuah keluarga,sepasang suami istri,sebut saja bapak dan ibu warto,dimana bu warto menderita kelempuhan saat usianya memasuki 40 tahun,bu warto termasuk orang berada,dia menikah dengan pemuda yang usianya hampir 10 tahun lebih muda darinya.neneku suka membantu membersihkan rumah bu warto,bahkan nenek yang bisa mijit,menjadi lanagganan bu warto saat bu warto sebelum sakit,bahkan hingga beliau lumpuh,nenek masih suka memijat bu warto.

Saat pertama diajak menemani nenek,aku merasa iba melihat bu warto yang hanya berbaring di ranjang tampa daya,jangankan untuk bergerak,untuk bicara saja bu warto tidak mampu.tapi sepertinya nenek sudah hapal kebiasaan apa aja yang dilakukan bu warto,baik jika dia hendak mandi,berganti pakaian,atau menginginkan sesuatu. Biasanya nenek mengelap badan dan menganti pakaian bu warto 2 kali sehari. Jika dia menginginkan sesuatu,bu warto biasanya hany bisa mengerakan telunjuknya,tanganya sendiri hanya bisa terkulai lemas.setelah nenek melihat gerakan jari bu warto,biasanya nenek menayakan sesuatu kepada bu warto,entah itu minum,atau makan,jika bu waro mengedipkan matanya,bearti dia setuju.yang paling menyedihkan jika bu warto ingin kencing atau buang air besar.untuk kencing,biasanya nenek menaruh tempat yang ada selangnya di kelamin bu warto. Kalo ingin buang air besar,nenek biasanya memiringkan badan bu warto,dan tampa merasa jijik,setelahnya,nenek membersihkanya denagn lap basah. Saat aku tanya nenek mau melakukanya,nenek bilang,nenek banyak berhutang budi kepada keluarga bu warto. Nenek sendiri dulunya seringnya dibantu oleh ibunya bu warto.

Tak terasa waktu berlalu,aku jadi sering membantu nenek,bahkan jika pak warto keluar kota,kami suka menginap ditempatnya,ayah sendiri lebih terfokus dengan kerjaanya,walau sesekali,jika keluar kota,aku suka diajaknya.sampai akhirnya saat aku kelas 5 sd,pak warto jadi jarang pulang,bisik bisik antara nenek dan adiknya,aku tahu bahwa pak warto mempunyai wanita lain.bahkan aku sendiri pernah mendengar pak warto berbicara kepada istrinya,saat itu,kebetulan aku menginap ditempatnya,tampa ditemani nenek,karena pak warto berencana pulang,tapi agak malam.pak waro meminta ijijn istrinya untuk menikah lagi,dan sepertinya bu warto mengijinkanya,karena kudengar pak warto mengucap terima kasih dan berjanji tetap menjaga bu warto sampai kapanpun.sepertinya calon istri baru pak warto sudah mengetahui semuanya.saat aku bilang ke nenek,nenek berkata,”gak baik mendengar pembicaraan orang,lagian,gpp pak warto menikah lagi,kan diijinkan oleh agama,asal istrinya setuju”.

Sejak itu,aku dan nenek jadi lebih sering menginap di rumah pak warto,pak warto sendiri sebenarnya orangnya sangat baik,tak jarang dia mengajaku ngobrol bahkan bercanda,sering kali dia berkata,ingin sekali memiliki anak lelaki lucu seperi aku,mungkin itu yang membuatnya menikah lagi.lama-lama,tak jarang pula aku menemani bu warto hany seorang diri,karena tidak mungkin meningalakn rumah kami tiap malam kosong.

Akhirnya,malam itu,kejadian yang mempengaruhiku terjadi,kejadian yang menjadi awal munculnya fikiran-fikiran kotor bahkan jahat pada diriku hadir. Aku sedang libur setelah ujian dipertengahan kelas 6 sd,awalnya malam itu tak ada hal yang luar biasanya,sampai akhirnya malam hari aku merasa ingin kencing,tapi saat terbangun,aku mendengar desah nafas pak warto dari dalam kamar.perlahan aku mengintip dari jendela kamar,sungguh,pemandangan masa kecilku teringat lagi,saat kulihat diatas ranjang,dengan santai pak warto menggenjot bu warto yang terbaring.kulihat badan pak warto yang berkaos oblong dipenuhi peluh,sementara bagian bawahnya yang tampa penutup apapun,tengah asyik maju mundur  di badan bu narto,yang terbaring tampa reaksi,seperti mayat hidup.adegan itu membuat jantungku berdegup kencang,sampai akhirnya kudengar pak warto mengerang hebat,akhirnya kulihat badanya menjauhi tubuh bu warto,aku dapat melihat kontolnya dengan jelas,saat dia mulai mengelap bagian vital bu warto dan kemudian merapikan kainya.”makasih ya mah,maaf agak lama aku gak meniduri mamah”itu kata-kata yang keluar dari mulut pak warto sebelum akhirnya diapun berpakaian.aku cepat-cepat kembali tidur.

Sejak itu,kejadian itu terus menbayangiku,bahakn sering kali kontolku yang dulunya jarang berdiri,hampir tiap hari berdiri,sampai akhirnya akupun mengalami mimpi basah,sejak mimpi itu,fikiranku makin kacau,terutama jika aku disuruh nenek mimijat kaki bu warto,aku bahkan sesekali sengaja menyengol payudaranya jika sedang mimijat tangan bu warto,bahkan sesekali aku berusaha mengintip kedalam sarung bu warto jika dia tertidur,karena ku tahu bu warto tidak pernah mengenakan celana dalam. Saat pak warto ada,aku jadi suka menginap,mengharap dapat melihat kejadian itu kembali.dan akhirnya 3 bulan setelah itu,aku kembali melihat pak warto mengagauli bu warto di tengah malam hari,adegan itu dapat aku saksikan bahkan dari awal. Hal itu makin menambah kacau fikiranku, saat sendiri,aku bahkan jadi sering melihat kontolku.

Kontol yang dulunya kecil,bulat mirip batere kecil, tampa terasa kini sudah menjadi seperti batere yang hampir sebesar batere ukuran sedang. Selain bentuknya yang bulat mirip batere,ada hal lain yang menyebabkan aku merasa malu jika mandi di sungai bareng kawanku. Pada batang atas bagian tengah,ada tahi lalat sebesar kuku bayi,dan dibagian bawah batang,percis  dibawak garis bekas sunat,ada juga tahi lalat,tapi ukuranya panjang sebesar setengah batang korek api panjangnya,untungnya tahi lalat itu tidak tumbuh,makin besar aku,makin terlihat kecil,tapi yang mengangguku,adalah bulu2 hitam yang ada,makin hari makin jelas,bahkan dulu temanku mengira aku sudah tumbuh bulu kelamin,padahal sampai mimpi basahpun,buluku belum tumbuh.bulu itu hany tumbuh diatas tahi lalatku.tapi neneku bilang gpp,bahkan nenek dan ayahku juga mempunyai tahi lalat yang agak besar,tapi letaknya rata2 dipinggul.

Hingga akhirnya,saat akhir 6 sd,setelah selesai ujian terakhir untuk kelulusanku,fikiran itu makin tak terbendung.hingga akhirnya entah setan mana yang membuatku berbuat nekat.malam itu,saat aku menemani bu warto,nafsuku makin tak terbendung,aku terus melihat kekamar bu warto,hari makin beranjak larut,sampai akhirnya perlahan aku mendekati kasur bu warto,kulihat dia telah terlelap,wajahnya lemas menghadap kanan,wajahnyapun memang sulit bergerak.perlahan aku mulai mengeser kakinya,kulihat matnya tetap terpejam,jantungku makin berdegup kencang,tapi aku makin berani,karena aku tahu,bahwa bu warto tidak akan merasakanya atau menyadarinya.perlahan aku mulai membuka ikatan kain bu warto,akhirnya aku dapat melihat kelamin bu warto,aku makin tak kuat.selami ini saat nenek menganti baju bu warto,aku memang tidak pernah membantu,karena nenek melarangku.bergegas aku menurunkan celanaku dan naik diantara kaki bu warto,percis seperti ,kontolku sudah sangat tegang,perlahan aku mendekatkan kontolku diantara bulu2 lebat,nafasku makin tak terkontrol,saat kulihat belahan momoknya,aku berusaha menekannya,sampai tiba-tiba,tak kuasa,kurasakan aliran dalam kontolku mulai keluar dan ahh,kontolku memuntahkan cairan kental,sungguh,hangat dan nikmat luar biasa menjalari tubuhku,rasa yang selama ini menyesakan dada,perlahan lepas,dan fikiranku bertambah plong.kulihat mata bu warto masih terpejam,akhirnya aku berusaha membersihkanya,jelas sekali spermaku diatas bulu momok bu warto,aku samapi mengcek beberapa kali,takut ada sisa,hingga besok nenek dapat mengetahui.

Gilanya,hanya berselang dua hari kemudian,saat pak warto kembali tidak pulang,aku mengulangnya lagi, bahkan hingga 2 kali.malam itu,saat kembali naik diatasnya jantungku tetap berdetak hebat,rasa geli dan hangat terus menjalari kontolku saat aku menempelkan kontolku,setelah aku memastikan,aku menemukan lubang yang aku inginkan,tapi saat belum semua kontolku masuk,aku kembali tak dapat menahan sepermaku,dan akhirnya maniku muncrat diatas momok bu warto. Aku kembali membersihkanya.saat  berbaring,rasa penasaranku akan lubang bu warto,terus terbayang,samapi akhirnya,kontolku kembali menegang.akupun kembali mendekati ranjang bu warto,perlahan setelah  kainya terbuka,kugunakan jariku untuk membuka lebar2 momok bu warto,kontolku yang sudah menegang,perlahan kumasukan,kali ini,kontolku sepertinya lebih tenang,hingga makin dalam kumasukan kontolku pada lubang yang kutemukan,makin hangat dan nikmat.kemudian lambat laun,aku mulai mengerakan pantatku maju mundur,percis seperti yang pak warto lakukan,tapi aku tidak berani menganjal pantat bu warto dengan bantal seperti yang pak warto lakukan,takut membangunkan bu warto,kira-kira 15 menit,kenikmatan makin menjalar,tidak hanya didaerah kontolku,bahkan badanku samapi bergetar dan bergidik,hingga akhinya,tanganku  mengepal sprei pingir2 badan bu warto dan,ahh,ahh,ahh..aku mendesah panjang,dan spermaku tumpah,tapi kali ini sungguh luar biasa,kurasakan denyutan sangat hebat,momok bu warto seperti memijat-mijat batang kontolku.kupejamkan mataku lama sekali,merasakan denyutan2 itu,akhirnya kontolku keluar dengan sendirinya,lender masih ada di batangku,aku sempat kaget,saat kulihat wajah bu warto,walau mukanya menoleh kesamping,tapi aku dapat melihat bahwa matanya sedikit terbuka,tapi kembali terpejam. Entah,aku sama sekali tidak merasa takut,bahkan dengan santai,aku mengelapnya dengan kain basah.

Fikiranku menjadi tenang,rasa penasaran itu sudah terpenuhi. Akhirnya aku masuk smp,sekolahku agak jauh,tapi kadang aku berangkat bareng anak majikan ayahku yang membawa motor,walaupun dia searah,tapi dia sudah kelas 2 sma.asalnya aku kenal begitu saja,tapi suatu saat,kami bertemu saat pulang sekolah,dan dia memboncengku,dari rumahnya,aku harus berjalan kaki lagi sekitar 15 menit sebelum sampai rumahku. Sejak itu,aku makin akrab,mas iwan,begitu aku biasa memangil,orangnya tampan,walau kulitnya agak gelap,dari teman2nya,aku tahu dia digilai banyak wanita,tak lama setelah kami akrab,dia dengan terus terang bilang sudah main perempuan sejak kelas 3 smp.aku makin suka kepadanya.tapi aku tentu saja tidak pernah bercerita tentang kelakuanku yang bokbrok juga. Sesekali aku masih suka mengagauli bu warto,bahkan sekarang lebih berani,jika aku ingin dan ada kesempatan,aku langsung melakukanya,tak peduli itu siang atau malam,bahkan saat mata bu warto terbukapun,aku berani melakukanya.

Dan kemudian hari itu,kira2 dipertengahan kelas 1,aku main kerumah mas iwan,pulang sekolah,dirumah,kami ngobrol,sampai akhirnya,mas iwan bertanya.”mau cewe gak?katnya.”mau sih,tapi takut”kataku.”katnya  minta dikenalin,sekarang takut,cuek aja,dah gak perawan kok”katnya.aku pura-pura takut,tapi mau.”malu gak mas ya?tanyaku.”malu kenapa,kecil?gpp,asal bisa tegang aja”katnya.”lagian nanti dia aku kasih uang,bahenol  loh”lanjutnya.”tenag lah,aku juga gak gede2 amat”katnya lag,saat kubilang malu,kecil lagi.”mang segede gman sih,coba liat”.”malu mas ah”.”gak sah malu,nih,aku mah segede gini”ktanya,dia memperlihatkan kontolnya,akupun mulai memperlihatkan kontolku.”ih,kok ada tompelnya”katnya senyum,aku cepat2 menutup kembali.”tapi gak apa2,gak akan diperhatiin”.”ada dual oh mas dibawahnya juga”kataku.”masa,liat”kemudian dia membuka seletingku,dan tampa jijik memegang kontolku.”wah ini hebat,ada bulunya juga ya,kamu potong,supaya keras,pasti cewek gak kan kuat”ktanya.”masa”ktaku.”iya,nanti kamu liat aja,pasti ceweknya merintih,karena kegesek2 bulu,dulu waktu aku digundul,cewek minta diamsukin semua,tapi diujungkan susah,kalo kamu kan ada didepat,atas bawah lagi”katnya.kemudian mas iwan mengambil gunting,aku membiarkanya saat bulunya dipotong dan disisakn sedikit.”hari sabtu kita test ya?katnya,aku mengangguk,”mas kapan liat vcd nya”kataku menagih janji.”besok ya”katnya.dan besoknya untuk pertama kalinya aku melihat adegan mesum di layar tv,tapi kemudian mas iwan cepat2 mematikan,karena ibunya tiba-tiba pulang. “nanti aja disambung”bisiknya saat aku pamit. Sampai rumah,fikiranku terus terganggu adegan yang baru sekitar 20 menit aku saksikan,akupun mulai meraba kontolku dan menyentuh bulu2 ditahi lalatku yang agak berdiri karena dipotong,sedangkan dipangkal kontolku,bulu halus sudah Nampak,walau agak kabur  warnaya.

sorenya,aku main ke tempat bu warto,berharap bisa melampiaskan birahiku,tapi pak warto sedang di rumah,mas iwan pernah menyarankan onani kalo lagi ingin,tapi aku pernah mencoba sekali,tapi tak menyukainya.besok nya,keinginanku baru terkabul,hari

Masih sekitar jam 11 pagi,saat perlahan,setelah paginya pak warto pergi,dan nenek kembali kerumah,aku mulai menaiki bu warto lagi,kali ini aku bahkan menganjalkan bantal dipantatnya,kontolku yang sedari pagi menegang,dengan leluasa masuk kedalam momok bu warto,makin lama,aku makin tenang dan seperti sudah ahli,tak terburu-buru,bahkan,jika kurasakan spermaku hendak keluar,aku berhenti,hingga kontolku tenang kembali.lebih setengah jam aku mengenjot bu warto,lama-lama,kurasakan momoknya basah,seperti berair,hal yang belum pernah kualami ketika menggauli dia,sampai akhirnya,akupun mengejang.aku kemudian merapikan kain bu warto,kulihat jari2nya bergerak,aku sempat gundah,tapi kemudian aku beranikan diri melihat wajahnya,aku sempat heran,karena kulihat dia tersenyum sedikit,aku kemudian bertanya,”minum?kataku,dia mengedipkan matanya dua kali,bearti bukan,begitu juga saat kutanya,makan,kencing,buang air,aku jadi bingung,dia hanya senyum. Kejadian itu terus aku ingat.

Akhirnya,hari sabtu tiba,kami pergi ke satu rumah,disana,ada wanita usia sekitar 18 tahun sendirian,mas iwan masuk,sepertinya sudah sangat akrab.”ba,dia masih baru”kata mas iwan.”wah dapet perjaka dong”katanya,aku akhirnya diabawa masuk kekamar.”kamu lucunya,jangan2,belum ada airnya”katnya.”udah kok ba”kataku.tanganya tiba-tiba meraba-raba kontolku,aku langsung tegang,perlahan dia membuka seluruh pakainya.akupun membuka celanaku.”bajunya juga,biar nikmat”katnya,sambil melihat kontolku yang keras,aku menurut,dia tampa malu menciumi bibirku,perlahan tanganya memegang kontolku dan memasukanya kedalam momoknya,saat masuk,dia langsung mendekapku erat.”oh,gila,enak banget,geli ah”katnya,makin rapat,aku hanya diam berdiri,dia kemudian menariku keranjang,desahannya makin keras,saat aku mulai menggenjotnya,aku malu,pasti mas iwan dengar,rintihanya,makin lama makin mengila,samapi akhirnya,kurasakan momoknya makin becek,tak lama,akupun mendesah.”gila,nikmat banget,walau buntet,tapi edun”katnya,tampa malu dia melangkah kepintu dan membuka pintu,aku sempat panic,malu sama mas iwan,tapi mas iwan hanya senyum.”benerkan ba,pasti enak”katanya.”iya,asalnya,aku fikir,kecil,pasti gak puas.eh pas tegang,lumayan juga,walau buntet,tapi bikin nikmat banget”katnya sambil tertawa.”kamu mau gak”katnya,”mau dong”kata mas iwan,tampa malu,didepanku dia langsung menurunkan celananya,dan kulihat kontolnya tegang,lumayan panjang juga,walau agak tipis,tampa malu dia mulai mengenjotnya,aku perlahan keluar.

Satu kejadian lain terjadi,waktu itu bu warto mengerakan tanganya,kami biasa,hanya berdua,dia senyum,tapi saat aku tanya mau apa,dia terus mengatakan tidak,sampai akhirnya,aku yang kebetulan berdiri disamping tanganya,jarinya perlahan menunjuk ke aras kontolku yang memang ada disampingnya,asalnya aku heran,tapi aku saat aku tanya mau apa,jarinya menunjuk pelan kearah celanaku,akhirnya tampa sengaja aku tanya,mau ini,sambil menujuk jariku ke celanaku,matanya berkedip sekali,terus senyum,aku samapi lebih dari 2 kali memastikan dan menujuk celanaku. Sampai akhirnya saat aku keluarkan kontolku,dia tersenyum,dan mengedip satu kali.sungguh aku tak menyangka,apa dia bisa merasakan kenikmatan juga,mukanya  terus senyum,ketika aku mulai menggenjotnya.sejak itu,kadang bu warto suka menunjuk kearah kontolku jika kami sedang berdua,akupun dengan senang hati melaksanakan nafsuku.

Sifat liarku,lambat laun makin menjadi,otaku tak jarang terus berfikir,bagaimana caranya bisa mendapatkan keinginan2 liarku. Saat sehari-hari aku membantu bibiku di warung makannya,sering kali aku memandangi wanita  yang datang,dan kadang menghayalkanya. Bu asih,perempuan yang sudah lama bekerja pada bibiku,sesekali memergokiku dan meledeku tiap aku ketahuan mencuri pandang kalo ada gadis cantik yang datang .  Wanita 40 tahun itu,sering bilang begini,”badan kamu gedein dulu,mana mau mereka sama anak kecil”katanya. Malah kalo kami hany berdua,tak jarng dia berbisik,”badanya gedein dulu,supaya burungnya gede,kalo kecil gitu,mana bisa muasin cewe”katnya,dia memang pernah melihatku kencing,jadi tak jarang burungku sering dia ledek. Ledekan bu asih kadang membuatku sakit hati,dan kemudian,membuatku lebih memperhatikan kelakuannya. Dari bibiku,akhirnya aku tahu,bu asih,yang sehari-hari memang genit,ternyata di madu oleh suaminya.

Sampai akhirnya,suatu hari bibiku merasa gak enak badan,dan dia pulang duluan,kira-kira hampir jam 8 malam,setelah 2 pegawai lain pulang,aku membantu bu asih membereskan pring yang telah dicuci. Kuperhatikan memang akhir2 ini dia sedikit pendiam,”bu kok jadi sering ngelamun,kenapa? tanyaku. ”gpp,cape aja,”katanya “sakit juga?tanyaku lagi. “gpp sih,Cuma sering merasa pegel aja”katnya. “oh,mau aku pijatin,aku bisa kok”tanyaku. Sebenarnya dia agak keberatan,tapi setelah aku yakinkan,dia akhirnya setuju,kemudian aku pijat pundak dia. “kok lehernya tegang banget bu,harus banyak istirahat”kataku, “kamu kok tahu,diajarin nenek ya?katnya,aku mengangguk.aku memang sering memperhatikan nenek kalo lagi kebetulan ada orang yang minta dipijat di rumah. “kalo mau,aku pijatin kakinya juga”kataku, tampa bertanya dia setuju, dan kemudian kami bernjak ke bale-bale yang ada dibelakang warung.
sayang gak ada balsemnya,kata bu asih. “gpp bu,make minyak kelapa aja”kataku. Akhirnya aku mulai memijat kakinya,tapi kemudian diapun tak keberatan saat aku memijat punggungya,bahakn saat aku mengeser kaos yang dia pakai,hinnga aku bisa meminyaki pinggangnya,dia hanya diam.”tenaga kamu besar juga ya,enak banget”katanya. Aku kemudian mimijat paha bawahnya,kulihat dia kegeliat.”bu,supaya gak kena minya,rok nya agak digeser gpp?tanyaku, “malu ah”katnya, “gpp bu,supaya semuanya kepijat”kataku.perlahan dia menaikan roknya hinggak setengah pahanya,aku mulai memijat,bahkan sesekali aku selusupkan tanganku.”jangan terlalu kedalam”katnya. Sungguh,saat itu nafsuku mulai bangkit,apalagi saat paha putihnya makin kian jelas.kudengar nafas bu asih pun mulai agak tak teratur.”udah ah”katnya,”kenapa bu”tanyaku.”geli,katanya,sambil merapikan roknya. “kok ibu keringatan gitu”tanyaku.”habis kamu mijatnya terlalu dalam”katnya,.”mang kenapa bu kalo terlalu dalam”kataku.aku kemudian memijat kembali punggungnya.”kamu masih anak2,pasti gak ngerti”katnya. “ngerti kok bu,takut kerangsang ya?kataku sambil tertawa. “nah,tuh tahu”katnya. “gpp kok bu,ka nada saya”kataku.”saya juga kerangsang liat paha ibu”kataku.”kamu ini ngomong apa,udah ah,kita pulang.”katnya sambil bangkit dan merapikan kaosnya. “kenap bu?tanyaku.”eh kmu ini,kamu ini,nanti aku bilang bibimu”katnya. “takut gak puas bukan?tanyaku. bu asih hanya diam,diapun bangkit. “bu,tapi aku ingin nyoba,ingin tahu”kataku.”aduh,kamu makin ngawur,gak boleh,dosa”katnya,bicaranya sedikit keras. “ya udah,kalo ibu gak mau,nanti aku bilang bibi,ibu maksa aku buat gituan,tapi aku tolak,”kataku. Kulihat bu asih kaget,mukanya merah..”nanti aku gak bakalan datang lagi ke warung,lagian bibi pasti marah”kataku. Bu asih mungkin masih tidak percaya kata-kataku,dia akhirnya duduk dibalai. “kamu ini kenapa,ibu gak nyangka”katnya. “gpp bu,aku penasaran aja ingin nyoba,aku hanya ingin tahu,giman rasanya kalo ini aku masukan”kataku sambil menunjuk celanaku. ‘trus mau kamu apa?katnya.”ibu berbaring aja”kataku . sesaat diapun berbaring dibalai,kulihat wajahnya dia palingkan,tidak mengahadapku, perlahan,aku mulai menarik roknya naik hingga pinggang,celana hitamnya perlahan aku turunkan hingga mata kaki. Awalnya agak susah,karena dia tidak mau merenggangkan kakinya,tapi aku tak kehilangan akal,aku mulai mengusap-usap momoknya dengan tanganku,sesekali jarinya aku masukan hingga dia mulai mengeliat. “udah,cepat “katnya. “kakinya agak buka dong bu”kataku tak kalah sewot,perlahan kulihat dia melepaskan celana dalamnya dengan ujung kakinya,kemudian dia melebarkan sedikit kakinya,kulihat dia tak mempedulikanku saat ku mulai membuka celanaku,bahkan saat aku mulai beranjak merangkak diantara kakinya,wajahnya terus menyamping.perlahan aku mulai mengesek-gesekan ujung kontolku mencari lubang kemaluanya,tak butuh waktu lama,perlahan aku mulai menyelusupkannya.tubuh bu asih seperti kaku,saat aku mulai memaj-mundurkan pantatku,tak ada reaksi sama sekali,sampai akhirnya kira2 sepuluh menit,dia mulai agak menggeliat-geliat.sesekali kulihat tanganya mengepal2,aku tahu dia menahan kegelian,apalagi saat aku menarik pelan kontolku menjauhi lubangnya,sering dia agak mengankat pantatnya sambil nafasnya ditarik pelan.mungkin tak kuasa menahan geli saat kontolku kutarik pelan,perlahan tanganya mulai memegang kedua pinggulku,bahkan tak hanya itu,dia menarik badabku hingga mendekat,kurasakan kakinya mulai melingkar dibawah pantatku,hinnga pingulku makin masuk kedekapanya.”oh,ibu gak kuat zi”dia berkata pelan,sambil kemudian bereaksi pelan,dengan memaju-mundurkan pinggulnya juga.aku makin bersemangat,tiba-tiba tubuh bu asih mengejang,sambil mendekapaku erat.”oh zi,oh gak kuat”katanya,kurasakan momknya mulai basah,aku makin mempercepat genjotanku,berkali-kali kata oh dan gak kuat keluar dari mulutnya.sampai akhirnya,akupun mulai mengejang,dan ah…spermaku tumpah didalam kemaluanya,keringat  membasahi mukaku.aku cepat-cepat berpakaian.”maafkan saya buh,habis saya suka sakit hati kalau ibu ledek”kataku.dia tak berkata apa2.

Tiga hari setelah kejadian itu,aku baru ketemu dia lagi,sungguh diluar perkiraanku,dia menyapaku dengan sangat ramah.saat kami berdua,dia sempat berkata.”maafkan ibu ya zi,kalo suka meledek burung kamu”bisiknya centil,aku hanya senyum.”kok bisa nikmat amat ya zi”katnya.”habis diujungnya ada bulunya bu”bisiku pula.”masa,pantas geli bgt”katnya. Setelah itu,kami dia makin ramah terhadapku,bahkan dia berkata ingin mengulangnya kembali,tapi aku tak hiraukan.dia bahkan mengiming-imingiku uang. Sebenarnya,bukan aku gak mau,tapi kami terkendala tempat.

Aku makin merasakan nikmatnya bersenggama. Diakhir kelas satu,aku malah berani melakukanya pada seorang gadis.sebut saja mirna,kakak kelasku yang diam-diam menjadi teman akrabku.bukan karena secara kebetulan dia suka membeli makanan ditempat bibiku,tapi dia bahkan memberiku buku2 pelajaran yang masih bisa terpakai.sesekali,jika ada kesempatan,dia bahkan cuka curhat mengenai keluarganya. Dan hari itu,sesuai permintaanya,aku datang kereumahnya. Aku tahu lokasi rumahnya,karena ternyata tidak jauh dari warung bibiku,hanya dia masuk2 gang.saat sampai,rumahnya dalam keadaan sepi. Saat masuk,kulihat buku pelajaran sdh ada dimeja depan.”pada ke mana?kataku.”ibu ke Surabaya,ngurus sekolah,yang lain,biasanya magrib baru pada pulang. “jadi ya terusin sma disana?tanyaku. “iya,ayahku yang memaksa kami pindah”. Ibu mirna merupakan istri ke dua,tapi hampir setahun yang lalu,istri pertamanya meninggal,jadi ayahnya berniat memboyong mereka ke kota ayahnya.dari istri pertama tidak dikaruniayi anak. Perawakan mirna kelehatan lebih dewasa dari usia sebenarnya,dia merupakan salah satu gadis popular disekolahku. Tubuh mirna sintal,sama seperti ibunya,hanya badan mirna sedikit lebih tinggi dan dadanya jg besar. .”nanti aku gak da teman dong,kakak kan paling baik”kataku merayu.”ih kamu”katanya.”coba aku lebih muda dari kamu ya,atau seusia kamu”katnya. ‘mang kenapa kak,usia kita kan Cuma beda setahun,aku telat masuk sd nya”kataku. “mungkin kita bisa lebih dekat”katnya.”maksud kakak?pacaran?tanyaku sambil tersenyum lebar. “ih,masih kecil ngomong pacaran”katnya.”eh,jangan liat badanya,liat hatinya yang iklas suka sama kakak”kataku ngegombal.entahlah,kami kemudian berbincang akrab,banyak berandai-andai,sampai akhirnya pelan-pelan,aku berani mendekatinya.bahkan,mirna diam saja saat aku mulai mendekatkan bibirku ke bibirnya,malah dia seperti antusias membalasnya,kamipun berciuman,lama sekali. Mungkin inilah ciuman birahi pertamaku.Perlahan tangaku mulai berani menjamah payudaranya,dia hanya diam.”kak,aku gemeteran nih”kataku,supaya menyakinkan dia bahwa aku belum pernah sama sekali menyentuh wanita. “didalam aja yu,takut ada orang”katnya,kamipun masuk kekamar belakang rumah. Seperti mendapat lampu hijau,aku makin berani ketika masuk kedalam kamar,bahkan saat aku ingin mencium payudaranya,mirna mengangguk,akhirnya,ditengah geliat tubuh mirna,aku seperti bayi menyedot tetenya.sesekali ajaran mas iwan hadir,dan aku lakukan,perlahan,tanganku mulai menyelusup kedaerah kemaluanya,dia makin mengelinjang.”kak,aku ingin nempelin ya?bisiku,dia mengangguk.”tapi jangan dimasukin ya?katnya,aku mengangguk,aku kemudian menarik rok mirna.dia senyum saat melihat kemaluanku yang sdh memerah.aku mulai menempelkanya,kulihat bulu jembutnya sdh keliatan hitam,walau masih jarang,beda dengan kontolku yang masih polos.dia memgelinjang saat aku mulai mengesekanbatang kontolku,melintang dibelahan momoknya,bahkan mulutku tak ku diamkan,aku hisap putingnya dalam-dalam,saat dia kenikmatan,sesekali aku mencoba menyelesupkan kontolku,asalnya mirna kenikmatan,tapi lama-lama dia merasakan pula.”jangan zi,”katnya,tapi akalku sudah hilang,tanggung fikirku,akhirnya saat dia kembali mengelinjang,aku mendekapnya erat,dan makin menusukan kontolku.”zi jangan”katanya,sambil meronta,tapi kontolku telah masuk kampir setengah,aku makin medekap erat tubuhnya,saat dia meronta,kontolku malah makin dalam masuknya,dia menjerit tertahan,perlahan aku malah menaik turunkan kontolku,sesaat kemudian,sambil mendekap erta dan merintih,akhirnya mirna hanya pasrah.tak lama,desahanya mulai kedengarah,sunnguh,momoknya sangat rapet dan enak,beda dengan wanita2 yang selama ini aku gauli,akhirnya akupun tak tahan dan ahhh…air maniku mengucur deras.kulihat air mata mirna mengalir,saat aku hendak memakai celana,kulihat ada darah diujung kontolku. “Maafkan aku kak”katnya.mirna hanya diam,saat aku pamit,diapun tak banyak bicara.

Hanya sekali saat pembagian rapot aku ketemu mirna,setelah itu dia pindah tampa bicara lagi kepadaku. Aku sendiri tak merasa bersalah. Diawal liburan kenaikanku,sebelum mas iwan pergi liburan dengan keluarganya,kami sempat mengagauli wanita yang katany pacar baru mas iwan.setelah itu kira-kira 2 minggu,aku hanya  membantu bibi di warung nasi,ayahkupun tak mengajak aku keluar kota.

Akhirnya,diakhir liburanku,aku dapat pesan dari ayah,untuk datang ketempat majikanya,katanya mas iwan mau ketemu.akupun berangkat.hari itu sebenarnya masih pagi,kira-kira jam 9.tapi rumah mas iwan sudah sepi,katanya sudah pada bekerja.’di Jakarta aku beli bokep”katnya,setelah dia memberiku oleh2 kaos.kamipun leluasa memutar 3 kaset yang dibeli mas iwan.banyak adegan wanita disodomi,kata mas iwan yang kadang melakukanya,katanya jauh lebih enak. Tiba-tiba mas iwan mengeluarkan kontolnya.”gila nih,nafsu banget”katnya,kulihat kontolnya menegang.”kamu liat”katnya,dengan terpaksa akupun mulai membukanya juga.”ih,dah gedein dikit ya,dah mirip batere ukuran sedang,katanya,aku mengangguk,memang kulihat kontolku lbh besar,tapi panjang tetap.”dikocok aja mas”kataku.”gak enak ah,eh diaduin aja yuk”katnya,tampa sempat menjawab,dia menariku kekamarnya,sambil membawa kaset2nya.dalam kamar mas iwan langsung membuka celanaku,”jangan mas ah”kataku.”gpp,diadu-aduin aja.katanya,aku hanya diam,dia membaringkanku,kemudian menindihku,tak lam dia menyuhku berbalik.”aku gesek dibelahan pantat kamu aja”katnya,nanti gentian,aku hany menurut,supaya keset,katanya saat kutanya waktu dia membaluri belahan pantatku dengan lotion.asalnya memang dia hanya mengesek-gesekan dibelahan pantatku,tapi lama-lama kurasakan kontolnya mulai berusaha dia masukan kelubang pantatku.”mas jangan”kataku.”gpp,bentar aja”katanya,aku sempat berontak,tapi tak kuasa,tenaga mas iwan lebih kuat,akhirnya,kurasakan sakit saat kontolnya mulai masuk lebih dalam,dan akhirnya,diantara rasa sakit,kurasakan kontolnya mulai naik turun,aku jadi teringat mirna,inikah yang dia rasakan.tapi diantara rasa sakit,kurasakan geli yang amat sangat,apalagi saat mas iwan mulai meraba-raba kontolku,tak lama kontolku langsung tegang kembali,aku disuruhnya agak mengangkat pantaku dalam posisi nungging,aku menurut,sambil menggenjotku,tangany mengocok kontolku,hanya kurang dari 5 menit,spermaku tumpah diakasur mas iwan,sungguh,nikmat yang tiada tara,yang beda dengan sebelumnya,aku rasakan.tak lama mas iwanpun mengejang,dan saat tubuhnya tersungkur dipunggungku,kursakan cairan hangat mengalir dilubang pantatku.mas iwan sempat bercerita,bahwa dia pernah berhubungan denag waria,makanya kenapa dia suka menyodomi.

Sejak kejadian itu,tak sesekali,mas iwan menyodomiku,bahkan disaat kami main bertiga dengan perempuan,secara diam-diam,saat aku menusuk momok perempuan,dia malah menusuk lubang pantatku.bahkan,jika ada wanita yang suka disodomi,kami mengerjainya bergantian.sungguh kenikmatan luar biasa sering aku dapatkan saat kami main bersama.

Lambat laun,aku malah menikmatinya.keinginan sex ku malah bukan hanya tertuju pada wanita,tapi kali ini,pada pria.aku malah berusaha mencari pria yang mempunyai kontol besar,dari informasi yang kudapatkan secar tidak sengaja,aku akhirnya mengetahui,bahwa ada satu teman kerja ayah yang mempunyai kontol yang besar. Itu kudapat saat teman2 ayah saling meledek. Akhirnya,aku tahu,pak heru,teman dekat ayah,mempunyai kontol yang gede.

Dan suatu hari,aku sangat antusias saat dibawa ayah bekerja.kami berangkat bertiga,dan menginap disebuah losmen.”hati2 ketahuan bini kamu”kata ayah.”gak lah,asal kamu gak bilang”katanya. Aku mengenal istri pak heru,dan aku tahu bahwa pak heru kadang suka berselingkuh,bahkan katanya telah menikah lagi tampa sepengetahuan istrinya. Saat mereka pergi,aku ditinggal dilosmen.saat siang hari,pak heru pulang dengan wajah sedikit cemberut. “aku tadi pisah ma ayah kmu,dia pulang malam”jawabnya saat kutanya ayah. “kenap pak,gak ketemu barunya bininy?ledeku. pak heru kaget.”kamu tahu dari mana,jangan bilang siapa2 ya,awas!katanya. “tenang pak,aku kan sering denger pembicaraan ayah ma bapak”jelasku. “dasar,bapak mohon ya,jangan bilang sapa2”katanya,aku mengangguk. Pak heru tak keberatan,saat kutawarkan untuk memijatnya,karena memang kadang ku lakukan,saat kupijat paha atasnya,pak heru seperti kegelian.”bapak kok uring2an,kenapa?kataku.”kamu gak tahu sih,nanti kalau dah tahu cewe,pasti ngerasain.”katanya.”oh,pasti lagi ingin,tapi istrinya gak ada,mang kemana pak?tanyaku.”keluar kota”katnya tampa menjelaskan. “mau gak saya pijat hingga keluar”kataku.”ih kamu,jangan dong”katnya.”gpp pak”kataku.”jangan ah”katnya. “aku gak akan bilang istri bapak,asal bapak mau aku pijat kontolnya.”jawabku berani. Pak heru diam,keheranan. “kamu ini kenpa”tnyanya. “gak,kata orang punya bapak gede,aku ingin liat aja”kataku. Entahlah,akhirnya pak heru menurunkan celanya,akupun mulai meraba-rabanya,tapi kontol pak heru diam saja.”kok gak bangun pak”kataku.”harus sama cewe”katanya.”aku bangunin ya”kataku.”sok aja kalo bisa”katnya.perlahan kudekatakan mulutku,pak heru diam,akupun mulai mengulumnya,ini kontol kedua yang aku kolom setelah kontol mas iwan. Lama-lam,kulihat kontol pak heru bergerak,dan benar saja,sungguh besar,beda dengan mas iwan. Dadaku berdegup kencang,nafsuku mulai bergelora.kulihat pak herupun mulai terpengaruh,dengan sedikit rayuan,akhirnya perlahan diapun mau memasukan kontolnya ke pantatku.

Sunnguh,kontolnya yang besar,yang awalnya sulit untuk masuk,sangat memberiku kenikmatan yang luar biasa.pak herupun seolah menemukan pelampiasan untuk nafsunya.

Itu bukan terakhir kalinya pak heru menggauliku,bahakn,dia sepertinya ketagihan melakukan hubungan intim denganku, petualanganku makin menjadi,tak hanya teman kerja ayah, disaat kontolku sebesar batere ukuran besar,tidak hanya teman wanitaku yang kujadikan pelampiasan nafsuku,tapi juga teman lelakiku, dan disaat kontolku  sebesar botol kratingdeng,bukan hanya murid, bapak dan ibu gurupun ada yang aku kerjai.

Tapi sungguh aku tak menyangka,saat aku duduk dibangku  sma,mirna pernah datang sekali,dan kami melakukan hubungan intim,tak lama setelah itu, mas iwan memberiku kabar,bahwa dia akan menikahi seorang wanita,setelah kulihat fotonya,aku tak menyangka bahwa wanita itu mirna,dan yang lebih membuatku heran,mas iwan berkata,dia harus bertanggung jawab,karena selain mas iwan sangat mencintainya,dia juga berkata,bahwa kegadisan mirna sudah dia renggut, sungguh pertanyaan itu sering muncul,tapi tak sempat aku tanyakan kepada mirna.

Saat usiaku 19 tahun dan lulus sma, akupun menikahinya seorang janda muda yang usinya 8 tahun lebih tua dariku,dia memperbaiki kehidupanku,terutama kehidupan ekonomiku, tapi kehidupan gelap,masih sesekali aku jalani tentu saja tampa sepengetahuan semua orang……………(kiriman fauzi/lamongan)

About these ads

~ oleh ceritalelaki pada November 6, 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: