ibu tiriku (N)

 

aku terlahir dari keluarga yang sederhana, saat aku kelas 2 sd,ibu memutuskan untuk bercerai dengan ayah.alasanya karena tabiat ayah yang suka berselingkuh. ibu akhirnya memutuskan untuk menjadi tkw. Asalnya,aku tinggal dengan nenek dari ibu, tapi 2 tahun kemudian,aku ikut ayah,karena neneku meeninggal. aku tinggal bersama orang tua ayah,karena ayahku sering kerja keluar kota sebagai sopir sebuah perusahaan. ayah sudah menikah lagi dengan wanita muda,tapi kemudian hanya bertahan kurang dari setahun.kemudian saat aku kelas 5 sd,dia menikah lagi dengan wanita yang sdh mempunyai anak,aku sempat dibawa ayah pindah,tapi kembali,saat aku masuk kelas satu smp,mereka berpisah lagi. akhirnya,saat dipertengahan kelas 2 smp,kembali ayah menikah. kali ini bersama wanita tampa anak,sebut saja bu siti,wanita berusia hampir 3o tahun. Aku kembali dibawa ayah,karena bu siti punya rumah dan hanya tinggal sendirian. bu siti simataku merupakan wanita yang baik dan murah senyum,saat pertama ketemupun,aku sudah akrab,karena berbeda dengan 2 ibu tiriku sebelumnya,yang kadang mengajaku bicara hanya jika ada ayah saja. bu siti sangat memperhatikan keperluanku,bahkan sangat detil,dari pelajarang  sampai makanpun sering kali dia ingatkan aku. sungguh,aku melihatnya sebagai wanita penganti ibuku. karena bu siti punya usaha sendiri,jualan makanan ringan yang dia buat lalu dia titipkan di toko2, dia dengan leluasa memberiku uang jajan,bahkan sering kali berlebih,dia hanya menyuruhku untuk menabung,kalo ada sisa uang jajan.

 

empat bulan pertama perkawinan mereka,sungguh keliatan bahagia,tapi kemudian ketika ayah sering keluar kota,bu siti kelihatan sering sedikit murung. apalagi jika ditinggal agak lama. tapi biasanya ketika ayah kembali,kemurungannya seperti sirna. Sunnguh,lama-lama aku bisa merasakan,bahwa dia sangat kesepian kalau ditinngal ayah, tapi didepanku dia selalu berusaha bersikap tampa masalah. bahkan kadang,tak jarang jika dia jenuh,dia mengajaku ke kota,sekedar makan baso,atau membelikanku pakaian. sungguh aku bahagia dengan perhatian beliau.

 

sampai akhirnya,ketika aku liburan kenaikan ke kelas 3 smp, ku lihat bu siti murung,karena ayah pergi. sudah hampir 4 hari ayah pergi. “ayah memang pulangnya kapan bu?tanyakau. “katanya semingguan”jawab bu siti. “ibu jangan murung aja,kan ada aku” kataku. bu siti tersenyum,”nanti malam tidur dikamar ibu lagi ya”katanya. aku mengangguk, kadang memang ketika ayah pergi,aku tidur dikamar ayah. aku tidur dilantai,sementara ibuku diaranjang. malam itu saat hendak memejamkan mata,kulihat bu siti gelisah diatas ranjangnya. tapi aku tak bisa melakukan apa2.

esok harinya,badanku sedikit demam,tapi aku kembali menemani beliau,sebelum tidur,kami sempat berbincang.”kamu dingin gak dilantai,kalo gak tidur dikamar kamu aja”katanya.”gpp bu,gak dingin kok”jawabku. dari magrib,hingga hampir jam 10 malam,hujan memang turun tanpa henti.”ibu kok masih gelisah”tanyaku. “gpp kok,kan ada kamu”katnya.”ya udah,kamu tidur diatas aja,dari pada masuk angin”katnya. aku menurut.dia sempat membelai-belai rambutku,saat aku bertanya. “bu,kenapa sih kalo ayah gak ada suka resah amat”tanyaku.”kamu gak kan ngerti”katnya.”pasti ibu kesepian,kan ada aku bu”kataku.dia tersenyum,dan melingkarkan tanganya di pundaku.usapannya sungguh menghangatkanku,sampai tak sadar aku mulai merapatkan badanku,dengan posisi tengkurap.”dingin ya?tanya bu siti,.”iya”kataku.bu siti mendekapku,sungguh,entah kenapa,tiba-tiba jantungku berdetak kencang.apalagi saat dia mengusap punggungku. tampa sadar aku mulai memeluk pinggangnya.”kamu gpp ibu peluk”katnya.”gpp bu”jawabku.aku malah makin medekap erat pinggulnya.tapi lama-lam kudengar nafas bu siti mulai tidak teratur,aku dapat mendengar detak jantungnya,karena wajahku sangat dekat dengan dadanya. “duh,ibu kangeen ayah”katnya.”kan ada aku bu”kataku sambil kurapatkan wajahku didadanya.perlahan kurasakan tangan bu siti mengusap pantatku.aku makin degdegan.entah sadar atau tidak,dia malah meremas selangkanganku.”masih gak enak badan”tanyanya,”udah gak gitu bu”jawabku.”kok kamu gemetar,takut ya dipeluk ibu”tanyanya.

”gpp, dingin”jawabku sekenanya.”ya sudah,sini masuk selimut ibu”katnya,diapun membagi selimutnya yang lebih tebal dibanding selimutku.tubuhku semakin bergetar,saat kakiku bersebtuhan denagn kakinya,tanganya masih mengulus punggung bahkan pantatku.kemudian tanganya kurasakan mendorong pinggulku,tapi aku agak bertahan tengkurap.”kenapa?takut?suapaya kamu gak sesak aja”katnya.”gak bu”jawabku,aku hany menyadari,bahwa kemaluanku ternyata sudah berdiri,dan aku takut dia mengetahuinya.akhirnya aku membalikan badanku.kurasakan tanganya mulai mengusap pahaku.aku sedikit bergerak menjauh.aku ambil bantal dan mendekatkanya ke celanaku”kenapa?katanya.”gpp bu”kataku sambil sedikit menjauh.”kok bergeser,kenapa hayo”katanya.aku akhirnya kembali merapatkan tubuhku kepadanya. Tanganya kemudian hendak mengambil bantalku.”jangan bu”kataku.”mang kenapa”tanyanya.”gpp,dingin aja”..”ya udah sin ibu peluk”sambil berkata begitu,tanganya tiba-tiba menyelusup kedalam bantal hendak memeluku.”oh”katnya.kurasakan mukaku pedas.”gpp,gak usah malu,biasa kalau udara dingin,makanya rapatin ke ibu,gpp kok”katnya.agak sedikit ragu,tapi aku mengikuti tanganya,hingga posisiku agak menyamping dan rapat kepadanya.kembali tanganya mulai meraba pantatku,tapi kali ini dengan sedikit meremas.”masih tegang”tiba-tiba dia bertanya.”iya”jawabku.kemudian tanganya mulai meraba bagian kemaluanku.celana boxerku yang tipis,makin memperjelas bentuk kontolku yang bangun.”boleh pegang?tanyanya,aku hanya diam,sesaat kemudian mengangguk,dia tersenyum,kemudian menyelusupkan tanganya kedalam boxerku.”ih,keras amat”katnya,aku hanya senyum.”lebih rapat boleh?katnya,aku menganguk,kemudian perlahan dia merapatka bagian tubuhnya ke kemaluanku.sesaat dalam selimut,kurasakan tanganya mulai melepaskan sentuhanya dikontolku,tapi kemudian dia meraih tangan kriku,dan kemudian meletakanya di pantatnya. Setelah itu dia menraba pantatku dan menariknya hingga makin rapat daerah kemaluanya.satu kakinya kemudian kurasakan naik di pahaku.”gpp kan?katnya.”gpp bu”jawabku bingung. Entah maksud perkataanya,tapi kemudian kursakan tanganya mulai mennurunkan celana bagian samping kiriku,sesat kemudian dia menarik bagian tengah,hingga aku tahu,kontolku sudah berada diluar. “bu’kataku.”kenapa?takut?tanyanya.”gak kok bu,gpp”jawabku dalam bingung.”boleh gak ibu rapatin ke tubuh ibu?tanyanya.aku hanya mengangguk.tanganya kemudian bergerak,perlahan kurasakan kulit pahanya ditanganku,sesaat tanganya mulai memegang kemaluanku,dan merapatkanya ke tubuhnya. Kali ini bukan kain yang kurasakan,tapi seperti bulu-bulu halus  dan sungguh hangat,mataku pura-pura aku pejamkan,sesaat tanganya mulai mengerakan kontolku,hingga kurasakan kontolku melalui sesuatu yang makin lama-makin hangat.tubuhku bergetar,aku sadar apa yng telah dia lakukan,tapi aku tak kuasa menolaknya,akhirnya,sepertinya sebagian kontolku telah masuk keruangan yang sangat hangat,geli rasanya,apalagi saat tangan bu siti mulai menekan pantatku.sesekali dia mengerkan pinngulnya perlahan.tiba-tiba,sesuatu aliran kuarsakan hendak keluar dari kontolku. “bu”kataku perlahan.”kenapa?tanyanya.”gak tahu,kayak ada yang mau keluar”jawabku.”gpp,keluarin aja”katnya,tampa sadar,kudekap tubuh bu siti erat,dan tiba-tiba,kontolku berdenyut hebat,kurasakan aliran panas keluar dari kontolku dan sungguh nikmat luar biasa.lima menit kami berpelukan erat,akhirnya kurasakan bu siti merapikan celanaku,masih di balik selimut.dia kemudian bangkit,kulihat dasternya masih berada diatas lutut.dia pergi kebelakang,tak lama dia memberiku minum..kembali aku tengkurap,diabalik selimut tebal,bu siti berbaring disampingku. Kami terus diam,mungkin selama satu jam lebih,tapi aku tak bisa tidur,saat berbalik,kulihat bu siti masih duduk menyenderdi tembok. “ibu belum tidur,ini selimutnya”kataku sambil hendak memberinya selimut yang ku pakai.”gpp,ibu lum ngantuk”jawabnya.”maafkan ibu ya?katanya.”gpp kok bu”kataku.”kamu gak marah?ibu hanya rindu ayah”tanyanya.”aku gak marah kok bu,aku juga gak kan bilang ayah”jawabku.dia tersenyum.”kamu sendiri,kenapa lum tidur”katnya.”gak tahu,gak ngantuk juga,gpp kok,nungguin ibu tidur dulu aja”jawabku.”iya,makasih”katnya.”ibu jangan murung,kan sekarang ada aku”kataku. Dia senyum,dia kemudian meraba-raba punggungku yang tengkurap,kemudian pantatku.tapi tiba-tiba wajahnya mendekati wajahku dan kemudian mengecup bibirku.aku hanya senyum.saat tanganya mulai masuk dan meremas pantakupun,aku diam.”ibu belum ngantuk”katnya.”aku temani kok bu”jawabku.dadaku kembali berdegup kencang,perlahan tanganya mulai menarik celanaku,aku menurut,dan seterusnya,tubuhku setengah telanjang,pantaku masih tertutup selimut,tapi kakiku tidak,dia meremas-remas dua bibir pantatku.akhirnya diapun masuk kedalam selimut.jantungku tersu berdekap saat dia membalikan tubuhku,aku menurut saat kaosku dia tarik,aku akhirnya telanjang,dalam selimut,aku tahu bu sitipun mulai melucuti pakaianya,kemudian wajahnya masuk dalam selimut,kurasakan kecupan didadaku,kemudian perlahan pusarku,akhirnya kurasakan mulutnya mulai menghisap kontolku yang sudah sedikit menegang lagi.tak lama dia merapatkan tubuhnya diatasku,kemudian dia kembali mencium bibirku.. “gpp kan?tanya.”gpp bu”jawabku.”kamu diatas ibu,mau gak”tanyanya,aku mengangguk,akhirnya aku bergerak saat tubuh bu siti berbaring disampingku,perlahan dia meregangkan kakinya,saat aku telah berada diatasnya,satu tanganya kurasakan memegang kontolku,dan perlahan mengarahkanya ke lubang kemaluanya.kembali kurasakan nikmat saat kontolku mulai masuk ke momoknya.dia menaik turunkan pinggangku dengan tanganya,lama-lam,akupun bergerak sendiri.”oh,nikmat”desahnya.aku terus menngenjot bu siti,hingga peluh mengucur deras didahiku.dia mengusap dahiku.”kamu cape gak?katnya.”gak bu,gpp”jawabku sambil terus menggenjotnya.setengah jam lebih aku berada diatasnya,sampai akhirnya,akupun mengejang,dan kembali kusemprotkan cairan kenikmatanku.”bu,jangan bilang ayah ya”kataku. “gak kok,nanti pasti ibu yang disalahin”katnya. Malam itu hingga pagi tiba,kami tidak bisa tertidur. Jam 10 pagi,aku tertidur,setelah mandi dan makan.kukira bu siti juga tidur.saat jam 2 siang,kulihat bu siti sudah mandi dan makan siang sudah tersedia.”makan dulu aja,mandinya nanti.katnyaa,aku menurut.jam 4,aku baru beres mandi,saat masih basah dan mengenakan handuk,melintas di dekat bu siti yang duduk didekat meja makan.”maafkan ibu ya?katnya. “maafkan apa bu,ibu gak da salah kok”jawabku. “gara-gara ibu,kamu jadi korban”katnya.”gpp kok bu”kataku,hanya kata2 itu yang terus keluar dari mulutku.tiba-tiba tanganya meremas handuk yang menutup kemaluanku.aku hanya diam,tapi tak lama,kontolku mulai bereaksi.”ibu mau lagi?kataku.”ah,gak juga,kamu?katnya.”terserah ibu”jawabku,tiba-tiba handuku dia lepas,dia terus memandangi kontolku.”ibu sudah salah,bulu kamu aja masih tipis,tapi kamu harus mengalami hal ini”katanya.”gpp bu,aku suka kok”jawabku.sesaat aku mendekatkan kontolku ke mulutnya,dia tersenyum,perlahan dia mengulum kontolku.bu siti setuju,saat aku mengajaknya kekamarku,akhirnya,kembali sore itu aku menggenjotnya.

2 hari kemudian,ayah baru pulang,aku lebih banyak di kamarku daripada takut ayah melihat hal aneh,karena aku masih merasa risih dan bersalah.malam harinya,aku tak dapat tidur,aku tahu,pasti bu siti telah bergumul dengan ayah,karena sejak jam 9,mereka sudah masuk kekamar.

Senin,saat sekolah baru mulai,hari baru sekitar jam 5 aku selesai mandi,ayah masih terlelap,karena kemarin pulangnya agak malam,. Seragamku telah ku pakai. Aku ke dapur hendak minum,kulihat bu siti telah selesai membuat nasi goreng. “kamu kok banyak diam,kenapa?tnyanya.”gpp bu”jawabku.”bilang aja,kita kan dah janji gak da rahasia-rahasian”katanya. “gak bu,Cuma anu”jawabku.”gak ah,nanti aja’kataku,aku kemudian masuk kekamarku.sesaat kulihat bu siti mengikutiku,aku sedang merapikan tasku.perlaha tanganya mengusap pundaku.kemudian tangan lain meraba daerah kemaluanku.”ibu kangen”bisiknya,sambil meremas-remas kemaluanku.”bu nanti ketahuan ayah”bisiku.”dia bangungya pasti jam 11”kata ibu.kontolku langsung menegang.”sini”katanya.perlahan dia bergerak ke balik pintu kamarku,aku mengikutinya,tanganya kemudianmenarik turun seletingku.aku hanya diam,perlahan dia menarik kontolku keluar,dia tersenyum.”mau gak?tanyanya,aku mengangguk,dia kemudian menarik dasternya naik,menjepitnya didagu,dan kemudian tanganya menurunkan sedikit celanaya.perlahan,dibalik pintu kamarku,aku mulai memasukan kontolku,dan mengerakanya maju mundur,bu siti terus menekan pantatku.keinginan yang lebih semingu aku rindukan,akhirnya ku dapati walau dengan sedikit ketakutan,karena ayh dirumah, tapi ketenangan bu siti,menenangkanku juga.  Tak lama,akupun mulai mendekapnya,dan ahh..ahhh..nafasku tertahanku terdengar berbarengan dengan keluarnya air maniku. “enak nya tambahan sarapanya”bisiknya,aku tersenyum. “kalau nanti mau,bilang aja,jangan diam aja”katnya,seolah tahu keresahanku selama ini.

Sejak itu,kami makin dekat,saat ayah tak ada dirumah,bukan lagi masalah bagi bu siti, bahkan merupakan anugrah bagiku. Kami tidak sungkan untuk saling memuaskan,aku sendiri sangat menikmatinya. Tapi saat aku mau naik ke kelas 2, ayah kembali bercerai,aku akhirnya lebih suka tinggal  dengan nenek. kesepian kadang melandaku,sampai akhirnya,aku memberanikan diri mendatangi bu siti,beliaupun keliatan suka,diam-diam,kami menjalin hubungan,yang hanya berdasar saling memuaskan,sampai akhirnya,beliau menikah kembali. Dan aku melanjutkan kehidupanku dengan wanita-wanita lain…(kiriman tejo/klaten)

About these ads

~ oleh ceritalelaki pada November 5, 2010.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: